Thursday, November 8, 2018

Love Rain Ep 3

Sebelumnya...


"Aku akan mengatakannya. Aku mau mengikuti wajib militer."

Semua kaget mendengar ucapan In Ha. Chang Mo membentak, SEO IN HA! In Ha bilang kalau dia akan menyelesaikan pertunjukan mereka di radio, setelah itu mengambil cuti kuliah dan masuk WaMil. In Ha melirik Yoon Hee. Yoon Hee sedih mendengar itu.


Yoon Hee mendengar Hye Jung marah2 atas keputusan In Ha dari balik kamar. Dong Wook berusaha menenangkan Hye Jung, tapi Hye Jung tetap kesal. Yoon Hee pun beranjak pergi dengan wajah sedih. Yoon Hee berjalan2 di jembatan. In Ha yang juga lagi jalan2 melihat Yoon Hee.

"Mungkin alasan dari memori masa muda adalah selalu warna air, karena air pada akhirnya bisa lebih kuat." ucap In Ha dalam hati.


In Ha menyusul Yoon Hee. Mereka saling berpandangan.

"Apa kau sungguh2 mau pergi?" tanya Yoon Hee.

"Ya." jawab In Ha.

"Apa ini karena aku dan Dong Wook?" tanya Yoon Hee.

"Bukan. Ini murni dari hatiku. Semua menjdi rumit sekarang. Yoon Hee, ada yang mau kukatakan. Itu semua bohong. Lukisan2ku, itu bukan karena kau ada di depan mataku. Sejak pertama kali aku bertemu denganmu, kaulah yang selalu ada di depanku. Kau adalah pemandangan terindah yang pernah kulihat dan selalu membuat hatiku berdebar2."


Yoon Hee mendengarkan In Ha dgn mata berkaca2.

"Terima kasih dan maaf karena aku tidak berani mengakuinya."

"Terlambat. Seharusnya kau memberitahuku lebih awal."

"Maafkan aku karena ini terlambat."

In Ha lalu berkata dalam hati, "Aku tidak bisa memberitahunya seberapa besar aku mencintainya. Seberapa besar luka di hatiku. Warna air saat senja adalah penanda akhir."

In Ha datang ke kafe. Dia menyapa Chang Mo lalu melihat Dong Wook yang sedang menjadi DJ. Dong Woo menatap kesal In Ha, lalu membuang muka. In Ha merasa tak enak pada Dong Wook, lalu duduk di depan Chang Mo. Dong Wook memutar lagu The Night Before Enlisting oleh Choik Baek Ho dan mempersembahkan lagu itu untuk In Ha yang akan menjalani WaMil.

"Hey, kurasa dia benar2 marah padamu." ucap Chang Mo.

In Ha menoleh ke Dong Wook. Dong Wook langsung buang muka.


Kafe sudah tutup. Dong Wook Dan Chang Mo sedang bermain gitar. In Ha pun kembali membuat mereka syok.

"Besok?" tanya Chang Mo.

"Aku minta maaf. Aku memberitahu orang tuaku tentang WaMil. Mereka menyuruhku pulang. Besok aku akan melukis di Chuncheon, kemudian aku akan pulang." jawab In Ha.

"Lalu pertunjukan di radio bagaimana?" tanya Chang Mo.

"Kita sudah hampir selesai latihan. Aku pikir jika kita berlatih tepat sebelum pertunjukan dimulai, akan sangat bagus." jawab In Ha.

Dong Wook berdiri dengan kesal, "Hey! Apa2in ini!"

"Dong Wook..." tahan Chang Mo.

"Kenapa kau tidak memberitahu kami sebelumnya!" tanya Dong Wook.

In Ha diam saja. Dong Wook kesal. Ia mengambil tasnya dan keluar dari kafe.

"Dia serius sekali." ucap Chang Mo.

"Jangan khawatir. Dong Wook akan baik2 saja. Dia akan baik2 saja." jawab In Ha.


In Ha mengemasi barang2nya di kamar asrama. Ia memasukkan buku2nya ke dalam kardus. Tak lupa ia memeriksa laci mejanya dan menemukan diary Yoon Hee. In Ha memandangi diary Yoon Hee.


