Tuesday, August 21, 2018

Ice Adonis Ep 2 Part 1

Sebelumnya...


Episode ini dibuka dengan make up fashion show oleh J-Cosmetics.

Yoon Hee yang berdiri di belakang panggung, tampak memberikan pengarahan bagi para model.


Tak lama kemudian, Yoon Jae datang bersama Yoo Ra.

Melihat ada orang asing yang duduk di meja Yoon Jae, Yoo Ra pun menyuruh orang itu pergi.


Orang itu Kang Wook. Kang Wook langsung pergi begitu Yoo Ra memintanya pergi. Setelah Kang Wook pergi, ia dan Yoon Jae pun duduk meja itu. Kang Wook pun melirik papan papan nama di atas meja yang tadi didudukinya. Papan nama itu bertuliskan, 'Ha Yoon Jae'.


"Soo Ae-ya." panggil Yeon Hwa cemas sambil menerobos masuk ke sebuah ruangan.

Soo Ae pun langsung memeluk Yeon Hwa.

"Gwenchana?" tanya Yeon Hwa. Soo Ae mengangguk.


"Aku hampir saja menjual adikmu ke suatu tempat." ucap pria yang tadi membekap Soo Ae.

"Kubilang akan kubayar!" jawab Yeon Hwa.

"Sudah kubilang. Aku tidak sabar, jadi jangan membuatku menunggu. Kapan kau akan membayar hutang 30 ribu dollar mu?" ucap pria itu.

"30 ribu dollar? Naik lagi?" tanya Yeon Hwa kaget.

"Tidakkah kau tahu berapa banyak uangku yang diambil ayahmu sebelum dia mati? Anggap saja 30 ribu dollar impas.


Sungguh menyakitkan melihatmu setelah ibumu meninggalkanmu." jawab pria itu.

Yeon Hwa pun marah, ia mengepalkan tangannya dan menyebut pria itu monster.

"Kau melarangku mengganggumu ibumu yang sudah menikah." jawab pria itu seraya bangkit dari duduknya dan mendekati Yeon Hwa.

Pria itu lantas menyentuh dagu Yeon Hwa.

"Apa kau yang mau menikah denganku? Tapi aku tak bisa dapat banyak uang untuk luka itu." ucap pria itu.


Marah, Yeon Hwa pun berusaha menampar pria itu tapi pria itu menepis tangannya.

"Kuberi waktu dua minggu. Beri aku 30 ribu dollar dan akhiri ini." ucap pria itu.


Yeon Hwa membawa adiknya pergi. Sang adik yang merasa bersalah pun meminta maaf padanya. Tapi Yeon Hwa bilang, itu bukan salah Soo Ae. Soo Ae lalu mengatakan, kalau pria itu tadi menyeretnya dan menutup mulutnya.

"Kau pasti sangat ketakutan." jawab Yeon Hwa.

"Ayo ke tempat ibu. Eomma bogoshipo. Kajja." pinta Soo Ae.

"Soo Ae-ya, ibu akan cemas kalau dia tahu. Jadi kita rahasiakan ini ya? Jangan beritahu Yoon Jae juga. Kau bisa kan?" ucap Yeon Hwa.

"Apa ibu meninggalkan kita? Kenapa ibu tidak datang menjemput kita? Ibu meninggalkan kita, kan?" tanya Soo Ae.

Tangisnya hampir pecah.


"Aniyo, Soo Ae-ya." jawab Yeon Hwa, lalu memeluk Soo Ae.

"Aku harap kita bisa tinggal dengan ibu. Aku harap ibu segera datang. Bogoshipoyo eomma." ucap Soo Ae.


Nyonya Han sendiri sedang mengupas buah di dapur sambil sesekali menarik napas.

Lalu, Tuan Choi datang dan memeluknya dari belakang. Tuan Choi mengaku, menantikan saat itu sepanjang hari. Ia juga berkata, bahwa dirinya akan melakukan semua yang tidak bisa ia lakukan selama 25 tahun ini. Melakukan 100 kali sehari belum cukup.

