Skip to main content

My Golden Life Ep 15 Part 2

Sebelumnya...


Ji Soo terkejut ketika Hyuk datang membawakan meja rias pesanannya. Ia heran sendiri, barangnya sudah diantar padahal ia baru memesannya. Hyuk pun menjawab, karena mereka bertetangga, jadi ia mengantarkannya untuk menghemat waktu dan biaya pengiriman.

Ji Soo pun buru2 menutup pintu toko rotinya dan berbisik pada Hyuk kalau ia belum minta izin Boss Kang untuk menyusun meja rias itu di toko. Hyuk terkejut, ia pikir meja rias itu hadiah untuk Boss Kang.

“Ini hadiah pernikahan kejutan untuk kakakku. Aku akan ketahuan jika memasangnya di rumah.” Jawab Ji Soo.


Tiba2, Boss Kang keluar dari toko. Boss Kang yang mendengar kata2 Ji Soo kalau hadiah itu untuk pernikahan kakaknya Ji Soo pun mengizinkan Ji Soo merangkai meja itu di tokonya. Boss Kang bilang, Ji Soo boleh menyusun meja itu asalkan tidak dikerjakan saat jam kerja. Ji Soo pun girang. Hyuk lantas menawarkan diri membantu Ji Soo merangkai meja itu, tapi Ji Soo buru2 menolaknya dan mengaku ia ahli menyusun meja seperti itu.


Urusan selesai, Hyuk langsung pergi. Ji Soo terus menatap mobil Hyuk sampai mobil itu menghilang. Boss Kang yang melihatnya, langsung mengomentari Ji Soo yang selalu mengucapkan kata hallo dan selamat pagi pada Hyuk. Boss lantas memuji Ji Soo yang berhasil ngomong dengan Hyuk tanpa gugup sedikit pun.

“Mungkin karena hatiku sudah ikhlas.” Jawab Ji Soo.

Tuan Seo nampak sibuk membagikan brosur makan sepuasnya di jalanan. Setelah itu, ia mengambil barang2nya di loker. Ponsel Tuan Seo tiba2 berdering. Seok Doo yang menelpon, memberitahu kalau ada yang tertarik dengan item yang diteliti Tuan Seo, Tuan Seo langsung bersemangat dan berjanji akan menghubungi Seok Doo lagi setelah mendapatkan harga terendah.

Usai bicara dengan Seok Doo, panggilan dari Ji Tae masuk. Ji Tae memberitahu kalau ia akan datang bersama Soo A.

Tuan Seo langsung menghubungi istrinya. Nyonya Yang yang lagi di restoran kaget Soo A mau berkunjung ke rumahnya lagi. Nyonya Yang pun langsung minta bantuan Hae Ja untuk menjaga kasirnya karena ia mau pulang sebentar.


Tuan Seo, Nyonya Yang dan Ji Soo kaget saat Ji Tae dan Soo A memberitahu rencana mereka menikah lebih cepat. Soo A pun menunjukkan lokasi pernikahan mereka. Ji Soo memuji lokasi pernikahan yang dipilih Soo A. Nyonya

“Aku tidak suka karena ini gratis dan diadakan pekan depan.” Jawab Nyonya Yang.

“Itu bukan masalah, Ibu. Hanya tersedia lagi pada bulan Januari. Kita akan mati membeku.” Ucap Ji Soo.

“Itu sebabnya kami memilih untuk menyegerakannya.” Jawab Ji Tae.

“Pekan depan itu terlalu cepat. Banyak yang harus disiapkan.” Ucap Nyonya Yang.

“Tidak banyak, Ibu.” Jawab Soo A.
“Astaga, kau tidak bisa bilang begitu. Pernikahan itu bukan permainan anak-anak. Meskipun upacaranya sederhana, kalian tidak boleh terburu-buru seperti ini.” ucap Nyonya Yang.


