Tuesday, December 25, 2018

Unknown Woman Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Ji Won mengajak Yeo Ri ke rumah sakit karena Hae Sung semakin kritis. Tapi Yeo Ri tidak mau. Ji Won pun mengancam, akan menyeret Yeo Ri keluar jika Yeo Ri tidak menurut padanya. Yeo Ri pun berteriak, memanggil Moo Yeol.

Ji Won : Kau masih tidak mengerti? Kau fikir, siapa yang menghubungi ibu.

Dua orang suruhan Ji Won datang dan menyeret Yeo Ri keluar.


Di kamar lain, Moo Yeol hanya bisa memejamkan matanya saat mendengar teriakan Yeo Ri. Ia berusaha mengabaikan Yeo Ri.

Hae Joo terus menatap Moo Yeol.


Yeo Ri berhasil melepaskan diri dari dua orang suruhan Ji Won. Ia berlari ke dalam dan menemui Moo Yeol. Yeo Ri meminta penjelasan

Moo Yeol. Moo Yeol menguatkan hatinya dan menyuruh Yeo Ri pergi bersama Ji Won. Yeo Ri kaget.

Hae Joo : Son Yeo Ri, tidak bisakah kau melihat hubungan kalian sudah berakhir?

Yeo Ri pun tidak punya pilihan lain. Ia memberitahu Moo Yeol kehamilannya.

Hae Joo marah, Son Yeo Ri!

Moo Yeol kaget mendengar Yeo Ri mengandung anaknya.

Tapi Moo Yeol tidak peduli dan menyuruh Yeo Ri pergi.

Yeo Ri  : Moo Yeol Oppa! Ini bayi kita! Aku mengandung bayimu setelah kau mengunjungiku di Amerika!

Ji Won datang bersama dua orang suruhannya dan menyeret Yeo Ri keluar.


Moo Yeol kemudian tersadar. Ia berniat mengejar Yeo Ri tapi Hae Joo menahannya.

Hae Joo mengancam Moo Yeol. Ia bilang, hubungan mereka berakhir jika Moo Yeol kembali pada Yeo Ri.

Moo Yeol tidak peduli dan mengejar Yeo Ri. Sontak lah, Hae Joo kesal.


Ji Won sudah bersiap pergi membawa Yeo Ri. Tapi tiba-tiba, Moo Yeol berdiri di depan mobil Ji Won. Ji Won menatap tajam Moo Yeol.


Yeo Ri langsung turun dari mobil anak buah Ji Won. Ia menghampiri Moo Yeol.

Yeo Ri senang, ia tahu Moo Yeol akan menyelamatkannya. Tapi saat Moo Yeol mengatakan, bahwa hubungan mereka sudah berakhir, ia pun kaget. Moo Yeol juga mengatakan, bahwa orang yang dia butuhkan saat ini adalah Hae Joo.

Yeo Ri : Ireojima. Nan neomu museowo, Oppa.

Moo Yeol : Aku tidak ingin menginginkan bayi itu. Bayi itu tidak akan punya ayah. Jangan buat dia menderita karena ketamakanmu. Aku tidak mengabaikanmu dan bayi itu untuk memilih Hae Joo. Aku memilih diriku sendiri! Masa depan, visi dan impianku! Aku muak hidup miskin! Aku akan hidup mewah mulai sekarang! Aku akan mempertaruhkan nyawaku untuk Hae Joo dan Grup Wid. Jangan gunakan bayi itu untuk menghalangi jalanku.

Sontak, Yeo Ri syok dan terduduk lemas. Ia menangis.

Moo Yeol pun mengulangi kalimatnya sekali lagi kalau ia menolak bertanggung jawab atas bayi di kandungan Yeo Ri.


Ji Won pun menyuruh orangnya memasukkan Yeo Ri ke dalam mobil.

Yeo Ri hanya bisa menangis di mobil Ji Won.


Moo Yeol berusaha menenangkan dirinya. Hae Joo lalu datang dan memeluknya.


Di dalam mobil, Yeo Ri menangis.

Yeo Ri : Aniya! Geojitmariya!