"Kudengar kau pergi perawatan wajah dengan ibu hari ini. Beliau tak punya putri dan menantunya meninggal. Beliau tak punya banyak kegembiaraan dalam hidupnya. Beliau akan menerimamu perlahan-lahan. Aku yakin ini sulit bagimu, tapi kuminta kau bersabar." ucap Tuan Choi.


Nyonya Han lantas menatap Tuan Choi.

"Yeobo, undang Yeon Hwa dan Soo Ae ke pesta ulang tahun ibu yang ke-70. Anak-anakku dan aku belum bertemu para orang tua dari keluargamu. Besok juga ulang tahun Yeon Hwa. Aku ingin memintanya datang dan setidaknya memberi dia makanan." pinta Nyonya Han.

"Baiklah. Ayo kita lakukan." jawab Tuan Choi.

"Jeongmalyo?" tanya Nyonya Han.

"Tidak. Aku bercanda." jawab Tuan Choi, membuat Nyonya Han tertawa.

Tuan Choi lalu menyuruh Nyonya Han memberitahu Yeon Hwa agar Yeon Hwa tidak membuat rencana lain besok.

Nyonya Han tersenyum. Lalu mereka berpelukan.


Yoon Jae dan Yoon Hee mengantarkan Yoo Ra pulang.

Yoo Ra yang tadinya tersenyum di depan Yoon Jae dan Yoon Hee pun langsung kesal saat masuk ke rumahnya.

Nyonya Jo dan Nyonya Han menyambutnya.

"Kau pasti kedinginan. Masuklah ke kamarmu." suruh Nyonya Jo.

Yoo Ra tersenyum.

"Kau sudah makan?" tanya Nyonya Han.

"Aku akan naik." jawab Yoo Ra ketus, lalu menuju ke kamarnya.

Tuan Choi datang. Melihat sikap tidak sopan Yoo Ra pada Nyonya Han, Tuan Choi pun marah tapi Nyonya Jo meminta

Tuan Choi memaklumi Yoo Ra. Nyonya Jo berkata, itu karena Yoo Ra seharian berada di tempat kerja.

Lalu, Nyonya Jo menatap sinis ke arah Nyonya Han.

"Bukan karena dia tidak senang melihatmu." ucap Nyonya Jo lagi, lalu pergi meninggalkan mereka.


Nyonya Jo menyusul Yoo Ra ke kamar.

"Kau sudah makan? Sangat dingin diluar. Kenapa kau tidak naik mobilmu?" tanyanya.

"Yoon Jae Oppa mengantarku pulang, Nek." jawab Yoo Ra.

"Kenapa dia tidak masuk?" tanya nenek.

"Dia ingin tapi aku menyuruhnya pulang. Kami ada acara perusahaan. Dia pasti lelah." jawab Yoo Ra.

"Jadi karena itu kau tidak naik mobilmu?" tanya nenek.

Yoo Ra pun tertawa malu mendengarnya.


Lalu Yoo Ra memijit kakinya dan mengatakan, kakinya sangat pegal. Mendengar itu, nenek pun langsung duduk dan memijat kaki Yoo Ra. Yoo Ra melarang nenek memijat kakinya. Ia beralasan, kakinya bau. Tapi nenek bilang, kaki Yoo Ra tidak bau dan mulai memijat kaki Yoo Ra.


Sementara di kamarnya, Nyonya Han menghubungi Yeon Hwa. Yeon Hwa terkejut saat ibunya berkata, kalau Tuan Choi akan memperkenalkan mereka secara resmi.

"Tolong jangan terlambat demi ibu." pinta Nyonya Han.

Yeon Hwa terdiam. Ia teringat permintaan Yoo Ra tadi yang melarangnya muncul di depan Yoo Ra.

"Yeon Hwa-ya, kenapa kau diam saja?" tanya Nyonya Han.

"Aku mengerti. Aku dan Soo Ae akan datang." jawab Yeon Hwa.

Pembicaraan pun selesai.


"Kenapa kau menutup teleponnya? Aku juga mau bicara dengan ibu." ucap Soo Ae.

