Sunday, July 16, 2017

Ruler : Master Of The Mask Ep 31 Part 1

Sebelumnya...

  
Tae Ho yang berpapasan dengan Woo Bo, Moo Ha dan Kwang Ryul di halaman istana, meledek mereka yang kini sudah tidak menjabat posisi apapun di pemerintahan. Moo Ha marah dan langsung mencengkram seragam Tae Ho. Tae Ho membentak Moo Ha yang sudah bersikap tak sopan pada seorang pejabat seperti dirinya. Woo Bo menyuruh Moo Ha mundur dan minta maaf pada Tae Ho atas ketidaksopanan Moo Ha.

  
Saat mereka hendak pergi, Tae Ho memberitahu bahwa Seja dan Chung Woon sudah tewas dibunuh Dae Mok. Moo Ha marah dan kembali mencengkram seragam Tae Ho, namun Tae Ho mendorongnya dengan kasar dan menyuruh mereka berpihak pada Dae Mok jika tak ingin bernasib sama seperti saja.


“Diam kau! Kau yang bodoh telah memercayai Iblis seperti Dae Mok. Kau tidak takut akan dosa? Ketika kebenaran kembali ditegakkan, kalian semua akan membayar mahal segalanya. Hari itu pasti akan tiba!” teriak Woo Bo.


“Aku tidak takut pada idiot sepertimu. Sekalipun Jeoha sudah tewas, kami pasti akan menangkap kalian. Lihat dan tunggu saja.” Ucap Moo Ha.


“Atas perlakuan kalian terhadapku hari ini, aku akan pastikan kalian mendapat balasannya.” Ancam Tae Ho.


Setelah Tae Ho pergi, Moo Ha langsung terduduk lemas. Ia tidak menyangka Seja sudah tewas. 



Begitu pula dengan Woo Bo dan Moo Ha yang menangisi kematian Seja.

  
Lalu apakah Seja benar-benar sudah tiada? Belum… luka di lengan Seja menghilang begitu saja. Tak lama kemudian, Seja yang dicampakkan di semak-semak pun membuka matanya. Begitu membuka matanya, ia melihat pengawal Dae Mok membuang jasad anak-anak tak jauh dari hadapannya. Saat pengawal Dae Mok hendak pergi, mereka melihat Seja yang masih hidup. Salah satu pengawal Dae Mok hendak menebas Seja namun temannya melarang karena yakin Seja akan mati sebentar lagi. Sebelum pergi, pengawal Dae Mok melemparkan sesuatu seperti botol minuman ke arah mayat anak-anak.

  
Sementara itu, Kepala Kasim mengantarkan Kepala Dayang yang baru untuk melayani Daebi Mama. Daebi Mama kesal karena Dae Mok juga mengambil dayang setianya. Daebi Mama lalu menanyakan keberadaan Menteri Choi dan semua sekutunya pada Kasim.

  
Adegan pun berpindah pada Menteri Choi dan sekutu Daebi Mama yang memohon pada Dae Mok, agar Dae Mok mau menerima kembali.

  
Tae Ho membawa para prajurit menggerebek tempat persembunyian Seja, namun mereka tak menemukan siapapun di sana. Tae Ho pun kesal.


Sementara, tanpa disadari Tae Ho, Woo Bo, Moo Ha dan Kwang Ryul bersembunyi tak jauh dari mereka. Moo Ha pun kesal melihat Woo Bo yang terus-terusan menenggak arak daripada memikirkan cara agar mereka selamat. Woo Bo mengaku, ia tak bisa berpikir jernih kalau tidak mabuk. Kwang Ryul pun menanyakan apa yang akan dilakukan Seja jika Seja masih hidup. Mendengar nama Seja, Woo Bo pun kembali menangis.

  
Seorang anak yang masih bertahan walaupun dalam keadaan sekarat, berusaha sekuat tenaga menghampiri Seja. Anak itu lantas menuangkan air ke mulut Seja. Seja mengucapkan terima kasih dan anak itu menyuruh Seja untuk bertahan dan tetap hidup.

  
Tak lama kemudian, anak itu menghembuskan nafas terakhirnya. Dengan sisa-sisa tenaganya, Seja perlahan bangun dan melihat banyak mayat anak2 di depanya. Tangis Seja langsung berjatuhan.

  
Hyun Seok membawa ibu dan adik Sun masuk ke istana. Ibu dan adik Sun terkejut saat Hyun Seok mengatakan bahwa Raja ingin bertemu dengan mereka.

Sementara itu, Sun tak sabaran ingin bertemu dengan ibu dan adiknya. Tak lama, Hyun Seok datang dan memberitahu Sun bahwa Dae Mok memberikan hadiah pada Sun atas kesetiaan Sun pada Dae Mok. Sun pun langsung menyuruh Hyun Seok membawa ibu dan adiknya masuk.