Di apartemennya, Do Chi memikirkan dua orang yang mengejar Yeo Ri. Ia pun berniat menghubungi polisi untuk menolong Yeo Ri. Tapi kemudian, ia teringat 'pencuri' kameranya.


Sekarang, Yeo Ri sudah kembali berada di kamarnya. Ia masih tidak percaya akan sikap Moo Yeol yang berubah 180 derajat.

Ji Won lalu datang, membawakannya makanan. Tapi Yeo Ri menolak untuk makan. Ji Won memaksa Yeo Ri makan, agar Yeo Ri sehat dan bisa menyelamatkan Hae Sung. Kesal, Yeo Ri pun membuang sendoknya ke lantai.

Ji Won : Tataplah ibu dan benci ibu semaumu. Marahlah kepada ibu dan caci maki diri ibu sampai hatimu puas, tapi selamatkan Hae Sung.

Yeo Ri : Jadi ibu mengadopsiku demi Hae Sung?


Ji Won : Ibu tidak akan membantahnya. Tapi ibu berusaha keras untukmu sebagai gantinya. Perasaan ibu tulus. Jika kau menyelamatkan

Hae Sung, ibu akan berusaha dan memberikan yang terbaik mulai sekarang.

Yeo Ri : Aku tidak mau! Aku menginginkan bayiku!

Ji Won : Mau kau apakan bayinya? Bahkan Moo Yeol mencampakkanmu! Tahukah kau betapa melelahkan, membuat depresi dan menyedihkan membesarkan bayi setelah dicampakkan?

Yeo Ri : Ini hidup dan pilihanku.


Ji Won marah dan membuang makanan Yeo Ri ke lantai.

Ji Won lalu berkata dengan tegas, bahwa besok Yeo Ri akan ikut ke rumah sakit dengannya.

Mendengar itu, Yeo Ri pun memikirkan sesuatu.


Ia lalu turun dari tempat tidur dan menggedor pintu minta dilepaskan.

Tapi Ji Won tidak peduli dan mengunci Yeo Ri di kamar.


Hae Joo pulang. Ji Won menyuruh Hae Joo menjaga Yeo Ri.

Hae Joo lantas memeluk Ji Won. Ia mengaku lega, punya ibu seperti Ji Won yang akan melakukan apapun untuknya dan Hae Sung.

Ji Won kemudian melepaskan pelukan Hae Joo dan pergi ke kamarnya.


Yeo Ri menyuruh Hae Joo melepaskannya tapi Hae Joo tidak mau. Yeo Ri berkata, bahwa ia dan Moo Yeol tidak akan putus semudah itu karena mereka sudah menjalin hubungan sejak lama.

Hae Joo : Sarang? Apa yang bisa kau lakukan untuknya! Pria itu membutuhkan uang dan aku memberikan apa yang dibutuhkan pria yang kucintai!

Yeo Ri : Dahulu kita berteman dan menjadi keluarga. Kau tidak merasa bersalah padaku?

Hae Joo : Untuk apa aku merasa bersalah padamu?


Bel rumah berbunyi. Hae Joo yang mendengar itu, langsung keluar.

Do Chi datang dan menanyakan si pencuri kameranya. Hae Joo berkata, si pencuri sudah kabur dengan membawa barang berharga dari rumahnya.

Do Chi pun teringat Yeo Ri yang ditolongnya. Ia pun sadar, Yeo Ri lah yang membawa kameranya tapi ia salah paham. Ia fikir, Yeo Ri mencuri kameranya dan berakting dikejar seseorang.


Do Chi masuk, hendak mencari Yeo Ri. Tapi Hae Joo mencegahnya. Untuk menghentikan Do Chi, Yeo Ri pun mengatakan soal Hae Sung yang kambuh. Sontak Do Chi kaget. Hae Joo pun meminta Do Chi tidak membuat masalah karena ayah dan ibunya sedang panic memikirkan Hae Sung.

Terakhir, Hae Joo berjanji akan mengontak Do Chi begitu si pencuri kamera tertangkap polisi. Do Chi pun mengerti dan beranjak pergi.


Yeo Ri yang berdiri di depan jendela, melihat sosok Do Chi. Ia pun mengetuk jendela, meminta bantuan Do Chi.

