Monday, September 3, 2018

Ruby Ring Ep 68 Part 2

Sebelumnya...


Roo Na menginap di rumah Eun Ji. Sontak Eun Ji kaget.

"Kenapa? Tidak boleh?" tanya Roo Na.

"Bukan begitu." jawab Eun Ji.


Roo Na lantas teringat sesuatu.

"Apa kau benar-benar sudah putus dari Yeonho?" tanya Roo Na.

"Ten.. tentu saja. Dia benar-benar bajingan. Dia selalu membohongiku." jawab Eun Ji.

Roo Na pun percaya dan kembali berbaring.


Eun Ji lalu membahas Roo Bi. Ia  memuji Roo Bi dan mengaku iri pada Roo Bi.

"Apa menurutmu Roo Na akan menjadi bintang besar?" tanya Eun Ji.

Roo Na yang kesal, langsung menyuruh Eun Ji dan mematikan lampu.

"Apa kau benar-benar akan tidur disini? Apa mertuamu tidak akan marah? Kau wanita yang sudah menikah. Pulanglah." ucap Eun Ji.

"Urus urusanmu sendiri." jawab Roo Na.


"Kau diusir? Apa yang kau lakukan kali ini, Jeong Roo Bi?" tanya Eun Ji.

"Kenapa aku harus diusir!" sewot Roo Na.

"... bagaimana bisa setiap kata yang kau keluarkan, melukaiku? Dan satu lagi, jika kau memberitahu orang lain aku disini, aku tidak akan pernah memaafkanmu." ucap Roo Na lagi.

Roo Na pun kembali berbaring.


Daepung terus memukuli pinggangnya yang sakit. Dongpal berbaring di sebelahnya. Mereka benar-benar terlihat lelah.

Tak lama kemudian, Jihyeok pun pulang.

"Bau apa ini? Appa, kau bekerja di lokasi konstruksi lagi?" tanya Jihyeok.


Dongpal pun bangun dan duduk di sebelah Jihyeok.

"Kakimu bau. Setidaknya bersihkan kakimu." ucap Jihyeok.

"Jihyeok-ah, selamatkan pamanmu yang malang ini. Ayahmu tidak mau pergi sendiri dan selalu menyeretku agar ikut bekerja dengannya." ucap Daepung.

"Kau tidak mau mencari uang? Kita harus bayar hutang." jawab Dongpal.

"Aku akan sakit dan mati sebelum sempat membayar hutang bodoh itu!" ucap Daepung.


Gilja tak bisa tidur dan terus memikirkan Roo Na. Ia yakin Roo Na sudah kembali ke rumah Gyeong Min.

Lalu, ia bertanya-tanya kenapa Roo Na menipu keluarga Gyeong Min.

"Roo Bi bukan orang seperti itu. Sepanjang hidupnya, ia tidak pernah berbohong. Mungkinkah dia menyembunyikan sesuatu?"


Soyoung mengkhawatirkan Gilja.

"Eonni, apa sonsaengnim akan baik-baik saja?" tanya Soyoung.

"Tentu saja." jawab Chorim sambil menonton TV.

"Menurutmu kenapa Roo Bi melakukannya?" tanya Soyoung.

"Semua orang bahagia dengan kehamilannya. Dia tidak mau mengecewakan mereka." jawab Chorim.

"Roo Bi Eonni yang malang. Dia keguguran dan dibenci mertuanya." ucap Soyoung.

"Aku juga merasa begitu." jawab Chorim.


Tak lama kemudian, Roo Bi pulang dan Chorim juga Soyoung langsung memberikan ucapan selamat padanya.

"Dimana ibu?"

"Ibumu? Dia di kamar." jawab Chorim.

"Terjadi sesuatu?" tanya Roo Bi.

"Dia hanya mencemaskan Roo Bi." jawab Chorim


Roo Bi lantas masuk ke kamar ibunya.

"Eomma, gwenchana?" tanya Roo Bi cemas.

"Aku melihatmu di TV. Kau sangat cantik dan bicaramu juga lancar." puji Gilja.

"Ibu baik-baik saja? Wajah ibu pucat." ucap Roo Bi.

"Ibu hanya lelah. Wawancara itu pasti sulit, kan? Pergilah tidur." jawab Gilja.

Roo Na pun keluar dari kamar ibunya.


"Bagaimana mereka berdua bisa banyak berubah?" ucap Gilja heran.


Se Ra prihatin melihat adiknya. Ia pun mengajak sang adik bicara.


"Kau sudah bicara dengan Roo Bi? Kenapa dia melakukannya?" tanya Se Ra.

"Entahlah. Setiap kali melihatnya, aku menjadi sangat marah dan tidak bisa bicara rasional." jawab Gyeong Min.

"Bae Gyeong Min, bagian mana yang rasional dari cinta? Temui dia dan tanyakan kenapa dia seperti ini? Dia pasti punya alasan melakukannya. Dengarkan hatimu, jangan pikiranmu. Inilah masalah pria pintar seperti mu. Kau berusaha membuktikan sesuatu dengan pikiranmu, logika dan alasan. Aku merasa kasihan padanya karena dia merahasiakan kegugurannya dan tidak ada seorang pun yang lebih sakit dari Roo Bi." ucap Se Ra.


Keesokan harinya, Roo Na memeriksa lemari Eun Ji. Eun Ji pun terbangun.

"Apa kau tidak memiliki yang lebih konserfatif?" tanya Roo Na.

"Wae?"

"Jawab saja!"

"Kau tidak perlu berteriak. Kau mirip Roo Na kalau begini. Jika aku melihatmu lebih dekat, aku pasti akan salah mengiramu." ucap Eun Ji.

Mendengar itu, Roo Na pun marah dan Eun Ji langsung memukul mulutnya.


Lalu, Eun Ji memberikan pakaiannya yang paling bagus.

Bersambung ke part 3......

No comments:

Post a Comment