Sunday, December 16, 2018

The Promise Ep 18 Part 1

Sebelumnya...


Tae Joon terhenyak saat Na Yeon mengatakan, akan menemui Se Jin dan memberitahu semuanya.

Tiba-tiba, terdengar suara pintu yang hendak dibuka. Sontak, Tae Joon kaget dan langsung melihat ke arah pintu.


Diluar, Se Jin heran sendiri karena pintunya tidak bisa dibuka.


Se Jin lantas menghubungi Tae Joon. Dan Tae Joon pun mengaku, bahwa ia masih berada di kantor.

"Kau mengubah password pintumu? Aku mampir ke apartemenmu. Kau bilang password nya ulang tahunku."

"Aku mengubahnya. Orang lain sudah tahu passwordnya."

"Sudah kuduga, jadi apa password nya? Aku mau masuk."

"Pulanglah. Tempatku berantakan."


Na Yeon mendengarkan pembicaraan mereka dengan mata berkaca-kaca.

"Biar aku yang bersihkan? Aku tidak bisa memasak, tapi aku bisa beres-beres."

"Jangan keras kepala. Tempatnya benar-benar kacau karena aku pergi terburu-buru tadi pagi. Aku tidak mau kau melihatnya."

"Ada sesuatu yang kau sembunyikan dariku? Arraseo, aku akan pergi."

"Hati-hati di jalan."

Se Jin menutup teleponnya dan bergegas pergi.


"Se Jin masih belum tahu?"

"Dia tahu aku punya kekasih, tapi aku tidak bilang kau kekasihku."

"Itu artinya dia tidak tahu tentang Sae Byeol."


Na Yeon lantas mendekati Tae Joon. Ia berkata, akan memberitahu Se Jin tentang Sae Byeol. Ia yakin, Se Jin akan menerima Sae Byeol.

"Sudah kubilang, ini bukan karenanya. Ini karenaku. Aku yang berubah. Itu karena ambisiku. Aku memanfaatkannya agar aku bisa sukses. Tidak bisakah kau melihatnya?"

"Bagaimana dengan Sae Byeol?"

"Aku akan memikirkan solusinya. Akan kutemukan solusinya."


Tangis Na Yeon pun pecah.

"Kang Tae Joon, kenapa kau seperti ini? Ini bukan dirimu." ucap Na Yeon sambil mengguncang-guncangkan tubuh Tae Joon. Tae Joon pun mencengkram tangan Na Yeon dan berkata, orang-orang bisa berubah dengan sangat cepat dan mudah.

"Aku akan membawamu kembali. Aku akan membawamu kembali menjadi dirimu yang dulu! Jangan cemas. Berikan aku waktu. Aku pergi sekarang."

Na Yeon beranjak pergi.


Tae Joon berteriak.

"TIDAK ADA GUNANYA!"

Tae Joon terduduk lemas di sofanya.

"Itu karena... Se Jin hamil. Aku mengetahuinya sebelum mengetahui tentang Sae Byeol."

Na Yeon bersender di pintu apartemen Tae Joon. Ia menangis.


Di rumah yang disewa Na Yeon, Man Jung sedang menikmati makanannya.

Ia kemudian berlari ke kulkas, mengambil soju dan menikmatinya.

"Akan lebih baik jika ada pria yang menemaniku sekarang."


Tae Joon kemudian datang. Man Jung pun langsung mengajaknya makan. Tapi Tae Joon membalikkan meja makanannya, membuat ia kaget setengah mati.

"Apa semua ini! Bagaimana bisa kau makan seperti ini!" teriak Tae Joon.

"A... ada apa?" tanya Man Jung takut.

"Itu salahmu. Itu semua salahmu. Aku seharusnya tidak membiarkanmu masuk dalam hidupku. Seharusnya aku tidak mendengarkan Na Yeon dan mengusirmu. Kau membuangku! Kau seharusnya tidak usah kembali! Kau merusak semuanya! Ini tidak akan terjadi jika bukan karena kau! Wae! Wae! Aku menjadi sampah karena dirimu! Wae! Wae!"


Tae Joon menangis.

