Saturday, July 29, 2017

The Legend Of The Blue Sea Ep 10 Part 2

Sebelumnya...


Keesokan harinya, Chung cemas melihat Joon Jae yang tidak berhenti muntah. Ini sudah yang ketujuh kalinya, kata Chung.

“Dia akan pergi ke ambang kematian, tetapi tidak akan mati. Itulah keindahan alkohol.” Jawab Nam Doo.

Nam Doo lalu bertanya, kenapa Chung dan Joon Jae bisa minum bersama. Chung hanya bilang kalau Joon Jae mengajarinya minum.

“Kau seharusnya belajar dariku!” jawab Nam Doo.

“Tapi Heo Joon Jae bilang ini, "Tahukah kau mengapa dia disebut Nam Doo Anjing? Itu karena dia menjadi anjing saat dia mabuk." Ucap Chung.

“Oh itu benar. Tetapi Heo Joon Jae belajar itu dariku. Dia muridku.” Jawab Nam Doo.

“Bagaimanapun, apakah orang-orang mabuk mengatakan kebenaran atau kebohongan?” tanya Chung.


“Setengah setengah. Kalau Joon Jae, semuanya bohong. Benar-benar bohong. Percakapanmu dengan Joon Jae yang mabuk , anggap itu sama seperti berbicara kepada anak anjing. Itu semua omong kosong.” Jawab Nam Doo.

Mendengar itu, Chung pun kecewa. Ia merasa apa yang dikatakan Joon Jae semalam padanya hanyalah omong kosong. Chung pun beranjak pergi. Chung pergi, Tae Oh datang memberitahu Nam Doo soal Jin Joo yang punya janji jam tiga di dokter hewan.


Jin Joo mengedarkan pandangannya begitu tiba di klinik hewan. Ia mencari2 ayah Goo Baek aka Nam Doo. Tak lama kemudian, Nam Doo datang dan mereka pun sedikit berbasa basi soal anjing mereka. Selesai berbasa basi, Jin Joo bertanya apa Nam Doo bisa membicarakan dirinya pada CEO Kim Jae.

“Masalahnya, aku sudah membahasmu, kupikir itu akan menjadi sedikit sulit. Jadwal makannya benar-benar penuh. Dia sebenarnya di Jepang sekarang sedang makan sushi dengan tunangannya.” Jawab Nam Doo.

“Omo! Kamu mengatakan dia suka makanan rumahan Korea! Mengapa dia makan sushi?” sewot Jin Joo

“Maafkan aku. Dia menerima begitu banyak permintaan seperti ini yang membuat dia merasa tidak nyaman.” Jawab Nam Doo.

“Itu sebabnya aku meminta ini darimu. Kami benar-benar memasukkan banyak upaya untuk menyimpan uang ini, jadi kami ingin berinvestasi di tempat yang terpercaya.” Ucap Jin Joo.

Jin Joo bahkan sampai memberikan makanan untuk anjingnya Nam Doo. Ia berkata, makanan anjing itu dibuat oleh seseorang yang ia kenal secara pribadi yang terbuat dari ubi jalar yang tumbuh di rumah dan biji wijen.


Si A yang lagi maskeran menasehati Jin Joo kalau pria yang ditemui Jin Joo itu adalah penipu. Tapi Jin Joo tidak percaya. Tak lama kemudian, Yoo Ran datang menghampiri mereka.


“Bibi Ji Yong, aku minta maaf karena mengganggumu saat kau sedang beristirahat. Saat kau memasukkan cucian, bisakah kau meletakkan pakaian luarmu ke dalam keranjang ini, dan pakaian dalammu ke keranjang yang lainnya? Itu membuat pekerjaanku bertambah.” Pinta Yoo Ran.

Si A pun sewot. Ia langsung mencopot maskernya dan menatap tajam Yoo Ran.

“Bukankah itu alasan mengapa kita mempekerjakanmu di sini?” tanya Si A.

