Tuesday, November 13, 2018

Hide and Seek Ep 22 Part 2

Sebelumnya...


"Gwenchana?" tanya Chae Rin, lalu melepaskan ikatan tangan Eun Hyuk.

"Gwenchana? Kau tidak terluka?" Eun pun menanyakan hal yang sama.


Yeon Nam menghubungi Bu Kim. Bu Kim pun kesal mendengar Chae Rin datang membebaskan Eun Hyuk dan memanggil polisi.


Chae Rin mengatakan pada Eun Hyuk, bahwa ia tak bisa membayangkan jika dirinya tak bisa menemui Eun Hyuk lagi.

Tapi Eun Hyuk meminta Chae Rin mengatakan kalimat itu setelah mereka tua nanti.

"Ini bukan saatnya bergurau. Kenapa mereka melakukan ini padamu? Aku sudah tidak tahan lagi." jawab Chae Rin.

Chae Rin lantas mengambil tas dan jaketnya.

Ia mau pergi tapi Eun Hyuk menghalangi dan memintanya tenang.

"Dengarkan baik-baik apa yang kukatakan. Bu Kim diadopsi di rumahmu saat dia masih kecil karena keinginan nenekmu. Bagi orang lain seperti adopsi normal." ucap Eun Hyuk.

"Apa sebenarnya maksudmu?" tanya Chae Rin.

Tapi tak lama berselang, Chae Rin menyadari apa maksud Eun Hyuk.

"Itu benar. Dia diadopsi sebagai pengganti untuk menerima kesialan." jawab Eun Hyuk.

Chae Rin terkejut.


Nyonya Na menemui si cenayang. Ia cerita, pertanyaan Hae Ran tentang Sun Hye terus menghantuinya dan ia heran karena Hae Ran tiba-tiba membicarakan seseorang yang sudah tidak ada lagi di dunia.

"Pernahkah kau mendengar tentang menyingkirkan karma burukmu? Secara harfiah berarti kau harus memperbaiki kesalahanmu. Bawa Chae Rin kembali ke rumahmu. Rumah dan perusahaanmu, keduanya

membutuhkan Chae Rin."

Sontak Nyonya Na marah.

"Tidak bisakah kau melihatnya. Nona Soo A tidak cocok untuk posisi itu. Jika dia memimpin, perusahaanmu hanya tinggal menunggu waktu untuk jatuh."

"APA! Jangan katakan itu tentang Soo A kami!"

"Badai akan segera datang. Kau tidak akan bisa mencegahnya."

"Lalu apa? Apa kau mau memberitahuku membawa Chae Rin kembali alih-alih keluargaku? Aku melalui banyak hal untuk mengembangkan perusahaan itu. Aku tidak akan pernah menuruti ucapanmu bahkan jika itu berarti kematianku!"


Bu Kim pulang dan melihat Hae Ran berdiri di depan pintu. Hae Ran menatapnya dengan sedikit takut.

"Nyonya Na pasti keluar. Aku tidak melihat mobilnya."

"Dia pergi menemui Peramal Choi. Tidak ada yang bisa menghentikannya. Dia meyakini ucapan sekadar peramal."

Setelah itu, Hae Ran berkata semua yang terjadi di rumahnya melibatkan Cenayang Choi.

"Harus kuakui itu cukup untuk menghibur Nyonya Na. Tapi kenapa kau pulang dari rumah sakit begitu cepat?"

"Kau ingin aku terus berada di rumah sakit dan bertingkah seperti orang gila, kan?"

"Kau terdengar sangat gelisah. Akan kuambilkan obat penenangmu."

"Kau membicarakan tentang ini?" tanya Hae Ran lalu menunjukkan obat itu.

Sontak Bu Kim kaget.


"Aku dibohongi olehmu selama 20 tahun dan meminum obat ini karena mengira ini obat penenang." ucap Hae Ran.

Hae Ran lantas mendekati Bu Kim dan bertanya apa yang sudah Bu Kim lakukan pada Soo A.

"Apa kau yang menculik Soo A?"

"Tentu saja tidak. Minumlah obatmu dan kembalilah tidur."

Bu Kim pun berusaha mengambil obat itu dari tangan Hae Ran tapi Hae Ran mendorongnya dan memanggilnya Sun Hye.

Hae Ran bertanya, kenapa Bu Kim kembali ke rumahnya.

Hae Ran lalu menghubungi Presdir Min dan meminta Presdir Min segera pulang.

