Wednesday, July 26, 2017

Ruler : Master Of The Mask Eps 40

sebelumnya...


Seja menyuruh Sun meminum obat penawar. Namun Sun yg curiga pada Seja, diam saja. Seja pun membujuk Sun, ia berkata bila Sun tidak bisa mempercayainya, maka Sun harus mempercayai Ga Eun.


Sun pun menoleh, menatap Ga Eun yang berdiri tak jauh dari mereka.

“Bila ini dari Ga Eun Aghassi, aku akan meminumnya, sekalipun itu racun.” Jawab Sun, lalu menenggak pil penawar dari Seja.


Namun beberapa detik setelah menelan pil itu, Sun merasakan nyeri di dadanya dan terjatuh. Seja hendak membantu Sun, namun Sun buru-buru menepis tangan Seja. Tak lama setelah itu, Sun terkejut melihat ruam-ruam di tubuhnya mulai hilang.

“Saat itu, ketika aku memintamu menggantikanku, betapa berbahayanya semua ini, aku tidak tahu. Sungguh, aku minta maaf.” Ucap Seja.

Sun pun tersenyum lirih, aku mencoba merebut tahta Raja darimu.


Sun kemudian menatap tajam Seja, lalu melarang Seja meminta maaf padanya. Ia pun juga mengaku tidak akan minta maaf pada Seja. Sun lantas berdiri dan beranjak pergi.

“Jika kau tetap hidup, suatu hari… kita akan bisa saling memahami. Takdir tengah menguji persahabatan kita, namun kau akan selalu menjadi teman pertama yang aku miliki.” Ucap Seja.

Langkah Sun terhenti sejenak begitu mendengar ucapan Seja. Namun setelah itu, ia pergi begitu saja tanpa mengatakan apapun.


Ga Eun mencoba membujuk Sun. Ia mengajak Sun berteman lagi seperti dulu.

“Apakah bisa kau mengembalikan susu yang telah tumpah dari cangkir atau melekatkan kembali kelopak yang jatuh dari bunganya?” tanya Sun.

Ga Eun terdiam mendengarnya.

“Sekalipun kita mencoba kembali seperti dulu, segalanya tidak akan sama. Aghassi mungkin tidak akan mengkhawatirkan aku, tapi aku selalu mengkhawatirkan Aghassi. Tolong jaga dirimu baik-baik. Aku akan mendoakanmu Aghassi.” Ucap Sun.


Setelah mengatakan itu, Sun beranjak pergi. Seja dan Ga Eun sama2 menatap kepergian Sun dengan tatapan sedih. Seja mengajak Ga Eun menantikan hari dimana Sun akan kembali seperti dulu.


Para menteri tidak setuju Seja membebaskan Sun. Seja menjelaskan, Sun menjadi seperti itu karena dirinya. Para menteri tetap tidak mau mengerti.


Bersamaan dengan itu, Ga Eun hendak mengantarkan secangkir teh untuk Seja. Ia datang bersama Woo Bo. Mereka terkejut mendengar pendapat para menteri soal Ga Eun. Para menteri melarang Seja menikahi Ga Eun dengan alasan Ga Eun yg nyaris dinikahi Sun.


Sementara Sun yang tengah berjalan di pasar mulai memikirkan soal Hyun Seok dan Seja. Sun berkata, ia meragukan Seja gara-gara penawar yang diberikan Hyun Seok. Sun pun teringat saat Hyun Seok mencegahnya bunuh diri. Saat itu, Hyun Seok mengaku salah satu tahanan yang nyawanya diampuni Sun adalah ayahnya. Sun mulai curiga. Ia langsung berlari untuk membuktikan dugaannya.


Diam-diam, Hyun Seok menemui Menteri Joo yang kini resmi menjadi tahanan. Menteri Joo menyuruh Hyun Seok membalaskan dendam Dae Mok. Hyun Seok bertanya, perlukah ia membunuh Seja.

“Jangan. Dae Mok Eureushin pasti akan menargetkan yang lain. Sosok yang akan membuat Raja kehilangan arah. Bagi mendiang Raja, yang berharga adalah Seja. Bagi Raja yang ini, yang berharga adalah…”

Hyun Seok pun mulai paham maksud Menteri Joo. (Ga Eun dalam bahaya!)


Ga Eun kembali ke rumah lamanya. Ia berdiri di depan kandang ayamnya dan teringat masa lalunya saat adu mulut dengan Seja.

Ga Eun tersenyum, ia lantas mengingat surat yang dituliskannya untuk Seja.

Dan kini, Seja tengah membaca surat itu.

“Cheonha, surat ini… karena takut akan membuat Cheonha goyah dan emosional, saya berpikir ulang berkali-kali untuk menulisnya. Sekarang Cheonha memiliki kewajiban besar terhadap rakyat negeri ini. Saya khawatir, bahwa saya dengan segala keterbatasan saya, hanya akan menghalangi tugas-tugas Cheonha. Tolong izinkan saya menjalani kehidupan normal di pasar sebagai pedagang biasa. Bagaimana Cheonha akan membawa kedamaian dan kemakmuran pada rakyat, saya ingin menjadi yang pertama menyaksikannya.” Tulis Ga Eun.