“Ya itu benar. Tetapi kalau kau bisa sedikit lebih perhatian saja, pekerjaanku akan menjadi jauh lebih mudah.” Jawab Yoo Ran.

“Siapa boss di sini? Apakah bibi ibu mertuaku? Ini seperti aku tinggal dengan mertuaku.” Ucap Si A.

“Aku juga tidak punya niat menjadi ibu mertuamu.” Jawab Yoo Ran, lalu beranjak pergi


Si A langsung menyuruh Jin Joo memecat Yoo Ran. Jin Joo mengaku tidak bisa memecat Yoo Ran sebelum perjamuan makan malam dengan CEO Kim Jae terjadi, karena Yoo Ran sangat pintar memasak.

“Kau bilang ahjumma punya seorang putra, kan? Aku merasa kasihan pada orang yang akan menjadi menantunya.” Jawab Si A, lalu beranjak pergi.


Ponsel Jin Joo tiba2 berdering. Jin Joo pun langsung bersemangat mengetahui yang menelponnya adalah ayahnya Goo Baek yang memberi kabar kalau CEO Kim Jae setuju makan malam dengan Jin Joo.


Jin Joo langsung bersiap2 untuk makan malam dengan CEO Kim Jae. Ia mengenakan dress bermotif merah2 dan meminta pendapat suaminya. Tapi suaminya malah memberikan tanggapan yang membuatya kesal. Jin Joo lalu berlari ke dapur, meminta pendapat Yoo Ran.

“Untuk gaun dewasa, tampak sedikit lusuh. Tapi, pakai apa yang Nyonya inginkan.” jawab Yoo Ran.


Jin Joo lalu menukar dress nya dengan dress bermotif hitam putih dan kembali meminta pendapat Yoo Ran.

“Bagaimana dengan ini? Ini terlihat aktif dan bagus?” tanya Jin Joo.

“Bukankah itu tidak terlihat sedikit suram? Tapi, pakai apa yang Nyonya inginkan.” jawab Yoo Ran.


Yoo Ran lalu menukar dress hitam putihnya dengan kemeja dan rok sederhana.

“Aku menyukainya.” Ucap Yoo Ran.

Jin Joo pun senang mendengarnya.

“Jangan memakai banyak aksesoris yang berbeda dengan itu. Ini akan terlihat bagus hanya dengan satu aksesoris saja.” Ucap Yoo Ran lagi.

“Oh baiklah. Aku harus memakai gelang.” Jawab Jin Joo.

“Kupikir kalung akan terlihat lebih baik daripada gelang.” Ucap Yoo Ran.


Di kamarnya, Jin Joo langsung memakai kalung seperti yang disuruh Yoo Ran. Jin Joo heran sendiri kenapa dia melakukan semua yang disuruh Yoo Ran.


Di rumah, tim Joon Jae juga sedang bersiap2. Joon Jae protes karena Sim Chung mengenakan dress yang terlalu pendek.

Jin Joo sedang membantu suaminya memakai dasi. Jin Joo mengingatkan suaminya kalau mereka harus mendekati CEO Kim Jae dengan ketulusan.

“Tapi, Si Ah bilang kalau mereka mungkin penipu. Aku terus memikirkan itu.” jawab Dong Shik.

“Apa yang adikmu tahu? Apakah dia tahu bagaimana dunia bekerja? Dia terjebak di lab-nya sepanjang waktu dan belajar genteng berusia ratusan tahun dan kasau. Dia hanya berbicara macam-macam artefak saja. Apa yang akan dia tahu. Jadi, jangan mencoba untuk memeriksa kualifikasinya dengan sia-sia. Itu sangat kuno. Jangan lakukan itu, Sayang!” ucap Jin Joo.

“Tapi dimana Si Ah? Apakah dia tidak datang?” tanya Dong Shik.

