Saturday, December 15, 2018

The Promise Ep 17 Part 2

Sebelumnya...


Yoo Kyung mencari-cari alamat rumah Tae Joon.


Sementara itu, Man Jung sedang ribut soal celana dalam dengan ahjumma tetangganya.

"Mungkin celana dalam itu punya kaki atau sayap hingga bisa jalan dan terbang sendiri." ucap Man Jung.

"Siapa lagi kalau bukan kau! Kenapa celana dalamku ada di jemuranmu?"

"Aku tidak tahu, mungkin kucing liar yang meletakkannya di sana."

"Apa kau bercanda?"

"Kau tidak seharusnya menjebakku hanya karena aku menyewa rumah ini darimu. Aku akan menjadi besan dari keluarga kaya. Setelah anakku menikah, aku tidak akan tinggal disini, bahkan jika kau memohon padaku."

"Kau seharusnya membuat kebohongan yang bisa dipercaya orang lain. Besan keluarga kaya? Siapapun itu, memiliki besan sepertimu, aku bisa melihat apa yang akan terjadi."

"Kau sudah selesai bicara!" sewot Man Jung.

"Apapun lah, jika kau berani menyentuh pakaianku lagi, kau akan masuk penjara."


"Penjara? Kau satu-satunya orang yang akan masuk penjara karena pencemaran nama baik." balas Man Jung sambil mengarahkan tangannya ke si ahjumma tetangga.

Mereka lantas rebutan celana dalam.

Tepat saat itu, Yoo Kyung datang dan syok melihat pertengkaran itu.

Ia pun tidak jadi menemui Man Jung.


Yoo Kyung masuk ke rumah dengan wajah kesal. Ia pun langsung mencari Se Jin. Pembantunya bilang, Se Jin lagi makan di dapur.

Yoo Kyung pun masuk ke dapur dan terkejut melihat Se Jin memakan nasi campur.

"Eomma, kau mau? Ahjumma yang membuatnya sangat enak."


"Putriku sangat hebat! Sangat hebat!" kesal Yoo Kyung, lalu beranjak pergi.

Se Jin kecewa.


Se Jin menyusul ibunya ke kamar.

"Eomma, aku mengerti perasaanmu tapi tolong jangan seperti ini. Kau membuatnya semakin sulit bagiku."

"Kau pikir hanya kau satu-satunya? Ini juga sulit buatku! Aku sangat marah sampai rasanya aku mau gila. Kau tahu aku habis darimana? Aku melihatnya ibunya Tae Joon... aku tidak percaya ini."

"Kau bertemu ibunya Tae Joon? Kenapa tidak mengatakan padaku?"

"Jangan cemas! Aku tidak bicara dengannya! Bagaimana bisa aku bicara dengan seorang rendahan!"

"Apa ibu tahu? Ibu menyeretku ke tebing. Aku tidak punya tempat untuk pergi. Tapi jika ibu terus seperti ini, aku tidak punya pilihan lain. Aku akan kembali ke Amerika dengan Tae Joon."

"Baiklah kalau begitu pergilah! Pergilah keluar negeri! Aku tidak bercanda! Lakukan sesukamu!"


Yoo Kyung menemui Kyung Wan di kantor dan marah-marah lantaran Kyung Wan sudah mendekatkan Se Jin dan Tae Joon.

"Ini kantor, aku sedang bekerja. Kita bisa bicarakan masalah keluarga di rumah. Aku ada meeting."

Tapi Yoo Kyung tidak peduli dan terus marah-marah, membuat Kyung Wan menatapnya kesal.


Sekarang, Yoo Kyung sudah kembali ke rumahnya. Ia duduk di sofanya dan memikirkan kata-kata Kyung Wan tadi.

Flashback...

"Kau melakukannya dan kami berhasil!" ucap Kyung Wan.

"Apa maksudmu!" teriak Yoo Kyung.

"Aku melihatmu dalam diri Se Jin. Aku melihatnya di Se Jin. Se Jin tidak bisa hidup tanpa Tae Joon. Dia akan lebih baik karena Tae Joon.


Tapi Yoo Kyung tetap tak rela Tae Joon dan Se Jin menikah.

"Seperti kau memilikiku, Se Jin memiliki Tae Joon."

Kyung Wan lantas meminta Yoo Kyung memberikan restu pada Se Jin dan Tae Joon.

Flashback end...


Yoo Kyung lantas masuk ke kamar Se Jin saat Se Jin tengah berkemas-kemas.

Yoo Kyung pun mengalah dan memberikan restu pada Tae Joon dan Se Jin.

Sontak Se Jin bahagia dan langsung memeluk ibunya itu.


Geum Bong merasa kesempitan dengan baju yang ia kenakan, tapi ia berusaha menahannya dan kembali menjadi manekin lagi.

Dua orang wanita tiba-tiba datang dan mengolok2 Geum Bong. Mereka mengatakan Geum Bong manekin yang gendut.

Geum Bong berusaha menahan napasnya, tapi makin lama ia makin tidak tahan dan hasilnya, ia tak sengaja membuat bajunya sobek.


Di dapur restoran, Geum Bong makan ayam dengan wajah kesal.

Mal Sook berlari ke dapur dan heran sendiri melihat Geum Bong makan sambil marah-marah.

"Berhentilah makan dan layani pelanggan."

"Aku sedang tidak mood, jadi jangan bicara denganku."

Tapi Mal Sook tidak peduli dan menyuruh Geum Bong melayani pelanggan.


Dengan wajah kesal, Geum Bong mengambil acar dan pergi keluar.

Tapi ia masuk lagi ke dapur karena kedatangan Se Gwang.


Mal Sook kembali ke dapur dan menyuruh Geum Bong melayani pelanggan, tapi Geum Bong tidak mau dan menyuruh ibunya yang melayani pelanggan.

"Aku akan memasak." jawab Mal Sook dan menyuruh Geum Bong melayani pelanggan.


Geum Bong pun pergi melayani Se Gwang. Ia memakai topi ayamnya serta kacamata agar tidak diketahui Se Gwang.

"Kudengar ayam disini enak. Apa saja menu yang enak?"

"Semuanya enak."

"Kalau begitu aku pesan setengah-setengah."

Geum Bong pun langsung lari ke dapur.


Se Gwang lantas mengeluarkan korannya dan membaca artikel pernikahan Se Jin.

Ponsel Se Gwang tiba-tiba berbunyi. Telepon dari boss nya yang menyuruh ia segera datang.

Se Gwang pun langsung pergi dan meninggalkan koran dengan artikel Se Jin.

Geum Bong yang berdiri di meja kasir pun heran melihat Se Gwang yang tiba-tiba pergi.


Geum Bong lantas mendekati meja Se Gwang tadi dan terkejut melihat koran yang dibaca Se Gwang. Ia pun buru-buru menyembunyikan koran itu.

Tepat saat itu, Mal Sook datang dan menanyakan Se Gwang.

"Dia sudah pergi karena sibuk." jawab Geum Bong.

Geum Bong pun buru-buru ke dapur membawa koran itu.

Bersambung ke part 3.......

No comments:

Post a Comment