Sunday, August 26, 2018

Hide and Seek Ep 1 Part 1

{1998}


Seorang gadis kecil dibawa masuk ke pekarangan rumah mewah. Gadis itu, Min Chae Rin. Ia dibawa masuk oleh Kepala Pelayan Kim dan disuruh di dalam sebuah gudang.

"Buka pintunya! Buka pintunya!" teriak Chae Rin, tapi tak ada yang mendengar teriakannya.

Chae Rin lantas melihat ke sekeliling gudang.

Tak lama berselang, Kepala Pelayan Kim datang membawakan baju, sepatu dan wig. Ia menyuruh Chae Ri mengenakan barang-barang itu.


Di sebuah kamar, Nyonya Na sedang menggelar ritual untuk cucunya, Soo A.

"Uri Soo A adalah anak paling istimewa di dunia ini. Dia satu-satunya yang akan melanjutkan garis keturunanku, Na Hae Geum. Dia akan memimpin perusahaan." ucap Nyonya Na.

"Aku sadar betul Nona Soo A sangat berarti untukmu. " jawab cenayang.

"Hidup Soo A ku tergantung padamu." ucap Nyonya Na.

"Bukan aku, tapi sebuah pengganti yang akan menerima nasib buruk menggantikan Nona Soo A." jawab cenayang.

"Kau bilang, namanya Chae Rin kan?" tanya si cenayang. Nyonya Na mengangguk.


Tak lama kemudian, Kepala Pelayan Kim datang membawa Soo A.


Chae Rin berbaring di kasur yang sudah disiapkan. Ritual pun dimulai.

"Sekarang, takdir mereka menjadi satu. Anak itu akan menerima nasib buruk Nona Soo A dan Nona Soo akan memiliki umur yang panjang. Dia akan menjadi seorang pewaris." ucap cenayang.

Nyonya Na pun keluar, diikuti oleh si cenayang.


Setelah itu, Chae Rin membuka matanya dan ia terkejut melihat Soo A yang tidur disampingnya.

{2018}


Chae Rin turun ke jalan, membagi-bagikan produk kosmetiknya. Dalam sekejap, produk kosmetiknya pun ludes terjual.


Chae Rin pun menerima penghargaan besar dari Beauty Social Club.


Chae Rin diwawancarai salah satu program terkenal.

"Makepacific, perusahaan yang meluncurkan Gold Rain Cushion menerima penghargaan besar dari Beauty Social Club. Apakah anda berpartisipasi dalam perencanaan produk ini?" tanya si pewawancara.

"Benar, tapi tanpa dukungan keluarga dan karyawanku, aku tidak akan bisa melakukan ini." jawab Chae Rin.

"Nyonya Na Hae Geum, CEO pertama yang menjadi saksi sejarah di industri ini akan sangat bangga melihat cucunya sekarang." ucap si pewawancara.

"Tanpa nenekku, aku tidak akan bisa duduk disini pada hari ini." jawab Chae Rin.

"Bagaimana jika kau mengatakan sesuatu pada nenekmu di kesempatan ini." pinta si pewawancara.


Chae Rin pun langsung menatap ke arah kamera.

"Setiap kali aku ingin menyerah, nenekku selalu membantuku untuk bangkit kembali. Dia membuatku mencintai dan ingin melindungi perusahaan. Gomapseumnida, Halmeoni. Saranghamnida." ucap Chae Rin.


Nyonya Na yang melihat wawancara Chae Rin di TV itu pun langsung mencibir Chae Rin. Ia mengaku, Chae Rin sudah membuatnya gemetar karena menahan marah.


Kembali ke Chae Rin yang ditanyai soal pernikahan. Chae Rin mengaku, bahwa dirinya masih mencintai pekerjaannya dan jika ia mau menikah, ia ingin berkencan terlebih dahulu.

Ha Yeon Joo yang menyaksikan wawancara Chae Rin pun berkata, akan jatuh cinta pada Chae Rin jika ia laki-laki.

"Aku bahkan merasa cemburu sebagai wanita." ucap Yeon Joo.

Yeon Joo lantas ditelpon seseorang yang dipanggilnya Nyonya. Tak lama kemudian, ia bergegas pergi.


Nyonya Na yang masih menyaksikan Chae Rin diwawancara, terkejut mendengar teriakan seorang wanita yang dibarengi dengan suara bantingan barang-barang. Kepala Pelayan Kim langsung menghampiri Nyonya Na.


Di kamarnya, Nyonya Park mengamuk setelah mendengar berita polisi yang telah menangkap penculik anaknya.

Nyonya Na dan Kepala Pelayan Kim berusaha menenangkan Nyonya Park. Nyonya Park lalu mengunci dirinya di kamar mandi.

Flashback...


Jo Pil Doo, pria yang menculik Soo A ditangkap polisi di sebuah motel.  Para wartawan pun berkumpul, mengerubungi Pil Doo.

Mereka meminta Pil Doo mengaku, dimana menyekap Soo A. Sementara itu, kepolisian menduga, Soo A disekap di desa Choongryul, sebuah desa yang rencananya akan dihancurkan. Karena rencana penghancuran desa tersebut, penyelidikan polisi menjadi terhambat.