“Dia dalam perjalanan pulang, setelah mampir di laboratorium.” Jawab Jin Joo.


Si A keluar dari supermarket. Bersamaan dengan itu, mobil Joon Jae yang melaju kencang melewati Si A, namun mereka sama2 tidak saling menyadari. Joon Jae dan timnya bersama Sim Chung akhirnya tiba di rumah Si A.

“Kau tidak boleh menyebutkan namaku di sana.” Ucap Joon Jae pada Sim Chung.

“Heo Joon Jae?” tanya Sim Chung.

“Jangan! Sudah kubilang kan namaku Kim Jae Yi.” Jawab Joon Jae.

“Tapi kenapa aku harus melakukan itu?” tanya Sim Chung.

“Itu hanya... Pikirkanlah hal ini sebagai hal bisnis! Jadi sekarang diam lah karena aku sedang memencet bel.” Jawab Nam Doo.


Dari layar intercom, Yoo Ran melihat wajah Nam Doo. Yoo Ran pun langsung membuka pintu dan memberitahu Jin Joo kalau tamu mereka sudah datang. Jin Joo pun buru2 keluar bersama suami dan anaknya.


Jin Joo dan Dong Shik menyambut kedatangan tim Joon Jae dengan ramah. Dong Shik sedikit berbasa basi sebelum akhirnya mengajak Joon Jae dan Nam Doo ke dalam. Sementara Jin Joo berbicara dengan Sim Chung. Jin Joo mengingatkan Sim Chung kalau mereka pernah bertemu sebelumnya karena Yoo Na dan Elizabeth yang sedikit bertengkar. Jin Joo lalu menyuruh Elizabeth memberikan salam pada Sim Chung. Elizabeth dengan bersungut2 memberi salam pada Sim Chung.

“Aku akan menitipkan Yoo Na dalam asuhanmu. Dia teman kesayanganku.” Ucap Sim Chung.

“Aku akan dengan tegas mendisiplinkan Elizabeth-ku.” Jawab Jin Joo.

Jin Joo lalu memperingatkan putrinya kalau mulai sekarang putrinya akan menjadi sahabat Yoo Na.

Setelah berbasa basi sedikit, akhirnya Jin Joo mengajak Sim Chung masuk ke dalam. Tepat setelah Sim Chung masuk ke dalam, Si A pun tiba.


Di dalam, Dong Shik memberikan kartu namanya pada Joon Jae. Nam Doo memberikan kartu namanya juga pada Dong Shik. Ia mengaku bahwa selama Jae Yi di ada di Korea, dirinya lah yang bertugas mengawal Jae Yi. Ia mengaku bernama Lee Jong Gwang. Joon Jae juga memberikan kartu nama Jae Yi yang bertuliskan alamat kantor cabang Jae Yi di Jepang.


Si A yang sudah mau membuka pagar, dihubungi Jin Joo. Jin Joo menyuruhnya membeli beberapa ara. Si A pun terpaksa pergi lagi untuk membeli buah ara.


Di kamar, Dong Shik menghubungi kantor Jae Yi yang ada di Jepang. Seketaris Jae Yi lah yang menerimanya. Seketaris Jae Yi berkata, kalau saat ini CEO mereka sedang plesiran ke Korea Selatan. Dong Shik percaya dan langsung menyudahi pembicaraan.

Di mobil, Tae Oh tersenyum karena Dong Shik percaya. Ternyata yang menjawab telepon Dong Shik sebagai seketaris Jae Yi adalah Tae Oh.


Jin Joo pergi ke dapur untuk mengecek semua makanan yang dibuat Yoo Ran lezat. Jin Joo pun memuji Yoo Ran. Yoo Ran lalu berniat membawa makanan itu keluar, tapi Jin Joo berkata kalau dia sendiri yang akan menyajikan makanan itu.


