Monday, November 5, 2018

Hide and Seek Ep 20 Part 1

Sebelumnya...

Pengen cepet-cepet nyelesein ini drama. Tinggal 4 episode terakhir lagi gaes...

Di episode ini, si Yeon Joo makin menjadi-jadi gaes.... dan dia dengan bodohnya, nandatanganin kontrak dengan Jae Sang tanpa tahu isi kontrak tersebut membahayakann Makepacific....

Happy reading gaes.... Untuk Ice Adonis, sy lanjutkan setelah Hide and Seek berakhir ya.....


Bu Kim mengatakan, bahwa dia akan memberitahu siapa ibu kandung Chae Rin jika Chae Rin tidak membatalkan adopsi itu.

Mata Chae Rin seketika berkaca-kaca mendengarnya.

Bu Kim berjanji, akan memberitahu Chae Rin siapa dia jika Chae Rin membatalkan adopsi itu.


Chae Rin kesal, aku bertanya siapa dia.

"Temui Nyonya Na terlebih dahulu dan batalkan adopsinya. Apa kau tidak lelah berpura-pura bodoh? Mana bisa kau mengambil hak mu jika tidak berhubungan secara hukum." jawab Bu Kim.

"Maksudmu warisan nenek?" tanya Chae Rin.

"Pikirkan kembali waktu yang kau habiskan di rumah itu. Kau tidak tahu betapa menyedihkannya kau saat ini, kan?" jawab Bu Kim.

"Kekhawatiran seperti itu bukan sesuatu yang dimiliki seorang ibu bagi putrinya. Aku lebih baik mendengar itu dari ibuku sendiri. Dimana dia?"

"Jika ingin tahu dimana dia, turuti perintahku dan hentikan semua omong kosong tentang cintamu." jawab Bu Kim, lalu beranjak pergi.


Chae Rin pulang ke rumah Eun Hyuk. Dia memberitahu Eun Hyuk, bahwa Bu Kim tahu siapa ibu kandungnya.

"Dia telah menjadi pesuruh setia nenekku sejak lama. Dia akan melakukan apapun yang diperintahkan nenekku." ucap Chae Rin.

"Pria yang mengendarai motor itu menemui Bu Kim. Mereka sepertinya saling mengenal dengan baik." jawab Eun Hyuk.

"Jadi maksudmu orang yang mengantarkan dokumen nenek mengenal Bu Kim?" tanya Chae Rin.

Chae Rin tidak percaya.

Eun Hyuk juga memberitahu Eun Hyuk tentang kedatangan Bu Kim tadi. Eun Hyuk bilang, jika Bu Kim sangat mengkhawatirkan Chae Rin.

Chae Rin pun heran, untuk apa Bu Kim mencemaskannya.


Di rumah, Bu Kim memeriksa tekanan darah Nyonya Na.

Bu Kim berkata, tekanan darah Nyonya Na cukup tinggi dan memberikan Nyonya Na sebuah obat yang bagus untuk tekanan darah.

Nyonya Na langsung meminumnya tanpa curiga.


Setelah itu, Nyonya Na melihat ramuan ginseng yang ada di atas meja.

"Ini untuk Soo A Eomma?" tanya Nyonya Na.

"Benar dan aku juga membawakannya untuk Nona Soo A." jawab Bu Kim sambil menunjukkan ginseng yang masih berada di dalam kotak.

Nyonya Na pun berterima kasih. Ia berkata, ia bisa melewati semuanya berkat Bu Kim.


Tak lama kemudian, Nyonya Park datang dan Bu Kim langsung memberikan ramuan itu.

Nyonya Park menolak meminumnya karena ramuan itu membuatnya pusing.

"Kenapa tidak mau? Kau sudah meminumnya selama 20 tahun, jadi kenapa menolak? Jika bukan karena obat itu, pasti sudah terjadi hal-hal buruk." ucap Nyonya Na.

Terpaksalah Nyonya Park meminumnya.

Nyonya Na lantas mengatakan, akan menemui Cenayang Choi.

Ia juga bertanya, kenapa Bu Kim tidak mau menemui Cenayang Choi.

"Aku tidak mau anda bergantung pada orang-orang seperti itu. Aku akan ke gereja." jawab Bu Kim.