Yoon Hee duduk di pojok perpustakaan sambil berpikir.

"Pemandangan dengan cinta sangat indah. Tapi cinta yang indah tidak selalu berakhir bahagia. Cinta.... Cinta memiliki dua sisi. Kebahagiaan dan kesedihan." ucap Yoon Hee dalam hati sambil mengingat2 In Ha. Yoon Hee lalu melihat ke sekelilingnya yang mulai sepi. Ia pun membereskan buku2nya dan beranjak keluar. Di luar, Dong Wook sudah menunggu Yoon Hee.


"Kenapa kau lama sekali?" tanya Dong Wook.

"Sudah berapa lama kau menungguku?" tanya Yoon Hee.

"Lama sekali." jawab Dong Wook.

"Kenapa?" tanya Yoon Hee.

"Kau tanya kenapa? Kupikir kita sudah resmi pacaran. Karena aku pacarmu, makanya aku menunggumu." jawab Dong Wook.

"Kupikir kau latihan dulu." ucap Yoon Hee.

Dong Wook berjalan di samping Yoon Hee. Ia mau memberitahu Yoon Hee soal In Ha, tapi Yoon Hee langsung memotong kata2 Dong Wook dengan bertanya apa Dong Wook sudah makan. Dong Wook pun berdiri di depan Yoon Hee dan mengajaknya kencan. Yoon Hee tersenyum dan menerima ajakan Dong Wook. Dong Wook melompat2 saking senangnya.


In Ha berjalan melewati etalase yang memajang jam dan kalung. Ia teringat cerita Yoon Hee. Saat pulang dari toko gitar, Yoon Hee cerita kalau jam tangan ortunya yang disimpannya, hilang. In Ha menatap jam itu dan tampak berpikir.

In Ha memberesi lukisan2 Yoon Hee miliknya dan menyimpannya rapi di dalam lemarinya. Ia lalu mengeluarkan diary Yoon Hee dari tasnya dan menyimpannya di lemari. Seorang temannya bertanya apa In Ha tidak akan membereskan lemarinya sebelum pergi WaMil. In Ha bilang akan membereskannya nanti sebelum WaMil. In Ha lalu keluar dari studio.


Yoon Hee mengantarkan laporan ke petugas administrasi. Petugas administrasi itu memberikan sesuatu pada Yoon Hee. Di luar, Yoon Hee membuka kotak hadiah yang isinya jam tangan. Ada sebuah kartu berisi pesan di sana. Yoon Hee membaca pesan itu.

"Aku akan selalu mendoakan kebahagiaanmu. Seo In Ha."

Yoon Hee berjalan sambil menatap jam tangan dari In Ha. Ia pun melihat Hye Jung dan In Sook sedang membicarakan In Ha. Yoon Hee mendekati mereka.

"Ada apa?" tanya Yoon Hee.

"In Ha pulang ke rumahnya hari ini. Dia tidak akan kembali ke kampus sampai selesai WaMil." jawab In Sook.

Yoon Hee kaget mendengarnya.

"Pasti terjadi sesuatu." ucap Hye Jung yakin.


"Bagaimana ini! Pertunjukan radio bagaimana? Masa harus dibatalkan. Chang Mo harus menang dan melakukan debut. Dia harus melakukan debut agar orang tuaku merestui hubungan kami." ucap In Sook.

"Hwang In Sook!" bentak Hye Jung.


Di kelas, Yoon Hee terus menatap jam tangan pemberian In Ha. Tiba2, Yoon Hee membereskan bukunya dan keluar dari kelas. Hye Jung dan In Sook melihat Yoon Hee keluar dgn terburu2. Yoon Hee membaca pengumuman perjalan melukis mahasiswa seni di mading. "Chuncheon." ucapnya, lalu berlari keluar. Sepertinya Yoon Hee mau menyusul In Ha.


In Ha dan teman2nya keluar dari stasiun Chuncheon. In Ha melihat poster Film Love Story dan teringat janjinya akan mengajak Yoon Hee menonton film itu. In Ha sedih karena ia tak bisa menepati janjinya pada Yoon Hee.  Saat mau keluar dari kelas, Hye Jung menemukan kartu Yoon Hee. Ia ingat Yoon Hee memegang kartu itu saat melihat jam tangan. Hye Jung membaca isi kartu itu. Wajahnya pun berubah kesal. Kayaknya Hye Jung tahu kalau In Ha menyukai Yoon Hee.