Di ruang makan, Jae Yi dan Jong Gwang asyik bercengkrama dengan Dong Shik. Sedangkan Sim Chung malah sibuk memperhatikan makanan yang dibawa Jin Joo.

“Aku bertanya-tanya, tidak ada banyak nilai mengenai kelangkaan di sana. Kurasa tempat seperti Manhattan, di mana mereka tidak dapat memperluas pada setiap bangunan atau properti, lebih baik.” Ucap Jae Yi.

“Orang sering menemukan tanah yang sulit untuk didekati, tetapi ketika kau  melihat dari standar nilai kelangkaan, menjadi jelas.” Jawab Jong Gwang.

Jong Gwang lalu berkata pada Dong Shik kalau mereka akan membicarakan inti permasalahan nanti setelah mereka saling mengenal. Dong Shik dan Jin Joo setuju. Dong Shik lalu menanyakan kapan Jae Yi akan menikah.

“Kami akan mengadakan pernikahan segera. Awal tahun depan, di Dubai atau Eropa.” Jawab Jae Yi.


Sim Chung pun langsung menatap Joon Jae begitu mendengar jawaban Joon Jae. Joon Jae yang merasa tidak nyaman dengan tatapan Sim Chung, mengalihkan pandangannya pada egg roll di atas meja. Saat mencicipi egg roll itu ia pun terkejut. Joon Jae berkata, rasa egg roll itu mirip dengan rasa egg roll yang biasa dibuat ibunya. Jin Joo senang mendengarnya dan menyuruh Yoo Ran membawakan egg roll lagi.


Yoo Ran keluar dari dapur. Ia berdiri di sebelah Joon Jae dan meletakkan egg roll itu di depan Joon Jae. Joon Jae awalnya tak sadar dengan wanita yang menyajikan egg roll itu, namun setelah Yoo Ran bersuara mengucapkan selamat menikmati hidangannya, barulah Joon Jae tersadar.


Joon Jae menoleh ke belakang, namun Yoo Ran sudah keburu masuk ke dapur, jadinya Joon Jae hanya bisa melihat punggung Yoo Ran saja.


Tae Oh yang menunggu diluar, terkejut melihat Si A yang masuk ke dalam rumah Jin Joo. Tae Oh pun langsung turun dari mobil dan berlari menghampiri Si A tepat saat Si A akan masuk ke rumah.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya Si A.

“Bagaimana denganmu?” tanya Tae Oh balik.

“Aku? Ini rumahku?” jawab Si A.
“Benar. Aku di sini karena ini rumahmu juga.” ucap Tae Oh.

“Kau datang ke sini karena tahu ini adalah rumahku?” tanya Si A.

“Ya... Aku-aku ada sesuatu untuk kukatakan padamu.” Jawab Tae Oh terbata2.

“Oh tapi aku tidak yakin aku bisa, aku sedang ada tamu di rumah. Apa? Pentingkah?” tanya Si A.

Tae Oh pun mengangguk kuat2.

“Apa itu? Aku harus masuk sekarang.” jawab Si A.

Terpaksalah, Tae Oh menyatakan cintanya pada Si A untuk mencegah Si A masuk ke dalam. Si A pun terkejut.


Sekarang kita melihat Si A dan Tae Oh duduk di sebuah kafe. Si A menatap Tae Oh yang terus saja menundukkan kepala. Si A ingin tahu sejak kapan Tae Oh mencintainya. Tae Oh diam saja sambil terus menundukkan kepala.

“Ya kau benar, cinta bukan sesuatu yang kau mulai seperti, ‘Baik, aku akan mulai sekarang. Beep!’ iya kan?” ucap Si A lagi.

Tae Oh mengangguk2 saja.

“Tapi, kau tahu persis hubungan seperti apa yang Joon Jae dan aku punya. Hanya memikirkan Joon Jae...” ucap Si A.


