Skip to main content

Ruler : Master Of The Mask Ep 31 Part 2

Sebelumnya...

  
Hyun Seok melapor pada Dae Mok bahwa Sun sangat bahagia bisa bertemu lagi dengan ibu dan adiknya. Dae Mok lalu tertawa sinis saat Hyun Seok mengatakan bahwa Sun mulai bersikap layaknya Raja sungguhan.

  
Di balai istana, Menteri Joo meminta Raja melantik menteri baru untuk menggantikan posisi menteri yang sudah dilengserkan. Menteri Joo menawarkan diri untuk mencarikan kandidat yang layak menggantikan posisi Woo Bo dan Moo Ha, namun Sun menginginkan Menteri Heo yang mencari kandidat tersebut.

  
Sontak saja, Menteri Heo dan Menteri Joo bereaksi kaget. Sementara Tae Ho senyum-senyum namun senyumannya langsung hilang ketika Sun menatapnya dengan tajam.

  
Sun bicara dengan Menteri Heo secara pribadi. Dengan angkuhnya, Menteri Heo mengingatkan Sun kalau pemerintahan sekarang berada dibawah kendali Dae Mok. Sun pun menjelaskan kalau ia hanya mencoba bersikap baik pada Menteri Heo karena kemungkinan Menteri Heo akan menjadi mertuanya di masa depan. Tapi Menteri Heo masih bersikap jaim.

“Tapi, putrinya Menteri Perang sudah ditetapkan sebagai calon Ratu.” Ucapnya.

  
“Sekalipun tidak berdaya, Raja tetaplah Raja. Pasti ada satu hal di mana hanya aku yang bisa melakukannya. Sekarang ini, yang terpenting bagi Dae Mok Eureushin adalah salah satu kandidat Pyunsoo-hwe yang menjadi Ratu. Namun, tidak masalah siapapun orangnya. Karena aku sudah berkontribusi melucuti kekuasaan Ibu Suri, kebebasan memilih sendiri Ratu-ku, nanti akan kuminta izin darinya. Namun, sebelum itu terjadi, aku ada permintaan padamu.” Jawab Sun.

  
Barulah Menteri Heo bersikap hormat pada Sun. Sepertinya Sun berusaha membuat perpecahan di dalam kubu Pyunsoo-hwe.

“Aku berhutang pada seseorang yang harus lekas dibayar. Kau mau membantuku?” pinta Sun.

Aigooo… kenapa Sun jadi misterius gini sekarang? Apa jangan2 Sun diam-diam berusaha membantu Seja selama ini, tapi di depan Pyunsoo-hwe, dia pura-pura membenci Seja?

  
Menteri Heo memanggil Tae Ho secara pribadi. Tae Ho berpikir, Menteri Heo mau mengambil anaknya sebagai menantu. Menteri Heo pun sewot dan berkata bahwa dia tidak segila itu mau menikahkan anaknya dengan anak Tae Ho. Lalu, tak lama kemudian… 3 orang berpakaian kasim membekap mulut Tae Ho dari belakang. Hyun Seok pun terkejut melihatnya.


Sun menyiksa Tae Ho di ruang interogasi. Ia menyiram wajah Tae Ho yang telah ditutup sehelai kain. Kontan, Tae Ho langsung megap-megap. Setelah itu, Sun mencambuk Tae Ho hingga darah Tae Ho mengotori wajahnya. Tae Ho mulai ketakutan. Ia tidak mengerti kenapa Sun memperlakukannya seperti itu. Sun lantas melepaskan topengnya dan memperlihatkan wajahnya.

“Kau tidak mengingatku? Apa yang sudah kau lakukan, aku ingat dengan jelas.” Ucap Sun.

Tae Ho : A-aku tidak mengerti alasanmu melakukan ini padaku. Aku adalah orangnya Dae Mok Eureushin. Saat tahu aku diperlakukan seperti ini, Dae Mok Eure…
Sun pun langsung mencengkram leher Tae Ho. Ia menatap tajam Tae Ho dari jarak dekat dan berkata, meskipun dirinya Raja palsu, tapi tetap saja ia seorang Raja. Sun lantas mengingatkan Tae Ho akan kesalahannya di masa lalu. Bahwa Tae Ho sudah membunuh ayahnya hanya karena mencuri sedikit air.


  
Barulah Tae Ho sadar bahwa Sun adalah anak si pencuri air itu. Tae Ho buru-buru minta maaf pada Sun. Ia berjanji, akan setia pada Sun dan mendengarkan apapun yang Sun perintahkan. Tapi Sun dengan kejamnya menginjak kepala Tae Ho.

“Dibanding pada Dae Mok, kau akan melayaniku?” tanya Sun.

“Mulai sekarang, anda adalah Tuan hamba.” Jawab Tae Ho.