“Bagaimana dengan pekerjaan Soo A dan orang tuanya?” tanya Tuan Seo.

“Orang tuanya mengundang kami ke Kanada untuk berbulan madu. Aku sudah memeriksa jadwalku, kurasa kami bisa pergi.” Jawab Ji Tae.

“Tapi tetap saja. Bagaimana dengan seserahannya?” tanya Nyonya Yang.

“Kami ingin sehemat mungkin agar bisa punya tempat tinggal sendiri.” Jawab Soo A.

“Aku tidak bilang begitu karena mengharapkan seserahan. Aku bahkan tidak bisa memberi banyak. Hanya saja, tidak baik terburu-buru menyiapkan pernikahan seperti ini.” ucap Nyonya Yang.

“Semuanya terserah kepadamu.” Jawab Tuan Seo.

“Kami hanya membutuhkan kasur baru.” Ucap Soo A.


Ji An yang lagi sibuk di kantor, mencari lokasi acara Haesung, tak sengaja melihat pesan Ji Soo yang masuk ke ponselnya. Ji An membuka pesan Ji Soo dan terkejut membacanya. Ji Soo memberitahu Ji An kalau Ji Tae akan menikah Hari Selasa depan.

Ji An panic dan langsung lari ke pantry. Di pantry, ia menghubungi Ji Soo. Ji Soo membenarkan kalau Ji Tae akan menikah pekan depan. Ji Soo juga memberitahu mereka sudah memesan tempat pernikahannya.


Ji An pun bergegas menghubungi Do Kyung yang saat itu sudah di rumah. Ia mengajak Do Kyung bicara diluar. Do Kyung pun langsung bergegas ke taman dimana Ji An sudah menunggunya. Begitu bertemu Do Kyung, Ji An pun meminta Do Kyung menunggu sampai pekan depan.

“Jika orang tuamu tahu, pernikahannya akan batal.” Ucap Ji An.

“Sayang sekali. Aku sudah memutuskan. Satu-satunya yang bisa kulakukan untukmu adalah membiarkanmu memberi tahu orang tuaku saat mereka kembali besok.” Jawab Do Kyung.

“Tidak. Kak Ji Tae tidak bersalah. Hanya sepekan. Itu saja.” Pinta Ji An.

“Tidak memberi tahu mereka hal yang kuketahui, kamu tahu betapa seriusnya itu?  Tunda pernikahan kakakmu.” Tegas Do Kyung.

“Kau tahu betapa menakutkannya orang tuamu. Terutama ibumu. Mereka akan menghancurkan keluargaku. Ibuku akan dipenjara atas penipuan dan ayahku akan menggila karena merasa bersalah. Kakak dan adikku akan sangat malu punya orang tua seperti itu. Aku meninggalkan mereka dan kemari. Aku tidak bisa menghibur mereka. Ji Soo juga... Aku tidak bisa membayangkan betapa sedihnya dia dan bagaimana reaksinya nanti. Kak Ji Tae tidak bisa menikah setelah itu. Kumohon. Kumohon.” Pinta Ji An.


“Kau tidak mengenalku, Ji An. Saat sudah membuat keputusan dengan hati-hati, aku tidak pernah mengubahnya. Aku bagian dari keluarga Haesung. Kami punya aturan sendiri.” Jawab Do Kyung.

“Aku tahu. Aku tahu benar. Tapi bisakah kau mempertimbangkannya? Pertimbangkan sekali lagi sebelum orang tuamu kembali.” Pinta Ji An.

“Kau sungguh membuat segalanya sulit bagiku.” ucap Do Kyung, lalu berbalik mau meninggalkan Ji An.

“Kumohon.” Pinta Ji An sembari membungkukkan badannya. Tapi Do Kyung tidak peduli dan berjalan pergi.


Ji An pun terduduk lemas sepeninggalan Do Kyung.