"Soo Ae-ya, mau bertemu dengan ibu besok?" tanya Yeon Hwa.

"Aku mau! Aku mau!" jawab Soo Ae sambil meloncat-loncat. Dia senang! Sementara Yeon Hwa justru merasa getir.


Tuan Choi memberitahu Nyonya Jo dan Yoo Ra, bahwa ia mengundang Yeon Hwa dan Soo Ae ke pesta ulang tahun

Nyonya Jo. Sontak, Nyonya Jo dan Yoo Ra kesal mendengarnya. Tuan Choi menjelaskan, bahwa mereka dan Nyonya Han sudah hidup bersama selama 6 bulan, jadi sudah saatnya memperkenalkan Nyonya Han, juga Yeon Hwa dan Soo Ae secara resmi.


Soo Ae sudah tidur. Yeon Hwa masih terjaga, ia memikirkan undangan ayah tirinya.


Yoon Jae keluar rumah. Di depan, ia bertemu Nyonya Jang yang baru saja turun dari taksi. Nyonya Jang beralasan, kalau dirinya baru saja pulang dari mencari makanan laut segar.

"Dengan mantel bulu?" tanya Yoon Jae.


Lalu, sopir mereka datang.

"Sopir Park, mampirlah ke pasar ikan dan beli lah beberapa ikan dan tiram dalam perjalanan kesini besok." suruh Nyonya Jang.


Setelah itu, Nyonya Jang berniat masuk ke dalam rumah.

"Bau ibu wangi." ucap Yoon Jae.

"Karena ibu memakai parfum. Kau adalah CEO perusahaan kosmetik. Kau harus tahu nama-nama parfum. Kau tidak memiliki kepekaan terhadap bau. Itu tidak baik." jawab Nyonya Jang, lalu berjalan masuk ke rumah.

Yoon Jae pun menatap ibunya curiga.


Di apartemennya, Kang Wook berdiri di depan jendela sambil menikmati wine.

"Pagi di Seoul. Tidak ada yang berubah. 20 tahun lalu maupun sekarang." ucapnya.

Tangannya nampak memegang berkas J-Cosmetics.


Yoon Jae jogging di taman. Sopir Park yang berlari di belakangnya, sudah tampak kelelahan.


Setelah jogging, Yoon Jae langsung mandi.


Yoo Ra menatap tajam pantulan wajahnya sambil mematut diri.

"Cobalah datang, Seol Yeon Hwa. Akan kubuat kau tidak bisa melupakannya sampai kau mati." ucapnya.


Yeon Hwa dan Soo Ae berlari mengejar bis.  Soo Ae sudah tidak sabar bertemu ibunya. Tapi tidak dengan Yeon Hwa.


Yoo Ra dan neneknya lagi di salon. Tak lama kemudian, Nyonya Han datang membawa bungkusan daging sapi dan nenek menyuruhnya mengantar daging itu ke panti jompo di Sillimg-dong. Nyonya Han pun kaget.

"Itu daging sapi segar untuk para tetua. Kita tidak mungkin menitipkannya pada jasa antar." ucap Nyonya Jo.

"Aku akan kesana setelah pestanya selesai." jawab Nyonya Han.

"Orang tua terlalu lemah untuk jalan dan tak mungkin datang jadi aku mengirimkan itu untuk makan siang mereka." ucap Nyonya Jo.

Nyonya Han pun langsung kecewa. Sementara Yoo Ra tersenyum senang.


Yoon Jae ke rumah Yeon Hwa. Ia bermaksud memberikan kejutan pada Yeon Hwa dan Soo Ae. Karena tak ada respon,

Yoon Jae pun menekan hendel pintu, tapi terkunci. Tak lama berselang, ia dapat SMS dari Yeon Hwa. Yeon Hwa memberitahunya kalau ia sedang dalam perjalanan ke ulang tahun nenek.

"Tidakkah dia sadar kalau hari ini dia ulang tahun?" gumam Yoon Jae.


Nenek, Yoo Ra dan Tuan Choi menyambut para tamu. Setelah itu, Tuan Choi menghubungi Nyonya Han.

