Tuesday, November 13, 2018

Hide and Seek Ep 22 Part 3

Sebelumnya...


Pil Doo menyelinap ke ruangan Jae Sang.

Begitu bertemu Jae Sang, Pil Doo mengaku ada informasi yang mau ia bagikan.

Jae Sang menghubungi keamanan, ia kesal karena pihak keamanan membiarkan seorang pengemus masuk ruangannya. Pil Doo pun langsung mengatakan, bahwa ada seseorang yang menyuruhnya menculik Soo A.

Mendengar itu, Jae Sang kembali menghubungi keamanannya agar keamanannya tidak jadi datang mengusir Pil Doo.

"Aku sudah menemukan orang itu dan ingin memberitahu Nyonya Na tentang itu tapi Bu Kim mencegahku untuk memberitahu Nyonya Na."

"Jadi maksudmu kau akan memberitahu Nyonya Na siapa dia?"

"Sudah jelas begitu. Dengan begitu, aku akan diberikan kompensasi atas ketidakadilan yang kualami dan aku harus memberitahu dunia siapa pelaku sebenarnya."

Mendengar itu, Jae Sang pun langsung teringat Chae Rin. Ia penasaran, apa yang akan terjadi pada Chae Rin jika semuanya terungkap.


Dan sekarang, Pil Doo berjalan terburu-buru menuju kediaman Nyonya Na.

Tepat saat itu, Presdir Min datang dan langsung menyuruh supirnya mengusir Pil Doo.

Pil Doo pun langsung mengatakan kalau ia datang untuk mengungkap siapa pesuruh yang bekerja di rumah Presdir Min selama puluhan tahun.

Sontak, Presdir Min terkejut.


Chae Rin yang sedang bersama Eun Hyuk dihubungi Jae Sang.

Jae Sang menyuruh Chae Rin datang ke rumah Presdir Min.

"Identitas ibumu akan segera diungkap ke keluarga itu." ucap Jae Sang.

Sontak Chae Rin kaget.


Bu Kim menyapa Presdir Min yang baru masuk ke rumah.

Presdir Min menanyakan kondisi istrinya. Bu Kim mengatakan, bahwa Hae Ran tidur setelah meminum obat penenang.

Presdir Min lantas menyuruh Pil Doo masuk. Bu Kim pun terkejut melihat kedatangan Pil Doo.

Melihat Bu Kim, Pil Doo langsung marah.


Mendengar keributan, Nyonya Na keluar kamar dan langsung sewot melihat Pil Doo. Ia juga memarahi

Presdir Min karena membiarkan Pil Doo masuk.

"Dia bersikeras mengatakan sesuatu jadi aku menyuruhnya masuk."

Nyonya Na tidak percaya. Ia lantas menyuruh Bu Kim menelpon polisi.


Mendengar itu, Pil Doo langsung berlutut dan mengaku juga akan mengatakannya pada polisi.

"Dia bilang ada seseorang yang mendalangi penculikan Soo A." ucap Presdir Min.

Tapi Nyonya Na tetap tidak mau mendengar penjelasan Pil Doo.

"Kita dengarkan dulu, ini tentang Bu Kim." jawab Presdir Min.

Bu Kim langsung tegang.

"Orang yang memerintahkan untuk menculik cucumu dan membuang cucumu ke tempat yang tidak bisa dikenali adalah wanita ini."

Pil Doo menunjuk Bu Kim. Tapi Nyonya Na tidak percaya dan meminta penjelasan Bu Kim.


Tepat saat itu, Hae Ran keluar kamar dengan tubuh lemas dan mengatakan kalau Bu Kim lah yang mendalangi penculikan Soo A.

"Bukan itu saja, selama bertahun-tahun ini sejak dia menghilang dia memberiku halusinogen agar aku gila. Dia bahkan memaksaku meminum pil tidur lebih awal di siang hari saat tidak ada orang di rumah. Untung aku tidak menghabiskannya. Sesuatu mungkin terjadi jika itu kuhabiskan."

Bu Kim pun langsung menatap kesal Hae Ran.

Tapi Nyonya Na masih saja meminta penjelasan Bu Kim.

Bu Kim menyangkal.


Tapi Pil Doo kemudian mengatakan, saat dirinya berusaha membawa Soo A pulang, Bu Kim menculiknya untuk mencegahnya agar tidak bisa membawa Soo A pulang.

"Tidak! Kukatakan itu tidak benar!" sangkal Bu Kim.

"Cukup Sun Hye! Haruskah kupanggil putrimu, Chae Rin, kesini?" tanya Hae Ran.

Nyonya Na pun kaget mengetahui Bu Kim adalah Kim Sun Hye dan ibunya Chae Rin.

Bu Kim yang sudah terpojok pun tidak bisa mengatakan apa-apa lagi dan kabur.