  
Begitu masuk, ibu dan adik Sun langsung berlutut di hadapan Sun, tanpa tahu yang di hadapan mereka adalah Sun. Sun seketika melepaskan topengnya dan menyuruh mereka mengangkat wajah mereka, namun ibu Sun tak berani melakukannya. Ibu Sun seketika mendongak saat Sun memanggilnya dengan sebutan ibu.

Tangis keduanya pun pecah. Ibu Sun langsung memeluk Sun dengan erat. Sun meminta maaf karena sudah membuat ibu dan adiknya menunggunya sangat lama. Kko Mool heran sendiri melihat pemandangan itu. Sang ibu pun langsung memperkenalkan Sun pada Kko Mool. Kko Mool terkejut mengetahui ahjussi yang pernah ditemuinya adalah seorang Raja.


Tak lama kemudian, Kasim memberitahu kalau sudah saatnya Sun bertemu dengan Dewan Istana. Sun pun berteriak, menyuruh mereka menunggu sampai urusannya selesai. Sang ibu pun terkejut melihat anaknya kini menjadi Raja Joseon.

  
Sementara itu, Ga Eun menyendiri di ruangannya. Pikirannya tertuju pada Seja, saat Seja memberikan kalung bulan dan bintang itu kepadanya.

“Sebagaimana matahari menanti sang bulan, aku juga akan selalu di sampingmu.” Ucap Seja.

  
Ga Eun pun menghela napas sambil menatap kalung bulan dan bintang yang kini sudah berada di tangannya. 




Tak lama kemudian, ia dikejutkan dengan kehadiran ibu dan adik Sun. Ga Eun yakin mereka sudah bertemu dengan Sun.

“Asshi... Lee Sun... kenapa pura-pura menjadi Raja? Dia bilang aku tidak perlu tahu. Dia bilang aku tidak perlu kuatir dan tinggal saja di istana. Asshi, aku tidak menginginkan apa-apa. Sekarang juga, aku hanya ingin dia pergi bersamaku. Apakah itu salah? Jika ada yang tahu kalau Lee Sun itu Raja palsu...” ucap ibu Sun cemas.

  
Saat membawa ibu dan adiknya Sun keliling istana, mereka bertemu dengan Tae Ho. Tae Ho meledek Ga Eun dan berkata bahwa Ga Eun akan mengetahui bagaimana hukum yang sebenarnya. Tak lama, Sun datang dan langsung mengusir Tae Ho. Sun dan Ga Eun pun bicara di rumah kaca.

  
“Imo... kelihatannya amat terkejut.” Ucap Ga Eun.

“Dia akan baik-baik saja.” Jawab Sun.

“Dia mencemaskanmu, bila kau mungkin ketahuan.” Ucap Ga Eun.

“Aku... baik-baik saja.” Jawab Sun.

Sun lalu menyuruh Ga Eun mengatakan apa saja yang Ga Eun inginkan. Sun bilang, ia bukan Sun yang dulu lagi dan bisa memenuhi apapun yang Ga Eun inginkan. Ga Eun pun sedih melihat Sun yang memilih hidup sebagai Raja, ketimbang menjadi Sun yang dulu.

“Hidup di bawah kontrol Dae Mok, menjadi bonekanya, apakah tidak sulit?” tanya Ga Eun.


  
Sun seketika marah dan berkata kalau ia bukanlah boneka Dae Mok.

“Eommoni dan Aghassi, aku tahu yang kalian cemaskan, tapi aku sekarang sudah berbeda. Aku akan membalas dendam untuk Gyu Ho Eureushin. Nama baik Eureushin akan kupulihkan.” Ucap Sun.

Ga Eun terkejut, Lee Sun-ah…

  
“Kenapa terkejut begitu? Apa yang Seja Jeoha coba lakukan, kau berpikir aku tidak sanggup melakukannya? Dibanding Kepala Pedagang, kau berpikir Raja negeri ini lebih tidak kompeten? Aghassi, aku akan melakukan semuanya untukmu.” Ucap Sun.
“Lee Sun-ah. Jangan lakukan apapun. Pikirkan Imo dan Kko Mool.” Pinta Ga Eun.

Sun lagi-lagi marah, Aghassi, apa kau mengatakan hal yang sama pada Seja Jeoha? Untuk tidak melakukan apa-apa? Aghassi hanya perlu tetap di sisiku. Aku, caraku membalaskan dendam Aghassi, tolong lihatlah.

Ga Eun terkejut melihat Sun yang sudah benar-benar berubah.

Lalu apakah yang akan dilakukan Sun untuk membalaskan kematian ayahnya dan ayah Ga Eun?

No comments:

Post a Comment