Tuesday, September 18, 2018

Hide and Seek Ep 6 Part 3

Sebelumnya...


Pak Hwang langsung melapor ke Pimpinan Moon, kalau ia dan semua presdir melihat kelakuan Jae Sang yang teriak-teriak pada seorang wanita di ruang tunggu hotel mereka.

"Pak Hwang, kau kesini hanya untuk memancing kemarahanku? Apa terasa menyenangkan saat membuatku kesal?" sentak Pimpinan Moon.

"Belum lama sejak insiden pusat perbelanjaan diselesaikan. Aku tidak melaporkannya padamu agar kau tidak khawatir, tapi kau tahu apa yang dikatakan orang lain tentang insiden itu?" jawab Pak Hwang.

Pak Hwang pun menirukan kata-kata mereka.

"Dia harus turun dari jabatannya jika punya kesadaran. Dia berulang karena Pimpinan Moon mendukungnya."

Pimpinan Moon pun kesal mendengarnya.


Pimpinan Moon langsung memanggil Eun Hyuk. Ia mengaku, bahwa ia pernah berpikir, bahwa sebaiknya Eun Hyuk saja yang menjadi putranya dibandingkan Jae Sang.

"Tapi tidak ada yang lebih menakutkan dari keturunan sendiri. Sama seperti dirimu, yang memiliki darah ayahmu dalam tubuhmu, darahku mengalir dalam tubuh Jae Sang, entah aku suka atau tidak. Dia pembuat masalah tidak terduga. Tapi saat tidak ada yang tahu isi pikirannya, kau berbeda. Seolah-olah kau bisa membaca pikirannya. Orang lain mungkin mengatakan kau mengawasinya dengan alat penyadap atau semacamnya." ucap Pimpinan Moon.

Eun Hyuk langsung tegang mendengarnya.

"Menurutmu, kenapa aku membayar biaya pendidikanmu? Menurutmu kenapa aku mengutusmu sebagai supirnya? Karena aku mau mengubahnya menjadi lebih baik tanpa orang lain tahu." ucap Pimpinan Moon.

"Tapi apa maksud anda?" tanya Eun Hyuk.

"Aku selalu jelas kalau soal kompensasi.  Amankan sekelilingnya dulu. Singkirkan tiap wanita di sekelilingnya. Ayo jadian berandalan itu kepala perusahaan ini." jawab Pimpinan Moon.


Do Hoon dapat laporan kalau putranya Pil Doo menghilang setelah diadopsi dari panti asuhan.

"Jo Sun Min, putra Jo Pil Doo, menghilang?" gumamnya usai menerima telepon.

*Kok sy punya feeling ya, putra Pil Doo ini adalah Eun Hyuk.


Begitu keluar dari ruangan Pimpinan Moon, Eun Hyuk teringat kata-kata Pimpinan Moon tentang di tubuhnya yang mengalir darah ayahnya.

Eun Hyuk lalu berkata dengan sorot mata penuh kebencian, bahwa ia ingin mengeluarkan setiap tetes darah ayahnya dari dalam tubuhnya.

*Nah loh, sepertinya dugaan sy memang benar Cha Eun Hyuk adalah Jo Sun Min.


Chae Rin dan Yeon Joo ketemuan di tepi jembatan.

Chae Rin minta penjelasan, kenapa Yeon Joo menemui ibunya. Chae Rin berkata, bahwa perilaku Yeon Joo hari ini sangatlah aneh.

"Lalu apa kau tahu betapa anehnya kau sekarang." balas Yeon Joo.

"Apa maksudmu?" tanya Chae Rin.

"Apa yang membuatmu begitu kesal? Aku tidak tahu apa yang membuatmu begitu takut sampai menemuiku disini." jawab Yeon Joo.

"Aku memperingatkanmu, jangan temui ibuku lagi. Jangan pernah pakai baju yang dia tawarkan padamu. Baju itu bukan dipakai untuk sembarang orang. Untuk apa kau memakainya jika kau bukan Soo A?" ucap Chae Rin.