"Apa kau mau bertobat untuk dosa-dosamu lagi? Astaga, kau pasti banyak dosa. Beritahu pada dewa yang kau yakini itu untuk memaafkanmu." ucap Nyonya Na.


Cenayang Choi memberikan ucapan selamat pada Nyonya Na.

Tapi Nyonya Na bilang, masih terlalu dini untuk memberikan ucapan selamat karena Soo A belum menjadi pemilik perusahaan.

Nyonya Na lantas meminta jimat untuk mencegah rintangan apapun.

Nyonya Na lalu memberitahu Cenayang Choi tentang Bu Kim yang ragu-ragu datang ke tempat Cenayang Choi.

"Beberapa orang mungkin merasa tidak nyaman dengan tempatku."

"Aku mempercayainya lebih dari anakku sendiri. Kurasa dia memang ditakdirkan untuk menjadi anak buahku." ucap Nyonya Na.


Chae Rin bertanya-tanya, kenapa Nyonya Na memilih panti asuhannya.

"Bukankah itu saran Bu Kim? Itu mungkin satu-satunya cara untuk membawamu pulang." jawab Eun Hyuk.

"Kalau begitu, apa artinya orang yang membawaku ke rumah itu selama ini adalah Bu Kim? Bagaimana bisa dia mengenal ibuku? Dia mengenal ibuku dengan sangat baik."


Chae Rin ke rumah neneknya. Saat dia hendak memencet bel, Bu Kim datang.

Chae Rin mengaku, ada yang harus ia dengar dari mulut Nyonya Na.

Tapi Bu Kim malah mencengkram tangan Chae Rin dan mengatakan Chae Rin sudah tidak punya hubungan lagi dengan keluarga itu.

"Kenapa kau memberikan dokumen itu padaku? Kelemahan nenek dari 30 tahun lalu. Pengakuan kepemilikan ilegal teknologi baru dari Kosmetik Nari. Nenek bisa saja menghentikan itu dengan uangnya. Kenapa kau mengambil resiko untuk menghentikan pemecatanku?" tanya Chae Rin.

Sontak Bu Kim kaget dan langsung melepaskan cengkaramannya.

"Kau pikir aku tidak tahu? Kau yang mengirim pria bermotor itu.

Bu Kim langsung tegang tapi ia berusaha tenang.


Tak lama kemudian, Nyonya Na datang. Chae Rin mengaku, ingin memberi tahu sesuatu pada Nyonya Na tapi Nyonya Na mengusir Chae Rin.

"Ini tentang pembocoran teknologi baru Kosmetik Nari. Nenek tidak mau tahu bagaimana itu bisa jatuh ke tanganku?" ucap Chae Rin.

Nyonya Na terkejut. Ia pun langsung mengajak Chae Rin ke dalam.


Sampai di dalam, Nyonya Na memarahi Bu Kim karena Chae Rin tahu tentang masalah itu.

Chae Rin lantas mengajukan syarat pada nenek. Ia berjanji akan memberitahu siapa yang memberikan dokumen itu padanya jika nenek memberitahunya siapa yang menyuruh nenek membawanya dari panti asuhan untuk menerima kesialan Soo A.

"Ada seseorang bernama Buddhis Choi. Dia seorang cenayang. Dia mengatakan Soo A kami akan mati jika dibiarkan seperti itu. Itu sebabnya aku membawamu dari panti asuhan yang disponsori Bu Kim." jawab Nyonya Na.

Nyonya Na lantas bertanya, siapa orang yang memberikan dokumennya pada Chae Rin.

"Dia orang yang nenek kenal dengan baik. Dia sangat dekat dengan nenek." ucap Chae Rin sambil melirik Bu Kim.

Tak mau rahasianya terbongkar, Bu Kim pun langsung mengirimi sms pada Chae Rin.


"Dia adalah..." tepat saat itu ponsel Chae Rin berbunyi. SMS dari Bu Kim.

"Nama ibumu adalah Kim Sun Hye. Jika kau memberitahu Nyonya Na siapa aku, kau tidak akan pernah tahu dimana ibumu."

"Kenapa kau diam! Siapa dia!" sentak Nyonya Na.

"Kurasa aku salah. Aku harus pergi sekarang." jawab Chae Rin, lalu pergi.

Nyonya Na sontak marah. Ia merasa Chae Rin sudah membodoh-bodohinya.


