Sunday, September 23, 2018

Hide and Seek Ep 7 Part 1

Sebelumnya...

Di episode kali ini, Yeon Joo makin ganas guys....

Kali ini, dia berhasil membuat Presdir Min memarahi Chae Rin.

Dia benar-benar berniat 'merebut' orang tua Chae Rin. Ya meskipun mereka memang orang tuanya, tapi kan disini posisinya dia tidak tahu itu orang tua kandungnya...

Chae Rin memang salah, membiarkan dirinya didekati Eun Hyuk. Tapi Yeon Joo juga tidak sepantasnya merebut apa yang Chae Rin punya hanya karena tidak terima Eun Hyuk direbut.

Yeon Joo, dia pernah mengatakan tidak berniat melepaskan Eun Hyuk. Dan sekarang, dia mendekati Presdir Min dan Nyonya Park untuk membalas Chae Rin. Membuat Chae Rin terlihat seperti orang yang bersalah.

Di episode kali ini, kita juga tahu masa lalu pahit Eun Hyuk.

Oke guys, langsung aja ya sy mulai sinopsisnya... selamat membaca :) :)


Nyonya Park pingsan setelah membaca surat kaleng yang isinya tentang keberadaan Soo A.

Chae Rin juga terkejut membaca surat kaleng itu.

Tak lama kemudian, Presdir Min datang dan terkejut melihat istrinya yang tidak sadarkan diri.

Chae Rin pun langsung menyembunyikan surat itu dibalik roknya.

Presdir Min berusaha membangunkan istrinya. Sang istri tampak lemah.

"Chae Rin-ah, bantu ayah membawa ibumu ke rumah sakit." ucap Presdir Min.


Di depan perusahaan, Pil Doo melihat keluarga itu masuk ke mobil.

Dengan wajah puas, ia berkata bahwa mereka harus memakan umpan yang ia lemparkan.

Pil Doo lalu memanggil taksi.

*Sy gk tahan buat kasih komentar. Si Pil Doo ini maunya apa sih? Asli, ngeselin banget. Udah nyulik Soo A, tapi gk mau disalahin dan malah nganggap Soo A ngancurin hidupnya. Bebas dari penjara, masih aja ngincer duit tebusan Soo A.


Pil Doo mengawasi keluarga itu dari kejauhan.


Chae Rin pamit, tapi Presdir Min mengajaknya masuk. Presdir Min meminta Chae Rin tidak perlu khawatir soal nenek, karena ia yang akan bicara pada nenek.

Tapi Chae Rin tetap menolak.


Chae Rin lantas menyuruh ibunya istirahat agar lekas membaik. Tapi Nyonya Park tampaknya tidak peduli sedikit pun dengan apa yang dikatakan Chae Rin.

Ia dan suaminya lalu masuk ke dalam.


Merasa ada yang memperhatikan mereka, Chae Rin pun menoleh ke arah Pil Doo dan Pil Doo langsung bersembunyi.

Mengira tak ada siapa-siapa, Chae Rin pun langsung pergi.


Setelah Chae Rin pergi, Pil Doo pun berdiri di depan kediaman Keluarga Min.

"Kau tinggal di rumah mewah ini tapi memperlakukan Jo Pil Doo seperti kotoran. Baiklah, aku mengambil tebusan yang tidak pernah kuterima termasuk dengan bunganya. Tunggu dan lihat saja." ucapnya bertekad.


Nyonya Park menjelaskan soal surat kaleng itu pada Presdir Min dan Nyonya Na. Tapi Presdir Min tidak mempercayainya.

Nyonya Na lantas menyuruh Presdir Min menanyakan surat itu pada Pak Ahn.

Presdir Min pun menelpon Pak Ahn. Ia menyuruh Pak Ahn mencari surat itu di ruangannya.

Tapi sepertinya Pak Ahn berkata, bahwa surat itu tidak ada di sana.

Nyonya Park kekeuh menjelaskan, kalau ada surat tentang Soo A di ruangan Presdir Min.

Presdir Min dan Nyonya Na pun saling melirik.

Nyonya Na mengira penyakit putrinya semakin parah.


