Saturday, December 29, 2018

Unknown Woman Ep 9 Part 2

Sebelumnya...


Ji Won akhirnya tiba di rumah bersama putri dan kedua cucunya. Hae Joo berkata, tidak ada tempat yang lebih baik dari rumahnya. Ia pun menghela napas, menghirup udara rumahnya. Hae Joo mengaku sangat merindukan rumahnya.

Ji Won : Itulah kenapa kusuruh kau pulang tapi kau bilang tidak bisa meninggalkan suamimu.

Hae Joo : Suamiku prioritas utama.

Ji Won : Ga Ya, kau ingin melihat kamarmu?


Ji Won pun membawa Ga Ya ke lantai atas. Ga Ya senang melihat kamarnya dan memeluk neneknya.

Ga Ya : Halmeoni, bagaimana kau tahu aku suka warna kuning.

Ji Won : Meskipun nenek menutup mata nenek, semua yang nenek lihat adalah dirimu.


Berbeda dengan Ma Ya yang kecewa melihat kamarnya. Ga Ya dan Ji Won ke kamar Ma Ya. Ga Ya heran melihat kamar Ma Ya yang sangat kecil, sedangkan kamar miliknya besar. Ma Ya berkata, ia tidak masalah dengan ukuran kamarnya tapi tidak ada bola di sana.

Ji Won : Bola?

Ga Ya : Ma Ya bercita-cita menjadi pemain sepak bola. Geurigo halmeoni, Ma Ya tidak suka warna pink. Ma Ya suka warna hijau, seperti lapangan sepak bola.

Ma Ya : Tidak apa-apa Ga Ya, halmeoni sudah bekerja keras mendekorasi kamarnya.

Ma Ya lalu berterima kasih pada Ji Won dan berkata, akan meminta bola pada ayahnya.


Ji Won dan Hae Joo mendapatkan bingkisan tanpa nama. Ji Won memberikannya ke Hae Joo dan berkata, itu mungkin dari Do Young untuk Hae Joo tapi Hae Joo yakin itu dari Moo Yeol.

Hae Joo membukanya. Begitu dibuka, Hae Joo langsung berteriak dan membuang bingkisan itu. Bingkisan itu, lukisan Yeo Ri.

Ji Won juga kaget.

Ji Won : Ajumma! Ajumma.


Tak lama kemudian, pembantunya datang.

Ji Won : Siapa yang mengirim ini?

Ajumma : Dia baru saja pergi.


Ji Won pun langsung keluar, mengejar kurir yang mengantarkan lukisan itu tapi si kurir keburu pergi.


Tanpa Ji Won sadari, seseorang mengawasinya dari kejauhan.


Ji Won kembali ke dalam.

Hae Joo : Eomma, kau menangkapnya? Siapa dia?

Ji Won : Aku tidak berhasil mengejarnya.

Hae Joo : Eomma, ini lukisan Yeo Ri. Kau ingat lukisan Yeo Ri yang kurobek?

Ji Won : Jangan dipikirkan, seseorang mungkin mengajak kita bercanda.

Hae Joo : Lelucon macam apa ini? Ini lukisan Yeo Ri. Aku yakin.

Ji Won : Son Yeo Ri sudah meninggal 3 tahun lalu. Dia sudah tidak ada di dunia ini jadi bagaimana bisa dia yang mengirimnya?

Hae Joo : Yeo Ri mungkin memberitahu seseorang. Eomma, aku benar-benar takut. Ini adalah waktu kematian Yeo Ri. Jika bukan dia, siapa yang mengirim ini?

Ji Won : Jangan khawatir. Aku akan mencari pelakunya dan jangan katakan ini pada suamimu. Kau mengerti?

Hae Joo mengangguk.


Ji Won membawa lukisan itu ke kamarnya.

Ji Won : Apa ini benar-benar dari Yeo Ri? Jasadnya tidak pernah ditemukan.

Ji Won lalu menghubungi seseorang yang dipanggilnya 'Tuan Jung'. Ia berkata, akan mengirimkan lukisan itu pada Tuan Jung dan meminta Tuan Jung menemukan sidik jari yang ada di lukisan itu.


Yeo Ri berdiri di depan kediaman Wid.

Yeo Ri : Kau tidak boleh takut sekarang. Ini masih awalnya. Gidaryeo, Hong Ji Won. Aku akan mengambil satu per satu milikmu yang berharga.

Yeo Ri lantas masuk ke mobilnya.


Bersamaan dengan itu, Moo Yeol hampir tiba di kediaman Wid.

Yeo Ri melajukan mobilnya.

Keduanya berpapasan!


Di kamarnya, Hae Joo resah karena lukisan Yeo Ri.

Hae Joo : Yeo Ri tidak bangkit dari kubur, kan? Tidak mungkin! Yeo Ri sudah mati. Lalu siapa yang membuat lelucon ini!