"Kalian ingin tahu apa yang terjadi pada gadis itu? Aku... memakannya." ucap Pil Doo.

Sontak, ia langsung dilempari telur oleh warga yang berkumpul menyaksikan penangkapannya.


Nyonya Park sontak marah. Ia memaksa Pil Doo bicara, dimana putrinya.

"Putrimu... dia membawanya." ucap Pil Doo.

Pil Doo lantas tersenyum menyeringai.


Nyonya Park jatuh pingsan. Tuan Min pun langsung memeluk Nyonya Park.


Kepala Pelayan Kim mematikan TV. Nyonya Na masih membujuk Nyonya Park keluar. Nyonya Na cemas, ia takut Nyonya Park membuat masalah lagi seperti terakhir kalinya.

Tangisan Nyonya Park terdengar. Nyonya Park terus menerus memanggil Soo A. Mendengar itu, Nyonya Na menyuruh Kepala Pelayan Kim memanggil Chae Rin.


Chae Rin sendiri tengah merayakan kesuksesannya menggondol piala dari Beauty Social Club. Para karyawannya pun tak berhenti memberikan ucapan selamat padanya. Bahkan seorang diantara mereka meminta tanda tangannya.

"Tanda tangan apa? Orang-orang akan tertawa. Aku bukan artis." jawab Chae Rin.

"Kau artis. Tidak ada satu pun wanita di Korea yang tidak memiliki produk kita. Kau sadarkan, siapa yang menciptakan semua ini." ucap karyawannya.

"Kau terlalu memujiku. Apa kalian berencana membuatku malu sampai mati?" jawab Chae Rin yang memancing tawa semua orang.


Pesta pun selesai. Tepat setelah pestanya selesai, ia dihubungi Kepala Pelayan Kim yang menyuruhnya pulang. Chae Rin pun berkata, ia tidak bisa pulang sekarang karena masih ada pekerjaan.

Terdengar teriakan Nyonya Na yang menyuruhnya pulang. Mendengar itu, Chae Rin pun bergegas pulang. Tapi sebelumnya, ia mampir dulu ke sebuah tempat untuk menukar bajunya dengan gaun putih, serta memakai sepatu berwarna pink dan wig.


"Uri Soo A, Soo A ku yang berharga." ucap Nyonya Park sambil mengusap pipi Chae Rin.

"Geurae, Eomma. Na-ya, Soo A." jawab Chae Rin sambil memegang tangan Nyonya Park.

"Bisakah kau menyanyikan lagu itu untukku? Lagu yang sering kita nyanyikan bersama." pinta Nyonya Park.

"Tentu, Eomma. Kau yang mengajariku." jawab Chae Rin.


Flashback...

Nyonya Park dan Soo A duduk di atas ayunan di taman rumah mereka sambil menyanyikan sebuah lagu. Dari kejauhan, Chae Rin melihat mereka dan ikut mendendangkan lagu itu.

Flashback end...


Chae Rin menyanyikan lagu itu untuk Nyonya Park. Nyonya Park seketika tenang.


Beralih ke Yeon Joo yang sedang mendandani seorang wanita.

"Kau sangat cantik." ucapnya, begitu selesai mendandani wanita itu. Ia juga memuji wanita dengan mengatakan wanita itu terlihat seperti pengantin baru.

Teman-teman wanita itu yang tadinya berbaring sambil maskeran pun langsung bangun. Mereka memuji kemampuan merias Yeon Joo.

"Anak perempuan mempelajari hal-hal semacam ini dari ibu mereka." jawab wanita itu.

"Itu tidak benar. Ibuku bahkan tidak pernah menaruh lotion di wajahnya tapi dia wanita paling cantik di dunia." ucap Yeon Joo.

"Kau memang putri yang manis." jawab wanita itu.


Tuan Moon yang mengenakan pakaian olahraga, berjalan dengan cepat di taman. Lalu seorang wanita tiba-tiba muncul dan berusaha mendahuluinya. Melihat itu, Tuan Moon tak mau kalah dan mempercepat langkahnya. Wanita itu juga tidak mau kalah dan ikut mempercepat langkahnya. Tuan Moon yang kesal, berusaha mendorong wanita itu dan wanita itu juga balas mendorongnya.


Hingga akhirnya, kaki Tuan Moon tersandung dan ia jatuh. Melihat Tuan Moon jatuh, wanita itu malah terus berjalan.

"Bagaimana bisa wanita itu punya banyak energi?" kata Tuan Moon heran.


Tuan Moon duduk di tepi sungai sambil menikmati sebotol kecil susu.

"Kita sudah cukup menghabiskan waktu disini. Semua orang menunggu anda. Kenapa kita tidak bergerak sekarang?" ucap sopirnya.

"Lemah sekali mereka. Kau harus mematahkan semangat orang pintar atau mereka akan merasa benar-benar hebat." jawab Tuan Moon.


Di Taesan Group, semua sudah menunggu Tuan Moon. Mereka kesal karena Tuan Moon belum juga datang.