Presdir Min dan Nyonya Na bicara di kamar Nyonya Na.

Nyona Na cemas kalau putrinya akan menjadi gila.

Presdir Min merasa, mereka harus memasukkan Nyonya Park ke rumah sakit jiwa.

Tapi Nyonya Na tidak setuju. Nyonya Na berkata, belum lama ini, konseling Nyonya Park serta Dokter Jung yang merawat Nyonya Park, diketahui oleh publik dan mereka masih merasa malu atas hal itu.

Nyonya Na juga berkata, bahwa Nyonya Park akan sembuh setelah Soo A kembali nanti dan mereka harus sedikit bersabar menunggu sampai saat itu tiba.


Di kamarnya, Nyonya Park berusaha meminta dukungan Bu Min. Bu Min yang tidak percaya pun tidak tahu harus mengatakan apa.

Nyonya Park kesal karena semua orang memperlakukannya sebagai orang gila.

Nyonya Park lantas teringat pada Chae Rin. Ia yakin, Chae Rin sempat membaca surat itu.


Di kamarnya, Chae Rin membaca surat Pil Doo. Pil Doo menyuruhnya datang ke Taman Hutan Seoul jika ingin mengetahui lebih lanjut soal Soo A. Pil Doo juga mengatakan bahwa Soo A masih bermain petak umpet dan menunggu seseorang menemukannya.


Ponsel Chae Rin berdering. Telepon dari Bu Kim yang menanyakan soal surat itu. Chae Rin pun berkata, bahwa ia tidak melihat surat itu.


Pil Doo mematai-matai Yeon Joo yang baru keluar dari rumahnya.

"Kita sudah melalui kesulitan. Sekarang semuanya akan luar biasa. Kita akan duduk di kursi emas dan menghamburkan uang tunai. Dasar wanita bodoh. Dia tinggal bersama keluarganya selama 20 tahun tapi tidak tahu bahwa keluarganya sebenarnya orang kaya." ucap Pil Doo.


Di restoran, Nyonya Do cemas. Ia takut Pil Doo akan datang menemuinya lagi.

Semula ia yakin, Pil Doo mempercayai kata-katanya saat ia bilang bahwa ia menelantarkan Soo A. Tapi kemudian ia ragu dan yakin bahwa Pil Doo tidak sebodoh itu.

Nyonya Do terus mengoceh, mengatakan dirinya akan menyiram Pil Doo dengan saus kacang merah panas jika Pil Doo berani datang lagi.

Ia tak sadar, Dong Joo sudah berdiri di belakang.


Dong Joo kemudian jahil dan mengagetkannya tepat saat ia berkata bahwa Yeon Joo adalah putrinya.

"Dong Joo-ya, apa ada orang aneh di depan restoran kita?" tanya Nyonya Do.

Nyonya Do sudah pasang muka serius saat Dong Joo mengaku bahwa ia melihat orang aneh.

Tapi kemudian, Dong Joo menjahili ibunya lagi dengan mengatakan bahwa orang aneh itu adalah Pak Kim dari toko daging yang menyukai ibunya sejak lama.

Sontak, Nyonya Do kesal dan berniat menimpuk putrinya itu dengan sandal. Dong Joo pun langsung kabur.


Di kamarnya, Nyonya Park tidak mempercayai ucapan Chae Rin. Ia yakin, surat itu ada dan Chae Rin melihatnya.

Nyonya Park lantas berniat menemukan surat itu sendiri tapi Bu Kim melarangnya pergi. Bu Kim meyakinkan Nyonya Park kalau surat itu tidak ada.

Mendengar itu, Nyonya Park marah. Ia marah karena semua orang menganggapnya gila.

Nyonya Park hilang kendali. Ia mencengkram Bu Min dan mengatakan bahwa surat itu ada.

Tak lama berselang, Nyonya Na datang bersama seorang pelayannya.

Nyonya Na berusaha menasihati putrinya tapi putrinya tidak mau mengerti dan terus berteriak-teriak tentang surat itu.

"Bu Kim, panggil si pembawa sial itu." suruh Nyonya Na.

