Sunday, November 11, 2018

Hide and Seek Ep 21 Part 2

Sebelumnya...


Nyonya Park dan Bu Kim menemui Soo A.

Nyonya Park berkata, akan menyuruh Do Hoon mengirimkan sahamnya untuk Soo A agar Soo A tidak disepelekan lagi.

Nyonya Park lalu beranjak pergi.


Sementara Bu Kim mulai menyiapkan obatnya. Begitu Nyonya Park pergi, Bu Kim pun langsung beraksi. Ia memberikan obat itu pada Soo A dan meminta Soo A meminumnya.


Efek obat dari Bu Kim pun mulai bekerja. Nyonya Park yang baru keluar dari ruangan Soo A, merasa pusing. Ia bahkan nyaris jatuh dan pingsan.

Beruntung, Chae Rin lewat dan langsung menolong ibunya. Sang ibu pun berkata, bahwa tadi ia minum obat pemberian Bu Kim dan merasa pusing.


Soo A menolak minum obat itu. Tapi Bu Kim memaksa. Bu Kim berkata, ia juga menyiapkan obat itu untuk Nyonya Park dan Nyonya Na.

"Setelah Nona hilang dan ibu Nona mengalami syok, Nona tahu siapa yang merawatnya? Saat dia benar-benar hancur dan harus dirawat di rumah sakit, aku yang ada di sisinya dan membantunya. Jika bukan aku, sekarang dia sudah di rumah sakit jiwa. Jika Nona masih menolaknya, Nyonya Na mungkin akan marah."

"Sekarang kau mengancamku?"

"Tentu saja tidak. Sekarang, minumlah."

Tepat saat itu, Chae Rin masuk dan langsung merebut gelas Soo A.

Soo A pun marah, apa yang kau lakukan!

"Ibumu pingsan, jadi bawalah dia ke rumah atau rumah sakit." suruh Chae Rin.

Mendengar itu, Soo A pun langsung pergi.


"Apa yang kau lakukan?"

"Menurutmu apa?"

"Apapun itu, kuharap bukan seperti pikirku."

"Kau pikir aku menaruh racun dalam minuman ini?"

"Kenapa mudah sekali kau mengatakannya? Kalau dipikir-pikir, Nyonya Park yang pingsan dan mengalami kejang tidak tampak seperti kebetulan."

"Jadi sekarang kau mencemaskan dia?"

"Kenapa? Tidak boleh?"

"Kau tidak pantas. Kau memanggilnya ibu selama 20 tahun, tapi sekarang Nyonya Park."

"Lalu? Karena itu kau meracuni Nyonya Park dan Min Soo A?"

Chae Rin pun mengambil termos obat itu. Ia berencana memeriksanya dan mengancam akan membeberkan siapa Bu Kim pada yang lainnya jika ia menemukan hal aneh dalam termos itu.

Chae Rin beranjak pergi meninggalkan Bu Kim yang kesal setengah mati.


Chae Rin memberikan termos itu pada Eun Hyuk. Ia yakin, hal aneh akan ditemukan jika mereka memeriksa termos itu.

"Nyonya Park sudah tidak waras sejak Soo A hilang. Aku bisa berpura-pura menjadi Soo A karena itu. Aku yakin dia memberi obat pada Nyonya Park seperti ini untuk waktu yang sangat lama agar bisa mengendalikannya."

"Jika dugaanmu benar, apa yang akan terjadi pada Bu Kim?"

"Dia harus dihukum. Dia pantas mendapatkannya karena sudah melakukan kesalahan."

"Tidak peduli siapa ibumu, kau pikir kau bisa menerimanya? Bisakah kau melakukannya meski dia orang jahat?"

"Kenapa tiba-tiba menanyakannya? Kenapa? Ada yang kau tahu tentang ibuku?"


"Kau dan aku tidak memiliki orang tua yang kita inginkan. Ibu kandungmu mungkin seseorang seperti Jo Pil Doo atau bahkan lebih buruk lagi. Aku takut kenyataan itu akan menghancurkanmu."

"Jika itu membuatku hancur, kau akan membantumu bangkit."

"Pasti."

"Kalau begitu, tidak apa-apa. Tidak peduli siapa dia, tidak masalah selama kau bersamaku." jawab Chae Rin.


Nyonya Na, Soo A dan Bu Kim sedang menunggui Nyonya Park siuman.

Tak lama, Nyonya Park siuman dan Nyonya Na langsung mengatakan bahwa Nyonya Park harus menjalani pemeriksaan menyeluruh di rumah sakit.

"Aku akan pulang mengambil pakaian dan obatnya." ucap Bu Kim.

Nyonya Na pun mengangguk tanpa curiga.


Pil Doo mengintip kediaman Min dari depan gerbang.


Tak lama kemudian, Bu Kim datang dan Pil Doo langsung mendekatinya.

Pil Doo mengaku sudah membuat janji dengan Nyonya Na tempo hari.