"Kau marah karena aku memakai baju adikmu atau kau tidak suka perhatian Bu Park kepadaku? Kau takut aku akan menggantikan adikmu yang hilang?" jawab Yeon Joo.

"Ha Yeon Joo-ssi!"


"Hey, Min Chae Rin! Jangan berulah. Kau dan aku sebaya. Kenapa aku harus bersikap sopan kepadamu sementara kau tidak sopan padaku? Kau tampak menyedihkan sekarang. Kau terlihat seolah-olah ketakutan bahwa adikmu yang hilang mungkin kembali. Apa jangan-jangan ada alasan dia tidak boleh kembali? Apa itu rahasia yang tidak boleh diketahui dunia?"

"Jaga ucapanmu."

"Kau tahu? Orang-orang yang tumbuh dengan kasih sayang tidak akan melakukan itu. Aku disayangi ibuku saat tumbuh dewasa, jadi tidak gelisah jika ada yang ingin mengambilnya dariku. Hanya orang-orang yang haus kasih sayang sejak kecil, yang akan bersikap menyedihkan seperti itu."


Kesal, Chae Rin pun berniat menampar Yeon Joo tapi langsung ditahan Yeon Joo.

"Kenapa kau melakukan ini padaku, Ha Yeon Joo-ssi?"

"Jika situasi kita ditukar, jika aku pewaris keluarga konglomerat, dan kau bukan apa-apa seperti diriku, maka situasinya akan berbeda."

Chae Rin pun tersenyum sinis dan berkata, bahwa itu tidak akan terjadi.

Chae Rin lalu menarik tangannya.

Yeon Joo lalu dengan tegas berkata bahwa ia tidak mau berteman dengan Chae Rin.

Setelah mengatakan itu, Yeon Joo beranjak pergi.

*Jika situasinya ditukar, maka elu yang bakal nikah ama Jae Sang, Ha Yeon Joo-ssi! Sy jadi pengen situasinya ditukar. Yang entah bagaimana ceritanya lah, Yeon Joo yang sudah kembali pada keluarga aslinya, harus berurusan dengan kekejaman Taesan Group.


Di mobilnya, Chae Rin memikirkan kata-kata Yeon Joo tadi.

"Apa jangan-jangan ada alasan dia tidak boleh kembali? Apa itu rahasia yang tidak boleh diketahui dunia?"

"Min Soo A, seharusnya dulu aku tidak membiarkanmu pergi seperti itu." sesal Chae Rin.

Besoknya, Pil Doo kembali mendatangi RS Hangook untuk meminta informasi anak yang dioperasi jantung 20 tahun lalu tapi pihak RS tetap menolak memberikannya.


Pil Doo pun tak hilang akal.

Ia guling-gulingan di lantai seperti anak kecil dan berkata pihak RS sudah menyalahkan gunakan kekuasaan mereka dan meremehkannya.

"Jika kau tidak punya catatan itu, bahwa dokter dan perawat yang bertugas saat itu!"

Staff keamanan pun datang dan menyeret Pil Doo keluar.


Ia menerobos masuk lagi ke RS dan tanpa sengaja menabrak Geum Joo, hingga obat Geum Joo terjatuh.

Staff keamanan kembali menghampiri Pil Doo.

Seorang suster datang menolong Geum Joo.

"Geum Joo-ya, kau datang untuk mengambil obat lagi?"

"Kondisiku kini lebih membaik bahkan setelah menjalani operasi jantung 20 tahun yang lalu, aku baik-baik saja seperti ini." jawab Geum Joo.

Pil Doo yang mendengar itu langsung berbalik dan menatap Geum Joo. Ia teringat masa lalunya.

Flashback...


Nyonya Do berada di sebuah gudang bersama Pil Doo dan.... Soo A!

"Bukankah kau membutuhkan biaya untuk perawatan putrimu, Geum Joo? Lalu bagaimana dengan bayimu, Dong Joo? Bagaimana kau akan membesarkannya?" tanya Pil Doo.

