Wednesday, October 3, 2018

Hide and Seek Ep 10 Part 3

Sebelumnya...


Chae Rin langsung menyetir. Ia masih berbicara dengan Eun Hyuk.

"Dia ke rumahku, jadi kupastikan dia tidak bisa kemana-mana. Tapi rencanaku gagal, jadi kurasa dia sekarang sedang pergi menuju ke tempat nenekmu." ucap Eun Hyuk.

Chae Rin menyudahi pembicaraan mereka dan menambah laju mobilnya.


Nyonya Na resah menunggu kedatangan Pil Doo dan Soo A.

Lalu kita melihat Chae Rin datang dan masuk ke ruangan di sebelah ruangan neneknya.

"Sudah berapa lama?" tanya Nyonya Na.

"Sudah 30 menit sejak waktu dia seharusnya muncul." jawab Bu Kim.


Chae Rin yang syok, berusaha menenangkan dirinya dengan minum air tapi tangannya yang gemetaran malah menjatuhkan cangkir itu ke meja.

Ponsel Chae Rin juga berdering.

Nyonya Na pun marah pada Bu Kim yang memesan 'tempat berisik' seperti itu.


Bu Kim pun langsung ke ruangan sebelah.

Ia mengetuk pintu dan menyuruh mereka pindah.

Chae Rin langsung bersembunyi.

Karena tak dijawab, Nyonya Na pun menyuruh Bu Kim langsung masuk saja.

Bu Kim membuka pintu.


Tak mau ketahuan, Chae Rin pun langsung menahan pintunya. Sontak Bu Kim heran melihat pintunya kembali tertutup.

Chae Rin kemudian menutup mulutnya dan mulai berbicara agar suaranya tidak dikenali.

"Jangan hiraukan mereka, kami akan segera pergi." ucap Chae Rin.


Nyonya Na mengomel lagi karena Pil Doo masih belum datang.


Pil Doo berusaha mengajak Yeon Joo pergi. Sontak Yeon Joo kaget ketika ada orang asing, tiba-tiba datang dan berusaha menariknya pergi.

"Hari ini adalah hari yang penting untukmu dan untukku. Aku melakukan semua ini demi kau. Untuk menemukan keluargamu." ucap Pil Doo.

"Apa maksudmu menemukan keluargaku? Keluargaku ada di rumah." jawab Yeon Joo.

"Kau tidak tahu, kan? Selama ini kau dibohongi. Apa yang kau lihat dengan matamu, semuanya palsu. Namamu Ha Yeon Joo, itu palsu. Keluargamu juga palsu. Terutama orang yang kau panggil ibu adalah yang paling palsu." ucap Pil Doo.


Pil Doo pun menarik Yeon Joo pergi.

Tak mau pergi, Yeon Joo berteriak minta tolong.

Pil Doo yang takut orang-orang datang, langsung membekap mulut Yeon Joo.

Yeon Joo menggigit jari Pil Doo dan kabur.


Tapi Pil Doo berhasil menariknya kembali dan berusaha menyeretnya pergi.

Tepat saat itu, orang-orang pun datang. Mereka melihat Pil Doo berusaha menampar Yeon Joo.

Orang-orang pun bergegas menolong Yeon Joo. Pil Doo mendorong Yeon Joo dan kabur.


Pil Doo pun berhasil menyelamatkan diri.

Pil Doo memutar otaknya. Ia yakin Nyonya Na akan marah jika ia tak membawa Soo A hari itu juga.

Pil Doo lantas berencana membuat Yeon Joo pingsan agar bisa membawanya.


Tapi saat hendak kembali ke tempat Yeon Joo tadi, sebuah mobil van menghampirinya.

Beberapa orang pria berpenampilan seperti gangster pun keluar dari dalam mobil dan menyeret paksa Pil Doo ke dalam mobil.

*Ni orang-orang suruhan Eun Hyuk kah??


Dua jam sudah berlalu. Nyonya Na ngamuk karena Pil Doo tak kunjung datang.

Ia lalu menyuruh Bu Kim memanggil Do Hoon.

"Dia itu pengacara. Dia tahu seberapa serius kejahatan membawa seseorang untuk berpura-pura menjadi orang lain! Suruh dia memasukkannya ke penjara!"

Nyonya Na pun pergi.


