Sunday, November 18, 2018

Hide and Seek Ep 23 Part 1

Sebelumnya...


Nyonya Na berlutut pada Chae Rin, agar Chae Rin mau menyelamatkan perusahaannya yang akan diambil alih oleh Tae San Group.

Melihat itu, Chae Rin langsung menyuruh Nyonya Na berdiri tapi Nyonya Na malah memeluk kaki Chae Rin dan memohon agar Chae Rin membantunya.

"Kenapa harus aku yang menolongmu? Hal itu tidak ada hubungannya denganku. Apa kau lupa? Kau memanggil dewan direksi untuk mengusirku dari perusahaan." jawab Chae Rin.

"Chae Rin-ah..." pinta Nyonya Na.

Chae Rin pun menjauh dari Nyonya Na.

"Kau terdengar begitu tulus sampai aku hampir lupa bahwa di matamu, aku adalah hal yang mengerikan dan menjijikkan." ucap Chae Rin.


Nyonya Na marah.

"Kau benar-benar akan seperti ini? Tidakkah kau kau sadar, apa yang sudah ibumu lakukan pada kami?"

"Jika itu yang mau bicarakan, pergilah pada Bu Kim. Jangan seperti ini padaku. Pergilah sekarang." ucap Chae Rin.


Nyonya Na pun pergi, tapi di jalan, ia menyuruh supirnya menepikan mobil dan membiarkannya sendiri sebentar.

Setelah supirnya pergi, ia berteriak kesal dan menangis karena harus berlutut pada Chae Rin seperti tadi.

Tak lama kemudian, Nyonya Na bertekad akan merebut kembali perusahaannya sendirian dan membalas Bu Kim, serta menghancurkan Chae Rin.


Soo A kesal karena sang ibu menyalahkannya atas situasi perusahaan.

Soo A yang kesal, berniat pergi tapi dicegah Nyonya Park.


Tak lama kemudian, Nyonya Na datang dan diminta Nyonya Park menenangkan Soo A.

"Kenapa kau membuat ibumu cemas? Tidakkah kau tahu apa yang sudah kulalui hari ini? Kau tidak akan pernah tahu." ucap Nyonya Na.

Kesal, Soo A pun berkata bahwa Makepacific adalah miliknya dan ia punya hak melakukan apapun pada Makepacific.

"Perusahaan akan menjadi milikku setelah nenek mati."

Nyonya Park pun kaget mendengar kata-kata Soo A. Begitu pun dengan Nyonya Na.

Soo A lalu berkata, bahwa ia tidak bisa berada di dekat Nyonya Na dan memutuskan pergi.


Eun Hyuk mencoba menasehati Chae Rin. Ia bertanya, apa Chae Rin akan baik-baik saja jika Taesan Group mengambil alih Makepacific.

"Pikirkan karyawanmu. Jika Moon Jae Sang mengambil alih perusahaan itu, dia akan memecat semua karyawan. Jika kau jatuh cinta pada seseorang, kau tidak perhitungan. Jika kau mencoba menyelamatkan sesuatu, kau tidak mempedulikan dirimu. Itulah Min Chae Rin yang kukenal."

"Itu tidak boleh terjadi. Para karyawan sudah seperti keluargaku sendiri."

"Aku akan berusaha membantumu. Aku rasa, mantan istri Jae Sang meninggalkan bukti yang bisa mengungkapkan wajah asli Taesan."

Mendengar itu, Chae Rin sontak kaget.


Eun Hyuk lantas menemui seorang wanita bernama Seo Hee Joo yang bekerja sebagai kasir di kedai kopi.

Ia mengajak Nona Seo berbicara tentang mendiang kakak Nona Seo yang bernama Seo Kyung Joo.

"Bagaimana kau tahu kakakku?"

"Dia putri sulung keluarga harian Hangang dan mantan istri Moon Jae Sang. Perusahaan keluarganya diambil oleh Taesan Group dan dengan kematiannya, dia mencoba membiarkan dunia tahu ketidakadilan yang dialaminya."

"Darimana kau tahu?"