Seja terpukul membaca surat Ga Eun. Mae Chang memberitahu bahwa Ga Eun meninggalkan surat itu di kamar dan telah pergi meninggalkan istana.


Moo Ha marah, menurutnya tidak ada yang berkorban begitu besar selain Ga Eun… (Ada Moo Ha! Hwa Gun! Kenapa kau melupakan pengorbanan Hwa Gun yang sangat besar itu)

Seja marah. Ia langsung mengumpulkan para pejabat di balai istana. Di hadapan para pejabat, ia mengaku tidak pantas memangku tahta. Seja menjelaskan, bahwa dirinya dapat menyelamatkan nyawa para pejabat lantaran pengorbanan besar Ga Eun.

“Seseorang telah membuat sebuah pengorbanan besar, dan hanya karena yang berdiri di atas tahta sudah berganti, lantas bisa dibenarkan bagi kita mengabaikan dia? Baru beberapa hari lalu, saat kalian memohon-mohon untuk diselamatkan nyawanya, dialah yang berkorban! Sekarang, kita membuangnya?” ucap Seja tak habis pikir.


Namun, para pejabat tetap tidak mau mengerti. Seja pun tak punya pilihan lain selain melepaskan tahtanya. Ia mengaku, memangku tahta bukan karena dirinya pewaris yang sah, tapi karena ia mau menyelamatkan rakyat dari kekejaman Pyunsoo-hwe. Para pejabat pun terkejut.


Rakyat bersuka cita karena akhirnya bisa menikmati air secara gratis lagi.


Ga Eun yang melihat itu dari atas pun tersenyum bahagia. Ga Eun pun merasa keputusannya meninggalkan Seja sudah tepat.


Tak lama, Ga Eun dikejutkan dengan kedatangan Seja. Seja menggenggam tangan Ga Eun dan tersenyum lirih. Ia tidak mengerti kenapa Ga Eun justru meninggalkannya setelah ia menjadi Raja.

Ga Eun pun berkata, ia cemas jika posisi Seja sebagai Raja akan menjadi sulit lantaran dirinya nyaris menjadi Ratu Sun.


Seja lantas mengaku, yang paling membuatnya terluka adalah kehilangan Ga Eun. Seja menjelaskan, semua orang mencegahnya saat ia ingin menyelamatkan Ga Eun yang diculik Pyunsoo-hwe. Seja berkata, bila saat itu ia tidak menyelamatkan Ga Eun, maka dirinya tidak akan sama lagi.

Seja mengatakan, jika tahta yang dipangkunya dapat merubah seseorang menjadi monster seperti Dae Mok. Seja meminta Ga Eun melindunginya agar ia tidak berubah menjadi monster. Demi dirinya dan juga rakyat Joseon, Seja meminta Ga Eun menjadi istrinya.


Dengan mata berkaca-kaca, Ga Eun menerima lamaran Seja. Seja pun langsung mengalungkan kalung bulan dan bintangnya ke leher Ga Eun, kemudian memeluk Ga Eun.


Tak lama, rakyat menyadari keberadaan Raja mereka. Rakyat pun langsung mengelu2kan Raja.


Sun menemui seorang pria yang diakui Hyun Seok sebagai ayahnya. Sun terkejut saat pria itu mengatakan tidak punya anak bernama Hyun Seok.


Seja mengajak Ga Eun kembali ke istana. Namun Ga Eun menolak karena ingin mengucapkan salam perpisahan pada ibu dan adiknya Sun. Seja mengerti dan berniat mengirimkan tandu untuk Ga Eun dua jam lagi. Seja meminta Ga Eun kembali ke istana dengan tandu itu.


Dengan tergesa-gesa2, Sun menemui Woo Bo. Sun memberitahu jika Hyun Seok adalah orangnya Dae Mok. Sun mencemaskan keadaan Seja. Woo Bo terkejut. Karena Hyun Seok tidak melayani Seja, ia pun sadar target Hyun Seok adalah Ga Eun.


Dan benar saja! Hyun Seok sudah menunggu Ga Eun yang saat itu bersiap kembali ke istana.


Woo Bo dengan panic nya memberitahu Seja tentang Hyun Seok yang mengincar Ga Eun.

Hyun Seok ikut mengawal Ga Eun kembali ke istana. Namun tiba-tiba saja, Hyun Seok menyuruh mereka berhenti. Hyun Seok juga meminta para dayang membuka tandunya.


Begitu Ga Eun keluar dari dalam tandu, Hyun Seok mencabut pedangnya dan menebas satu per satu pengawal yang mengawal Ga Eun. Para dayang pun lari ketakutan.

Hyun Seok berkata pada Ga Eun, bahwa ia tak memiliki dendam apapun pada Ga Eun, namun karena Ga Eun adalah kelemahan Raja, maka ia berniat menghabisi Ga Eun.