*Omo, omo... pembawa sial? YAAAK!! Nyebut Chae Rin pembawa sial tapi masih minta bantuan Chae Rin buat nenangin anaknya yang gila? Astaga... Gk waras ni Nyonya Na. Kalo gini, berharap Taesan beneran ngambil alih Makepacific dibantu Chae Rin. Ntu nenek bisa apa coba tanpa Chae Rin...


Chae Rin kembali berdandan ala Soo A.

Setelah itu, ia membeku di depan cermin dan teringat perkataan terakhir Nyonya Na bahwa ia tidak akan pernah bisa menjadi Soo A.


Nyonya Na dan Bu Kim kaget melihat Chae Rin datang tanpa berpakaian ala Soo A.

Nyonya Na lalu menyuruh Chae Rin mengganti baju tapi Chae Rin menolak. Chae Rin berkata, sudah 20 tahun ia berpura-pura menjadi Soo A hanya demi menenangkan Nyonya Park tapi sekarang ia tidak mau melakukannya lagi.

Nyonya Na marah. Ia menyebut Chae Rin sebagai seseorang yang tidak tahu berterima kasih dan berkata bahwa mereka mempertahankan Chae Rin karena Chae Rin lah yang bisa menjadi pengganti Soo A.

Chae Rin pun berkata, bahwa Nyonya Park tahu ia bukanlah Soo A meski ia berdandan seperti Soo A.

"Dia lebih waras daripada orang lain. Nenek lah yang membuat dia seperti itu." ucap Chae Rin yang sontak membuat Nyonya Na kaget.


Chae Rin masuk ke kamar Nyonya Park.

Ia mengunci pintunya.


Diluar, Nyonya Park cemas. Ia takut Chae Rin akan melukai putrinya.

Bu Kim pun berusaha masuk, tapi pintunya dikunci.

"Cepat ambil kunci cadangan." perintah Nyonya Na.

*Astogeh, kalau elu takut si Chae Rin ngelukain anak elu, ngapain lu manggil dia?


Chae Rin berusaha menenangkan Nyonya Park. Ia berkata, jika Nyonya Park terus seperti ini, mereka akan memasukkan Nyonya Park ke rumah sakit. Tapi Nyonya Park terus menjerit dan menghempaskan tangan Chae Rin yang memegangnya.

"Ibu ingin mati? Itu yang ibu mau?" tanya Chae Rin.

"Apa gunanya hidup seperti ini." jawab Nyonya Park.

"Bertahanlah! Min Soo A, anak yang ibu rindukan! Min Soo A, anak ibu satu-satunya yang tidak akan pernah tergantikan! Bertahanlah sampai dia kembali!" ucap Chae Rin.

Tapi Nyonya Park terus menangis.

"Ibu tidak merindukan Soo A?" tanya Chae Rin.

"Bogoshipo.Bogoshipo michigo gateu." jawab Nyonya Park.

"Aku akan mencari Soo A untuk ibu." ucap Chae Rin dengan mata berkaca-kaca.

Mendengar itu, Nyonya Park pun tertegun.

*Poor Chae Rin. Di satu sisi, ia mau Soo A kembali. Di sisi lain, ia takut kehilangan Presdir Min dan Nyonya Park sebagai orang tuanya jika Soo A kembali.


Bu Kim hendak membuka pintu saat Chae Rin membuka pintu dan keluar.

"Apa yang kau lakukan kepadanya?" tanya Nyonya Na.

"Nenek tidak lihat? Ibu membutuhkanku. Aku tidak harus memakai baju Soo A dan berpura-pura menjadi dirinya." jawab Chae Rin.

Chae Rin lalu beranjak pergi.


Di luar, Chae Rin menangis dan teringat saat dirinya pertama kali datang ke rumah itu dan disuruh berpura-pura menjadi Soo A.

Ia juga ingat perlakuan tidak menyenangkan yang didapatkannya dari Nyonya Na.

Chae Rin kini sudah lelah. Ia lantas menghapus air matanya dan beranjak pergi.

Di belakang, Bu Min menatapnya dengan sorot mata iba.

*Bu Min ini kayaknya baik.

Bersambung ke part 2............

No comments:

Post a Comment