Do Chi menatap ke arah jendela sejenak tapi ia tidak melihat Yeo Ri.

Do Chi pun beranjak pergi, membuat Yeo Ri terduduk lemas.


Moo Yeol minum-minum di restoran mewah, sambil memikirkan Yeo Ri yang kini mengandung anaknya.

Tak lama kemudian, dua pria temannya menghampirinya. Mereka menghina Moo Yeol.

Moo Yeol marah.

Moo Yeol : Kalau aku mau minum disini, haruskah tertulis 'kaya' di jidatku?

"Jika kau mau minum, minumlah diam-diam." jawab temannya yang menganggap Moo Yeol minum minuman sisa orang lain disaat tengah bekerja paruh waktu.

Mereka juga menoyor kepala Moo Yeol. Moo Yeol makin kesal.


Ae Nok sedang menge-roll rambutnya ketika Hae Joo datang. Ae Nok menyambut Hae Joo dengan ramah dan menyebut Hae Joo sebagai pahlawan keluarga mereka. Hae Joo pun beralasan, itu karena keluarga Moo Yeol adalah keluarganya juga.

Ae Nok sontak bingung Hae Joo mengakuinya sebagai keluarga. Hae Joo pun memberitahu kalau ia dan Moo Yeol sudah resmi pacaran.

Ae Nok terkejut. Ia tidak percaya dan menganggap omongan Hae Joo omong kosong.

Hae Joo pun berkata, bahwa Yeo Ri telah berselingkuh dan meminta Ae Nok tidak menyebut-nyebut Yeo Ri lagi di depan ia dan Moo Yeol.

Tapi Ae Nok tidak percaya. Ia tahu, Yeo Ri bukan tipe gadis macam itu.

Hae Joo marah, eommoni!

Hae Joo lantas menanyakan Moo Yeol. Ae Nok pun mengaku tidak tahu dimana Moo Yeol. Ia berkata, sudah membuatkan sup iga untuk

Moo Yeol tapi Moo Yeol tak bisa dihubungi.

Tak lama kemudian, ponsel Ae Nok berdering. Ae Nok terkejut mendengar berita soal Moo Yeol.


Hae Joo langsung menyusul Moo Yeol. Ia terkejut melihat kondisi Moo Yeol yang babak belur.

Hae Joo marah lantaran orang-orang diam saja melihat Moo Yeol diperlakukan seperti itu.

Tapi Moo Yeol berkata, dirinya pantas dipukuli dan ia menyebut dirinya sebagai sampah.

Hae Joo pun kesal. Ia langsung berdiri.

Hae Joo : Yeo Ri ttaemune-ya? Jika kau bersikap seperti ini, kembali lah pada Yeo Ri. Tidak akan kuhentikan. Yeo Ri bilang aku membelimu dengan uang. Entah aku membelimu atau tidak, jika kau mau datang padaku, datanglah tanpa penjelasan.

Hae Joo berniat pergi tapi Moo Yeol menariknya dan menciumnya paksa. Sontak, Hae Joo tambah kesal dan menampar Moo Yeol.

Moo Yeol menatap tajam Hae Joo, lalu ia menarik Hae Joo pergi.


Dokter memberitahu Do Young dan Ji Won bahwa ia akan memulai proses kemoterapi dan terapi radiasi besok sebagai awal persiapan operasi transplantasi.


Hae Sung lalu terbangun dan menatap ibunya.

Dari balik kaca, Ji Won menatap Hae Sung.

Ji Won : Ibu mencintaimu melebihi nyawa ibu sendiri.

Ji Won lalu berkata pada Do Young bahwa ia tidak akan membiarkan Hae Sung mendahuluinya.


Di kamarnya, Yeo Ri menatap kamera Do Chi. Ia pun teringat saat mendengar pertengkaran Do Chi dan Ji Won, serta Do Chi yang menolongnya malam itu dari kejaran anak buah Ji Won. Barulah Yeo Ri sadar, siapa Do Chi.

Tak lama kemudian, Ji Won datang membawakannya makanan.

Yeo Ri langsung makan dan mengatakan, ia setuju jadi pendonor Hae Sung.