Nyonya Do pun bingung harus bagaimana.

Flashback end...

"Ha Geum Joo, operasi jantung 20 tahun yang lalu. Ini dia." ucap Pil Doo.

Pil Doo lalu pergi mengikuti Geum Joo.


Pil Doo mengikuti Geum Joo naik bis. Ia berdiri disamping Geum Joo yang duduk.


Pil Doo terus mengikuti Geum Joo dan melihat Geum Joo masuk ke pasar Haengbong-dong.

Melihat itu, sontak Pil Doo bertepuk tangan kegirangan.

Mendengar sorakan Pil Doo, Geum Joo langsung menoleh dan menatapnya.

Geum Joo terlihat sedikit takut tapi kemudian ia memutuskan melanjutkan perjalanannya lagi.


Pil Doo lalu melihat Geum Joo masuk ke sebuah restoran.

Tak lama, Geum Joo keluar lagi diantar ibunya. Geum Joo pun pergi.


Di restoran, Nyonya Do sedang berbicara dengan Yeon Joo.

Ia menyuruh Yeon Joo pulang dan makan di rumah.

Yeon Joo pun berkata, bahwa ia sudah hampir sampai.

Yeon Joo lalu menutup teleponnya.


Dan.... tepat saat ia mau masuk ke restorannya, Pil Doo juga hendak masuk ke sana.

Yeon Joo menyuruh Pil Doo masuk duluan. Tapi Pil Doo malah menyuruh Yeon Joo yang masuk duluan.

Ponsel Yeon Joo kemudian berdering dan ia pun beranjak pergi untuk menerima telepon dari kliennya.


Pil Doo masuk ke dalam.

"Ada orang disini?" tanyanya sambil berteriak.

Nyonya Do yang mengira, pembeli datang langsung keluar namun ia langsung terkejut saat melihat wajah Pil Doo.

Takut, Nyonya Do pun pura-pura tidak mengenali Pil Doo.

Pil Doo mencengkram bahu Nyonya Do dan mendudukkannya di kursi.

"Kau menyelamatkan anak dari kebakaran. Luka ini akibat insiden itu, kan?" tanya nya sambil memegangi luka bakar di pipi Nyonya Do.

Nyonya Do menatap tajam Pil Doo.

"Ada apa dengan wajahmu? Kau melakukan kejahatan? Kembalikan saja yang kutinggalkan padamu 20 tahun yang lalu."

Nyonya Do pura-pura tidak mengerti.

"Anak yang kutinggalkan padamu 20 tahun yang lalu!" jawab Pil Doo.


Tepat saat itu, Yeon Joo masuk dan terkejut melihat ibunya dicengkram seorang pria.

Sang ibu langsung berpura-pura, ia mengatakan bahwa Pil Doo adalah teman lama dari kampung halamannya.

Nyonya Do lalu mendorong Pil Doo keluar.


Diluar, Nyonya Do mengaku bahwa ia sudah mencampakkan Soo A.

Ia berkata, Soo A sangat merepotkannya jadi ia membuangnya.

Pil Doo pura-pura percaya. Nyonya Do terus meyakinkan Pil Doo kalau dia memang sudah membuang Soo A.

"Kalau begitu, aku tidak ada urusan lagi denganmu. Aku kemari untuk mencari anak itu. Dimana aku bisa menemukan anak itu?" ucapnya.

"Aku bahkan tidak tahu dia masih hidup atau sudah mati." jawab Nyonya Do.

"Ngomong-ngomong putrimu yang d irestoran tadi sangat cantik. Dia mirip denganmu. Aku bisa tahu dia putrimu hanya dengan sekali melihatnya." ucap Pil Doo.

"Tentu saja dia mirip denganku karena aku yang melahirkannya. Akan jadi masalah kalau dia mirip wanita lain." jawab Nyonya Do.

Pil Doo pun beranjak pergi.


Nyonya Do terduduk lemas. Ia teringat ketika Pil Doo membawa Soo A padanya.

Flashback...