*Greget.. ini kenapa Hae Ran gak ngomong sih kalo Chae Rin lah curiga lebih dulu dan memberitahu semua kebenaran padanya.


Tepat saat itu, Eun Hyuk dan Chae Rin datang.

Chae Rin pun langsung menangkap Bu Kim yang hendak kabur.

Dan Eun Hyuk menghentikan ayahnya yang mau menangkap Bu Kim.

"Serahkan dirimu. Kau tidak bisa lari seperti ini. Kau harus dihukum atas perbuatan jahatmu!"

"Jika aku mengalami situasi yang sama sekali lagi, aku akan tetap menculik Min Soo A dan membuatmu menggantikannya! Akan kubuat keturunanku mengambil alih perusahaan Na Hae Geum!"

"Apa gunanya balas dendam seperti itu? Itu hanya akan membuatmu seperti nenek!"

"Benar, aku orang seperti itu jadi jangan coba-coba meremehkanku. Jangan pernah menemuiku lagi. Ini akan menjadi akhir kita berdua."

Bu Kim mendorong Chae Rin.

Pil Doo bergegas mengejar Bu Kim.


Presdir Min meminta penjelasan Nyonya Na terkait Bu Kim.

Hae Ran yang tidak tahu apa-apa yakin ibunya tidak tahu menahu soal Bu Kim. Ia pun heran, bagaimana ceritanya Sun Hye bisa kembali.

Nyonya Na pun mengaku jijik pada Bu Kim dan juga Chae Rin.

*Lah kenapa Chae Rin dibawa-bawa.

"Tapi dimana Soo A?" tanya Nyonya Na.

"Dia tidak ada di kantor seharian ini. Kurasa dia menghindariku karena aku sedikit mengomelinya soal masalah kontrak." jawab Presdir Min.

"Masalah apalagi yang dia buat?" tanya Nyonya Na.


Yeon Joo masih tertidur di pangkuan sang ibu padahal hari sudah gelap.

Nyonya Do yang kakinya mulai pegal pun berusaha sedikit bergerak dan menoel-noel hidungnya

dengan telunjuknya yang sudah dibasahi ludah.

*Sering bgt sy liat orang Korea kalo udah pegel2 pasti noel2 hidung pake telunjuk yang udah diludahin. Hubungannya apa sih gaes? Ada yg tahu?

Tak lama kemudian, Geum Joo dan Dong Joo masuk dan mereka terkejut melihat Yeon Joo.

Dong Joo lantas melihat baju dan tas mewah kepunyaan Yeon Joo. Ia pun heboh sendiri.

"Kenapa kau lebih tertarik dengan busana dan tasnya daripada kakakmu yang sudah lama tidak kau lihat?" sewot Nyonya Do.

Tapi Dong Joo tidak peduli dan mengambil tas Yeon Joo.


Nyonya Do memukul Dong Joo. Saat itulah Yeon Joo terbangun dan melihat kedua adiknya.

"Eonni, geudongan jal jinae seo?" tanya Geum Joo.

"Bagaimana kabar kalian?" tanya Yeon Joo.

"Eonni!" panggil Geum Joo dan Dong Joo.

Dan mereka pun berpelukan.

*Akhirnya melihat scene ini  lagi. Sy benar-benar merindukan kebersamaan Yeon Joo, Nyonya Do, Geum Joo dan Dong Joo.


Chae Rin dan Eun Hyuk mencari Bu Kim.

Tak lama kemudian, Chae Rin melihat Bu Kim dan meminta Eun Hyuk menepikan mobil.

Chae Rin turun dari mobil dan mengejar Bu Kim tapi ternyata dia salah orang.


"Ini lebih baik. Aku merasa tenang setelah menyingkirkan dia dari hadapanku." ucap Chae Rin tapi kekhawatiran nampak jelas di wajahnya.

"Semuanya akan baik-baik saja. Dia pasti ingin bersembunyi di suatu tempat sekarang. Apa kau begitu mengkhawatirkannya?

"Dia mengabaikan anaknya, satu-satunya di panti asuhan. Dan dia membawaku ke rumah itu sebagai pembalasan dendamnya. Jadi kenapa aku harus mengkhawatirkan wanita semaca itu?"

Eun Hyuk yang sudah tidak tahan lagi, akhirnya memeluk Chae Rin.

"Biarkan dirimu khawatir jika kau khawatir. Kau bisa melakukan itu di hadapanku."

Tangis Chae Rin pun pecah, di pelukan Eun Hyuk.


Pimpinan Moon sedang mendengarkan kaset motivasinya.

Tak lama kemudian, Jae Sang datang.