Bu Kim yang juga mau pergi,  menatap curiga ke arah ruangan di sebelah mereka.

Tapi kemudian ia berlalu begitu saja.

*Sadarkah dia itu Chae Rin?


Setelah neneknya pergi, Chae Rin langsung memberitahu Eun Hyuk bahwa Pil Doo tidak datang.

"Ada apa ini?" tanya Chae Rin.

"Pasti alasannya salah satu dari ini. Dia mungkin mencari cara untuk meminta uang lebih banyak atau dia mungkin terlibat sesuatu yang menghentikannya untuk datang." jawab Eun Hyuk.

*Kalau bukan suruhan Eun Hyuk, mungkin suruhan Do Hoon.


Pil Doo berusaha melepaskan diri dari para preman itu.

"Kalian dari geng mana? Busan? Gwangju? Kalian menangkap orang yang salah. Biar kuberitahu kalian siapa aku. Menepilah dulu agar kita bisa bicara." ucap Pil Doo.

Pil Doo pun berusaha menghentikan mobil. Salah satu dari para preman itu pun langsung memukul perutnya.


Yeon Joo hampir tiba di kediaman Nyonya Park.

Bersamaan dengan itu, Do Hoon juga tiba di kediaman Nyonya Park.

Wajah Yeon Joo tampak pucat. Tak lama kemudian, Yeon Joo jatuh pingsan.

Do Hoon pun bergegas menolong Yeon Joo.


Do Hoon menggendong Yeon Joo ke dalam.

Nyonya Park langsung cemas melihat Yeon Joo.

"Kita harus membaringkan dia dulu." ucap Do Hoon.

"Bawa dia ke kamarku." jawab Nyonya Park.


Mereka pun membawa Yeon Joo ke kamar Nyonya Park.

Do Hoon memberitahu Nyonya Park bahwa Yeon Joo pingsan di depan rumah.


Dalam pingsannya, Yeon Joo melihat Soo A yang terbaring tak sadarkan diri di tengah upacara ritual.

Kita lalu mendengar suara Yeon Joo yang menyuruh Soo A bangun.

Tak lama kemudian, Soo A terbangun.


Yeon Joo juga bangun tak lama setelah Soo A bangun.

Yeon Joo yang baru siuman, seolah melihat sosok ibunya di hadapannya.

"Eomma." panggilnya lirih.


Tapi kemudian ia sadar, wanita yang ada di hadapannya adalah Nyonya Park.

"Apa yang terjadi? Kau ada di kamarku. Kudengar kau pingsan di depan rumah." ucap Nyonya Park.

"Aku terlibat kecelakaan dalam perjalanan menuju kemari. Aku tidak terluka tapi hanya terkejut. Aku harus ke galeri bersama anda." jawab Yeon Joo.

"Nanti saja, kau sedang tidak sehat. Dulu aku sering ke galeri dengan Soo A. Itu sebabnya aku ingin pergi ke sana denganmu. Berbaringlah disini dulu. Atau kau ingin kupanggilkan dokter?"

"Aku akan baik-baik saja setelah berbaring."


Nyonya Na yang baru pulang sewot karena pintu gerbang dibiarkan terbuka.

Do Hoon pun langsung menyapa Nyonya Na dan mengaku bahwa ia disuruh datang oleh Bu Kim.

Nyonya Na langsung mengajak Do Hoon ke kamarnya.

"Entah soal apa tapi bagaimana kalau dibicarakan nanti? Ada pasien di rumah ini." jawab Do Hoon.


Nyonya Na masuk ke kamar putrinya dan langsung sewot melihat Yeon Joo tidur di kasur Nyonya Park.

Ia menyuruh Yeon Joo bangun.

Nyonya Park pun marah.

"Dia terlalu sakit untuk bangun!"

Tapi Nyonya Na tidak peduli dan malah menyuruh Bu Kim menyiramkan seember air ke Yeon Joo agar Yeon Joo bangun.

Ia juga menyebut Yeon Joo sebagai wanita tidak tahu malu yang terus-terusan datang ke rumahnya padahal sudah dilarang.


"Ini bukan rumah yang bisa didatangi orang seperti dirimu. Apa rencana busukmu untuk memeras dia!"

Tak punya tenaga meladeni Nyonya Na, Yeon Joo pun memilih pergi.