"Kubilang aku akan menemukan orang yang membuat Min Soo A diculik tapi aku dalam masalah. Aku butuh uang untuk melakukan pekerjaan itu."

"Beraninya kau datang kesini dan bicara omong kosong. Menurutmu ini lucu setelah berkunjung beberapa kali? Kau cari masalah? Kau mau aku mengakhiri hidupmu disini? Orang yang membuatmu menculiknya? Tidak ada orang seperti itu. Kau melakukan semuanya dari awal hingga akhir. Kau merencanakannya dan menculik Nona Soo A. Kau yang melakukannya."

"Apa?"

"Pergilah atau aku akan memanggil polisi."


"Memangnya apa salahku?"

"Jika kau tidak melakukan kesalahan apapun, aku bisa membuatnya. Tidak sulit memasukkan mantan narapidana sepertimu ke penjara. Jika aku memanggil polisi dan berteriak sekali saja, kau pasti segera ditangkap."

Pil Doo syok, tapi lantaran takut di penjara lagi, dia pun pergi.


Tepat saat itu, Yeon Nam pun datang dengan motornya. Pil Doo sempat berpapasan dengannya.

"Jo Pil Doo menemuimu lagi?"

"Jo Pil Doo dan anaknya membuatku lelah."

"Kau mau aku mengurusnya?"

"Tunggu dulu untuk saat ini. Lakukan saat kuperintahkan. Pastikan saja nanti kau melakukannya dengan benar."


Chae Rin baru dapat telepon dari pihak yang berwenang soal termos Bu Kim.

Hasilnya, tidak ditemukan hal aneh di dalam sana. Sontak Chae Rin kaget dan bingung.


Do Hoon ke ruangan Soo A. Ia bermaksud memberikan laporan tapi Soo A masih belum kembali.

Do Hoon lantas meletakkan laporannya di meja Soo A dan menemukan kontrak yang sudah ditandatangani Soo A itu.


Sontak Do Hoon kaget dan langsung menyuruh Presdir Min membacanya. Presdir Min merasa aneh karena merasa mereka tidak pernah menyusun kontrak revisi.

"Kurasa Soo A yang melakukannya."

"Syaratnya konyol."

"Kurasa Soo A tidak memahaminya."

"Dimana dia? Suruh dia segera datang."


Soo A masih menemani ibunya. Ia mengaku sangat cemas dan meminta ibunya menjaga diri lain kali.

Nyonya Park tersenyum.

"Kembalilah ke kantor. CFO seharusnya tidak meninggalkan kantornya. Karena inilah orang terus membahas soal nepotisme."


Tak lama kemudian, Chae Rin datang dan Soo A langsung sewot melihat Chae Rin.

Tapi Chae Rin tidak mempedulikan kemarahan Soo A dan menanyakan kondisi Nyonya Park. Ia mulai memanggil Nyonya Park dengan sebutan Nyonya.

Nyonya Park lantas menyuruh Soo A pergi.

Soo A tidak mau, tapi teleponnya berbunyi tepat saat itu. Telepon dari Do Hoon yang menyuruhnya datang ke kantor.


"Aku sangat cemas. Syukurlah anda terlihat baik-baik saja. Saat Nyonya pingsan..."

"Aku tidak ingin kau memanggilku Nyonya. Aku yang mengusirmu dari rumah. Aku juga menyingkirkanmu dari daftar keluarga kami. Kau memanggilku Nyonya Park seolah kau sudah menunggu, entah kenapa aku merasa bersalah."


Nyonya Park kemudian menatap Chae Rin.

"Aku aku egois?" tanyanya.

Chae Rin diam saja dan hanya menatapnya lirih.


Nyonya Park tiba-tiba merasa pusing dan minta Chae Rin mengambilkan obatnya di tas.

Chae Rin pun langsung membantu ibunya minum obat.

"Aku sudah meminum obat penenang ini selama hidupku. Tanpa obat ini aku tidak akan bertahan.


Chae Rin lantas duduk, lalu menanyakan alasan Nyonya Park mengadopsi dirinya.

"Aku ditinggalkan tiga kali. Keluarga lain mengirimku kembali karena aku membawa nasib buruk."

"Kau terlihat sangat mirip dengan teman masa kecilku. Dia berasal dari panti asuhan juga. Ibu mengadopsinya supaya dia menjadi temanku karena aku tidak punya kakak atau adik. Namanya Sun Hye."

Sontak Chae Rin kaget, Sun... Sun Hye?

"Sun Hye. Kim Sun Hye."


Chae Rin langsung berdiri. Dia benar-benar kaget.

"Tidak mungkin." ucapnya.

"Wae? Kau mengenalnya?"


Chae Rin pun langsung sadar akan obat yang tadi diminum Bu Kim.

"Apa Bu Kim yang memberikan obat ini padamu?"

"Dia yang selalu mengurus obat-obatanku. Kenapa?"


Chae Rin pun menuangkan pil-pil itu ke tangannya.

Ya, ia menyadari obat itu adalah racun.

Bersambung ke part 3...........

No comments:

Post a Comment