Tuesday, December 25, 2018

Unknown Woman Ep 5 Part 1

Sebelumnya...


Yeo Ri masuk ke kamarnya. Ia masih tidak percaya bahwa saat ini ia tengah mengandung anak Moo Yeol.

"Aku harus memastikannya." ucap Yeo Ri, lalu beranjak pergi.

Do Chi heran. Ia melihat-lihat kameranya dan yakin itu bukan miliknya.


Do Chi lantas menghubungi Hae Joo.

Do Chi : Keadaannya sangat kacau kemarin, paman tidak sempat menyapamu.

Hae Joo : Paman berperang dengan ayah jadi mustahil bisa menyapaku.

Do Chi : Hae Joo-ya, kau masuk ke kamar paman kemarin?

Hae Joo : Kamar paman? Tidak.

Do Chi : Tidak ada yang masuk ke kamar paman kemarin sebelum paman datang?

Hae Joo : Wae?

Do Chi : Apa kau menyentuh kamera perekam yang ada disana?


Hae Joo : Kamera perekam?

Hae Joo pun langsung teringat saat melihat Yeo Ri keluar dari kamar Do Chi, membawa sebuah kamera.


Hae Joo mengerti. Ia memberitahi Do Chi bahwa kucingnya lah yang sudah mencuri kamera Do Chi.

Hae Joo : Ada gadis konyol di rumah kami sekarang. Terlalu rumit untuk dijelaskan. Lagipula, aku melihatnya mencuri kamera perekam itu dari kamar paman.

Do Chi : Dimana dia? Paman harus menemukannya.


Yeo Ri sendiri ada di rumah sakit. Perawat memanggil namanya, menyuruhnya masuk. Bersamaan dengan itu, sebuah nomor menghubunginya. Lantaran tidak mengenal nomor si penelpon, Yeo Ri pun tidak menjawabnya.

Do Chi kesal Yeo Ri mengabaikan panggilannya.

Do Chi lantas mengirimkan sms untuk Yeo Ri, meminta kameranya dikembalikan.


Yeo Ri duduk di ruang tengah keluarga Wid Group. Ia menatap foto hasil USGnya dan masih tidak percaya dirinya mengandung bayi Moo Yeol. Yeo Ri hamil 10 minggu.

Yeo Ri lantas berniat memberitahu Moo Yeol. Ia meletakkan foto USGnya di meja dan mengambil ponselnya.


Tepat saat itu, Hae Joo datang dan melihat foto USG Yeo Ri. Sontak, ia syok.

"Kau hamil?" tanya Hae Joo.

"Kembalikan." pinta Yeo Ri.

"Katakan padaku, kau hamil!"

"Aku hamil. Ini bayi Moo Yeol dan aku."

"Siapa bilang kau boleh hamil!"

"Goo Hae Joo."


"Aku tidak akan menerimanya! Aku tidak akan membiarkannya!"

"Ini antara aku dan Moo Yeol. Kami tidak butuh persetujuanmu. Kami berdua orang dewasa yang bertanggung jawab dan saling mencintai. Dia juga sudah melamarku. Rasanya seperti mendiang ayahku merestui kami. Sekarang kami juga punya bayi. Kami akan menikah dan membesarkan bayi ini."

"Apa? Menikah? Kau pikir Moo Yeol boleh menikahimu? Apa kau tahu kondisinya saat ini?"

Yeo Ri pun kaget, Oppa... wae?


Moo Yeol berusaha meminjam uang di bank, tapi tidak berhasil lantaran ia tidak memiliki jaminan.


Yeo Ri langsung ke rumah lamanya begitu tahu apa yang terjadi pada Moo Yeol. Ia melihat Yeol Mae sedang membereskan barang di halaman dan Ae Nok terduduk lemas di halaman.

"Apa yang terjadi" tanya Yeo Ri.

"Siapa lagi yang membuat masalah selain ibuku." jawab Yeol Mae sewot.

"Itu benar. Ibu melakukannya agar bisa hidup mewah sendirian." ucap Ae Nok.

Yeol Mae pun kembali marah-marah lagi. Ia takut dirinya akan dijual jika mereka tidak mampu melunasi hutang Ae Nok.

Yeo Ri menanyakan Moo Yeol.

"Aku tidak tahu. Dia pergi mencari uang."

Yeol Mae pun menangis.


Hae Sung sakit lagi. Ji Won langsung lemas saat Do Young memberitahunya hasil diagnosa dokter.

Ji Won lantas berencana meminta Yeo Ri menjadi pendonor lagi untuk Hae Sung.


Di kamarnya, Yeo Ri resah karena Moo Yeol tidak bisa dihubungi.