"Bukankah kita harus mulai beraksi terhadap Makepacific? Gunakan kontrak yang telah direvisi untuk melanjutkan rencananya dengan tepat." suruh Pimpinan Moon.

Pimpinan Moon juga mengatakan, bahwa ia akan membuat Chae Rin datang di ulang tahun Jae Sang pekan depan.


Eun Hyuk pergi ke ruangan kecilnya dan lihat apa yang dia lakukan.

Dia mencabut alat penyadap yang dipasangnya dibawah mejanya.

Setelah itu ia memasang alat penyadap itu di laptopnya dan mendengarkan isinya sambil mengingat- ingat pembicaraan Jae Sang dengan seseorang di telepon yang sempat ia kuping ketika dirinya berada di kantor Jae Sang.


Jae Sang : Aku curiga mantan istriku meninggalkan sesuatu. Dia tidak begitu penurut. Dia mau menjebakku dengan menyerahkan perusahaan keluarganya pada Taesan. Aku yakin dia meninggalkan sesuatu untuk menjatuhkanku. Kau harus mencari tahu apa itu.


Setelah itu, Eun Hyuk mampir ke kediaman Taesan dan menemui bibi.

Dia menanyakan soal kematian kedua mantan istri Jae Sang.

"Namun aku memang berpikir itu agak aneh. Mereka bukan tipe yang akan bunuh diri. Istri pertamanya biasanya pendiam jadi sulit untuk tahu apa yang dia pikirkan namun istri keduanya agak berbeda. Dia harus mengatakan apa yang dia mau. Dia selalu membicarakan tentang membalas dendam."

"Balas dendam?"

"Dia begitu banyak bicara tentang pembalasan dendam. Dia mengatakan akan meninggalkan bukti atau apa untuk mengungkapnya."


Nyonya Na terkejut membaca kontrak yang ditandatangani Yeon Joo.


Sementara itu, Yeon Joo sedang menuju ruangan sang ayah sambil bicara dengan Nyonya Do di telepon.

"Jelaskan pada para tetua kau menginap di rumah temanmu semalam. Jangan bilang kau kesini. Apapun yang mereka katakan, jangan terintimidasi."


Sementara itu Nyonya Na masih ngomel-ngomel.

Ia tidak habis pikir kenapa Yeon Joo bisa menandatangani kontrak itu.

"Dia tidak tahu ini akan membuat perusahaan jatuh? Ada tingkat ketidakmampuan. Aku paham dia tidak terdidik dan tidak berpengalaman tapi bagaimana dia bisa sebodoh dan seceroboh ini? Dia lebih seperti musuh yang datang menghancurkan keluarga kita."

Tapi Presdir Min dan Do Hoon membela Soo A. Ia mengatakan, bahwa Soo A juga dibodohi.

"Itu sebabnya aku mengatakan ini! Presdir Moon pasti menganggapnya sasaran empuk dan berniat menipunya karena dia tampak sangat bodoh dan mudah dipengaruhi. Aku tidak bisa mempercayai keturunanku sebodoh ini! Jika perusahaan bermasalah, aku tidak akan menemuinya. Tidak ada alasan bagiku menemuinya. Setelah semua yang kulakukan untuk melindungi perusahaan ini, itu lebih baik tanpa dia dibandingkan saat ini. Dia kembali setelah 20 tahun dan menyebabkan masalah besar ini!"

Yeon Joo yang mendengar itu dari luar pun terlihat kesal.


Kesal, Yeon Joo pun pergi menemui Jae Sang.

"Apa yang kau sarankan padaku terakhir kali, ayo kita lakukan. Kau ingin aku mengirimkan sahamku padamu. Aku akan membiarkanmu memimpin perusahaan. Kau mengatakan, akan mengembangkannya menggantikanku."

Sontak Jae Sang kaget mendengarnya.

*Yeon Joo beneran mau ngirim sahamnya ke Jae Sang atau cuma pura-pura buat buat ngejebak Jae Sang??


Nyonya Na kembali menemui Cenayang Choi. Cenayang Choi berkata, masih belum terlambat untuk membawa Chae Rin pulang ke rumah dan ke perusahaan. Tapi Nyonya Na menolak keras melakukannya. Ia juga mengatakan soal Bu Kim yang adalah ibunya Chae Rin.

"Semuanya datang karena wasiatmu! Jika dilihat dari awalnya, kau yang memulainya pertama kali!

Kecuali jika kau menyelesaikannya, tidak ada yang bisa. Selesaikan lah itu sebelum terlambat! Karma buruk yang disebabkan oleh kejahatanmu, akan mengancam hidupmu suatu hari. Tidakkah kau melihat roh-roh jahat berkumpul di belakangmu? Mereka semua datang dari dosa-dosamu."

Nyonya Na ketakutan tapi kemudian, dia mengatakan bahwa dirinya orang baik dan tidak pernah melakukan kesalahan.

Tak hanya itu, ia juga menyebut Cenayang Choi sebagai peramal rendahan dan mengaku tidak akan pernah datang lagi menemui Cenayang Choi.

"Dasar wanita tua celaka. Kau wanita tua yang pikun yang akan dilempar ke lubang api karena tidak menyadari dosa-dosamu."


Kesal, Nyonya Na pun menyiramkan teh pada Cenayang Choi.

Cenayang Choi membalas, dengan melemparkan kacang merah ke tubuh Nyonya Na.

Ia juga menyuruh Nyonya Na berlutut pada Chae Rin dan memohon pengampunan atas semua tindakan jahatnya.


Sementara itu, Presdir Min yang dihubungi oleh Jae Sang terkejut saat Jae Sang mengatakan bahwa Soo A sudah mentransfer saham kepadanya.


Sekarang Nyonya Na sedang memarahi Soo A yang sudah mentransfer saham ke Jae Sang.

"Mungkin karena aku bodoh dan dungu. Aku hidup 20 tahun seperti itu jadi aku tidak bisa membiarkan sisi murahan dan rendahan di diriku pergi dariku."

"Dia tidak mungkin keturunanku! Dia payah!"

"Aku pun merasa jijik menjadi keturunan nenek! Aku seharusnya tidak kembali! Akan lebih baik seperti itu!"

"Soo A-ya!" marah Hae Ran.

"Nenek mengatakan, akan lebih baik jika nenek tidak pernah menemukanku."

"Mwo? Apa ibu benar-benar mengatakan itu? Eomma!"


Chae Rin baru dapat kabar dari Do Hoon soal situasi sulit perusahaan.

Chae Rin pun meminta Do Hoon terus berada di sisi ayahnya.

Usai bicara dengan Do Hoon, Chae Rin memberitahu Eun Hyuk bahwa Makepacific mau tidak mau

harus diserahkan pada Taesan Group.


Tiba-tiba terdengar bunyi bel. Eun Hyuk pun membuka pintu dan Nyonya Na langsung menerobos masuk.

"Aku melihat putra penculik dan putri yang mendalanginya menghabiskan waktu bersama." hina Nyonya Na.

"Apa yang kau lakukan disini?" tanya Chae Rin.

"Bangkitkan perusahaan itu kembali. Kau harus membayar dosa-dosa ibumu!" jawab Nyonya Na.

"Apa gunanya membangkitkan perusahaan jika itu menjadi milik Soo A?" tanya Chae Rin.


"Jangan bilang kau merencanakan ini dengan ibumu." tuduh Nyonya Na.

"Keluar darisini jika kau masih ingin meracau!"

"Bu Kim, maksudku ibumu, kau pikir aku akan diam saja!"

"Sebelum itu, minta maaflah dulu padaku dan Bu Kim!"

"Untuk apa aku harus minta maaf? Aku tidak melakukan kesalahan apapun."

"Apa yang nenek lakukan dengan anak-anak malang yang merindukan cinta dan kasih sayang itu? Dan itu bukan hanya sekali tapi dua kali! Bisa-bisanya kau membawa mereka masuk sebagai pengganti untuk menerima kesialan keturunanmu! Bagaimana perasaanmu disudutkan keturunanmu sendiri? Soo A telah memberimu pelajaran yang bagus."


Kesal, Nyonya Na berniat menampar Chae Rin tapi Eun Hyuk langsung menghentikan Nyonya Na.

"Dasar sampah! Lepaskan tanganku!"

"Jangan berani-berani menyentuhnya semaumu."

"Dasar makhluk kotor dan menjijikkan."

"Aku sudah selesai dengan keluarga dan perusahaanmu jadi silahkan pergi dan jangan pernah menemuiku lagi."

Nyonya Na beranjak pergi tapi kemudian ia ingat kata Pimpinan Moon.


Flashback...

Sebelum menemui Chae Rin, Nyonya Na menemui Pimpinan Moon terlebih dahulu.

Pimpinan Moon menyuruh Nyonya Na berlutut pada Chae Rin, lalu mengirim Chae Rin kembali ke rumahnya sebagai istri Jae Sang jika mau Makepacific selamat.

Flashback end...


Lalu apa yang akan dilakukan Nyonya Na.

Dia berlutut dan meminta Chae Rin menyelamatkan Makepacific.

Sontak Eun Hyuk dan Chae Rin terkejut melihatnya.

Chae Rin pun semakin terluka.


Bersambung............

Ya ampun, si Nyonya Na ini gak ada kapok-kapoknya. Masih juga manfaatin Chae Rin.

Sabtu besok final gaes... Gw harap happy ending deh buat Eun Hyuk dan Chae Rin.

No comments:

Post a Comment