In Sook mengejar2 Hye Jung dan tanya kenapa In Ha mengirimkan kartu untuk Yoon Hee. Chang Mo datang menghampiri mereka. Hye Jung menatap kesal Chang Mo. Chang Mo tanya pada In Sook apa yang terjadi pada Hye Jung. Hye Jung membentak Chang Mo, PEMBOHONG! KAU SUDAH TAHU SEMUANYA KAN! Hye Jung lalu pergi meninggalkan Chang Moo dan In Sook. In Sook menyusul Hye Jung. Chang Mo kebingungan, lalu akhirnya menyadari apa yang terjadi. Ia pun langsung menyusul Hye Jung.


Chang Mo berusaha menghalangi Hye Jung yang mau melihat isi lemari In Ha. "MINGGIR! AKU MAU MELIHATNYA!" bentak Hye Jung. Chang Mo tetap tidak mau minggir. In Sook mendorong Chang Mo. Hye Jung membuka lemari In Ha dan melihat lukisan2 Yoon Hee di dalamnya. Ia juga menemukan diary Yoon Hee di sana. In Sook pun kaget melihatnya.


Di Chuncheon, Yoon Hee mencari2 In Ha. Ia bertanya ke teman2 In Ha di mana In Ha. Teman In Ha bilang kalau In Ha sudah pergi sejak dua jam yang lalu.


Dong Wook ke kafe membawa bunga favorit Yoon Hee. Di sana dia ketemu Chang Mo, In Sook dan Hye Jung. Dong Wook tanya dimana Yoon Hee. Hye Jung bilang kalau mereka juga sedang menunggunya. Dong Wook merasa ada sesuatu yang tidak beres. Ia pun memberitahu yg lain kalau akan berkencan dgn Yoon Hee. Hye Jung menatap tajam Dong Wook. Chang Mo menghela napas. Dong Wook pun semakin yakin ada sesuatu yang tidak beres.


Hari kini sudah malam. Yoon Hee masih ada di Chuncheon. Ia terdiam melihat poster Film Love Story di depan stasiun. Tiba2 hujan turun. Yoon Hee berteduh di depan pintu bioskop. Pintu bioskop terbuka. Penonton pun satu per satu mulai keluar. Dari kerumunan penonton tampak In Ha. Tapi mereka tidak menyadari kehadiran satu sama lain karena kerumunan penonton yg berteduh. Kerumunan orang tiba2 menghilang seakan2 hanya ada In Ha dan Yoon Hee di sana. Mereka saling berpandangan. Tak menyangka akan bertemu di sana.

“Apa yang kau lakukan di sini?” tanya In Ha.

“Aku ingin bertemu denganmu. Aku takut tidak akan bisa bertemu denganmu besok kalau aku tidak kemari sekarang.” Jawab Yoon Hee.


In Ha senang mendengar jawaban Yoon Hee. Keduanya saling bertatapan. Dan akhirnya menonton Film Love Story bersama. In Ha dan Yoon Hee saling bertatapan. Saat adegan sedih, Yoon Hee menangis. In Ha mau memegang tangan Yoon Hee, tapi gak jadi.

In Ha dan Yoon Hee berlari menuju stasiun. Yoon Hee berhenti berlari karena lelah dan In Ha menarik tangan Yoon Hee. Kereta terakhir sudah berangkat. Yoon Hee yang menyadari In Ha masih memegang tangannya, berusaha menarik tangannya namun In Ha menahannya. Yoon Hee terlihat senang.


Mereka pun duduk di stasiun, memutuskan menunggu kereta besok pagi. “Apa yang harus kita lakukan?” tanya mereka bersamaan. Seorang wanita yg menggunakan tudung berwarna merah menyuruh mereka bermalam di sana. In Ha menolak. Wanita itu melihat tangan In Ha dan Yoon Hee yg masih saling menggenggam. In Ha yg malu akhirnya melepaskan genggamannya.

“Maaf, tidak apa2 diantara kami.” Ucap In Ha pada wanita itu.