Si A lalu menopang dagunya dengan kedua tangannya dan bertanya2 bagaimana bisa Tae Oh menyukainya. Si A kemudian menyeruput minumannya dan terus menatap Tae Oh yang masih menundukkan kepala.

“Kau bodoh, angkat kepalamu. Apakah cinta kejahatan?” ucap Si A.

Barulah Tae Oh menatap Si A.

“Oh ya ampun, lihat bagaimana kurusnya dirimu! Bagaimana bisa? Apakah menurutmu kita akan dapat menarik diri bersama-sama? Apa menurutmu aku bisa pergi sekarang?” ucap Si A.

Tae Oh pun langsung menggelengkan kepalanya agar Si A tidak pergi.

“Apa yang harus kulakukan denganmu?! Joon Jae adalah satu-satunya bagiku. Ini memilukan, sungguh. Maksudku, ketika dunia membuat cintamu untukku mulai tumbuh?” ucap Si A.


Ternyata oh ternyata, Tae Oh menunduk karena sedang mengirimkan pesan untuk Nam Doo. Sementara Si A terus mengoceh soal perasaan cinta yang dirasakan Tae Oh kepadanya. Dalam pesannya, Tae Oh memberitahu Nam Doo kalau itu rumahnya Si A.


Nam Doo dan Joon Jae tengah berbincang2 dengan Dong Shik dan juga Jin Joo di ruang tengah. Tak lama, pesan Tae Oh masuk ke ponsel Nam Doo. Nam Doo terkejut membacanya dan langsung membisiki Joon Jae soal pesan itu. Joon Jae terkejut. Joon Jae pun langsung pamit dengan alasan ada sesuatu yang mendesak.

Setelah Joon Jae pergi, barulah Si A tiba di rumah.


Nam Doo masuk ke rumah sambil bertanya2 bagaimana bisa dunia begitu sempit. Joon Jae mengomeli Nam Doo yang tidak mengecek latar belakang keluarga Jin Joo dengan benar. Nam Doo membela diri dengan berkata, kalau di kartu keluar Jin Joo tidak tertera nama Si A sama sekali.

“Hei, satu gerakan yang salah dan semuanya akan rusak.” Jawab Joon Jae.

“Apa yang rusak?” tanya Sim Chung.

“Bukan apa-apa.” Jawab Nam Doo.

“Apa yang nyaris rusak? Mengapa kalian nyaris dalam masalah?” tanya Sim Chung.

Joon Jae dan Nam Doo diam saja.


Sim Chung pun berkata dalam hatinya…

“Heo Joon Jae, apa kau penipu? Penjahat?”

Joon Jae yang bisa mendengarnya langsung menatap Sim Chung dan teringat kata2 Sim Chung kalau ia mungkin akan membenci Sim Chung kalau tahu Sim Chung berbeda.

“Kalau kamu bekerja, beberapa hal bisa terjadi.” Nam Doo menjelaskan pada Sim Chung.

Tapi Sim Chung dan Joon Jae malah saling menatap, membuat Nam Doo ketakutan.

“Apa semua itu kebohongan?” batin Sim Chung.

“Benar. Aku orang yang berbohong. Aku menipu orang dan menghasilkan uang dari mereka. Benar, aku orang seperti itu.” jawab Joon Jae dengan mata berkaca2.


Nam Doo pun protes dengan pengakuan Joon Jae, tapi Joon Jae tidak mempedulikan Nam Doo dan berkata lagi pada Sim Chung kalau itu rahasianya. Joon Jae lalu menanyakan rahasia Sim Chung.

“Rahasiaku adalah… aku berbeda darimu. Aku adalah mermaid.” Batin Sim Chung.


Joon Jae terpengarah dan langsung ingat saat ia melihat guci bergambar mermaid sedang mencium manusia. Joon Jae juga ingat saat melihat Sim Chung dengan wujud mermaid menatapnya di dalam akuarium.