"Baiklah, salahkan aku sesukamu. Kutuk aku. Kau boleh melakukannya padaku sekarang tapi suatu hari kau akan tahu aku benar dan berterima kasih padaku." jawab Man Jung.

Tangis Tae Joon kian kencang.


Di kamarnya, Se Jin resah lantaran Tae Joon tidak bisa dihubungi. Ia curiga, kalau Tae Joon sedang bersama Na Yeon sekarang (Se Jin belum tau ya gaes kalau pacarnya Tae Joon itu Na Yeon. Sy tulis Na Yeon biar gk ribet aja nulisnya).

"Ada apa denganmu Jang Se Jin. Aku jadi paranoid." ucap Se Jin kemudian.

Se Jin kemudian menyentuh perutnya.

"Bayiku akan menertawakanku. Chun Boong-ah, aku tidak akan mencurigai ayahmu lagi. Aku hanya mencemaskannya. Arrachi?"


Kyung Wan terkejut saat Yoo Kyung memberitahunya mengundang Tae Joon makan malam.

Yoo Kyung dengan wajah kesal mengatakan, itu hanya makan malam biasa.

Kyung Wan pun senang mendengarnya. Ia lantas meyakinkan Yoo Kyung bahwa Yoo Kyung sudah melakukan hal yang benar.


Tae Joon kembali ke apartemennya. Ia masuk dengan langkah sempoyongan.

Se Jin menghubunginya. Tae Joon pun beralasan, bahwa ia meninggalkan ponselnya di suatu tempat.

"Jadi kau sudah di rumah sekarang?" tanya Se Jin. Tae Joon mengiyakan.

"Mentang-mentang mereka membayar biaya kuliahmu diluar negeri, mereka memeras tenagamu seenaknya. Jangan terlalu bekerja keras. Aku mendukungmu."

Se Jin lantas memberitahu Tae Joon bahwa ibunya mengundang Tae Joon makan malam di rumah besok.

"Dia tidak bilang akan menerimamu, tapi aku tahu dia."

Tae Joon pun lega mendengarnya.

"Jadi pastikan kau berpenampilan baik besok. Kau mengerti."

"Tidurlah. Sampai jumpa besok."


Nyonya Ahn membawakan 3 cangkir ke ruang tengah.

Do Hee yang sudah duduk di ruang tengah, menghela nafas melihatnya.

"Waktunya minum teh selalu membuatku gugup. Kali ini apa yang mau ibu bicarakan denganku?"

"Bukan untukmu tapi untuk ayahmu. Dan ini... untukmu." jawab Nyonya Ahn, lalu memberikan obat dan air putih pada Do Hee.

"Do Hee-ya, berapa lama lagi aku harus menyiapkan obatmu? Jangan pernah lupa minum obatmu."

"Eomma, haruskah aku meminum obatnya sekaligus?" tanya Do Hee kesal, sambil memainkan obatnya.

"Jantung ibu rasanya mau berhenti karena mencemaskan obat jantung putri ibu.


Pimpinan Baek pun muncul.

"Jangan cemas lagi. Kau bisa berhenti melakukannya sekarang."

"Apa maksud ayah?" tanya Do Hee.

"Aku sudah menetapkan tanggal kencan butamu." jawab Pimpinan Baek.

"Ayah tahu aku tidak pernah setuju, jadi kenapa ayah melakukannya?" tanya Do Hee.

"Dia berasal dari keluarga baik-baik?" tanya Nyonya Ahn.

"Dia putra Park Man Jae." jawab Pimpinan Baek.

"Jadi dia anak Grup Baekdo yang punya banyak rumor?" tanya Nyonya Ahn.


Jiwa reporter Do Hee pun muncul.

"Dia anak laki-laki Grup Baekdo, berarti dia pamannya Jang Se Jin yang punya skandal besar?"

"Jangan bicara seperti itu. Dia hanya anaknya Park Man Jae." jawab Pimpinan Ahn.

"Yeobo, kenapa Do Hee harus berkencan dengan pria yang sudah bercerai? Aku menentangnya." ucap Nyonya Ahn.

Tapi Do Hee yang jiwa reporternya mendadak muncul gara2 skandal Hwi Kyung pun setuju berkencan dengan Hwi Kyung.

Bersambung ke part 2.........

No comments:

Post a Comment