Yoo Ra terkejut mendengar pembicaraan ayahnya dengan Nyonya Han tentang Yeon Hwa dan Soo Ae yang sudah tiba.

Sementara, Tuan Choi berjanji akan menjaga Yeon Hwa dan Soo Ae dengan baik.


Nyonya Han yang sedang dalam perjalanan menuju panti jompo di Sillimdong, merasa gelisah. Tak lama kemudian, ia meminta supir taksi kembali ke hotel tempat acara ulang tahun nenek diadakan.


Yoo Ra langsung turun ke bawah. Ia mencegat Yeon Hwa dan Soo Ae yang baru saja tiba.

"Beraninya kau datang kesini! Bukankah sudah kuperingatkan untuk tidak lagi menunjukkan wajahmu di depanku!"

"Kami datang untuk mengucapkan selamat pada nenek." jawab Yeon Hwa.

"Niga wae?" tanya Yoo Ra.

"Karena kita keluarga." jawab Yeon Hwa.

"Kajog? Siapa yang keluarga? Apa mereka ada upacara pernikahan? Keluargamu dan keluarga kami makan bersama di sebuah hotel. Itu saja. Bagaimana itu bisa disebut keluarga? Makan dengan seseorang membuat mereka menjadi keluarga? Sadarlah. Ayahku dan ibumu tidak mendaftarkan pernikahan." ucap Yoo Ra.

Yeon Hwa pun kaget mendengarnya.

"Kau dan aku tidak ada hubungan sama sekali. Jika kau sudah paham, pergilah." ucap Yoo Ra.

"Mereka mengundang kami jadi kami hanya akan menyapa dan pergi." jawab Yeon Hwa.

"Wae? Kau berharap ayahku akan memberimu uang?" tanya Yoo Ra.

"Yoo Ra-ya."


Yoo Ra lalu mengeluarkan sejumlah uang dari tasnya dan melemparkannya pada Yeon Hwa.

Sontak, orang-orang yang lalu lalang mulai berkumpul dan memperhatikan mereka.

Sementara Soo Ae yang tidak mengerti apa-apa, mulai mengutip uang itu.

"Ayo berikan uang itu pada ahjussi jahat." ucap Soo Ae.


"Kau juga suka uang? Kalau begitu ambillah." jawab Yoo Ra.

"Cuma ini?" tanya Yeon Hwa.

"Kenapa? Kurang?" tanya Yoo Ra, lalu menambahkan uangnya.

Kesal, Yeon Hwa pun mencengkram tangan Yoo Ra dan menyuruhnya berhenti.

"Seol Yeon Hwa, kau tidak bisa marah padaku. Mau tahu kenapa? Karena kau orang munafik yang jahat." ucap Yoo Ra.

"Apa maksudmu?" tanya Yeon Hwa.


"Kau ingin nenek kaya dan ayah hakim, jadi kau rawat adikmu yang kurang sehat dan membiarkan ibumu menikah lalu berpura-pura menjadi putri terbaik di dunia. Tapi aku tahu kau sedang menggali uang semua orang. Kau dan ibumu tak pernah mengeluh jika itu bisa membantumu menaikkan status sosial. Munafik." jawab Yoo Ra.

"Dimana Yoo Ra yang mengoleskan krim dan menempelkan perban di tanganku?" tanya Yeon Hwa, membuat Yoo Ra terdiam.

Lalu, Yeon Hwa mengambil uang itu dari tangan adiknya dan mengembalikannya pada Yoo Ra.

"Aku datang bukan karena uangmu. Aku datang untuk mengucapkan selamat ulang tahun pada nenek. Itu saja." jawab Yeon Hwa.


Yeon Hwa lalu beranjak pergi, tapi Yoo Ra terus saja menghinanya.

"Lihat. Kau terus menahan dirimu meski itu menggerogotimu. Tak ingin kehilangan status keluarga sempurna, untuk menikah."

Yeon Hwa pun berbalik menatap Yoo Ra.