Moo Yeol datang. Hae Joo pun langsung berbaring di tempat tidurnya.

Moo Yeol menyuruh Hae Joo siap-siap karena mereka akan ke rumah ibunya. Tapi Hae Joo menolak dengan alasan tidak enak badan. Moo Yeol tidak peduli dan tetap kekeuh menemui ibunya yang sudah tidak dilihatnya selama 3 tahun.

Hae Joo pun marah, aku sudah bilang tidak enak badan!

Hampir saja Hae Joo keceplosan soal lukisan Yeo Ri.

Moo Yeol lalu memberitahu Hae Joo kalau dia diangkat menjadi salah satu direktur departemen perusahaan.

Hae Joo kaget, bukan CEO atau Wakil Presdir? Dia tahu kau sudah bekerja keras. Aku akan bicara padanya.

"Tidak perlu." jawab Moo Yeol, lalu menyuruh Hae Joo bersiap-siap.


Ibu dan adik Moo Yeol sedang menggelar upacara untuk memperingati kematian Joo Ho dan Yeo Ri.

Ae Nok merasa kasihan pada mereka dan berharap mereka hidup bahagia di alam sana.

"Tentu saja, ahjussi sangat menyayangi eonni. Yeo Ri Eonni, ibuku tidak membuat banyaj udang tempura karena tahu kau alergi makanan laut, jadi jangan cemas dan makanlah."

"Yeo Ri-ya, ini kali terakhir aku menggelar upacara kematian untukmu. Hae Joo dan Moo Yeol akan marah jika mereka tahu." ucap Ae Nok.


Seseorang tiba-tiba membuka pintu. Ae Nok pun heran dan penasaran siapa yang datang. Yeol Mae takut kalau kakaknya yang datang.

Ae Nok : Mereka akan kesini besok jadi itulah kenapa kita menggelar upacara ini sekarang sebelum mereka tiba.

Tak lama kemudian, Moo Yeol dan Hae Joo masuk. Yeol Mae pun bergegas menyembunyikan foto Joo Ho dan Yeo Ri.

Moo Yeol : Apa yang kalian lakukan? Seperti upacara kematian? Ini bukan hari kematian ayah.

Ae Nok berbohong, ia mengatakan, seperti itulah cara ia dan Yeol Mae makan karena Hae Joo berasal dari keluarga kaya.

Hae Joo : Aghassi, kau menyembunyikan apa?

Hae Joo pun mengambil foto Joo Ho dan Yeo Ri yang disembunyikan Yeol Mae. Hae Joo sontak marah. Ae Nok menjelaskan, ia melakukan itu lantaran memimpikan Yeo Ri beberapa hari lalu.


Hae Joo : Aku tidak butuh penjelasan! Ini adalah tempat yang diberikan keluargaku, beraninya kau memperingati hari kematian Yeo Ri tanpa seizin kami!

Ae Nok marah.

"Tanpa seizin kami? Tempat yang diberikan keluargamu? Jadi itulah kenapa kau memperlakukan kami seperti anjing liar?

"Eommoni! Cukup!" bentak Moo Yeol.

"Kenapa kau selalu berteriak padaku!" jawab Ae Nok.

Ae Nok lantas mengungkit penyebab 'kematian' Yeo Ri.

Ae Nok : Dia kehilangan orang yang dicintainya karena kau dan berakhir di penjara. Itu membuatnya depresi!"

Hae Joo : Aku tidak akan pernah memaafkan apa yang terjadi hari ini.


Hae Joo beranjak pergi. Moo Yeol mengejar Hae Joo.

Moo Yeol mengejar Hae Joo tapi Hae Joo keburu pergi.


Moo Yeol memarahi ibunya karena berani menggelar upacara kematian untuk Yeo Ri dan Joo Ho.

Ae Nok : Istrimu tadi memarahiku dan sekarang kau juga mau melakukan hal yang sama? Haruskah aku masuk rumah sakit dulu agar kau berhenti?

Yeol Mae membela Ae Nok. Ia berkata, Hae Joo harusnya berterima kasih pada mereka karena seharusnya yang menggelar upacara itu adalah Hae Joo. Yeol Mae juga mengungkit Yeo Ri yang anak adopsi keluarga Hae Joo.

Tapi Moo Yeol tetap saja tidak mau mengerti. Ia bilang, menggelar upacara kematian Yeo Ri, tidak berarti menghapus dosanya karena sudah mencampakkan Yeo Ri.


"Tapi tetap saja, kita tidak bisa mengabaikan mereka. Mereka mati dengan cara yang menyedihkan! Jika bukan kita, siapa lagi? Ditambah lagi, Yeo Ri adalah ibu dari anakmu!" ucap Ae Nok.

"... ini semua salahmu. Tidak peduli seberapa baiknya Yeo Ri, hatinya pasti hancur karena sudah kehilangan anaknya yang masih bayi. Aku takut suatu saat nanti,

Yeo Ri bangkit dari kubur dan mengacaukan hidupmu!" lanjut Ae Nok lagi.

"Yeo Ri meninggal di tangan Hae Joo! Kau tidak tahu seberapa keras usahaku untuk sampai di titik ini? Aku mencampakkan pacarku dan menikahi putri mereka. Aku harus membuktikan kemampuanku dan cintaku pada Hae Joo, untuk menutupi kecurigaan dan keraguan mereka."


Do Young pulang dan langsung memeluk kedua cucunya.

Setelah itu, Do Young menanyakan Hae Joo. Ji Won memberitahu Do Young bahwa Hae Joo pergi ke tempat Ae Nok.


Tak lama kemudian, Hae Joo pulang. Ji Won heran melihat Hae Joo pulang sendiri. Hae Joo pun berkata, ia pulang duluan karena sakit kepala. Hae Joo menyapa ayahnya sebentar, lalu pergi ke kamarnya. Ji Won ingin menyusul Hae Joo tapi dilarang Do Young.

Do Young : Mereka pasti bertengkar karena jabatan baru Moo Yeol.


Ji Won terkejut saat Do Young mengatakan, mengangkat Moo Yeol sebagai Direktur Manajemen Strategi.

Do Young beralasan, itu karena Moo Yeol bertingkah seperti pewaris Wid Group.

Ji Won membela Moo Yeol. Ia mengingatkan Do Young bahwa Moo Yeol sudah bekerja keras.

Do Young : Dia pernah menghancurkan seorang wanita, bagaimana aku bisa percaya padanya? Jika Hae Joo tidak hamil, aku tidak akan pernah menerimanya.

Do Young lalu memberitahu Ji Won, bahwa dia mengundang Do Chi sarapan bersama mereka besok.

Do Young : Dia harus sukses dengan karirnya agar dia tidak pernah mencoba masuk ke manajemen perusahaan. Jadi aku memilihnya sebagai model Wid.

Ji Won pun memuji ide Do Young, tapi selang beberapa menit, wajahnya langsung berubah kesal.


Di kamarnya, Yeo Ri sedang memandangi foto anggota keluarga Wid. Tak lama kemudian, Mal Nyeon masuk dan menanyakan rencana Yeo Ri.

Yeo Ri pun menceritakan rencananya, bahwa ia akan mengambil milik Ji Won yang paling berharga. Setelah itu, ia akan membuat Moo Yeol dan Hae Joo bercerai.

"Dan Goo Do Chi, pewaris sah Grup Wid, aku akan menikahinya dan mengambil alih Grup Wid."

"Kapan kau akan memulai rencanamu?"

"Aku sudah memulainya." jawab Yeo Ri sambil menatap tajam Mal Nyeon.


Do Chi merayakan ulang tahunnya dengan teman-temannya, tapi saat tahu teman-temannya mengundang beberapa wanita, ia langsung tak nyaman. Ia pun pergi dengan alasan, sudah memiliki pacar dan harus menjaga dirinya baik-baik. Tapi sebelum pergi, ia sempat meminum alkohol yang dituangkan salah satu wanita.


Diluar, Do Chi merasa pusing. Wanita yang menuangkan alkohol untuk Do Chi tadi pun menyusul Do Chi.

"Gwenchana, Do Chi-ssi?" tanya wanita itu.

"Aniya." jawab Do Chi, sebelum akhirnya ambruk.


Moo Yeol yang sedang dalam perjalanan pulang, menghubungi Hae Joo. Ia mengajak Hae Joo keluar tapi Hae Joo menolak.

Hae Joo : Aku sudah bilang tidak mau pergi tapi kau memaksaku! Jika aku tidak kesana, aku tidak akan melihat itu!

Moo Yeol : Aku minta maaf. Aku salah.

Hae Joo : Jika kau ingin minum, minum saja dengan hantunya Yeo Ri.

Hae Joo pun memutuskan panggilan Moo Yeol.

Moo Yeol menghela napas dan menghubungi Hae Joo lagi.


Mobil Moo Yeol berhenti di lampu merah.

Tepat saat itu, mobil Yeo Ri berhenti di samping mobil Moo Yeol.

Moo Yeol terkejut melihat Yeo Ri.

Hae Joo menjawab telepon Moo Yeol. Ia heran karena Moo Yeol diam saja.


Moo Yeol memutuskan panggilannya dan menyuruh supir taksi mengejar mobil Yeo Ri.

Yeo Ri sendiri yang tahu diikuti Moo Yeol tersenyum menyeringai.


Bersambung...................

No comments:

Post a Comment