Nyonya Park berniat mengantarkan Yeon Joo.

"Jangan ikut campur!" bentak Nyonya Na.

"Eomma!" protes Nyonya Na.

"Bagaimana kalau kita suruh Pak Baek mengantarnya." usul Bu Kim.


Do Hoon mengantarkan Yeon Joo pulang.

Ia memapah Yeon Joo turun dari mobil.

Bersamaan dengan itu, Nyonya Do keluar dari rumah untuk membuang sampah.

Ia terkejut melihat Yeon Joo yang pucat pulang dipapah pria asing.

"Ada apa dengan putriku? Kenapa wajahnya pucat seperti hantu?" tanya Nyonya Do pada Do Hoon.

"Aku tidak yakin." jawab Do Hoon.

Nyonya Do lalu mengajak Yeon Joo masuk.


Tapi sebelum mereka masuk, Do Hoon sempat melihat luka bakar di wajah Nyonya Do.

Ia pun seperti teringat sesuatu.


Nyonya Do mengompres Yeon Joo. Ia juga menyuruh Yeon Joo meminum obat.

Yeon Joo lalu bangun. Nyonya Do meminta penjelasan apa yang terjadi.

Yeon Joo pun mengaku bahwa ia hanya kelelahan.

Tapi setelah itu, ia bertanya apa ia punya nama lain selain Yeon Joo.

"Apa maksudmu kau punya nama lain? Kau hanya punya satu nama pemberian ibu." jawab Nyonya Do.

"Kenapa dia mengatakan itu?" tanya Yeon Joo.

"Siapa? Siapa orang gila yang mengatakan itu padamu? Namamu adalah Ha Yeon Joo. Ha Yeon Joo." jawab Nyonya Do.

Nyonya Do lantas beranjak pergi dengan alasan mau mengganti air kompresan.


Diluar, Nyonya Do bertanya-tanya siapa yang baru saja ditemui Yeon Joo.

Tak lama berselang, ia sadar Pil Doo lah yang menemui Yeon Joo.


Frustasi memikirkan Pil Doo, Chae Rin pun menenggak wine.

Tak lama kemudian, Jae Sang datang. Melihat istrinya minum, Jae Sang bertanya apa yang sedang dipikirkan Chae Rin.

"Jangan bilang kau memikirkan aku." ucap Jae Sang.

Malas meladeni Jae Sang, Chae Rin berniat pergi tapi Jae Sang malah berusaha menyentuhnya.

"Sepertinya kau butuh pria malam ini."

"Meskipun iya, pria itu bukan kau. Bahkan jika kau satu-satunya pria di dunia, tetap bukan kau karena kau jenis orang yang paling kubenci." jawab Chae Rin.

Chae Rin beranjak pergi.


"Bagaimana dengan Cha Eun Hyuk? Bukankah dia cukup baik? Jika aku wanita, aku akan tergoda." ucap Jae Sang.

Chae Rin pun langsung menghentikan langkahnya dan menatap Jae Sang.

"Sebenarnya apa yang mau kau bicarakan?" tanya Chae Rin.

"Aku tahu pernikahan kita diatur. Kita hanya pasangan yang dipamerkan demi bisnis. Aku memberitahumu, bahwa aku masih suamimu dibalik semua fakta itu." jawab Jae Sang.

"Bagaimana dengan wanitamu? Apa aku istrimu? Jawab aku. Sejak aku mengenal pria bernama Moon Jae Sang, kau terlihat paling tulus saat ini." balas Chae Rin.

"Sebaiknya kau tidak pernah ketahuan jika membohongiku. Jika kau ketahuan, aku akan membuatmu membayarnya." ucap Jae Sang.

Chae Rin beranjak pergi.


Setelah Chae Rin pergi, Jae Sang pun berkata bahwa ia tidak masalah Chae Rin mau selingkuh dengan pria mana pun tapi tidak untuk Eun Hyuk.


Di ruangannya, Eun Hyuk sedang memeriksa laporan keuangan Taesan.


Paginya, Nyonya Park ke rumah Yeon Joo. Tapi tidak ada yang membukakan pintu saat ia memencet bel.

Tak lama, Nyonya Do yang baru pulang belanja terkejut melihat Nyonya Park.