Tak lama kemudian, ponselnya berbunyi. Ia fikir, dari Moo Yeol tapi ternyata dari Doo Chi yang meminta kameranya dikembalikan.

Yeo Ri langsung ngeh kalau ia salah mengambil kamera saat di kamar Do Chi. Ia pun membalas sms Do Chi dan berkata, akan mengembalikannya besok. Do Chi pun memberikan alamatnya.


Moo Yeol duduk di warung tenda, di mejanya ada 3 botol soju dan sepiring camilan.

Tak lama kemudian, Hae Joo datang. Hae Joo menegaskan, bahwa Moo Yeol adalah miliknya dan garis hidup Moo Yeol ada di tangannya.

Hae Joo : Jika tidak berpegangan, kau akan jatuh ke jurang. Jika berpegangan, kau masuk ke surga.

Malas mendengar ocehan Hae Joo, Moo Yeol berniat pergi tapi Hae Joo menahannya.

Hae Joo : Jujur saja, alasanmu belajar keras adalah untuk menjadi sepertiku. Kau mau menjadi seperti ayahku. Orang kaya. Meski kau berpura-pura membenci kami dan bertindak berbeda, kau iri dengan kami semua. Kau mau menjadi kami.

Moo Yeol terdiam. Ia merasa perkataan Hae Joo benar tapi ia tetap bertahan dengan pendiriannya kalau uang bukan segalanya.

Hae Joo : Kini uang segalanya! Aku makin lelah. Kesempatanmu berpegangan padaku tidak akan ada selamanya.


Paginya, Moo Yeol sedang bersiap-siap untuk pergi wawancara. Ae Nok bertanya, apa Moo Yeol sungguh mau pergi wawancara di tengah- tengah masalah yang mereka hadapi.

Ae Nok : Bagaimana jika terjadi sesuatu pada ibu dan adikmu selagi kau pergi? Kau harus mendapatkan uangnya.

Moo Yeol pun marah.

Moo Yeol : Kenapa aku harus memperbaiki masalah yang ibu buat? Aku sudah berusaha semampuku. Aku meminta bank dan temanku, tapi itu 300 ribu dolar! Mana bisa aku mendapatkannya dalam sehari!

Ae Nok : Tetap saja kau tidak akan menjual ibumu kepada mereka, kan?

Moo Yeol : Aku hanya bisa mendapatkan pekerjaan. Setelah memiliki jaminan, aku bisa dapat pinjaman. Dulu ayah sekuriti disana, tapi sesuai keinginannya, aku akan menjabat posisi tertinggi disana atas kemampuanku sendiri.

Ae Nok senang mendengar Moo Yeol melamar ke Wid. Ia lantas menyarankan Moo Yeol mengambil jalan pintas dengan menikahi Hae Joo atau Yeo Ri.


Tak lama kemudian, Yeo Ri datang dan mengaku ingin bicara empat mata dengan Moo Yeol. Ae Nok mengerti dan langsung meninggalkan mereka.


Setelah Ae Nok pergi, Yeo Ri memberikan 100 ribu dolar pada Moo Yeol.

Moo Yeol terkejut, darimana kau mendapatkan ini? Jangan bilang ini uang asuransi jiwa ayahmu.

Yeo Ri diam saja. Melihat reaksi Yeo Ri, Moo Yeol pun sadar tebakannya benar. Ia menolak uang Yeo Ri.

Yeo Ri pun bicara dalam hatinya.

"Oppa, ambil dan pergi lah. Aku hamil.  Kita membuat bayi dari cinta kita.

Yeo Ri : Oppa, selamatkan ibumu dulu. Sisanya akan kupinjam pada ibuku. Aku yakin dia akan meminjamkan uang jika mendengar apa yang terjadi.

Moo Yeol : Kenapa kau membuatku merasa begitu menyedihkan? Kenapa kau membuatku seperti pecundang?

Yeo Ri : Saat ini, siapa peduli dengan harga diri? Kita akan menikah. Aku khawatir kau akan hancur. Bahwa sesuatu mungkin terjadi padamu.

Moo Yeol : Jangan cemas jadi ambil uangnya dan pergi lah.


Yeo Ri pun pergi, membawa kembali uangnya. Tapi sampai diluar, Ae Nok malah mengambil uang Yeo Ri dan berkata akan memberikan uang Yeo Ri pada si rentenir. Ae Nok pun berjanji akan bersikap baik pada Yeo Ri mulai sekarang lantaran berutang pada Yeo Ri.


Di ruangannya, Do Young membaca CV Moo Yeol.