"Keluarlah. Seseorang menunggumu diluar."


Nona Seo pun bergegas keluar dan menemukan sosok Chae Rin.

"Apa kau yang tahu tentang kakakku?" tanyanya. Chae Rin pun mengiyakan.


Jae Sang menerobos masuk ke ruangan Presdir Min dan mengaku ingin mempelajari situasi dan struktur Makepacific karena perusahaannya akan mengambil alih Makepacific segera.

Presdir Min tidak terima dan menyalahkan Jae Sang yang sudah membodohi Soo A.

Jae Sang pun balik menyalahkan Presdir Min karena menunjuk Soo A yang tidak tahu apa-apa sebagai CFO.

Jae Sang lantas menyuruh Presdir Min memanggil dewan direksi.


Eun Hyuk yang duduk sendirian di taman, menuliskan tentang Seo Kyung Joo dan dana gelap Jae Sang di ponselnya.


Tak lama kemudian, ia mendongak ke langit dan berdiri menatap langit.

"Seo Kyung Joo-ssi, dengarlah. Gadis itu akan membalaskan dendam untukmu. Jadi tolong bantu dia sedikit."


Setelah itu, pandangan Eun Hyuk teralih pada sepasang kekasih yang sedang berduaan. Ia kemudian tersenyum, lalu mengambil ponselnya, menyanyikan sebuah lagu (Two People by Park Jang Hyun, OST The Heirs) dan merekam suaranya.

Tak lama kemudian, ia melihat kedatangan Chae Rin dan menyudahi rekamannya.


Mereka duduk di taman dan Chae Rin memberitahu Eun Hyuk kalau Kyung Joo memang meninggalkan sesuatu.


Kita lantas diperlihatkan flashback, saat Chae Rin bicara dengan adiknya Kyung Joo.

Nona Seo mengaku, bahwa sang kakak memintanya memesan sebuah pena yang mempunyai fitur perekam.

"Dia seperti ingin merekam sesuatu tentang bagaimana Taesan mengambil alih perusahaan ayah kami."

"Kau tahu dimana pena itu?"

"Itu seperti pena biasa dengan ujung runcing. Tolong buktikan kebenarannya. Jika perusahaan itu terus berjaya, kakakku tidak akan tenang di alamnya."

Flashback end...


Chae Rin berkata, harus menemukan pena itu lebih dulu. Ia yakin, ada sesuatu yang terekam di pena itu.

"Tapi pena itu tidak ada padanya." ucap Chae Rin.

"Kalau begitu, artinya pena itu masih ada di kediaman Moon Jae Sang." jawab Eun Hyuk.


Tak lama kemudian, Jae Sang menghubungi Chae Rin dan Chae Rin memberitahu Eun Hyuk.


Chae Rin pun menemui Jae Sang. Ia memberitahu Jae Sang bahwa Nyonya Na datang berlutut padanya dan memintanya menyelamatkan Makepacific.

Jae Sang pun menanyakan jawaban Chae Rin.

Chae Rin berkata, bahwa dia akan mengambil kesempatan itu untuk mengambil Makepacific.

"Buat aku menjadi pemilik perusahaan itu." pinta Chae Rin.

"Apa yang akan kudapatkan jika aku membantumu? Kau mau mengakhiri hubunganmu dengan Cha Eun Hyuk dan kembali padaku?"

"Perasaanku padamu tidak jelas, yang bisa kukatakan adalah, aku tidak akan bisa mendapatkan apapun yang kuinginkan tanpa bantuanmu. Kau puas dengan jawabanku? Minggu depan ulang tahunmu. Bolehkah aku datang?" jawab Chae Rin dengan wajah kesal.


Bu Kim menemui Nyonya Na!

Ia membawakan obat untuk Nyonya Na.

Nyonya Na marah, beraninya kau datang kesini!

"Setelah membuatku bekerja keras selama 30 tahun, sekarang kau tidak membutuhkanku lagi?"

"Kau menipu semua orang dan merencanakan penculikan Soo A. Beraninya kau bertindak tidak tahu malu seperti ini!"

"Lantas mari kita mati bersama."