"Siapa itu? Siapa yang beraninya menyusup ke rumahku seperti kucing liar?" ucapnya.

Ia lalu mendekati Nyonya Park.

"Kau... wanita yang..." Nyonya Do mengenali Nyonya Park.

"Anyeong haseyo, kita bertemu di toko pengantin. Aku mendengar tentang anda dari Yeon Joo." ucap Nyonya Park.


Sekarang, Nyonya Park sudah duduk di dalam rumah Yeon Joo.

Ia melihat foto keluarga Yeon Joo.

Tak lama kemudian, Nyonya Do datang membawakan teh untuk Nyonya Park.

"Aku tidak tahu kau adalah pemilik perusahaan tempat putriku bekerja. Maafkan kesalahanku hari itu."

"Itu kesalahanku. Siapa pun bisa tahu aku tidak berpikir jernih saat itu. Setelah kehilangan putriku, aku kehilangan kesadaran." jawab Nyonya Park.

"Bagaimana itu bisa terjadi? Ternyata hal itu bisa terjadi pada wanita kaya sepertimu. Putriku keduaku hampir tidak bisa bertahan dari penyakit jantungnya saat ia kecil. Memikirkan itu membuat hatiku sedih.  " ucap Nyonya Do.


Nyonya Do lantas bertanya bagaimana insiden itu bisa terjadi.

"Apa penyakitnya? Apakah serius?" tanya Nyonya Do.

"Dia diculik." jawab Nyonya Park.

Mendengar itu, Nyonya Do kaget. Ia bahkan langsung menjatuhkan cangkir teh nya dan tangannya gemetaran.

Tak mau Nyonya Park curiga, ia pun menyuruh Nyonya Park melihat Yeon Joo.


Nyonya Do buru-buru masuk ke kamarnya.

Ia heran sendiri karena jantungnya masih berdebar-debar jika mendengar penculikan anak padahal sudah 20 tahun berlalu.

Tak lama berselang, ia pun menatap ke arah pintu.

*Curigakah dia Nyonya Park ibu kandung Yeon Joo? Sepertinya iya...


Nyonya Park mengompres Yeon Joo.


Presdir Min dan Chae Rin berdiskusi dengan perwakilan Tiongkok untuk melanjutkan kontrak mereka.

Perwakilan Tiongkok mengaku sudah mendapatkan hasil analisis itu tapi mereka tidak bisa melanjutkan kontrak karena Bank Daehan sudah membatalkan pinjaman.

"Kalian pasti salah paham. Keputusannya belum dibuat. Mereka menunda keputusan hanya karena laporan palsu." jawab Presdir Min.

"Kalian pasti belum mendengar keputusannya. Sejauh yang kutahu, Bank Daehan sudah memutuskannya."

"Kalian tidak bisa membatalkan kontrak sepihak. Artikel koreksi akan segera dirilis setelah itu pelanggan tidak akan salah paham lagi." ucap Chae Rin.

"Tapi citra kalian yang sudah rusak tidak akan bisa pulih lagi." jawab perwakilan Tiongkok, lalu pergi.


Do Hoon menemui Chae Rin. Ia menunjukan Harian Joongsan yang masih belum merilis artikel koreksi.

Chae Rin pun langsung menghubungi Harian Joongsan.

Pihak Joongsan pun berkata, bahwa mereka tidak diizinkan menerbitkan artikel koreksi.

"Kurasa ada yang sengaja menghentikan perilisannya. Kira-kira siapa?" tanya Do Hoon.

"Kurasa aku tahu dalang dibalik semua ini." jawab Chae Rin setelah membaca iklan Grup Taesan di koran itu.


Ditemani Jae Sang, Pimpinan Moon sedang melihat dokumen merger Makepacific.

Setelah itu, ia menyimpannya kembali di dalam lemari besi dan mendengarkan kata-kata motivasinya.

"Tidak ada yang lebih buruk dari memanfaatkan krisis orang lain sebagai peluangmu. Kau harus membantu jika seseorang dalam bahaya. Adalah sebuah dosa memanfaatkan krisis orang lain untuk kekayaanmu."

Jae Sang pun menunjukkan harga saham Makepacific yang merosot drastis.

Pimpinan Moon memerintahkan Jae Sang untuk membeli sahamnya.