"Keduanya sama-sama kehilangan pasangan mereka dan hidup cuma untuk anak-anaknya. Bertemu setelah 25 tahun dan akhirnya bersama. Aku tak berharap kita bisa rukun. Tapi jangan buat mereka tertekan karena kita." ucap Yeon Hwa.

"Anak yang berbakti." sindir Yoo Ra.

"Kami ucapkan selamat dan pergi." jawab Yeon Hwa.

Yeon Hwa lalu mengajak Soo Ae masuk.


"Berhenti disana!" teriak Yoo Ra.

Tapi Yeon Hwa terus berjalan.

Yoo Ra berusaha mengejar Yeon Hwa tapi salah seorang teman neneknya memanggilnya. Terpaksalah, Yoo Ra menghampiri teman neneknya dan mengajak temen neneknya itu masuk.


Yoon Jae dan keluarganya juga sedang dalam perjalanan. Nyonya Jang pun membuka jendela agar Tuan Ha bisa mengirup udara segar, tapi baru terbuka setengah, Tuan Ha langsung batuk parah.

"Tutup jendelanya!" perintah Yoon Jae.

Yoon Jae lalu memberikan ayahnya alat bantu pernapasan.

Setelah itu, Nyonya Jang mengaku dirinya tak bisa makan karena memikirkan Tuan Ha.

Tapi Tuan Ha tidak terlalu menanggapi Nyonya Jang dan membahas soal perusahaan dengan Yoon Jae.

"CEO kita pasti melakukannya dengan baik." ucap Nyonya Jang.

Tuan Ha, lantas menyuruh Yoon Jae cepat menikah. Ia juga mendesak Yoon Jae agar mengenalkan Yeon Hwa padanya.


Yeon Hwa dan Soo Ae menghampiri nenek. Tuan Choi menyambut mereka dengan ramah, tapi tidak dengan Nyonya Jo.

Wajahnya langsung berubah masam begitu melihat Yeon Hwa dan Soo Ae.


Yeon Hwa memberikan ucapan selamat pada nenek. Tapi nenek tidak terlalu menanggapinya dan malah sibuk meladeni temannya yang datang dengan Yoo Ra.


Acara ulang tahun nenek dimulai.

Semula acara berjalan lancar, tapi Yoo Ra membuat masalah!

Saat pelayan datang membawa kue ulang tahun nenek, Yoo Ra dengan sengaja membuat kodok peliharaan Soo Ae lepas. Sontak, Soo Ae langsung mengambil piaraannya dan tidak sengaja menabrak kue ulang tahu nenek.

Yeon Hwa yang sedang menjawab telepon ibunya pun kaget.


Nenek langsung mengusir mereka.


Bersamaan dengan itu, Nyonya Han tiba di hotel. Tak lama setelah Nyonya Han masuk ke dalam, Yoon Jae dan keluarganya juga tiba disana.

Begitu masuk ke ruangan tempat acara berlangsung, Nyonya Han kaget melihat situasi acara yang kacau.

Yoon Jae dan keluarganya yang baru tiba juga kaget.


Nyonya Han langsung keluar dan menghubungi Yeon Hwa. Ia terkejut saat Yeon Hwa bilang sedang dalam perjalanan pulang.


Soo Ae merebut ponsel Yeon Hwa. Sambil menangis, Soo Ae menyalah dirinya yang sudah merusak acara ulang tahun nenek. Soo Ae juga menyebut dirinya bodoh dan memukuli kepalanya.

Melihat Soo Ae memukuli kepalanya, Yeon Hwa langsung menghentikannya.

"Eomma, bogoshipoyo. Eomma, saranghaeyo. Soo Ae-ya, pabo." ucap Soo Ae.

Mendengar itu, tangis Nyonya Han pecah.


Yeon Hwa lalu merebut ponselnya dan memutuskan panggilannya.

"Eonni, eomma eonje manna? Eomma eonje mannaroga?" tanya Soo Ae.


Tangis Soo Ae pun akhirnya pecah. Yeon Hwa memeluk Soo Ae dan berusaha menenangkan Soo Ae.

Bersambung ke part 2.......

1 comment: