Monday, September 24, 2018

Hide and Seek Ep 7 Part 3

Sebelumnya...


Yeon Joo semakin mencari muka dari depan Presdir Min.

Ia menuangkan air ke dalam gelas Presdir Min, bahkan memasukkan daun salam ke dalamnya agar rasanya lebih nikmat.

Yeon Joo lalu berkata, bahwa Presdir Min seperti ayahnya. Ia bercerita, bahwa ayahnya meninggal disaat usianya masih sangat muda, jadi saat ia melihat pria seperti Presdir Min, ia teringat ayahnya.

Presdir Min pun menyuruh Yeon Joo menganggapnya ayah.

Mendengar itu, Yeon Joo pun semakin memanasi Chae Rin.

Ia memegang tangan Presdir Min dan mengaku senang mendengarnya.

Telepon Presdir Min berbunyi. Presdir Min bergegas bangkit untuk menjawab teleponnya.


Chae Rin menyuruh Yeon Joo pergi karena ia ingin bicara berdua dengan ayahnya. Tapi Yeon Joo bilang, bahwa ia diajak makan oleh Presdir Min, jadi ia tidak akan pergi kalau bukan Presdir Min yang menyuruhnya pergi.

"Bukankah kau pernah bilang kita bukan teman? Jadi karena kita bukan teman, tidak seharusnya kita makan bersama." ucap Chae Rin.

"Sudah kubilang dialah yang mengundangku." jawab Yeon Joo.

Yeon Joo lantas tersenyum licik.

"Dia bilang aku bisa menganggapnya sebagai ayahku. Kau tidak dengar?"

"Apa maumu? Jangan berbelit-belit dan katakan alasannya. Ha Yeon Joo-ssi, aku seperti merebut sesuatu darimu dan kau mau mengambilnya kembali. Kau terlihat seperti anak kecil yang kehilangan mainannya. "

"Jika kuminta, maukah kau mengembalikannya?"


"Tentu saja, aku tidak menyimpan barang yang bukan milikku." jawab Chae Rin.

"Karena kau selalu diperlakukan seperti tuan putri dan orang-orang memanggilmu CEO, kau merasa istimewa. "

"Untuk apa aku harus mendengar semua ini? Aku tidak melakukan kesalahan apapun padamu. Kurasa kau juga salah paham. Aku bekerja keras untuk sampai di posisi ini." jawab Chae Rin.

"Kau berhasil bukan karena punya latar belakang yang berpengaruh? Aku juga sudah bekerja keras, tapi aku masih disini. Jangan berpikir kita berada di garis awal yang sama. Jika apu putri Presdir Min, siapapun akan memilihku, bukan dirimu. Jadi berhentilah menyanjung dirimu sendiri. Kau dibesarkan di keluarga kaya dengan orang tua yang baik. Posisimu bukan karena kemampuanmu. Kau hanya beruntung." ucap Yeon Joo.

Yeon Joo juga mengaku, ingin berteman dengan Presdir Min dan Nyonya Park yang menurutnya terlihat baik.

"Siapa tahu mereka bisa lebih menghargaiku dibandingkan dirimu." ucap Yeon Joo.


Kesal, Chae Rin pun bangkit dari duduknya.

Tepat saat itu, Yeon Joo melihat Presdir Min yang berjalan ke arah mereka.

Melihat itu, Yeon Joo pun dengan sengaja menyiramkan wine ke baju Chae Rin.

Lalu ia berlutut meminta maaf pada Chae Rin seolah-olah Chae Rin lah yang menyuruhnya berlutut.

Presdir Min jelas terkejut melihat pemandangan itu. Ia menyuruh Yeon Joo berdiri tapi Yeon Joo malah menolak dan berkata bahwa Chae Rin lah yang menyuruhnya berlutut.

Akibatnya, Presdir Min memarahi Chae Rin.

Chae Rin mau menjelaskan kejadian sebenarnya tapi Yeon Joo langsung memotong kata-katanya dengan meminta Presdir Min tidak memarahi Chae Rin.


Yeon Joo lalu pamit pulang. Presdir Min menawarkan diri mengantarkan Yeon Joo.

Sambil menatap Yeon Joo yang masuk ke mobil ayahnya, Chae Rin bertanya-tanya kenapa Yeon Joo bersikap seperti itu padanya.


Malam harinya, Yeon Joo membakar semua foto-fotonya dengan Eun Hyuk.

*Berarti Yeon Joo ini tipe wanita yg kalau satu mainannya direbut, dia bakal ngebales dengan ngerebut semua mainan milik orang yang merebut satu mainannya.


Nyonya Park duduk melamun di depan meja riasnya.

Saat melihat kalender, ia teringat isi surat kaleng itu yang rupanya sempat ia baca semuanya.

Ia ingat, si pengirim surat mengajaknya bertemu di Taman Hutan Seoul tanggal 5 jika ingin tahu lebih lanjut soal Soo A.


Teringat hal itu, Nyonya Park langsung pergi. Tapi dilarang Nyonya Na. Nyonya Park memberitahunya, bahwa orang yang tahu keberadaan Soo A mengajaknya bertemu hari itu.

Nyonya Na kesal dan menyuruh pelayan membawa Nyonya Park masuk ke kamar.

Lalu, ia menyuruh Bu Kim agar menyuruh pelayan untuk mengawasi Nyonya Park.


Pil Doo yang menunggu di Taman Seoul kesal karena Nyonya Park tak kunjung datang, padahal ia yakin Nyonya Park sudah membaca suratnya.

"Kurasa dia benar-benar tidak mempedulikan anaknya. Kita lihat saja apa yang akan terjadi." ucap Pil Doo, lantas beranjak pergi.

Tapi tak lama berselang, Pil Doo berpapasan dengan Chae Rin.

Chae Rin langsung berbalik.

"Kau orang yang mengirim surat kan, yang bilang tahu dimana Soo A?" tanya Chae Rin.

Pil Doo pun kabur.


Nyonya Park merengek, minta dibukakan pintu tapi pelayannya tidak berani membukakan pintu karena takut pada Nyonya Na.


Chae Rin kehilangan jejak Pil Doo. Tanpa ia sadari, ia sudah berjalan melewati Pil Doo.

Chae Rin celingak celinguk mencari Pil Doo. Tiba-tiba, Pil Doo muncul di belakangnya dan... membekapnya.

"Siapa kau? Kau seseorang yang dikirim Min Sajangnim?" tanya Pil Doo.

Chae Rin mengangguk.


Pil Doo pun melepaskan bekapannya. Ia berkata, tidak seharusnya ia lari.

Pil Doo melihat Chae Rin.

Sontak Chae Rin terkejut melihat Pil Doo. Ia ingat, Pil Doo adalah laki-laki yang menculik Soo A.

"Kau sepertinya tahu siapa diriku. Aku memang cukup terkenal. Siapa kau? Kau anggota keluarga mereka?" tanya Pil Doo.

Chae Rin diam saja sambil terus menatap waspada ke arah Pil Doo.

"Aaah, kau Min Soo A eonni. Benar?"


"Aku tidak bisa percaya pada selembar kertas ini. Bawakan aku bukti kuat kalau Min Soo A masih hidup."

"Hidup? Jadi kau ingin adikmu mati begitu?"

"Hentikan omong kosongmu dan bawakan aku buktinya. Akan kuberikan apapun yang kau minta."

"Kalau begitu, datanglah 3 hari lagi ke sini. Akan aku bawakan buktinya." jawab Pil Doo, lalu beranjak pergi.

Chae Rin pun syok.

Nyonya Park kabur disaat pelayannya ketiduran.


Ia langsung ke taman Seoul dan menanyakan putrinya pada semua orang yang ada di sana.

Tak lama kemudian, Chae Rin lewat dan melihat ibunya teriak-teriak seperti orang gila.

Ia pun memalingkan wajahnya agar sang ibu tak bisa melihatnya.


Eun Hyuk ditelpon oleh Yeon Joo. Ia memilih tidak menjawabnya. Yeon Joo lalu mengiriminya sms, memintanya datang ke kedai kopi yang biasa mereka kunjungi. Ia mengaku, akan menunggu Eun Hyuk sampai Eun Hyuk datang.


Yeon Joo menunggu Eun Hyuk di kafe.


Eun Hyuk sendiri sedang mengancam selingkuhannya Jae Sang. Ia menyuruh selingkuhan Jae Sang memutuskan Jae Sang. Tapi wanita itu tidak mau kalau bukan Jae Sang sendiri yang menyuruhnya pergi dan ia yakin Jae Sang tidak akan bisa memutuskannya.


Yeon Joo masih menunggu Eun Hyuk di kafe. Ia kesal dan kecewa karena Eun Hyuk tak kunjung datang. Ia berpikir, Eun Hyuk sedang bersama Chae Rin.


Di jalan, Yeon Joo bertemu Nyonya Park.

Nyonya Park menangis. Ia mengadu pada Yeon Joo, bahwa ia sudah menunggu seseorang selama 3 jam tapi orang itu tidak datang.

Nyonya Park lalu bersender ke pelukan Yeon Joo.

Yeon Joo pun juga berkata, bahwa seseorang yang ditunggunya juga tidak datang.


Nyonya Na sedang memarahi pelayannya saat Nyonya Park pulang diantar Yeon Joo.

Nyonya Na langsung mengomeli putrinya itu.

Bu Kim pun menghentikan Nyonya Na marah-marah dan menyuruh pelayan membawa Nyonya Park ke kamar.

Setelah itu, Nyonya Na melirik Yeon Joo. Ia menuding Yeon Joo sebagai orang yang sudah menyuruh Nyonya Park keluar.


Tapi tak lama kemudian, ia merasa pernah bertemu dengan Yeon Joo.

Bu Kim pun memberitahu Nyonya Na bahwa Yeon Joo adalah karyawan di kantor mereka.

Nyonya Na menatap sinis penampilan Yeon Joo.


Nyonya Na lalu mengajak Yeon Joo bicara sebentar di ruangannya.

Nyonya Na melemparkan amplop berisi uang ke atas meja.

"Kurasa itu sudah cukup. Jangan meminta lebih banyak. Seseorang harus tahu diri. Jika tidak, suatu hari nanti mereka akan mendapatkan hukuman. Itu adalah hadiah karena kau sudah menemani Hae Ran. Kita selesaikan dengan uang itu. Jika kau berani menyebarkan rumor tentang ibunya Soo A atau apa yang terjadi di dalam rumah ini, kau tahu dengan jelas apa yang akan terjadi kepadamu. Bukan hanya kau, tapi seluruh keluargamu akan terluka." ancam Nyonya Na.


"Jadi Nyonya Park seperti itu karena putrinya yang hilang dan mengira bahwa aku adalah putrinya. Anda ingin aku merahasiakannya dengan uang ini?" tanya Yeon Joo.

 Yeon Joo lalu menghitung uangnya.

"Sejujurnya aku mengharap lebih. Kau lebih kejam dari dugaanku." ucap Yeon Joo.

"Mwoya?" tanya Nyonya Na kaget.

"Jika ingin perhitungan lakukan dengan benar. Hanya segini yang kudapatkan setelah mengantarnya pulang? Apa putrimu semurah itu?"

"Jaga bicaramu!"

"Lalu bagaimana dengan anda. Anda merasa sudah bersikap anggun? Orang bilang buah jatuh tidak jauh dari pohonnya. Aku bisa melihat Bu Min Chae Rin mirip dengan anda." jawab Yeon Joo.


Yeon Joo lalu bangkit tanpa mengambil amplop itu.

"Aku juga bisa melihat kau berasal dari keluarga macam apa! Orang tuamu pasti sangat kasar!" hina Nyonya Na.

"Aku juga bisa melihat kenapa gadis bernama Soo A itu tidak kembali. Jika aku menjadi dia, aku tidak akan kembali. Sangat jelas dia hanya akan sengsara karena anda." balas Yeon Joo.

Yeon Joo lalu beranjak pergi.


Nyonya Na berteriak kesal.

"Jika gadis itu adalah cucuku, aku tidak akan tinggal diam! Bagaimana bisa Hae Ran berpikir dia adalah Soo A!"


Eun Hyuk mengantarkan Jae Sang ke sebuah tempat.

Jae Sang menatapnya kesal dan menyuruhnya menunggu diluar. Ia mengaku, urusannya akan memakan waktu yang cukup lama di dalam.

Setelah Jae Sang pergi, Eun Hyuk mendapatkan telepon dari seseorang yang bernama Kyung Sik.

Ia terkejut, Mworagu?


Di dalam, Jae Sang berpesta bersama 3 pria dan para wanita.

Tak lama kemudian, ia mengkode para wanita, menyuruh mereka pergi.

Setelah itu, ia membagi-bagikan duit pada ketiga pria itu. Ketiga pria itu ternyata wartawan.

Ia mau mereka menulis artikel tentang bahan-bahan berbahaya yang ditemukan dalam produk Makepacific.

Sontak, ketiga pria itu diam.

"Ada apa? Kalian tidak akan mungkin bisa mendapatkan kesempatan seperti ini lagi." ucap Jae Sang.


Do Hoon yang sedang menyetir dapat info dari Detektif Kang tentang pria bernama Cha Min Chul.

"Dia pensiunan guru SMP? Kanker hati?" tanyanya kaget.


Eun Hyuk pergi ke pemakaman pria bernama Cha Min Chul. Tapi ia langsung pergi begitu seorang ajumma melihatnya.

Ajumma itu mengejarnya.

"Eun Hyuk-ah, itu kau kan? Kau menyuruh seseorang membuntuti kami untuk mengetahui keadaan kami kan?"

"Maaf. Anda salah orang."

Eun Hyuk mau pergi, tapi ditahan wanita itu.

"Ayahmu sangat merindukanmu sampai dia mati. Anakku." ucap wanita itu.


Wanita itu lantas terjatuh. Eun Hyuk langsung memeganginya.

"Eommoni." ucap Eun Hyuk lirih.

Eun Hyuk pun memberikan penghormatan terakhir pada ayahnya.

"Ayahmu pasti senang putra tampannya ada di sini untuk mengantar kepergiannya. Sejak hari kami membawamu dari panti asuhan, dia selalu berkata putranya sangat tampan."


Sang ibu lalu memegangi tangannya.

"Eun Hyuk-ah, ibu tahu kenapa kau meninggalkan kami. Karena dia bukan? Kau takut kami akan dihina olehnya. Kau takut dia akan datang ke rumah kami setelah dibebaskan. Seperti itulah dirimu. Untuk melindungi orang yang kau cintai, kau mengorbankan dirimu."

Eun Hyuk pun berkata, bahwa dia tidak akan pernah menemui sang ibu lagi.

Eun Hyuk lantas beranjak pergi.

"Eun Hyuk-ah, sampai kapan pun kau tetap putra kami. Tidak peduli apa yang orang katakan." ucap sang ibu.


Diluar, dia malah bertemu Do Hoon. Do Hoon memanggilnya dengan nama aslinya.

"Aku Cha Eun Hyuk." jawab Eun Hyuk kesal.

"Ayahmu bernama Jo Pil Doo, kan? Dimana dia?" tanya Do Hoon.

Kesal, Eun Hyuk pun mendesak Do Hoon ke dinding, serta menekan leher Do Hoon.

Eun Hyuk bersikeras mengaku bahwa ia bernama Eun Hyuk dan tidak mengenal Pil Doo.

Tapi Do Hoon bilang, bahwa Eun Hyuk tidak menyingkirkan fakta bahwa Eun Hyuk adalah putra Jo Pil Doo.

"Siapa kau?" tanya Eun Hyuk.

"Kita bertemu 20 tahun yang lalu." jawab Do Hoon.


Flashback...

Do Hoon menghampiri Eun Hyuk yang sedang merapikan kebun di rumah Eun Hyuk.

"Kau disini untuk menggantikan ayahmu? Ibuku yang mengatakannya. Senang bertemu denganmu. Ibuku suka membuat taman bunga. Namaku Baek Do Hoon."

"Jo Sung Min." jawab Eun Hyuk.

Flashback end...