Tak lama kemudian, Hae Joo datang. Sontak Do Young kaget putrinya tiba-tiba datang ke kantor. Hae Joo berkata, ia punya permintaan dan meminta sang ayah mengabulkannya. Do Young pun memberitahu bahwa penyakit Hae Sung kambuh. Hae Joo kaget, ia baru mengerti kenapa Ji Won dan Hae Sung tidak berada di rumah kemarin malam.

Do Young pun meminta Hae Joo menjaga sikap.

Do Young : Jangan berulah. Perhatikan ibumu dan Yeo Ri juga.

Hae Joo : Yeo Ri?

Do Young : Kita akan memintanya mendonorkan sumsumnya lagi untuk Hae Sung.

Hae Joo pun teringat Yeo Ri yang sedang hamil.


Hae Joo kemudian melihat CV Moo Yeol di meja sang ayah. Sang ayah berkata, Moo Yeol adalah kandidat terakhir yang akan diwawancara.

Otak Hae Joo langsung bekerja. Ia meminta uang pada sang ayah dan melarang ayahnya bertanya untuk apa uang itu.


Sementara itu, Ji Won yang baru tiba di rumah langsung ke kamar Yeo Ri. Namun ia tak menemukan Yeo Ri di sana. Ji Won pun menghubungi Yeo Ri. Tapi baru tersambung, Yeo Ri sudah tiba di depan pintu.

Ji Won ingin memberitahu Yeo Ri soal Hae Sung tapi Yeo Ri bicara duluan. Yeo Ri minta tolong pada Ji Won.

Ji Won yang ingin menyelamatkan Hae Sung pun berkata, akan membantu Yeo Ri sebisanya.

Yeo Ri pun meminjam uang. Ji Won berkata, akan meminjamkan... Ji Won meralat kata-katanya. Ia berkata, bukan meminjamkan, tapi memberikan berapa pun yang diminta Yeo Ri.

Yeo Ri cerita, jika keluarga Moo Yeol sedang kesulitan dan ia tidak bisa diam saja.

Ji Won kemudian memberitahu Yeo Ri bahwa Hae Sung kambuh. Yeo Ri kaget.

Saat Ji Won memintanya menjadi pendonor Hae Sung lagi, Yeo Ri pun kebingungan dan langsung menyentuh perutnya.

Ji Won memohon. Yeo Ri pun meminta waktu untuk berpikir.


Moo Yeol bersiap pergi. Ia bertekad mendapatkan pekerjaan agar bisa mengajukan pinjaman untuk membayar hutang ibunya.

Namun saat hendak pergi, rentenir itu datang lagi. Mereka mengaku, akan datang setiap hari sampai Moo Yeol melunasi hutang Ae Nok.

Moo Yeol pun menyuruh mereka minggir dan mengaku ada wawancara penting. Tapi si rentenir berkata, uangnya lebih penting dari wawancara Moo Yeol.

Si rentenir menyuruh anak buahnya memegangi Moo Yeol.


Tak lama kemudian, Ae Nok dan Yeol Mae keluar dari dalam rumah. Ae Nok melemparkan uang dari Yeo Ri dan menyuruh si rentenir pergi.

Si rentenir marah, ia tidak terima Ae Nok meninggikan suara saat bicara padanya dan menyebut uang yang diberikan Ae Nok hanya cukup untuk membayar bunganya saja.


Si rentenir lantas menjatuhkan tubuh Moo Yeol ke tanah.

Moo Yeol berteriak, bahwa ia harus pergi.


Sementara itu, wawancara dimulai. Karena itu wawancara tahap akhir, Do Young pun ikut menyeleksi calon karyawannya.

Saat memanggil nama Moo Yeol, ia terkejut menyadari Moo Yeol belum datang.


Si rentenir akhirnya melepaskan Moo Yeol. Namun anehnya, alasan si rentenir melepaskan Moo Yeol karena waktu wawancara Moo Yeol sudah selesai.

Si rentenir kemudian menyuruh kedua anak buahnya membawa Ae Nok dan Yeol Mae.

Moo Yeol pun sontak menolong ibu dan adiknya. Ia memukuli si rentenir beserta anak buahnya.

Tapi, ketika jatuh tersungkur lantaran dipukuli Moo Yeol, kedua anak buah si rentenir malah menyakiti diri mereka sendiri. Yang satu memukuli kepalanya dengan ember. Yang satu lagi, menghantukkan kepalanya ke pohon hingga berdarah.

Dari depan pintu, Hae Joo melihat keributan itu.


Ternyata itu ulah Hae Joo! Hae Joo sebelumnya mendatangi kantor si rentenir. Ia membawa tas besar berisi uang dan melunasi hutang Ae Nok. Tak hanya itu, ia juga memberikan tambahan uang pada si rentenir asalkan si rentenir mengikuti perintahnya. Hae Joo menyuruh si rentenir mengancam Moo Yeol.