Tapi Bu Kim mencengkram tangan Hae Ran dan merebut ponsel Hae Ran kemudian mematikan dan membuang ponsel Hae Ran.


Hae Ran pun berteriak meminta tolong dan memanggil pembantunya.

"Aku menyuruh mereka pergi. Sekarang hanya ada kita berdua di rumah ini." ucap Bu Kim.

Hae Ran menghempaskan tangan Bu Kim.

Ia berusaha membuka pintu keluar dan berteriak-teriak meminta tolong, tapi Bu Kim menjambaknya dan mendudukkannya ke lantai.


Presdir Min heran teleponnya dengan Hae Ran tiba-tiba terputus.

Karena telepon Hae Ran tidak bisa dihubungi, Presdir Min pun menghubungi Bu Kim.

Presdir Min sontak kaget mendengar jeritan istrinya.

Bu Kim pun beralasan, Hae Ran kumat lagi. Tangan Bu Kim tampak membekap mulut Hae Ran.

Presdir Min menyuruh Bu Kim menghubungi Dokter Jung tapi Bu Kim berkata, itu hanya akan memperburuk Hae Ran saja.

Bu Kim mengaku akan menanganinya.

Panggilan selesai.


Presdir Min pun heran istrinya 'kumat' lagi padahal Soo A sudah kembali.

Presdir Min lalu menanyakan Soo A pada Do Hoon karena ia tidak melihat Soo A seharian.

Presdir Min berkata, Soo A harus menyelesaikan masalah yang dia buat bukannya kabur.

"Kurasa dia takut karena anda marah padanya."

"Hubungi dia dan suruh dia segera datang."


Soo A tidur di pangkuan Nyonya Do.

Ponsel Soo A berdering. Nyonya Do mengambil ponsel Soo A dan membaca nama Do Hoon di layar.

Tak mau mengganggu Soo A, Nyonya Do pun me-reject panggilan Do Hoon.


Di rumah Eun Hyuk, Chae Rin menangis memikirkan Bu Kim. Ia berkali-kali menyangkal bahwa Bu Kim adalah ibunya.

Chae Rin lalu teringat masa lalunya, saat Nyonya Na dan Bu Kim datang ke panti.

Flashback...


Chae Rin membuka pintu jendela dan melihat teman-temannya sedang memperkenalkan diri pada Nyonya Na.Ternyata saat itu, Bu Kim melihat Chae Rin tapi Chae Rin tidak melihat Bu Kim karena terlalu fokus menatap Nyonya Na.

Ketika Chae Rin hendak kabur dari panti, Bu Kim datang mencegahnya dengan memanas-manasinya.

Flashback end...


Tangis Chae Rin pecah. Ia tidak mengerti kenapa Bu Kim tega memanfaatkannya untuk balas dendam.

Chae Rin lalu mengambil obat flu di tasnya.

Saat hendak meminum obat itu, ia teringat saat dirinya sakit dan Bu Kim memberinya obat itu.


Eun Hyuk mendatangi Jae Sang. Jae Sang terkejut melihat Eun Hyuk.

"Kenapa kau melihatku seperti hantu? Karena aku masih hidup?"

Jae Sang pun tertawa.

"Aku melihatmu membuat kesepakatan dengan Bu Kim dengan mempertaruhkan nyawaku." ucap Eun Hyuk.

Jae Sang lantas bangkit dari duduknya dan berdiri di depan Eun Hyuk.

"Meskipun berusaha sebaik mungkin, kalian akan berakhir dalam tragedi. Entah salah satu dari kalian akan mati atau kalian berdua akan mati."


Kesal, Eun Hyuk pun mencengkram Jae Sang.

"Kau tahu Bu Kim ibu kandung Chae Rin yang mendalangi penculikan Soo A. Menurutmu apa? Cinta? Diantara anak penculik dan putri penjahat sebenarnya?"

"Kau boleh menjelek-jelekkanku tapi jika kau menjelek-jelekkannya, kau akan kubunuh."

"Itu tidak akan mengubah kenyataan dia putri Kim Sun Hye."

"Aku sudah memperingatkanmu."

"Masalah ini akan selesai jika Chae Rin kembali ke Grup Taesan! Aku bisa membuat semua orang membungkuk padanya dan memperlakukannya seperti ratu! Jika kau menghilang dari sisinya, dia akan bahagia. Itu yang dipikirkan Bu Kim dan aku setuju dengannya."

"Mungkin bukan sekarang tapi mereka harus berbaikan suatu hari."

"Lalu bagaimana denganmu? Bisakah kau memaafkan Jo Pil Doo? Kenapa kau memaksakan sesuatu yang bahkan tidak bisa kau lakukan?"