"Kau sudah gila? Kenapa aku harus mati?"

"Kau dan aku sudah melakukan dosa besar. Satu-satunya cara menebusnya adalah dengan mati."

Bu Kim lantas menyuruh Nyonya Na meminum obat yang dibawanya tapi Nyonya Na menolak meminumnya dan melemparkan obat itu ke lantai.


Nyonya Na menyuruh Bu Kim mati sendirian, tapi Bu Kim tidak mau dan mengajak Nyonya Na mati dengannya.

Bu Kim berusaha mencekik Nyonya Na. Tepat saat itu, Nyonya Na terbangun.

Semua hanya mimpi.

Tak mau mimpinya jadi kenyataan, Nyonya Na menghubungi seseorang dan menanyakan soal tombol yang bisa memanggil polisi dengan cepat.


Eun Hyuk mengantarkan Chae Rin ke rumah Jae Sang dan meminta Chae Rin hati-hati selama berada di sana.

Chae Rin membawa sebuket bunga.

Chae Rin mengerti. Saat ia hendak masuk, Eun Hyuk menghentikannya lagi.

"Jika kau merasa dalam bahaya, cepatlah pergi. Aku menunggumu."

"Kau sudah melalui banyak hal untuk mengeluarkanku dari rumah ini. Aku tidak akan tertangkap lagi."


Di dalam, Pimpinan Moon dan Jae Sang sedang membahas Chae Rin.

"Dia pergi dari rumah dan mengatakan akan tinggal bersama Cha Eun Hyuk, tapi karena serakah, dia ingin memiliki perusahaan. Bukankah artinya dia memanfaatkanmu?"

"Aku rela dimanfaatkan olehnya. Belum terlambat memiliki apa yang kuinginkan setelahnya." jawab Eun Hyuk.


Tak lama kemudian, bel berbunyi dan bibi senang melihat Chae Rin datang.

Chae Rin menyapa Pimpinan Moon pertama kali. Ia menanyakan kabar Pimpinan Moon.

Setelah itu, ia memberikan bunganya pada Jae Sang dan mengucapkan selamat ulang tahun.

*Sy ngakak liat ekspresi Chae Rin disini. Ekspresinya lawak banget.

"Jika kau sedang menyiapkan makan malam, aku akan membantumu." ucap Chae Rin pada bibi.


Chae Rin membantu bibi menyiapkan makan malam.

Pimpinan Moon yang ditemani Jae Sang, tampak terus menatap ke arah Chae Rin.


Pimpinan Moon dan Jae Sang masuk ke kamar rahasia Pimpinan Moon.

Pimpinan Moon mengajak Jae Sang membiarkan Chae Rin sebentar agar mereka bisa mencari tahu apa maksud dan tujuan Chae Rin datang ke rumah mereka.


Tak lama, Chae Rin masuk membawakan semangkuk popcorn untuk Pimpinan Moon.

"Kau masih ingat kesukaanku."

"Makan malam akan segera disajikan."

"Aku akan bermeditasi sampai makan malam siap."


Jae Sang mengerti dan hendak mengambilkan kaset meditasi tapi Chae Rin mengaku biar ia yang mengambilnya.

Chae Rin lantas membuka pintu jeruji besi tapi sebelum masuk, ia minta izin pada Pimpinan Moon. Pimpinan Moon mengizinkannya.


Setelah itu, Chae Rin masuk dan mengambil kaset meditasi. Ia kemudian memutar kaset meditasi itu.

"Apa dosa yang sudah kau lakukan? Letakkan tanganmu di atas dada dan jawablah. Keadilan akan ditegakkan. Keadilan pembalasan.

Mendengar itu, Pimpinan Moon sewot dan menyuruh Chae Rin mematikannya. Pimpinan Moon mengaku, ia benci kaset yang itu.


Chae Rin minta maaf dan langsung mematikan tape nya.

Jae Sang pun masuk. Ia menghela nafas, lalu memutar kaset yang benar.


Eun Hyuk sedang meneliti laporan keuangan Taesan.

Bersambung ke part 2............

No comments:

Post a Comment