 "Kau ingat sekarang? Aku hanya ingin menangkap Jo Pil Doo. Aku tidak peduli kau Jo Sung Min atau Cha Eun Hyuk.  Jika Jo Pil Doo menghubungimu, segera hubungi aku."

"Jangan kaitkan dia denganku. Bedebah itu tidak ada hubungannya denganku."

"Ayahmu akan menemuimu setidaknya sekali."

Mendengar itu, Eun Hyuk tambah marah.

"Tahu apa dirimu?  Aku sudah berusaha sangat keras untuk menjauh dari bedebah jahat itu. Kau bahkan tidak bisa membayangkan bagaimana aku bertahan di waktu menyedihkan dan apa yang harus kulalui. Jangan berani memanggilku Jo Sung Min lagi."


Eun Hyuk beranjak pergi tapi Do Hoon menariknya.

"Jo Sung Min!"

Eun Hyuk pun memukul Do Hoon. Ia mengancam akan membunuh Do Hoon jika Do Hoon berani memanggilnya lagi dengan nama itu.

Eun Hyuk pun beranjak pergi.

"Sekeras apapun kau berusaha, kau tidak akan pernah bisa menyangkal bahwa kau putra Jo Pil Doo dan ayahmu sudah menculik Min Soo A!" teriak Do Hoon.


Diluar, Eun Hyuk memukul tiang listrik berkali-kali. Ia bersumpah, akan menghancurkan Pil Doo jika Pil Doo berani masuk ke dalam hidupnya lagi.


Besoknya, Pil Doo menunggu Yeon Joo di persimpangan dekat rumah Yeon Joo.

Tak lama kemudian, Yeon Joo lewat dan Pil Doo langsung pura-pura sakit perut.

Yeon Joo sontak langsung menolong Pil Doo begitu melihat Pil Doo kesakitan.

Pil Doo lantas menarik rambut Yeon Joo sambil terus berpura-pura menahan sakit.

Setelah itu, ia minta maaf dan mengaku bahwa ia menderita maag akut.

Pil Doo lalu menyuruh Yeon Joo pergi.


Chae Rin sedang di jalan menuju Taman Seouk untuk menemui Pil Doo.

Eun Hyuk pun berkata, bahwa ia punya firasat buruk dengan orang yang akan ditemui Chae Rin.

Chae Rin berkata, bahwa ia harus menemui orang itu dan meminta Eun Hyuk mengawasinya dari jauh.


Eun Hyuk mengawasi Chae Rin dari jauh. Tak lama kemudian, ia melihat seorang pria menghampiri Chae Rin.


Chae Rin meminta bukti kalau Soo A masih hidup.

Pil Doo pun langsung menunjukkan bukti rambut Soo A.

Chae Rin mau mengambilnya tapi Pil Doo berkata tidak akan menyerahkannya sebelum chae Rin memberinya uang.

"Jika ini bukan bukti asli tentang Min Soo A, kau akan mati. Kau tidak akan bisa keluar dari penjara kali ini." ancam Chae Rin.


Singkat cerita, Pil Doo memelintir tangan Chae Rin dan merebut uang Chae Rin, tapi dia juga tidak mau menyerahkan sampel rambut Yeon Joo.

Ia juga meminta uang lebih jika Chae Rin ingin tahu dimana Soo A.

Tak itu saja, Pil Doo juga mengatakan bahwa Chae Rin tidak akan pernah melihat wajah Soo A lagi.

Chae Rin berusaha merebut bukti itu dan juga uangnya, tapi Pil Doo malah mendorongnya hingga ia jatuh.

Chae Rin mau mengejar Pil Doo tapi dihentikan Eun Hyuk. Chae Rin pun menyuruh Eun Hyuk mengejar Pil Doo.


Eun Hyuk mengejar Pil Doo. Ia berhasil mendapatkan sampel rambut Yeon Joo.

Pil Doo kesal. Ia berbalik dan hendak merebut sampel itu.

Tapi Eun Hyuk dengan sigap menghalanginya dan berniat memukulnya namun ia terkejut saat melihat wajah Pil Doo.

Bersambung........

No comments:

Post a Comment