“Kenapa kalian malah saling menatap dan tidak bicara? Hei, ayo. Mari kita istirahat hari ini.” ucap Nam Doo, lalu pergi.

“Kalau kau tahu siapa aku, kau akan terkejut. Kau akan terluka dan takut. Kau akan meninggalkanku, itu sebabnya aku berusaha keras agar tidak ketahuan.” Batin Sim Chung.

Setelah mengatakan itu, Sim Chung beranjak menuju kamarnya.

Joon Jae yang masih syok bertanya pada Nam Doo apa Nam Doo mendengar yang barusan dikatakan Sim Chung. Nam Doo malah balik bertanya perkataan Sim Chung yang mana? Apakah yang kenapa mereka semua nyaris dalam masalah.

“Bukan itu.” jawab Joon Jae.

“Selain itu, apa yang harus kudengar? Dengar apa yang kudengar kalau kalian tidak membuka mulut dan hanya saling menatap?” ucap Nam Doo lalu pergi.


Di kamarnya, Sim Chung menatap kumpulan mutiaranya. Tak lama kemudian, ia memegangi dadanya yang mulai terasa sakit.


Sementara di bawah, Joon Jae sedang melihat lukisan mermaid mencium manusia di ponselnya. Joon Jae lalu ingat pengakuan Sim Chung tadi bahwa Sim Chung adalah mermaid. Setelah itu, Joon Jae ingat kata2nya sendiri pada psikiaternya.

“Aku sedang melihat lukisan pada sebuah guci dan ini mungkin terdengar gila, tapi terlintas di pikiranku bahwa pria dalam lukisan itu adalah aku.” ucap Joon Jae.

Joon Jae pun kembali melihat lukisan itu. Samar2 ingatannya kembali saat ia dan Sim Chung menjatuhkan diri ke laut di Spanyol.


Joon Jae menemui Sim Chung di kamar, ia terkejut mendapati kamar Sim Chung kosong.


Joon Jae pun bergegas keluar untuk mencari Sim Chung. Tiba2 saja, kata2 Dam Ryung yang menyuruhnya menyelamatkan seseorang dari orang yang jahat terngiang di telinganya. Wajah Bangsawan Yang, juga wajah Dae Young berkelebat di benaknya.


Sambil berjalan keluar, Joon Jae teringat mimpinya soal Dam Ryung dan ingat sosok Sae Wa yang ia lihat di mimpi sangat mirip dengan Sim Chung.


Joon Jae pun mulai berlari. Mimpunya soal Dam Ryung pun makin berkelebat di benaknya. Kali ini, ia ingat mimpinya tentang Dam Ryung yang melihat Sae Wa terikat di kolam Bangsawan Yang.


Joon Jae terus berlari hingga akhirnya ia berhenti di persimpangan jalan. Ingatannya soal Dam Ryung yang mengembalikan Sae Wa ke lautan, juga saat Sae Wa kecil menyelamatkan Dam Ryung kecil yang tenggelam di laut dan cerita tentang pria yang mencintai mermaid dan bisa mendengar suara mermaid semakin berkelebat dalam ingatannya.


Tak lama kemudian, Joon Jae pun teringat saat Sim Chung menciumnya di dalam lautan.  Joon Jae lalu kembali teringat kata2 Sae Wa tentang mermaid yang memiliki kemampuan khusus, yaitu kemampuan menghapus ingatan mereka dari ingatan manusia dengan mencium manusia.


Joon Jae pun syok dan mulai mengingat kebersamaannya dengan Sim Chung saat mereka di Spanyol. Ingatan Joon Jae akan Sim Chung pun kembali. Ia memejamkan matanya dan terus berusaha mengingat kebersamaannya dengan Sim Chung.


Terakhir, Joon Jae ingat saat ia tenggelam dan Sim Chung datang menghampirinya, kemudian menciumnya untuk menghapus ingatannya. Joon Jae pun terperangah.

No comments:

Post a Comment