Wanita itu tidak percaya. In Ha menatap Yoon Hee, lalu bilang akan mencari tahu jadwal kereta pertama yang akan berangkat besok. Saat In Ha pergi, wanita itu memaksa Yoon Hee menginap di kamarnya. Yoon Hee tetap menolak. In Ha datang dan memberitahu Yoon Hee kalau mereka akan pulang naik kereta malam. Yoon Hee terdiam sejenak. In Ha dengan sedikit gugup mengajak Yoon Hee ke pantai. Yoon Hee mengangguk dan tersenyum senang.


Tiga mahasiswa kesenian masuk ke stasiun mengejar kereta. Mereka lalu melihat In Ha di seberang jalan. Awalnya mereka penasaran siapa gadis yang bersama In Ha, tapi beberapa detik kemudian mereka sadar gadis itu adalah Yoon Hee. Hmmmmm, apakah mereka akan melaporkan itu pada Dong Wook? In Ha dan Yoon Hee menunggu kereta menuju stasiun Laut Timur. In Ha mau memegang tangan Yoon Hee tapi urung dilakukan.


Dong Wook menunggu Yoon Hee di depan rumah Yoon Hee dgn membawa seikat bunga Baby’s Breath.  Dia cukup lama menunggu Yoon Hee. Dia pun ingat perkataan Chang Mo di kelas, kalau Yoon Hee terburu2 meninggalkan kelas karena harus pergi ke suatu tempat. Dong Wook cemas, takut terjadi sesuatu pada Yoon Hee. Ia pun akhirnya pergi.


Chang Mo menelpon ke rumah In Ha pakai telepon umum. Di belakang Hye Jung menunggu dengan tegang. Betapa kagetnya Chang Mo tahu In Ha tak pulang ke rumah. Pada ayah In Ha, Chang Mo berbohong dgn bilang kalau In Ha ada di asrama. Hye Jung tanya apa In Ha tidak pulang. Chang Mo menenangkan Hye Jung dgn bilang In Ha mungkin lagi dalam perjalanan pulang atau mungkin sudah sampai di asrama. Ia pamit pulang dan lega bisa lepas dari Hye Jung tapi Hye Jung mengikutinya. Hye Jung mau memastikan kalau In Ha ada di asrama atau tidak.


Hye Jung dan Chang Mo sampai dia kamar asrama, tapi In Ha belum pulang. Hye Jung sudah bisa menebak kalau saat ini In Ha dan Yoon Hee sedang bersama. Chang Mo coba menenangkan Hye Jung. Hye Jung jatuh terduduk dan menangis. Ia kecewa pada In Ha yang ternyata menyukai Yoon Hee.

Dong Wook lagi berjalan sambil sesekali melihat ke rumah Yoon Hee. Tiba2 ada polisi mengejarnya sambil meniup2 peluit. Dong Wook yang takut tertangkap, kabur. Yeah, jam malam diberlakukan di sana.

“Aku tahu kalau aku sudah melukai banyak orang, tapi aku sangat bahagia sampai aku tidak bisa menghentikan diriku.” Ucap In Ha dalam hati.


In Ha dan Yoon Hee duduk di kereta. Mereka melihat seorang bocah laki2 yg rewel dalam pangkuan sang ibu. In Ha menggoda anak itu. Yoon Hee yang melihat In Ha, ikut2an menggoda anak itu sampai anak itu tertawa. In Ha dan Yoon Hee lalu tertawa bersama.


Yoon Hee duduk di pinggir jendela. In Ha menulis sesuatu di jendela kereta dgn jarinya tapi Yoon Hee tidak bisa membaca tulisan In Ha. In Ha menyuruh Yoon Hee meniup2 jendela sampai berembun. Yoon Hee melakukannya dan bisa membaca apa yang ditulis In Ha. Tulisan In Ha dibetulkan oleh Yoon Hee. Keduanya lalu sama2 tersenyum. Penjual makanan lewat di gerbong kereta.

“Apa kau tidak lapar?” tanya In Ha.


