Sebelumnya...
Ji An akhirnya mulai tenang. Do Kyung memberikan saputangannya. Ji An mengambilnya dan mengusap air matanya. Do Kyung bertanya, apa yang membuat Ji An menangis. Tapi Ji An enggan menceritakannya. Ji An lalu bertanya, kenapa Do Kyung datang ke studio.
Seketaris Min terkejut, pasalnya CEO No menyuruhnya memanggil Ji An. CEO No mengaku, ia butuh Ji An untuk menenangkan Do Kyung.
āSudah 35 tahun aku bertemu dengan Anda sebagai sekretaris Anda saat Anda CEO Haesung Apparel. Serta Anda belum berubah dari dahulu.ā Jawab Seketaris Min.
Nyonya Yang membuatkan Tuan Seo minuman kaldu yang dibuatnya dari sayur dan jamur. Tuan Seo kaget, ia tak menyangka Nyonya Yang membawa jamur juga ke sana. Nyonya Yang bilang, ia menggunakan bahan2 yang ada di rumah. Tuan Seo lalu bertanya, Nyonya Yang ingin makan malam dengan apa. Nyonya Yang bilang, ia bisa membuat kalguksu atau bubur dari kaldu itu.
Saat hendak pergi, Do Kyung tiba2 menelponnya. Do Kyung mengucapkan terima kasih atas bantuan Tuan Seo. Ia juga mengaku, ingin berkunjung dan mengucapkan rasa terima kasihnya.
Besoknya, Ji An menemui dokter ahli kanker untuk mencari tahu informasi soal obat-obatan yang bisa menyembuhkan penyakit ayahnya.
Ji Soo kemudian datang. Ia mengaku, akan bermalam di sana. Tapi kemudian, ia heran melihat anggota keluarganya yang tidak bersemangat. Ji An pun memberitahu, kalau ia menunda keberangkatannya ke Finlandia. Ji Soo bertanya alasannya.
Hyuk ke kantor Do Kyung. Hyuk menyuruh Do Kyung menemui Ji An. Hyuk mengaku, ia tidak mau Do Kyung merasa menyesal nantinya. Do Kyung pun kebingungan. Ia tidak mengerti maksud ucapan Hyuk. Tapi setelah Hyuk memberitahu, bahwa Ji An akan ke Finlandia tiga hari lagi, ia pun kaget.
Seketaris Min kembali ke rumah Haesung, tapi ia datang bukan untuk kembali bekerja. Ia menemui Nyonya No dengan penampilan berbeda dan meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja, lalu duduk di hadapan Nyonya No.
āAku punya banyak uang. Mungkin tidak sebanyak kalian. Tapi aku tidak punya waktu menghabiskan yang kudapat dari sini dengan melayani keluargamu selama puluhan tahun.ā Ucap Seketaris Min.
Dimulai saat Seketaris Min melihat Nyonya No memasangkan jepitan itu ke rambut Ji Soo kecil.
Setelah itu, Nyonya No pergi membawa Ji Soo dan Seketaris Min mengikutinya. Meski merasa muak, tapi Seketaris Min tetap mengikuti Nyonya No karena tugasnya adalah mengikuti apa yang diperintahkan padanya.
Saat Jo Soon Ok membawa Ji Soo, Seketaris Min hendak mencegahnya. Ia mau turun, tapi karena ingat perintah CEO No, akhirnya ia tak jadi turun dari mobilnya.
āKau melihatnya membawa Eun Seok? Kenapa tidak memberitahuku?ā
āKau menyuruhku hanya melakukan yang diperintahkan kepadaku. Aku pegawai tetap Haesung Apparel. Sekretaris ayahmu. Aku bekerja amat keras, tapi dia menyuruhku menjadi pembantumu. Dia memintaku membantumu menyelesaikan urusan pasutri baru dan menyebutkan biaya cuci darah ibuku. Aku membutuhkan uangnya dan katanya dia akan membiarkanku bergabung dengan Tim Perencanaan setelah dua tahun. Jadi, aku bekerja keras selama dua tahun itu. Itulah saat aku menyadari kau selalu berkata hal yang sama. "Turuti perintah." Seperti ayahmu. "Kamu hanya harus melakukan yang diperintahkan kepadamu." "Jangan melakukan apa pun dengan inisiatifmu sendiri." "Menuruti perintah adalah tugasmu."
Ponsel Ji An berdering. Alih2 menjawab, Ji An hanya memperhatikan layar ponselnya. Ji Soo lah yang menjawab karena mengira itu telepon dari sang ayah.
Para pembantu melihat perkelahian Nyonya No dan Seketaris Min. Wajah keduanya sudah babak belur. Seketaris Min senang melihat kehancuran Nyonya No. Nyonya No marah, ia tak menyangka Seketaris Min bisa melakukan hal sekejam itu pada Eun Seok nya.
Saat itu, Nyonya No masih terbaring koma. Tuan Choi menangis. Ia menggenggam tangan Nyonya No dan mengaku tidak bisa kehilangan Nyonya No juga. Tuan Choi juga berjanji, tidak akan menyalahkan Nyonya No atas hilangnya Eun Seok.
āMedia menyebut yang kalian miliki sebagai romansa abad itu. Tapi kemudian, karena kesalahpahaman dia tahu siapa dirimu, kalian berdua menghabiskan sisa hidup kalian dengan amat kaku dan jauh.ā Ucap Seketaris Min.
Ji An pun mengingat apa yang dikatakan CEO No padanya saat CEO No mengaku ingin minta maaf pada Ji An. Saat itu, CEO No mengatakan bahwa ia melabrak dan menampar ayah Ji An, serta membuat ayah Ji An berlutut. Sontak, Ji An marah dan langsung pergi.
Ji An akhirnya mulai tenang. Do Kyung memberikan saputangannya. Ji An mengambilnya dan mengusap air matanya. Do Kyung bertanya, apa yang membuat Ji An menangis. Tapi Ji An enggan menceritakannya. Ji An lalu bertanya, kenapa Do Kyung datang ke studio.
āAku tersiksa tinggal di kantor. Aku merindukanmu.ā Jawab Do Kyung.
Ji An tertegun, lalu menganggukkan kepalanya. Mereka lantas diam dan
saling menatap.
Seohyun terus menatap ayahnya yang sedang makan. Sang ayah yang
menyadari itu pun bertanya, apa yang mau dikatakan Seohyun. Seohyun pun minta
maaf. Ia merasa, ia sudah lancang karena terus menatap ayahnya yang sedang
makan.
āKau tidak perlu melakukan itu jika bersama keluarga. Ayah ingin kau
merasa nyaman di dekat ayah. Bicaralah lebih santai.ā Jawab Tuan Choi.
āTapi ibu tidak akan menyukainya.ā Ucap Seohyun.
Tuan Choi mengalihkan topic pembicaraan. Ia bertanya, apa yang ingin
dilakukan Seohyun di masa depan. Seohyun berkata, bahwa ia akan dinikahkan
dengan Grup New World.
āMaksud ayah bukan itu. Di samping pernikahanmu, ayah bertanya apa ada
sesuatu yang ingin kau lakukan di masa depan?ā tanya Tuan Choi.
āAku tidak punya keinginan, Ayah. Semua sudah ditetapkan sejak aku
kecil.ā Jawab Seohyun.
Tuan Choi pun menyuruh Seohyun merenungkannya. Tapi Seohyun lagi2 berkata
kalau dia akan membahas hal itu dengan ibunya, membuat Tuan Choi kecewa.
Seketaris Min terkejut, pasalnya CEO No menyuruhnya memanggil Ji An. CEO No mengaku, ia butuh Ji An untuk menenangkan Do Kyung.
āAnda tidak pernah berubah, Pimpinan No.ā sindir Seketaris Min.
āApa maksudmu?ā tanya CEO No.
āSudah 35 tahun aku bertemu dengan Anda sebagai sekretaris Anda saat Anda CEO Haesung Apparel. Serta Anda belum berubah dari dahulu.ā Jawab Seketaris Min.
āAku sudah tua, tapi masih berjiwa muda. Jika jiwa mudaku hilang, aku
lebih baik mati.ā Ucap CEO No.
CEO No menelpon Ji An langsung. Ji An yang saat itu ada di studio pun
terkejut karena CEO No menyuruhnya datang.
Ji An pun datang menemui CEO No. Ia nampak takut. CEO No bilang, Ji An
tidak perlu takut karena ia menyuruh Ji An datang untuk meminta maaf.
Nyonya Yang membuatkan Tuan Seo minuman kaldu yang dibuatnya dari sayur dan jamur. Tuan Seo kaget, ia tak menyangka Nyonya Yang membawa jamur juga ke sana. Nyonya Yang bilang, ia menggunakan bahan2 yang ada di rumah. Tuan Seo lalu bertanya, Nyonya Yang ingin makan malam dengan apa. Nyonya Yang bilang, ia bisa membuat kalguksu atau bubur dari kaldu itu.
āTempat ini mengingatkanku saat aku kemari untuk menemui orang tuamu. Aku
suka di sini. Kau punya kenangan indah akan tempat ini. Serta udaranya bersih. Bukan
ide buruk untuk hidup seperti ini.ā Ucap Nyonya Yang.
Tuan Seo pun tersenyum mendengarnya. Tuan Seo lalu berniat mencari kayu
bakar lagi untuk mereka memasak makan malam.
Saat hendak pergi, Do Kyung tiba2 menelponnya. Do Kyung mengucapkan terima kasih atas bantuan Tuan Seo. Ia juga mengaku, ingin berkunjung dan mengucapkan rasa terima kasihnya.
āTidak perlu. Bisa membantu sudah membuatku senang. Lagipula, aku tidak
di Seoul lagi. Aku di luar kota untuk bekerja. Aku tidak akan kembali ke Seoul
selama sekitar dua bulan. Kau sudah
cukup berterima kasih di telepon.ā Jawab Tuan Seo, lalu buru2 memutuskan
panggilannya.
Selesai makan malam, Ji Tae mencari tahu informasi soal kemoterapi.
Dan Ji An, menghubungi dokter spesialis kanker untuk konsultasi.
Di asramanya, Ji Ho juga sedang mencari tahu informasi tentang metode
penyembuhan kanker.
Besoknya, Ji An menemui dokter ahli kanker untuk mencari tahu informasi soal obat-obatan yang bisa menyembuhkan penyakit ayahnya.
Sementara Ji Tae, dia pergi mencari buku2 soal kanker.
Ji Ho pergi ke pasar tradisional, mencari sayur2an yang bisa membantu
kesembuhan ayahnya.
Ji An memberitahu Ji Tae kalau ia sudah mendatangi beberapa rumah
sakit, tapi tidak menemukan jawaban untuk kesembuhan sang ayah.
Tiba2, Soo A datang dan mereka pun berhenti bicara.
āIni hari Minggu. Kenapa kau tidak tidur pagi ini?ā ucap Ji Tae.
āAda apa? Sesuatu terjadi kepada Ayah?ā tanya Soo A.
āTidak. Aku hanya berbincang dengan Ji An.ā Jawab Ji Tae.
āChagia, kau tahu aku cepat
tanggap. Aku tahu ada yang terjadi di rumah ini dan hanya aku yang tidak tahu.ā
Ucap Soo A.
āItu tidak benar.ā Jawab Ji An.
āAghassi, kau tidak menganggapku bagian dari keluarga ini?ā ucap Soo A.
Di rumah kos, Ji Soo membuat banyak roti tapi rasanya tidaklah seenak
buatan Boss Kang. Ji Soo pun bingung, harus ia apakan roti2 sebanyak itu.
āBahkan teman serumah kita muak makan roti.ā Jawab Hyuk.
āLantas, aku harus memberikan beberapa untuk Ji An. Untuk berbagi
dengan Ibu, Ayah, Kak Ji Tae, Kak Soo A, dan Ji Ho.ā Ucap Ji Soo.
Tapi kemudian, Ji Soo bingung kenapa Ji An tidak menelponnya beberapa
hari ini. Hyuk pun menyuruh Ji Soo menginap di rumah Ji An. Ia juga menyuruh Ji
Soo membawakan roti2 itu untuk Ji An dan mengaku akan mengantarkan Ji Soo ke
rumah Ji An.
Ji Tae menenangkan Soo A yang sedih setelah tahu penyakit ayah. Setelah
agak tenang, Soo A mengajak Ji Tae menjemput ayah. Soo A tidak mau, ayah
melewatkan waktunya yang berharga bersama keluarga karena dirinya dan bayinya.
Ia menyuruh Ji Tae menyewa mobil untuk menjemput ayah dan ibu.
Ji Soo kemudian datang. Ia mengaku, akan bermalam di sana. Tapi kemudian, ia heran melihat anggota keluarganya yang tidak bersemangat. Ji An pun memberitahu, kalau ia menunda keberangkatannya ke Finlandia. Ji Soo bertanya alasannya.
āBeri tahu dia. Kami akan naik untuk bersiap.ā Ucap Soo A, lalu naik ke
kamar bersama Ji Tae.
Ji An memberitahu Ji Soo di kamar. Tangis Ji Soo pun pecah. Ia berharap
yang dikatakan Ji An adalah kebohongan. Lantas, Ji Soo ingin menyusul ayahnya
ke Jeongseon tapi dilarang Ji An. Ji An bilang, Ji Soo hanya akan menangis
nantinya jadi Ji Soo tidak boleh pergi. Ji An bilang, Ji Tae dan Soo A yang
akan menjemput ayah, jadi sampai mereka kembali, ia mau Ji Soo menangis
sepuasnya.
Ji Soo lalu memeluk Ji An. Ji An berusaha menenangkan Ji Soo, tapi ia
juga tak mampu menahan air matanya.
Hyuk ke kantor Do Kyung. Hyuk menyuruh Do Kyung menemui Ji An. Hyuk mengaku, ia tidak mau Do Kyung merasa menyesal nantinya. Do Kyung pun kebingungan. Ia tidak mengerti maksud ucapan Hyuk. Tapi setelah Hyuk memberitahu, bahwa Ji An akan ke Finlandia tiga hari lagi, ia pun kaget.
Seketaris Min kembali ke rumah Haesung, tapi ia datang bukan untuk kembali bekerja. Ia menemui Nyonya No dengan penampilan berbeda dan meletakkan surat pengunduran dirinya di atas meja, lalu duduk di hadapan Nyonya No.
āKau sudah hilang akal. Beraninya kau duduk!ā sentak Nyonya No.
āAku sudah membuat surat pengunduran diriku. Ayahku sudah tiada, jadi, aku tidak lagi harus
bekerja untuk Anda.ā Jawab Seketaris Min.
āWalaupun begitu, kau tahu rumah tangga kami sedang kacau sekarang. Kau
tidak boleh berhenti sekarang. Akan kunaikkan gajimu.ā Ucap Nyonya No.
āNo Myung Hee-ssi, aku tidak butuh uang itu.ā Jawab Seketaris Min.
āMin Bujang, apa yang kau lakukan!ā sentak Nyonya No.
āAku mengundurkan diri. Aku tidak boleh bicara sesukaku?ā tanya
Seketaris Min.
Seketaris Min lantas mengungkit perlakuan Nyonya No yang tidak
manusiawi terhadap para pembantunya. Ia juga berkata, bahwa ia setahun lebih
tua dari Nyonya No, jadi untuk apa ia berlutut pada Nyonya No.
āAku punya banyak uang. Mungkin tidak sebanyak kalian. Tapi aku tidak punya waktu menghabiskan yang kudapat dari sini dengan melayani keluargamu selama puluhan tahun.ā Ucap Seketaris Min.
āYa, Min Deul Rae! Beraninya kau bicara seperti itu!ā
Nyonya No kaget, Apa?
āHari itu, suamimu tiba-tiba berhenti mengikutimu. Tapi ayahmu
memberikanku tugas yang sama hari itu. Dia menyuruhku mengikutimu dan melihat
siapa yang kau temui.ā
Flashback...
Dimulai saat Seketaris Min melihat Nyonya No memasangkan jepitan itu ke rambut Ji Soo kecil.
Setelah itu, Nyonya No pergi membawa Ji Soo dan Seketaris Min mengikutinya. Meski merasa muak, tapi Seketaris Min tetap mengikuti Nyonya No karena tugasnya adalah mengikuti apa yang diperintahkan padanya.
Saat Jo Soon Ok membawa Ji Soo, Seketaris Min hendak mencegahnya. Ia mau turun, tapi karena ingat perintah CEO No, akhirnya ia tak jadi turun dari mobilnya.
Flashback end...
āKau melihatnya membawa Eun Seok? Kenapa tidak memberitahuku?ā
āKau menyuruhku hanya melakukan yang diperintahkan kepadaku. Aku pegawai tetap Haesung Apparel. Sekretaris ayahmu. Aku bekerja amat keras, tapi dia menyuruhku menjadi pembantumu. Dia memintaku membantumu menyelesaikan urusan pasutri baru dan menyebutkan biaya cuci darah ibuku. Aku membutuhkan uangnya dan katanya dia akan membiarkanku bergabung dengan Tim Perencanaan setelah dua tahun. Jadi, aku bekerja keras selama dua tahun itu. Itulah saat aku menyadari kau selalu berkata hal yang sama. "Turuti perintah." Seperti ayahmu. "Kamu hanya harus melakukan yang diperintahkan kepadamu." "Jangan melakukan apa pun dengan inisiatifmu sendiri." "Menuruti perintah adalah tugasmu."
āBagaimana itu berkaitan dengan kamu mengabaikan penculikan Eun Seok?ā
āNo Yang Ho menyuruhku mengikutimu. Dia tidak pernah menyuruhku
melaporkan penculikan anakmu.ā
āYa, Min Deul Rae, kau...!ā Nyonya No mulai berdiri dari duduknya.
āWae? Aku hanya menuruti perintah.ā Jawab Seketaris Min.
āBedebah! Akan kubunuh kau. Aku akan membunuhmu. Teganya kau. Dasar
bedebah! Bagaimana bisa kau melakukan itu? Beraninya kau melakukan itu kepada
Eun Seok? Kau pantas mati. Mati!ā
Nyonya No pun menjambak rambut Seketaris Min. Seketaris Min
membalasnya. Perkelahian pun tak terelakkan.
Ponsel Ji An berdering. Alih2 menjawab, Ji An hanya memperhatikan layar ponselnya. Ji Soo lah yang menjawab karena mengira itu telepon dari sang ayah.
āDo Kyung Oppa?ā ucapnya kecewa.
āKau habis menangis?ā tanya Do Kyung.
Ji Soo pun langsung memberikan ponsel itu pada Ji An. Dengan wajah
terpaksa, Ji An menjawab telepon Do Kyung. Do Kyung mengajak Ji An ketemuan. Do
Kyung mengaku, ia akan mampir ke rumah Ji An.
Para pembantu melihat perkelahian Nyonya No dan Seketaris Min. Wajah keduanya sudah babak belur. Seketaris Min senang melihat kehancuran Nyonya No. Nyonya No marah, ia tak menyangka Seketaris Min bisa melakukan hal sekejam itu pada Eun Seok nya.
āSaat aku berusaha pergi selama dua tahun, kudengar kau meminta agar
aku tidak pergi. Aku cepat tanggap, jadi, kau mau aku tetap menjadi pembantumu.
Aku mau menikah dan hidup secara manusiawi. No Yang Ho menyuruhku bekerja di
sini tiga tahun lagi. Jika aku menolak, tidak ada pekerjaan untukku di Haesung.
Dia bahkan tidak akan mengingat itu. Jika kau memperlakukanku dengan
bermartabat sedikit saja, kau pasti sudah menemukan Eun Seok.ā
Seketaris Min kemudian berdiri dan menjatuhkan kertas yang bertuliskan
nomor plat mobil yang membawa Ji Soo.
āAku tidak pernah menyangka akan memberi ini 25 tahun kemudian. Aku
hanya akan menyiksamu untuk sementara, tapi aku kehilangan kesempatan karena
kecelakaanmu.ā
Seketaris Min juga mengatakan apa yang dikatakan Tuan Choi saat Nyonya
No koma.
Flashback....
Saat itu, Nyonya No masih terbaring koma. Tuan Choi menangis. Ia menggenggam tangan Nyonya No dan mengaku tidak bisa kehilangan Nyonya No juga. Tuan Choi juga berjanji, tidak akan menyalahkan Nyonya No atas hilangnya Eun Seok.
Dari depan pintu, Seketaris Min mendengar ucapan Tuan Choi.
Flashback end...
āMedia menyebut yang kalian miliki sebagai romansa abad itu. Tapi kemudian, karena kesalahpahaman dia tahu siapa dirimu, kalian berdua menghabiskan sisa hidup kalian dengan amat kaku dan jauh.ā Ucap Seketaris Min.
Seketaris Min lalu pergi, tapi sebelum pergi ia melemparkan cek senilai
20 ribu dollar ke wajah Nyonya No.
Nyonya No yang sudah tidak bertenaga itu, tertatih2 kembali ke kamarnya.
Ia masuk ke kamar mandi dan menangis di sana.
āJadi, kau belajar di luar negeri?ā tanya Do Kyung.
āUntuk sementara.ā Jawab Ji An.
āAku tidak pernah membayangkan kau akan ke luar negeri. Jika tahu, aku pasti
sudah memberitahumu. Soal rencanaku.ā Ucap Do Kyung.
āRencana apa?ā tanya Ji An.
āUntuk mengurus segalanya. Untuk membereskan segalanya sendiri dan
berdiri di hadapanmu. Kembali kepadamu.ā Jawab Do Kyung.
āKau sama saja, Pak Choi Do Kyung.ā Ucap Ji An.
āTunggu. Kenapa kau memanggilku Pak Choi Do Kyung?ā tanya Do Kyung.
āItu namamu.ā Jawab Ji An.
āTidak. Begitulah kau memanggilku saat ingin menjauhiku.ā Ucap Do
Kyung.
āItulah alasanmu seharusnya tidak melakukan ini. Kau seharusnya tidak
menelepon. Kau seharusnya tidak memintaku tinggal.ā Jawab Ji An berkaca-kaca.
āSesuatu terjadi kepadamu, bukan?ā tanya Do Kyung.
Ji An pun mengingat apa yang dikatakan CEO No padanya saat CEO No mengaku ingin minta maaf pada Ji An. Saat itu, CEO No mengatakan bahwa ia melabrak dan menampar ayah Ji An, serta membuat ayah Ji An berlutut. Sontak, Ji An marah dan langsung pergi.
Saat duduk di taman, ia menerima pesan suara dari Seketaris Min.
Ternyata, Seketaris Min diam2 merekam pembicaraan CEO No yang memaksa
Tuan Seo mengaku sudah menculik Ji Soo.
Flashback end...
Ji An memperdengarkan rekaman itu pada Do Kyung. Do Kyung pun hanya
sanggup meminta maaf atas apa yang sudah dilakukan kakeknya.
Ji An lantas menolak Do Kyung. Ia mengaku, tidak mau berurusan lagi
dengan Do Kyung karena Do Kyung adalah cucu dari orang yang sudah merendahkan
ayahnya. Ji An juga bertanya, kenapa Do Kyung tidak memberitahunya soal CEO No
yang menampar ayahnya. Do Kyung beralasan, ia takut Ji An terluka, tapi Ji An
bilang itu karena Do Kyung takut ia menjauhinya.
Ji An lantas bertanya, apa yang sudah dilakukan Do Kyung untuknya
setelah Do Kyung meninggalkan Haesung. Do Kyung pun tidak bisa menjawab.
Terakhir, Ji An mengembalikan hadiah kalung itu dan berkata, bahwa ia
tidak bisa memaafkan Do Kyung yang sudah membuatnya jatuh cinta pada Do Kyung
serta tidak bisa memaafkan dirinya karena sudah jatuh cinta pada Do Kyung.
Comments
Post a Comment