Tepat saat Hyun Seok akan menebas Ga Eun, Sun datang. Sun mengambil pedang salah satu prajurit yang telah gugur dan mencoba bertarung dengan Hyun Seok. Namun Hyun Seok dengan mudahnya menjatuhkan Sun. Hyun Seok mengangkat pedangnya, hendak menebas Ga Eun. Sun langsung berdiri di hadapan Ga Eun, hingga dirinya lah yang kena tebas.


Dengan napas tersengal, Sun menyuruh Ga Eun lari.


Sun kemudian terjatuh. Hyun Seok kembali ingin menebas Ga Eun. Tepat saat itu, Seja bersama Chung Woon dan Gon datang. Gon langsung melemparkan senjatanya ke Hyun Seok namun Hyun Seok berhasil menangkisnya. Chung Woon ikut melemparkan pedangnya, namun lagi2 Hyun Seok berhasil menangkisnya.

Hyun Seok pun mengangkat pedangnya, siap menebas Ga Eun. Ga Eun langsung memejamkan matanya. Bersamaan dengan itu, tangisnya mengalir. Namun Seja berhasil menangkis pedang Hyun Seok dengan tangannya. Chung Woon dan Gon terkejut.

Chung Woon : Cheonha!!


Seja mencabut pedangnya dan menebas Hyun Seok. Hyun Seok pun tewas seketika.


Setelah itu, keduanya mendekati Sun yang sekarat. Ga Eun menangis dan membangunkan Sun. Ga Eun meminta maaf karena telah melukai hati Sun. Namun Sun melarang Ga Eun minta maaf. Sun berkata, berkat Ga Eun, ia jadi memiliki nama dan impian.


Sun lantas meminta maaf pada Seja. Seja menangis dan melarang Sun minta maaf. Seja menangis dan meminta Sun bertahan. Sun pun memegang tangan Seja dan berkata bahwa Seja adalah teman pertama sekaligus teman terakhir yang dimilikinya.

Sebelum menghembuskan napas terakhirnya, Sun meminta agar Seja menjadi Raja yang hebat.


Seja dan Ga Eun pun menangisi kematian Sun.

1 Tahun Kemudian…


Seja dan Ga Eun jalan-jalan di taman. Seja mengaku, terus bertanya-tanya apa yang menjadikan seseorang sbg Raja. Seja bilang tak akan pernah berhenti mencari jawabannya. Ga Eun pun berjanji, akan melindungi Seja dengan terus berada di sisi Seja.

Seja tersenyum, kemudian mengeratkan genggaman tangannya pada tangan Ga Eun.


Istana akhirnya menggelar pernikahan Ga Eun dan Seja. Di tengah sukacita itu, Seja seolah-olah bisa melihat Tuan Han yang tersenyum kepadanya. Seja pun berjanji, akan membahagiakan Ga Eun.

Tuan Han yang tersenyum pada Seja, berharap agar Seja menjadi sosok Raja yg luar biasa untuk rakyat.


Seja juga melihat sosok Hwa Gun. Dalam hatinya, Seja mengaku tidak tahu bagaimana harus membalas kebaikan Hwa Gun padanya.

Hwa Gun yang tersenyum pada Seja berkata, selama Seja berbahagia, itu sudah cukup baginya.


Seja juga melihat sosok Sun. Seja berkata, bahwa Sun akan selamanya menjadi temannya. Sun tersenyum dan berharap Seja bisa menjadi Raja sejati untuk rakyat.


Para pejabat lantas bersorak, mendoakan kebahagiaan Raja dan Ratu mereka.


SELESAI….

13 comments:

  1. Terima kasih sinopsisnya, sy ntn dg disc yg pressan, tp eps 39-40 macet, nyebelin,mw beli lg udh tanggung, jd sy cari sinopsis aja. Bagus bgt yah drama ini, btw gomawo..

    ReplyDelete
  2. Hahah bestt cite dia tpi .saja aku nntn jea ep terakhir jea sbb ☺☺ ep dia panjng sngt xleh tngok ??

    ReplyDelete
  3. Akhirnya happy ending, Tapi sedih karena hwa gun harus mati :(

    ReplyDelete
  4. salut sama Hwa-Gon.. aku lebih suka karakter Hwa Gon.. :)

    ReplyDelete
  5. Lebih suka hwa gun daripada ga eun. Hwa gun lebih bijaksana, kalau ga eun entah terlalu polos atau gimana jd selalu salah paham. Andai bersama hwa gun, maka karakter cheonha akan menjadi lebih kuat, tp dg ga eun cheonha jadi lemah. But so far, drama ini bagus banget.

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya lebih cerdas hwa gun.. aku jg lbh suka hwa gun..sbg ratu, hwa gun lbh cocok

      Delete
  6. Iya lbh setuju dgn hwa gun sayang bgt liat pengorbanannya sedangkan seja ttp ngebet ma ga eun :(

    ReplyDelete
  7. Suka sama karakternya hwa gun

    ReplyDelete
  8. Aq kira cuma aq aja yg suka sama karakternya hwa gun..

    ReplyDelete