Pimpinan Moon mengajak Jae Sang pergi.


Diluar, ia bilang pada Eun Hyuk bahwa cuaca terlihat cerah sekali.

Eun Hyuk pun bertanya, apakah sesuatu yang baik sudah terjadi.

"Beritahu pembantu kami untuk membuatkan bubur untuk makan malam hari ini." suruh Pimpinan Moon.

"Kenapa bubur? Kita tidak membuka sampanye?" tanya Jae Sang.

"Sampanye apanya? Ayah membuka toko kecil dengan memakan bubur. Berapa kali harus kubilang untuk tidak kehilangan hati nurani." jawab Pimpinan Moon.


Chae Rin melajukan mobilnya dengan kencang.

"Pimpinan Moon, anda sangat mengesankan." ucapnya kesal.


Pimpinan Moon sudah tiba di Makepacific!


Chae Rin pun juga sudah tiba di kediaman Moon.



Di lobby Makepacific, Pimpinan Moon berkata bahwa ia sudah bisa mencium aroma uang.


Setibanya di rumah, Chae Rin langsung masuk ke ruangan Pimpinan Moon.


Presdir Min dan Do Hoon kaget dengan kedatangan Pimpinan Moon dan juga Jae Sang.

Pimpinan Moon mengaku bahwa ia datang untuk mengambil uang yang ia investasikan pada Makepacific.

"Situasi sedang tidak bagus. Aku akan mengembalikannya saat situasi membaik." jawab Presdir Min.

Do Hoon juga mengingatkan bahwa di kontrak juuga tertulis seperti itu bahwa uang akan dikembalikan setelah keadaan Makepacific membaik.

"Itu benar tapi kami bisa mengambilnya kapan pun jika ada masalah dalam pernikahan. Itulah yang tertulis di dalam perjanjian pra nikah." jawab Jae Sang.

"Perjanjian pra nikah?" tanya Presdir Min.

"Sebelum pernikahan, aku membuat janji dengan Nyonya Na dengan harapan keluarga kita akan saling mempercayai dan tidak saling menipu. Itu adalah tentang bagaimana hasilnya jika keluargamu menipuku. Kau tidak tahu?" ucap Pimpinan Moon.


Eun Hyuk pun bergegas keluar. Jae Sang langsung menatap curiga Eun Hyuk.


Diluar, Eun Hyuk memberitahu Chae Rin apa yang terjadi.

"Entah bagaimana, dia seolah-olah mencari kesalahan keluargamu. Tidak bisakah kau memikirkan satu petunjuk?" ucap Eun Hyuk.

"Entahlah. Semua rencananya dimulai setelah ia melakukan meditasi." jawab Chae Rin.

"Jangan bilang kau akan masuk ke sana." ucap Eun Hyuk.

Tapi Chae Rin tidak peduli, bahkan saat Eun Hyuk mengatakan soal CCTV yang ada di sana.

Eun Hyuk juga meminta Chae Rin menunggu sebentar lagi tapi Chae Rin sudah tidak bisa menunggu lagi.


Chae Rin pun masuk setelah memutuskan panggiland ari Eun Hyuk.

Ia membuka lemari besi Pimpinan Moon yang sengaja tidak dikunci dan menemukan dokumen2 merger itu.


"Pikirkan baik-baik kalian menipuku atau tidak." ucap Presdir Moon. Presdir Moon lalu menyebut pernikahan Jae Sang dan Chae Rin sebagai penipuan.


Chae Rin syok membaca dokumen merger perusahaannya.


Di sana, ia juga menemukan hasil tes DNA antara dirinya dan Presdir Min.


Pimpinan Moon masih marah-marah.

"Kalian mengambil seorang gadis asing dan menjadikan dia menantuku. Kau masih bilang tidak menipuku!"

Sontak Presdir Min kaget mendengarnya.


Chae Rin syok bukan main membaca dokumen-dokumen itu.

Bersambung........

Next Preview

 (Orang suruhan Jae Sang memotret kebersamaan Chae Rin dan Eun Hyuk)


 (Pimpinan Moon membentak Nyonya Na)


(Chae Rin mengajukan surat cerai)

1 comment:

  1. Ya ampun, gak sabar menunggu lanjutannya..
    Semangay kak.. ❤️❤️❤️

    ReplyDelete