“Aku baik2 saja.” Jawab Yoon Hee, tapi kemudian perut Yoon Hee berbunyi. Dengan malu2 Yoon Hee mengakui kalau ia sedikit lapar. In Ha tertawa kecil lalu memanggil penjual makanan dan membeli dua buah telur. In Ha dan Yoon Hee sama2 mengupas kulit telur. Mereka lalu memberikan telur satu sama lain dan memakannya.


In Ha menggambar sketsa wajah Yoon Hee yang lagi tidur berselimut jaket In Ha. Ia tersenyum saat melihat kepala Yoon Hee terangguk2. Saat kepala Yoon Hee akan terantuk ke jendela, buru2 In Ha meletakkan tangannya di jendela sehingga kepala Yoon Hee bersandar di tangan In Ha.


Kereta akhirnya sampai di Laut Timur. Yoon Hee terbangun. “Itu lautnya.” Ucap Yoon Hee. Hari sudah pagi. Yoon Hee membangunkan In Ha. Mereka lalu berjalan menuju pantai. Diluar hujan turun dengan deras. Mereka berjalan ke pantai memakai paying. Tiba2, payung di tangan In Ha terlepas karena diterjang angina. Yoon Hee menggigil kedinginan. In Ha langsung melepas jaketnya dan memakaikannya di tubuh Yoon Hee. Yoon Hee tersenyum senang. In Ha mau menggenggam tangan Yoon Hee tapi gak jadi. Yoon Hee menggenggam tangan In Ha. In Ha tersenyum senang. Keduanya berjalan bergandengan tangan.


Hujan sudah reda. In Ha dan Yoon Hee duduk di atas batang kayu. Yoon Hee mendendangkan lagu ciptaan In Ha yang masih setengah jadi. In Ha gak menyangka Yoon Hee ingat lagunya.

“Apa kau sudah menyelesaikan lagu itu?” tanya Yoon Hee.

“Aku mau menyelesaikannya, tapi sepertinya lagu itu akan berakhir sedih, sehingga aku tidak bisa menyelesaikannya.” Jawab In Ha.

“Sekarang kita bisa menyelesaikannya bersama. Nyanyikanlah.” Pinta Yoon Hee.

In Ha pun menyanyikan lagu ciptaannya. Tiba2, In Ha berhenti menyanyi. Ia tak bisa mengarang lagi. Yoon Hee pun melanjutkan nyanyian In Ha. Ia tersenyum menatap In Ha. In Ha pun kembali melanjutkan nyanyiannya sampai selesai. Keduanya lalu saling berpandangan. Yoon Hee kembali melihat laut. In Ha mencium pipi Yoon Hee. Mereka lalu berjalan2 di sekitar pantai dengan gembira.


Hye Jung tertidur dgn posisi duduk di kamar asrama. Saat menyadari kalau In Ha belum pulang, ia keluar dari kamar. Chang Mo yg tidur di luar terbangun. Hye Jung pergi dengan wajah kesal. Chang Mo memanggil2 Hye Jung tapi Hye Jung tidak menggubris.

“Kenapa dia hanya memikirkan dirinya sendiri.” Ucap Chang Mo.

Chang Mo pun menyusul Hye Jung dengan mata masih ngantuk.


Di pinggir pantai, Yoon Hee tertidur di bahu In Ha.

“Aku ingin mengenalmu lebih dalam. Bagaimana hidupmu? Bagaimana kau bisa ada di sini? Bagaimana perasaanmu saat ini? Aku berharap bisa bersama denganmu setiap hari. Aku ingin ada di sisimu selamanya. Aku mencintaimu. Aku merasa bahagia.” Ucap In Ha dalam hati.

Hye Jung dan Chang Mo ke studio lukis In Ha, namun In Ha tak ada di sana.

“Ah, pasti dia mengambil kereta pagi dan sudah kembali ke rumahnya.” Ucap Chang Mo membela In Ha.

“Kalau begitu, dia tidur dimana semalam?” tanya Hye Jung.

Chang Mo bingung harus menjawab apalagi. Teman2 In Ha datang, “Apa kau mencari In Ha? Kami ketinggalan kereta sehingga terpaksa harus bermalam di stasiun.”

“Kau dengar kan! Itulah yg terjadi.” Ucap Chang Mo.

“Lalu dimana In Ha?” tanya Hye Jung.


“In Ha? Seseorang datang menemuinya semalam.” Jawab teman In Ha.

“Apa seorang gadis berambut panjang?” tanya Hye Jung.

“Ya.” Teman In Ha membenarkan.


Chang Mo dan Hye Jung duduk di pinggir lapangan. Chang Mo berusaha menghibur Hye Jung. In Sook datang dan memberitahu Chang Mo kalau Dong Wook sedang berjalan ke arah mereka. Chang Mo membujuk Hye Jung untuk tidak mengatakan apapun soal In Ha dan Yoon Hee pada Dong Wook. Dong Wook duduk disamping mereka. Chang Mo tanya kenapa Dong Wook datang sepagi itu. Dong Wook bilang kalau In Ha menelponnya dan menyuruh mereka menontonnya di C’est La Vie.

“Kurasa aku sudah jahat padanya. Aku marah karena dia mendadak mau ikut WaMil. Mungkin ini penyebabnya dia hilang semalaman. Aku akan berbicara lagi dengannya.” Ucap Dong Wook.

“Tapi dimana Yoon Hee?” tanya Dong Wook kemudian.

“Yoon Hee…. Oh, aku tidak melihatnya.” Ucap In Sook.

Dong Wook merasa aneh dgn kelakuan In Sook. Ia lalu tanya pada Hye Jung dimana Yoon Hee. Awalnya Hye Jung mau memberitahu apa yang terjadi tapi dia tidak tega pada In Ha.

“Kupikir kemarin kencan pertama kalian, apa kau tidak marah karena dia tidak datang padahal kau sudah lama menunggunya?” tanya Hye Jung.

“Aku harap tidak terjadi apa2.” Jawab Dong Wook.


In Ha dan Yoon Hee keluar dari stasiun Seoul. Yoon Hee yang sedang berjalan tiba2 mau jatuh. In Ha langsung memegangi Yoon Hee. Wajah Yoon Hee pucat. In Ha memegang dahi Yoon Hee. Panas. Ia mengajak Yoon Hee ke RS. Yoon Hee setuju. Yoon Hee dan In Ha kemudian menunggu bis.

“Apa aku boleh ikut denganmu? Aku membiarkan Dong Wook menungguku kemarin.” Tanya Yoon Hee.

“Aku akan menemui Dong Wook lebih dulu. Aku akan cerita padanya.” Jawab In Ha.

“Berjanjilah padaku, kau tidak akan menanggung semuanya sendiri.” Pinta Yoon Hee.

“Kau juga harus janji padaku akan pergi ke RS.” Pinta In Ha.

“Kau pergilah lebih dulu.” Suruh Yoon Hee.


In Ha mengangguk. Ia membalikkan badannya dan beranjak pergi, kemudian ia menoleh lagi pada Yoon Hee. “Nanti malam aku akan menemuimu.” Ucap In Ha, lalu melambaikan tangannya pada Yoon Hee. Yoon Hee membalas lambaian tangan In Ha. Melihat jam tangan Yoon Hee, In Ha berkata kalau ia suka jam tangan Yoon Hee. Yoon Hee tersenyum senang mendengarnya.


In Ha masuk ke C’est La Vie. Di sana Dong Wook, Chang Mo, Hye Jung dan In Sook sudah menunggunya.

“Kupikir kau pulang semalam.” Ucap Dong Wook.

“Ada yang mau kukatakan.” Jawab In Ha.

“Apa kau akan membatalkan rencanamu masuk WaMil?” tanya Dong Wook.

“Dong Wook..” ucap In Ha.

Chang Mo menahan In Ha, membujuknya untuk tidak mengatakan apapun.

“Aku menyukai Yoon Hee. Dari awal aku sudah menyukainya. Aku sudah mencoba melupakannya tapi tak bisa. Gadis 3 detik yang kuceritakan padamu adalah Yoon Hee.” Ucap In Ha.


“SEO IN HA!” bentak Chang Mo sambil memukul In Ha.

“Apa yang kau lakukan? Kenapa kau melakukan ini pada kami!” bentak Chang Mo lagi.

“Aku tidak akan menyerahkan Yoon Hee padamu.” Ucap In Ha.