"Agar mereka tidak berakhir sepertiku. Aku tahu betapa menyakitkannya membenci seseorang." jawab Eun Hyuk membuat Jae Sang sedikit tertawa.


Nyonya Na pulang dan Bu Kim langsung memberitahu bahwa Hae Ran mengalami serangan selama Nyonya Na pergi.

Bu Kim mengarang cerita, bahwa Hae Ran sempat memanggilnya dengan nama Kim Sun Hye.

"Siapa Kim Sun Hye Eorishin?"


Hae Ran sudah tertidur, karena obat dari Bu Kim.

Nyonya Na masuk ke kamar Hae Ran dan melihat Hae Ran.

"Dia memanggilmu Kim Sun Hye?" tanya Nyonya Na cemas sambil menatap Bu Kim.

"Aku rasa kita tidak boleh menganggap remeh kondisinya. Kurasa dia harus dirawat di rumah sakit. Jika anda memberiku perintah, aku bisa mencari rumah sakit bagus dan memasukkannya besok."

"Pelan-pelan saja. Aku sudah punya banyak masalah. Kau harus merawatnya dan memberinya obat dulu."

"Baik."

"Tapi kenapa dia tidur sangat lama!"


Eun Hyuk meletakkan tangannya di dahi Chae Rin.

"Kau tidak sakit. Kau terluka di dalam. Kim Sajangnim, ani, ibumu. Kau yakin tidak mau menemuinya?"

"Siapa yang kau sebut ibuku? Kau mau aku memaafkan wanita itu?"

"Aku tidak bisa memaksakan itu pada Min Chae Rin. Kuserahkan padamu untuk memutuskan memaafkannya atau tidak, tapi aku tidak mau kau menyesal di masa depan."

"Aku tidak akan menyesali apapun. Wanita itu tidak berarti apa-apa bagiku."


Ponsel Chae Rin berdering. Dan setelah itu, ia langsung ke Taesan menemui Pimpinan Moon.

"Kau tampak lebih baik dibandingkan saat masih menjadi bagian dari Grup Taesan."

"Setidaknya tidak ada yang menyebutku palsu dan aku tidak perlu khawatir akan dibunuh. Mungkin itu sebabnya."

"Aku memanggilmu kesini bukan karena aku menyukaimu. Orang bilang orang tua tidak bisa menang jika berdebat melawan anaknya. Kembalilah ke rumah. Kita mulai semuanya dari awal. Ulang tahun Jae Sang pekan depan. Setidaknya kita makan bersama."

"Aniyo. Aku tidak mau lagi menjadi menantu anda dan aku tidak mau menghadiri pesta ulang tahunnya."


Bu Kim menemui Jae Sang. Jae Sang menceritakan kedatangan Eun Hyuk tadi pada Bu Kim.

"Hal-hal seperti ini tidak biasanya terjadi, tapi seolah ada kesalahan kecil."

"Kim Sajangnim, ani, ibu kandung Min Chae Rin, bagaimana kau bisa menjadikannya pemilik perusahaan seperti ini? Kau sudah mengecewakanku."

"Kali ini tidak akan ada kesalahan apapun."

"Aku tidak percaya."

"Akan kulakukan sendiri! Jadi rawatlah Chae Rin dulu."

"Aniyo, kesepakatan kita berakhir."

"Harusnya Chae Rin! Aku tidak bisa membiarkan perusahaan itu dimiliki keturunan Na Hae Geum. Aku berjanji padamu dengan hidupku. Cha Eun Hyuk, dengan tanganku sendiri..."

"Sudah kubilang kesepakatan kita berakhir."

Jae Sang lantas menyuruh Bu Kim pergi.


Di lobby Taesan, Pil Doo sedang mencari cara agar bisa masuk ke ruangan Jae Sang.

Tapi kemudian, ia melihat Bu Kim yang berjalan menuju pintu keluar.

Ia pun teringat kata-kata Bu Kim terakhir kali saat ia mengunjungi kediaman Nyonya Na.

Dan Pil Doo pun merasa ada sesuatu yang tidak beres.


Setelah Bu Kim pergi, Pil Doo pun langsung menyelinap masuk menuju ruangan Jae Sang.

Bersambung ke part 3........

Ku mencium bau-bau tragis menjelang ending... Sepertinya Bu Kim berencana membunuh Eun Hyuk dengan tangannya sendiri tapi ntar yg kena malah Chae Rin.

No comments:

Post a Comment