Nyonya Do berdiri dengan gelisah di depan sebuah gudang. Lalu tak lama, Pil Doo datang sambil menyeret Soo A yang tidak berhenti menangis.

Nyonya Do panic, ia bertanya kenapa Pil Doo membawa anak itu padanya.

 "Kau pikir aku main-main? Sudah kubilang, hidup itu tentang beraksi." jawab Pil Doo.

Soo A terus merengek minta pulang. Pil Doo pun berniat menampar Soo A agar Soo A diam tapi Nyonya Do langsung menghalangi Pil Doo dan memeluk Soo A.


Mereka lalu membawa Soo A ke dalam.

Soo A yang takut, akhirnya berhenti menangis.

"Apa yang kau lakukan? Kau akan membuat masalah besar jika seperti ini." ucap Nyonya Do.

 "Bukankah kau memerlukan biaya perawatan untuk Geum Joo? Lalu bagaimana dengan bayimu, Dong Joo? Bagaimana kau akan membesarkannya?" tanya Pil Doo.

Pil Doo lalu menyuruh Nyonya Do menjaga Soo A karena ia mau pergi mengambil uang tebusan.


Setelah Pil Doo pergi, Soo A merengek pada Nyonya Do minta pulang.

Nyonya Do pun menceritakan tentang putrinya yang sakit keras. Nyonya Do lantas berjanji akan mengantarkan Soo A pulang setelah menerima uang tebusan itu.

Nyonya Do kemudian pergi, tapi Soo A memegang celananya dan meminta Nyonya Do menemaninya karena ia takut.

Tapi Nyonya Do tidak peduli dan tetap pergi.


Ia mengunci pintu gudang tempat ia dan Pil Doo menyekap Soo A.


Di RS, Nyonya Do memohon agar pihak RS mengoperasi Geum Joo terlebih dahulu.

Ia berkata, bahwa Pil Doo sedang dalam perjalanan membawa uangnya.

Tapi pihak RS berkata, akan segera memproses kepulangan Geum Joo.

Seorang wanita lalu datang memberitahu Nyonya Do bahwa ada orang-orang yang berniat memindahkan ke Geum Joo ke tempat lain.


Nyonya Do pun bergegas ke tempat Geum Joo. Ia menghalangi petugas RS yang akan membawa putrinya pergi. 

"Jika dipulangkan sekarang, dia akan mati." ucap Nyonya Do.

"Kami tidak akan memulangkannya. Dia akan segera dioperasi. Donor tidak dikenal sudah membayar biayanya." jawab perawat.

Sontak Nyonya Do kaget. 


Gudang tempat Soo A disekap terbakar karena korsleting listrik dan mulai membakar kain gorden.

Soo A ketakutan. 


Geum Joo yang sudah dioperasi akhirnya siuman. Nyonya Do lega melihat putrinya selamat. Geum Joo bertanya, bagaimana ibunya bisa membayar biaya rumah sakitnya.

"Itu... ada orang baik yang membayarnya." jawab sang ibu.

Sang ibu lantas pergi untuk menanyakan siapa orang baik itu. Tapi Geum Joo menarik bajunya. 

"Jangan pergi, aku takut." ucap Geum Joo yang langsung meningatkan Nyonya Do pada Soo A yang mereka sekap di gudang. 


Kobaran api mulai membesar. Soo A terus menangis.  Tak lama kemudian, Soo A jatuh pingsan karena menghirup banyak asap.


Nyonya Do berusaha membuka pintu gudang. Ia berusaha menghancurkan gemboknya dengan batu.

Pintu terbuka dan Nyonya Do masuk ke dalam untuk menyelamatkan Soo A.

Sebuah kayu besar tiba-tiba menimpa Nyonya Doo yang berusaha membawa Soo A keluar. 


Nyonya Do membawa Soo A ke rumahnya. Soo A masih pingsan.

Nyonya Do terus merawat Soo A. Ia merasa bersalah sudah menculik Soo A demi menyelamatkan putrinya.

Nyonya Do lantas mengaku tidak akan bisa hidup jika Soo A sampai meninggal. 