Chang Mo mau memukul In Ha lagi tapi ditahan In Sook. Pemilik kafe menghentikan perkelahian itu. Mereka mengancam akan melarang In Ha cs bernyanyi di sana lagi jika masih bertengkar. In Ha pun beranjak pergi. Dong Wook syok mendengar kata2 In Ha sedang Hye Jung menangis. Hatinya sakit mendengar pengakuan In Ha.


Yoon Hee turun dari bis dengan oleng. Ia pun pingsan!!

Hye Jung, Dong Wook, In Sook dan Chang Mo masih di kafe.

“Tega sekali dia melakukan hal itu pada sahabatnya.” Ucap Hye Jung.

“Ini karena In Ha mencintai Yoon Hee dari awal.” Jawab In Sook.

“Cukup! Kita tidak bisa menyalahkan In Ha sepenuhnya. In Ha sudah mengalami banyak tekanan, bahkan ia sampai ingin masuk WaMil.” Bela Chang Mo.


“CHANG MO!” bentak Hye Jung.

“Kenapa kau membentak Chang Mo? Chang Mo sudah memukul In Ha karena membela Dong Wook kan? Semua ini salah Yoon Hee. Dia menyukai In Ha, tapi menerima Dong Wook sbg pacarnya.” Ucap In Sook.

“Ini bukan salah Yoon Hee.” Bela Chang Mo.

“Bukan salahnya kau bilang? Dia bahkan pergi menemui ke Chuncheon untuk menemui In Ha di hari kencannya dengan Dong Wook.” Ucap Hye Jung.

Dong Wook kaget mendengar itu. Hye Jung pun memberitahu Dong Wook kalau semalam Yoon Hee Yoon Hee menyusul In Ha. Chang Mo membentak Hye Jung. Dong Wook bangkit dari duduknya dan pergi meninggalkan kafe.


Yoon Hee terbangun di ranjang RS. Ia mau bangun tapi dilarang suster. Wajahnya sangat pucat. Yoon Hee tanya apa penyakitnya. Suster bilang dokter akan segera datang menemui Yoon Hee.


Dong Wook menunggu Yoon Hee di depan rumah Yoon Hee. Yoon Hee yang baru pulang melihat Dong Wook. Ia berjalan mendekati Dong Wook dengan wajah tertunduk. Ia merasa sangat bersalah pada Dong Wook.

“Apa itu benar?” tanya Dong Wook.

“Maafkan aku.” Jawab Yoon Hee.

“Kenapa kau lakukan ini?” tanya Dong Wook.

“Maaf karena aku sudah membuat luka di hatimu. In Ha tidak melakukan sesuatu yang salah. Dari awal dia sudah menjauhiku. Seharusnya aku mengatakan dari awal perasaanku pada In Ha.”

“Hentikan. Jangan bela dia lagi.”

Dong Wook pun pergi meninggalkan Yoon Hee. Yoon Hee amat merasa bersalah pada Dong Wook.

Chang Mo masuk kamar. In Ha sudah ada di kamar. In Ha memanggil Chang Mo tapi Chang Mo diam saja. In Ha tanya apa Chang Mo marah padanya? Chang Mo bilang gak mau bicara dgn In Ha dan pergi tidur.


Di kamarnya, Yoon Hee sedang memandangi fotonya bersama dgn kedua ortunya. Ia pun senyum2 sendiri saat teringat In Ha. Di tempat lain, In Ha juga senyum2 sendiri memikirkan Yoon Hee. Yoon Hee lalu keluar dari kamarnya. Bersamaan dgn itu, In Ha turun dari bis dan berlari ke rumah Yoon Hee. Mereka bertemu di dekat rumah Yoon Hee. Yoon Hee tersenyum melihat In Ha. In Ha berlari ke arah Yoon Hee.


BERSAMBUNG

Semakin memanas! Menurutku, kesalahan In Ha dan Yoon Hee hanya satu yaitu tidak jujur pada Dong Wook tentang perasaan mereka. Aku kesal pada Dong Wook. Yoon Hee dan In Ha saling mencintai tapi In Ha mencoba merelakan Yoon Hee untuk Dong Wook, meski akhirnya gagal. Jika Dong Wook jadi In Ha, sanggupkah dia melepas Yoon Hee untuk In Ha??

No comments:

Post a Comment