Hae Joo : Jika kalian terlibat pertengkaran, biarkan dia memukulmu. Kim Moo Yeol akan dipenjara karena penyerangan dan pemukulan.


Moo Yeol dijebloskan ke penjara. Polisi tidak peduli saat Moo Yeol mengaku sebagai korban.

Tak lama kemudian, Ae Nok dan Yeol Mae datang. Mereka menangisi Moo Yeol.


Yeo Ri mengunjungi ayahnya.

Yeo Ri : Apa yang harus kulakukan? Aku mau melahirkan anak ini, tapi Hae Sung dalam bahaya. Moo Yeol Oppa membutuhkan uang dan Bu Hong bilang, dia akan meminjamkan uang padaku. Ayah, aku mau menolong Hae Sung dan Moo Yeol Oppa. Ini keputusan yang benar, kan?

Yeo Ri menangis.


Di rumah sakit, Ji Won menunggu dengan cemas. Tak lama kemudian, ia curiga kalau Yeo Ri menyuruhnya menunggu karena enggan menjadi pendonor Hae Sung.


Yeo Ri minta maaf pada anaknya. Ia mengaku, tidak bisa mempertahankan sang anak bukan lantaran sang anak tidak berharga tapi karena ada orang-orang yang harus ia lindungi.


Ponsel Yeo Ri kemudian berdering. Telepon dari Ji Won yang menanyakan keputusan Yeo Ri.

Yeo Ri menghela nafas, sebelum akhirnya berkata, akan mendonorkan sumsum nya untuk Hae Sung.

Sontak Ji Won senang.


Tapi kemudian, Yeo Ri ditabrak sebuah motor.

Ji Won yang mendengar itu kaget, Yeo Ri-ya, ada apa? Yeo Ri-ya!

Si pengendara motor meminta maaf.

Yeo Ri langsung memegangi perutnya. Ia takut bayinya kenapa-napa.


Yeo Ri pun ke dokter, memeriksakan janinnya. Ia menangis saat dokter mengatakan, bayinya tidak apa-apa.

Tangis Yeo Ri pecah seketika saat mendengar suara detak jantung bayinya.


Sampai di rumah, Yeo Ri langsung memberitahu Ji Won bahwa ia hamil dan tidak bisa menjadi pendonor Hae Sung.

Sontak Ji Won marah. Ia berkata, Yeo Ri bisa hamil lagi nanti.

Ji Won : Aku tidak bisa menukar nyawa Hae Sung dengan nyawa bayi yang belum lahir!

Ji Won pun mengatakan, alasan Yeo Ri tinggal di rumahnya cuma karena Hae Sung.

Yeo Ri menolak dengan tegas. Ia mengaku, tidak bisa membunuh bayinya dan memutuskan pindah dari rumah itu.


Ji Won menyusul Yeo Ri ke atas. Ia marah dan melarang Yeo Ri pergi.

Ji Won : Jika kau menganggap aku sebagai ibumu, kau tidak boleh melakukan ini!

Ji Won kemudian berlutut, memohon Yeo Ri menyelamatkan Hae Sung. Tapi Yeo Ri tetap menolak.

Ji Won marah. Ia berkata, Yeo Ri tidak akan bisa keluar dari rumahnya sebelum menjadi pendonor untuk Hae Sung.


Ji Won lantas menghubungi seseorang.

Ji Won : Utus dua orang kemari!

Setelah itu, ia menatap tajam Yeo Ri lalu mengunci Yeo Ri di kamar.


Yeo Ri pun meraih ponselnya, menghubungi Moo Yeol. Ji Won masuk lagi dan merebut ponsel Yeo Ri.


Diluar, ia mematikan ponsel Yeo Ri. Ia berkata, Hae Sung lah prioritas utamanya.

Dua orang yang diminta Ji Won datang. Ji Won pun menyuruh dua orang itu menjaga Yeo Ri.

Dua pria itu mengerti dan langsung berdiri di depan pintu kamar Yeo Ri.


Bersambung ke part 2...........

Enak banget si Ji Won bilang 'kau bisa hamil lagi'...

Lalu entar kalo Hae Sung kambuh dan kambuh lagi, dia mau mengatakan hal yang sama lagi? Ini sama aja ngebunuh Yeo Ri pelan-pelan.

Kalau seandainya, Yeo Ri setuju jadi pendonor Hae Sung tapi Hae Sung tetap gak selamat, dia mau nyalahin Yeo Ri gitu? Aigoooo.... sakit jiwa si Ji Won ini.

No comments:

Post a Comment