Bu Kim menyusul Chae Rin keluar.

Dengan wajah marah, Chae Rin bertanya dimana ibunya.

Bu Kim pun berkata, permintaan terakhir ibumu adalah melihatmu menjadi pemilik Makepacific.

"Siapa kau sebenarnya?" tanya Chae Rin.

"Aku hanya seseorang yang mengenal ibumu dengan baik. Satu-satunya orang yang tahu dimana Kim Sun Hye. Jika kau mengancamku lagi di depan Nyonya Na, ingat saja, kalau kau tidak akan pernah bertemu dengan ibumu."


Eun Hyuk sedang memata-matai Yeon Nam.

Tiba-tiba, ponselnya berbunyi. Telepon dari Chae Rin dan ia langsung pergi.


Tepat setelah Eun Hyuk pergi, Yeon Nam keluar dan melihat kepergian Eun Hyuk. Ia pun langsung menelpon Bu Kim dan memberitahu Bu Kim.


Usai menerima telepon dari Yeon Nam, Nyonya Park keluar kamar dan mengaku pusing serta mual.

"Aku merasa seperti ini setelah meminum obat itu."

"Itu tidak mungkin. Obat itu harusnya bagus untuk tubuh anda." jawab Bu Kim.


Bu Kim lantas mengantarkan Nyonya Park ke kamar.

Ia membantu Nyonya Park berbaring dan Nyonya Park meminta ditemani.


Chae Rin memberitahu Eun Hyuk bahwa ibunya bernama Kim Sun Hye. Chae Rin menangis.

Eun Hyuk lantas merangkul Chae Rin.

"Namanya bagus, namun tidak secantik Min Chae Rin."

"Kurasa aku tidak bisa mendapatkan informasi lebih dari Bu Kim. Dia tidak akan membuka mulutnya dengan mudah."

"Jika dia menyembunyikan fakta darimu dalam waktu lama, itu berarti dia ingin menyembunyikannya darimu."

"Aku menjadi makin penasaran setelah mengetahui nama ibuku. Ibuku orang seperti apa?"


Eun Hyuk pun mengajak Chae Rin pergi. Eun Hyuk bilang, jika Bu Kim tidak mau memberitahu, mereka bisa mencari tahu sendiri.


Eun Hyuk dan Chae Rin pergi ke panti asuhan Chae Rin.

Tak lama kemudian, pengurus datang dan memberikan data-data Chae Rin, serta sebuah kertas yang dulu ada di bawah selimut Chae Rin saat Chae Rin datang ke panti asuhan itu.

Chae Rin membaca kertas itu.

Nama Min Chae Rin, tanggal lahir 1 Desember 1991.

"Hanya itu yang kupunya."


Ponsel si pengurus panti berdering. Ia pun langsung keluar meninggalkan Chae Rin dan Eun Hyuk untuk mengangkat telepon.

"Ya, dia ada di sini. Kurasa dia tidak akan lama disini." ucapnya.


Eun Hyuk dan Chae Rin pergi.

Tepat saat itu, Bu Kim datang. Mereka melihat Bu Kim.


"Kau bilang, hanya dia yang tahu tentang ibu kan? Jika dia tidak mau memberitahumu, hanya ada satu cara." ucap Eun Hyuk.

Tak lama kemudian, Bu Kim keluar dan pergi dengan taksi.

Eun Hyuk dan Chae Rin yang stand by di mobil pun langsung mengikuti Bu Kim.


Bu Kim ke rumah abu. Mengunjungi Kim Sun Hye.

"Putrimu Chae Rin tumbuh dengan baik. Jangan khawatirkan dia. Aku akan segera kembali." ucap Bu Kim.

Diluar, Eun Hyuk dan Chae Rin melihat Bu Kim.


Tak lama kemudian, Bu Kim pergi dan Chae Rin ditemani Eun Hyuk langsung masuk ke dalam sana.

"Kim Sun Hye, dia pasti ibuku. Kenapa dia melahirkanku jika mengabaikanku? Kurasa dia meminta Bu Kim membawaku ke keluarga kaya. Pasti itu sebabnya Bu Kim membawaku kesana." ucap Chae Rin.

Eun Hyuk pun memeluk Chae Rin.

Bersambung ke part 2.......

No comments:

Post a Comment