Adegan Nyonya Yang sy skip ya… Sy enek liat setiap liat scene dia di restoran Haesung… Kita langsung ke scene Seohyun dan Ji Ho aja yang kembali bertemu di klub. Seohyun yang sedang menarik, tiba2 ditarik dua orang pria yang mengaku penasaran padanya. Seohyun pun dengan angkuhnya memberikan uang pada seorang pelayan dan menyuruh pelayan itu memanggil Manajer Hong.

Tapi salah satu pria yg menarik Seohyun, memberi pelayan itu uang lebih banyak. Pelayan itu pun membiarkan Seohyun ditarik dua pria itu. Seohyun berteriak. Untunglah Ji Ho datang tepat pada waktunya menyelamatkan Seohyun.

Di tangga, Ji Ho memberitahu Seohyun kalau Manajer Hong sudah berhenti sebulan yg lalu. Seohyun pun langsung kesal mendengarnya padahal ia sudah membayar Manajer Hong untuk menjaganya. Tak lama kemudian, Seohyun pun sadar siapa sosok di depannya.

“Astaga, aku sudah mengira ini akan terjadi. Aku akan langsung saja. Kau butuh berapa? Aku tahu saat kau mengintip lewat gerbang rumah kami. Kau melihat-lihat rumah? Entah bagaimana kau mengetahui identitasku, tapi kau memeriksa rumahku. Jadi, katakan jumlah yang kau mau.” ucap Seohyun.


Ji Ho pun sewot dituduh macam2. Ia menoyor jidat Seohyun dua kali, serta menarik wig Seohyun dan menjelaskan kalau ia menyelamatkan Seohyun karena Seohyun adik kakaknya. Seohyun pun terkejut tahu pria di hadapannya adalah adik Ji An.

Setelah berada di mobil, Supir Kim membujuk Seohyun untuk berhenti datang ke klub.


Keesokan harinya, Ji An sibuk mencari nomor ponsel seorang pria bernama Jung Kang Soo. Ia datang ke hotel tempat Tuan Jung mengadakan pameran, namun sayangnya pengelola hotel tidak tahu nomor Tuan Jung karena pameran yg diadakan Tuan Jung sudah 5 tahun yg lalu. Yg pengelola hotel tahu, Tuan Jung tinggal di desa terpencil.


Sementara itu, Senior Yang dan yang lainnya terkejut membaca pesan grup terkait acara mereka. Ha Jung salah menempatkan tanggalnya. Do Kyung pun langsung datang melabrak Ha Jung. Do Kyung pun tambah kesal saat Ha Jung mengatakan Ji An yang bertanggung jawab untuk semua detail acara.

“Kudengar kalian berdua berbagi tanggung jawab.” Sentak Do Kyung.

“Aku masih baru. Aku tidak punya waktu untuk mempelajarinya.” Jawab Ha Jung.

Beralih ke Ji An yang ditelpon Do Kyung saat dirinya berjalan meninggalkan hotel. Do Kyung menyuruh Ji An datang ke klub khusus anggota N-Gaon.

Begitu Ji An datang, Do Kyung langsung menanyai kegiatan Ji An.


“Aku mengunjungi beberapa galeri tempat Jung Kang Soo mengadakan pameran dan berbicara dengan muridnya untuk mendapatkan nomor ponselnya. Aku juga memeriksa beberapa gedung pertemuan yang diganti.” Jawab Ji An.

“Kaju memintaku merahasiakannya sampai pernikahan kakakmu, kan? Baiklah. Tapi dengan satu syarat.” Ucap Do Kyung.

Ji An pun terkejut, syarat?


Gk nyangka masalahnya akan sepelik ini… Tuan Seo yg mulai sukses, kemungkinan besar akan jatuh lagi setelah rahasia siapa Eun Seok terbongkar… Sy takut ngebayangin gimana hancurnya Tuan Seo nanti… Bukan hanya Tuan Seo, tapi seluruh keluarganya akan hancur karena kebohongan itu…

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...