Yeo Ri : Kurasa aku tidak bisa melahirkan bayi ini sendiri. Maaf sudah menentang ibu seperti ini. Kurasa ini yang terbaik untuk ibu dan Hae Sung.

Sontak, Ji Won senang mendengarnya.


Yeo Ri lantas meminta ponselnya dikembalikan. Ia beralasan, ingin melihat fotonya bersama Hae Sung yang sempat ia ambil sebelum Hae Sung jatuh sakit.

Ji Won pun mengembalikannya tanpa curiga.


Begitu mendapatkan ponselnya dan setelah Ji Won keluar, Yeo Ri pun mengirimkan SMS pada Do Chi. Ia berkata, akan mengembalikan kamera Do Chi dan menunggu Do Chi di tempat mereka janjian bertemu kemarin.

Do Chi yang sedang berada di lokasi syuting pun langsung kesal membacanya.


Sekarang, Ji Won dan Yeo Ri dalam perjalanan ke rumah sakit. Yeo Ri meletakkan tangannya di gagang pintu. Ia bersiap kabur begitu ada kesempatan. Ia meyakinkan dirinya bahwa dia seorang ibu dan harus melindungi bayinya.

Yeo Ri terus mengajak Ji Won bicara. Saat mobil berhenti di lampu merah, Yeo Ri pun langsung turun dari mobil dan kabur.

Ji Won panic. Ia turun dari mobilnya dan berteriak memanggil Yeo Ri.


Hae Joo terbangun dari tidurnya. Begitu bangun, ia melihat Moo Yeol yang duduk membelakanginya. Hae Joo tersenyum dan memeluk Moo Yeol.

Ya, Hae Joo tidur dengan Moo Yeol!

Hae Joo pun lega. Ia juga mengaku tidak percaya kalau sekarang Moo Yeol sudah menjadi miliknya.


Ji Won kembali ke rumah sakit dengan wajah marah. Do Young heran melihat Ji Won datang sendiri.

Tak lama Hae Joo juga datang.

Ponsel Hae Joo kemudian berdering. Telepon dari Do Chi yang mengabarkan bahwa dirinya akan bertemu dengan si pencuri kamera.


Yeo Ri sudah tiba di tempat ia dan Do Chi janjian bertemu. Namun sayangnya, Do Chi tidak datang kesana. Do Chi menyuruh Yeo Ri menyerahkan diri ke polisi karena sudah mencuri kameranya dan menyebut Yeo Ri sebagai pelaku kejahatan berulang.

Do Chi tidak peduli ketika Yeo Ri meminta tolong kepadanya. Do Chi memutuskan teleponnya begitu saja tanpa tahu apa yang sedang dialami Yeo Ri.

Usai bicara dengan Do Chi, Yeo Ri melihat Ji Won datang bersama dua suruhannya. Sontak, Yeo Ri kaget dan langsung melarikan diri.


Yeo Ri membeli tiket bis.

Di bis, Yeo Ri menangis karena tidak seorang pun datang menolongnya.


Malam harinya, Yeo Ri luntang lantung di jalan. Ia tak tahu harus kemana.

Yeo Ri lantas menyewa sebuah penginapan.

Ia lalu mengeluarkan foto ayahnya dan menangis memeluk foto ayahnya.


Paginya, Yeo Ri mengambil uang di ATM.


Moo Yeol marah saat tahu ibunya mengambil uang asuransi ayah Yeo Ri.

Yeol Mae meminta Moo Yeol menganggap uang itu sebagai kompensasi.

Ae Nok : Kudengar Yeo Ri melarikan diri bersama pria lain. Aku masih tidak percaya ucapan Hae Joo. Yeo Ri tidak akan melakukan itu. Tapi setelah dipikir-pikir, Yeo Ri sudah menghilang selama lebih dari 10 hari.

Mereka lalu menanyakan hubungan Moo Yeol dan Hae Joo. Moo Yeol yang kesal, menyuruh mereka keluar.


Moo Yeol pun berharap, Yeo Ri bisa bersembunyi dengan aman dan tegar.

Bersambung ke part 2............

No comments:

Post a Comment