Akibat insiden itu, pipi Nyonya Do melepuh. Tapi ia tidak mempedulikanya dan terus merawat Soo A.



Hingga akhirnya Soo A terbangun dan Nyonya Do langsung memeluk Soo A.


Nyonya Do lantas menanyakan nama serta alamat Soo A. Tapi Soo A diam saja.

Soo A yang syok jadi tidak bisa bicara karena insiden itu. 


Nyonya Do lalu membawa Soo A keluar. Ia berniat meninggalkan Soo A di jalanan.

"Dengar, jika ada yang menemukanmu mereka akan membawamu ke kantor polisi." ucap Nyonya Do.

Nyonya Do lalu pergi tapi Soo A terus dan terus mengikutinya.

Nyonya Do kesal dan mendudukkan Soo A di pinggir jalan.

"Jangan mengikutiku! Kau tahu apa yang sudah kulakukan padamu!"


Nyonya Do pergi, tapi Soo A mengejarnya dan memeluknya.

"Eomma, jangan abaikan aku. Bawa aku pergi bersamamu." Soo A menangis.

Nyonya Do juga menangis.

Flashback end... 


Tak lama kemudian, Yeon Joo datang dan ia terkejut melihat ibunya terduduk di jalanan.

Ia cemas, tapi sang ibu mengaku kalau ia habis tersandung.

Nyonya Do lalu memeluk Yeon Joo.

"Uri Yeon Joo, putri ibu."

Yeon Joo pun bingung.

Nyonya Do menangis.


Pil Doo tidak percaya bahwa Nyonya Do mengabaikan Soo A.

Ia pun berencana melakukan sesuatu.


Di kamarnya, Chae Rin dapat laporan kalau ayahnya sedang mencari lokasi untuk pembangunan pabrik kedua.

Chae Rin langsung bersemangat dan mengajak orang itu mendiskusikan soal pabrik kedua.


Nyonya Park menghampiri ibunya dengan pakaian rapi. Ia mengaku, mau ke kantor suaminya untuk meminta sesuatu.

"Kau mau minta apa? Katakan saja pada ibu."

"Ini bukan sesuatu yang bisa kuminta pada ibu." jawab Nyonya Park.


Sampai di kantor, resepsionis bilang kalau Presdir Min sedang tidak ada di tempat.

"Aku tahu. Aku akan menunggunya." jawab Nyonya Park.


Nyonya Park yang tengah menunggu Presdir, menemukan beberapa surat di meja. Ia mengambil salah satu surat yang pengirimnya dari Soo A.

Sontak, Nyonya Park langsung membuka dan membaca surat itu.

Setelah membaca surat itu, ia langsung jatuh pingsan.

Tak lama berselang, Chae Rin masuk ke ruangan ayahnya dan menemukan ibunya pingsan.


Chae Rin lantas melihat surat di tangan ibunya dan membacanya.

Aku tahu keberadaan putrimu yang menghilang 20 tahun lalu.

Sontak, Chae Rin kaget membacanya.


Bersambung....

Omo... jadi Nyonya Do juga terlibat dalam penculikan Soo A.

Next preview


Sepertinya dugaan sy benar kalau Eun Hyuk ini adalah Sun Min, anaknya Pil Doo..

Kalau begitu, berarti dia tahu tentang Soo A dong. Kalau dia tahu tentang Soo A, dia juga tahu tentang Chae Rin.

Pertanyaannya, apakah dia tahu Yeon Joo adalah Soo A?

Kalau ngeliat bagaimana Eun Hyuk yang gak bisa menolak Yeon Joo sih sepertinya dia tahu Yeon Joo adalah Soo A. Dia gak bisa nolak Yeon Joo karena merasa bersalah dan mau menebus kesalahan ayahnya dengan melindungi Yeon Joo..

Lalu kenapa dia gak ngasih tahu Chae Rin soal Yeon Joo, kurasa itu karena dia gak pengen Chae Rin terluka.

No comments:

Post a Comment