"Karena rapat darurat ini, aku harus menunda yang sedang kukerjakan dan harus langsung ke sini."

"Apa-apaan ini? Mereka pikir ini lelucon?"

"Mau bagaimana lagi? Seperti inilah pimpinan kita."

"Omong-omong, kenapa Pak Jae Sang tidak ada?"

"Itu sudah jelas. Kenapa bertanya lagi?"


Cha Eun Hyuk masuk ke sebuah apartemen. Tampak beberapa botol minuman, gelas, serta kartu berserakan di atas meja.


Eun Hyuk membuka tirai jendela. Jae Sang langsung terbangun dan menyipitkan matanya karena sinar matahari yang menerobos masuk melalui jendela. Eun Hyuk menyuruh Jae Sang hadir dalam rapat direktur hari itu. Ia menjelaskan, Presdir Moon sendiri lah yang meminta rapat itu.

"Masa bodoh. Buatkan alasan untukku." jawab Jae Sang.

"Aku pastikan mereka benar-benar memercayai perkataanku. Tapi mereka bilang Presdir Hwang dari Taesan Construction akan menjadi pimpinan grup baru." ucap Eun Hyuk.

"Apa? Keputusan siapa itu?" tanya Jae Sang kaget.


Di depan gedung Taesan, Presdir Hwang membicarakan Jae Sang. Ia yakin, Jae Sang tidak akan terpilih sebagai pimpinan grup yang baru.

"Dia pasti masih di tempat tidurnya setelah banyak minum tadi malam." ucap Presdir Hwang.

Tiba-tiba saja, Jae Sang muncul di belakang Presdir Hwang. Presdir Hwang langsung diam. Jae Sang pun berjanji, akan memecat Presdir Hwang jika ia terpilih menjadi pimpinan berikutnya.


Lalu, Jae Sang menyuruh para petinggi perusahaan menunjukkan rasa hormat padanya. Ia sesumbar, kalau mereka akan segera melihat kekuasaan dari seorang Moon Jae Sang.

Para presdir pun langsung berdiri berjejer dan membungkuk pada Jae Sang.


Jae Sang senang melihatnya, tapi raut wajah senangnya itu langsung hilang begitu ia melihat sosok sang ayah.


Presdir Moon pun memimpin rapat sambil menikmati popcorn.

"Saat aku masih muda, aku merendam popcorn ini dalam air untuk mengisi perutku Begitulah cara Taesan Group menjadi besar. Banyak di antara kalian berkuliah di Universitas Hankook, bukan Aku, Moon Tae San, yang bahkan tidak bisa masuk ke sekolah dasar, akan memberikan kuis. Jawablah. Dahulu aku memakan camilan jagung yang direndam air tapi sekarang aku berada di puncak. Aku memiliki segalanya tapi aku masih lapar Apa yang harus kulakukan?" ucapnya.

"Pak, anda lapar? Kenapa tidak memberi tahu kami sejak awal Aku bisa memesan tempat di restoran Jepang kesukaan Bapak. Bagaimana jika sekarang kita segera ke sana?" jawab Jae Sang.

Presdir Moon pun langsung mengatai Jae Sang bodoh.

"Uang yang kukeluarkan untuk kalian sia-sia saja Cari solusinya segera!" teriak Presdir Moon.


Presdir Moon yang baru keluar dari ruang rapat, mendapati pegawainya sedang berdandan. Sontak, si pegawai langsung menunduk dan menyembunyikan make up nya. Presdir Moon pun menengadahkan tangannya, meminta make up si pegawai. Tak hanya make up, ia juga menyita majalah yang sedang dibaca si pegawai.


Nyonya Na menampar Chae Rin. Ia mengaku muak saat mendengar Chae Rin memanggilnya nenek. Ia juga menuding Chae Rin sengaja membuat Nyonya Park gila agar bisa mengambil alih perusahaan.

Dituduh seperti itu, Chae Rin pun marah. Tapi Nyonya Na terus saja menuduh Chae Rin. Ia menuduh Chae Rin membawa jimat agar Soo A tidak pernah kembali pada mereka.


Kesal, Chae Rin pun menanggalkan semua bajunya. Nyonya Na jelas syok melihatnya.

"Sudah lihat! Apa nenek lihat aku membawa jimat!" marah Chae Rin.

Syok, Nyonya Na pun memilih keluar dari kamar Chae Rin.


Setelah Nyonya Na pergi, Kepala Pelayan Kim masuk dan langsung menutupi tubuh Chae Rin dengan baju handuk.

"Nyonya Na hari ini terkejut." ucap Kepala Pelayan Kim, berusaha menjelaskan.

"Nagayo! Kau tidak mendengarku? Nagayo!" teriak Chae Rin.


Tangis Chae Rin lantas pecah.


Chae Rin lalu mengingat satu demi satu kenangan buruknya bersama Nyonya Na.

Ia ingat ketika Nyonya Na datang mengunjungi panti asuhannya untuk mengadopsinya.


Ia juga mengingat saat Nyonya Na mencekiknya dan menyalahkannya atas hilangnya Soo A.


Bersambung ke part 2...........

No comments:

Post a Comment