  
Penyiksaan itu langsung sampai ke telinga Dae Mok. Siapa lagi yang memberitahu Dae Mok kalau bukan Hyun Seok. Menteri Joo yakin, Sun tidak akan bisa melakukan hal itu kalau tidak dibantu seseorang. Menteri Joo curiga, Menteri Heo yang membantu Sun.

“Bukankah ini lucu? Dia mulai mencoba mendapatkan pendukung.” Jawab Dae Mok sembari tertawa.

“Dae Mok Eureushin. Saya tidak merasa ini layak ditertawakan. Sedari awal, saya tidak menyukainya. Anda mungkin menganggapnya pemikiran menyedihkan, namun saya melihat ambisi di matanya.” Ucap Menteri Joo.

“Wakil Menteri, kau pikir juga tidak ambisius? Bagaimana dengan Kepala Yangsucheong? Kalau aku menyingkirkan mereka semua yang ambisius, lalu dengan siapa aku akan bekerja sama?” jawab Dae Mok.

Namun Menteri Joo tetap merasa cemas. Dae Mok menenangkan Menteri Joo dengan mengatakan mereka yang ambisius adalah lawan yang mudah.


Seja melihat para prajurit Dae Mok membuang mayat anak2 di semak2. Ia pun nampak geram. 




Bersamaan dengan itu, Dae Mok mengatakan pada Menteri Joo, seperti mendiang Seja yang mekar usai diterpa badai dan salju sekian lama. Orang yang tahu cara untuk menang. Orang sepertinya, baru musuh yang tangguh.

  
Seja akhirnya menemukan ladang poppi. Kini ia berpakaian sama seperti pakaian prajurit2 itu. Sepertinya Seja berhasil melumpuhkan dua prajurit yang dilihatnya membuang mayat anak2 tadi, lalu menyamar sebagai sebagai bagian dari mereka.

  
Woo Jae dan Gon sama-sama mencemaskan Hwa Gun. Hwa Gun nampak pucat dan matanya memancarkan kesedihan yang begitu mendalam. Rupanya Hwa Gun sudah tidak sadarkan diri selama berhari-hari. Hwa Gun begitu terpukul atas kematian Seja. Woo Jae pun meminta maaf atas apa yang terjadi pada Seja. Ia mengaku juga tidak menyangka Dae Mok akan bertindak sejauh itu.

Hwa Gun meyakinkan ayahnya kalau ia baik-baik saja. Dengan sorot mata terluka, ia berniat menemui kakeknya. Woo Jae menyuruh Hwa Gun istirahat tapi Hwa Gun tidak mau mendengar. Gon nampak terluka melihat kondisi Hwa Gun.


“Banyak yang sudah meminum anggur poppi kemarin, jadi persediaan kita akan segera habis. Kita memerlukan lebih banyak pekerja untuk memproduksi pil poppi. Aku akan menyuruh Kepala Yangsucheong membawa lebih banyak anak.” Ucap Hwa Gun.

“Kau bekerja keras.” Puji Dae Mok.

“Aku adalah Daepyunsoo-hwe.” Jawab Hwa Gun.

“Hwa Gun-ah. Kakekmu ini... kau masih merasa kesal padaku?” tanya Dae Mok.

“Harabeoji pernahkah kehilangan seseorang yang berharga?” tanya Hwa Gun.

“Pernah.” Jawab Dae Mok.

  
“Lalu, Harabeoji, apa yang terjadi selanjutnya?” tanya Hwa Gun.

“Aku menghimpun kekuatan. Kemudian, aku mengambil lebih banyak dari orang yang telah mengambil orang yang berharga bagiku.” jawab Dae Mok.

“Kelihatannya aku  akan menjadi seperti Harabeoji.” Ucap Hwa Gun yang sontak mengejutkan Dae Mok.

Entah apa yang akan dilakukan Hwa Gun, yang jelas Dae Mok merasa aneh dengan sikap Hwa Gun dan menyuruh seseorang untuk menguntit Hwa Gun saat Hwa Gun pergi.

  
Seja menyusup ke ruang bawah tanah tempat pil2 poppi itu dibuat. Ia terkejut melihat para gadis kecil yang membuat pil poppi dengan tangan telanjang. Tak lama kemudian, seorang anak pun terjatuh dan tak sadarkan diri. Seseorang yang usianya lebih dewasa dari mereka, memastikan bahwa anak itu sudah meninggal dunia.


Lalu, orang dewasa lainya yang juga bekerja di sana sebagai pembuat pil poppi muncul dan menyuruh seorang anak membawakan pil poppi itu untuk seorang pria yang dikurung di penjara. Seja pun terkejut mendengarnya. Apakah pria yang dikurung itu adalah Chung Woon? Kalau benar, itu artinya Chung Woon juga ikut ketergantungan pil poppi.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...