Friday, December 28, 2018

Unknown Woman ep 9 Part 1

Sebelumnya...


Do Chi salah paham, ia fikir Yeo Ri lah yang mengiriminya surat dari penjara. Do Chi mengancam Yeo Ri, akan mengambil tindakan jika Yeo Ri masih berani menulis surat atau mengontaknya.

Do Chi beranjak pergi. Yeo Ri memanggil Do Chi.

Yeo Ri : Goo Do Chi! Goo Do Chi!

Do Chi yang kesal, akhirnya menoleh dan terkejut melihat Yeo Ri sudah terjun ke bawah.

Sementara itu, teman se-sel Yeo Ri menemukan surat bunuh diri Yeo Ri.

Do Chi menyuruh temannya menghubungi polisi.


Ji Won keluar dari kamar dengan wajah pucat. Hae Joo yang sedang duduk membaca pun cemas melihatnya. Ji Won memberitahu Hae Joo, bahwa Yeo Ri sudah meninggal.

Hae Joo kaget, eonjae? Eodisseo? Eotteoke?

Ji Won pun limbung.

"Eomma." ucap Hae Joo yang langsung memegangi ibunya.


Do Young dan Moo Yeol pulang. Hae Joo memberitahu mereka bahwa Yeo Ri meninggal. Moo Yeol terkejut.

Do Young : Dia bersembunyi dari kita hampir sepuluh tahun. Seseorang menelpon?

Ji Won : Mereka bilang, dia di penjara. Dia dibebaskan sebentar dan bunuh diri dengan melompat ke sungai.

Moo Yeol terperangah.


Yeo Ri masih hidup.

Yeo Ri : Son Yeo Ri sudah meninggal. Mulai sekarang, aku Yoon Seol.


Mal Nyeon (namanya Mal Nyeon ternyata, bukan Mal Yoon. Terjemahannya salah) dan suaminya menunggu Yeo Ri di tepi sungai. Tuan Yoon cemas, ia takut sesuatu terjadi pada Yeo Ri karena Yeo Ri tak juga muncul.

Mal Nyeon pun marah, ia meminta suaminya tidak bicara aneh-aneh.

Mal Nyeon : Kau tahu gadis kita, Seol? Dia punya bayi di tempat yang keras itu, kemudian kehilangannya! Dia belajar hukum sendirian di penjaran, tanpa guru dan lulus ujian pengacara.

Tuan Yoon : Kau benar, orang lain bahkan tidak bisa lulus ujian saat mereka menggunakan nama mereka sendiri tapi dia diizinkan keluar setiap tahun, dia mengatakan akan mengikuti ujian pengacara dan lulus dalam sekali ujian wawancara menggunakan nama putri kita.

Mal Nyeon lalu teringat saat Yeo Ri meminta menjadi putrinya.

Mal Nyeon : Jangan remehkan dia. Dia bisa bertahan di dalam gurun dan hutan tanpa masalah. Dia tidak akan membiarkan dirinya tenggelam begitu saja. Hasratnya untuk balas dendam akan membuat dirinya bertahan.


Tak lama kemudian, terdengar sirine polisi dan bersamaan dengan itu, Yeo Ri muncul.

Mal Nyeon dan Tuan Yoon pun langsung menyelimuti Yeo Ri.

Yeo Ri : Jam berapa sekarang?

Tuan Yoon : Upacara penerimaan hampir dimulai.

Mal Nyeon : Jika kita bergegas, kita akan tiba di sana sebelum jam dua.


Di mobil, Mal Nyeon membantu Yeo Ri mengeringkan rambut. Tiba-tiba, di radio, terdengar berita Yeo Ri yang bunuh diri dengan terjun ke sungai. Ternyata, hukuman Yeo Ri akan berakhir setahun lagi.

Berita juga mengatakan, Yeo Ri terjun ke sungai tepat di depan mata seorang selebritis dan polisi masih belum berhasil menemukan tubuh Yeo Ri.

Yeo Ri pun berterima kasih karena Mal Nyeon dan Tuan Yoon sudah bersedia membantunya. Ia juga minta maaf karena menyeret mereka berdua ke dalam masalahnya. Yeo Ri berjanji, jika terjadi masalah di kemudian hari, ia tidak akan membiarkan Mal Nyeon dan Tuan Yoon terluka.

Mal Nyeon : Berhenti bicara omong kosong. Kita berada di kapal yang sama. Sejak kau menjadi putriku, atau mungkin, sejak kami menolak surat kematian Seol, ini adalah takdir kita.Jadi bagaimana kita bisa menentang takdir?


Yeo Ri terharu, eommoni.

Mal Nyeon tersenyum.

"Benar, kau putriku.Jadi jangan cemaskan hal lain dan lakukan apa maumu."

*Kebetulan yang aneh. Kebetulan dokter yang membantu persalinan Yeo Ri adalah pacarnya Seol. Kebetulan, Seol adalah putri Mal Nyeon dan Mal Nyeon masuk ke sel yang sama dengan Yeo Ri karena kekerasan yang dilakukannya di pesawat. Lalu kebetulan juga, Seol meninggal dan Mal Nyeon menolak surat kematian Seol sebelum Yeo Ri meminta menjadi putrinya.


Mereka akhirnya tiba di gedung penelitian dan pelatihan yudisial.

Mal Nyeon dan Tuan Yoon memberikan restunya pada Yeo Ri.


Yeo Ri menatap ke arah gedung.

Yeo Ri : Hong Ji Won, gidaryeo. Aku akan menghancurkanmu. Aku akan membalaskan dendam atas kematian anakku dan membuatmu berlutut padaku.


Cerita pun lompat ke 3 tahun kemudian... dimana Ji Won menjemput Moo Yeol, Hae Joo dan kedua cucunya di bandara. Tapi anehnya,  Ji Won hanya mempedulikan

Ga Ya. Bahkan meski Ma Ya mengaku sangat merindukan Ji Won, Ji Won tidak peduli dan terus mengajak Ga Ya berbicara.

Melihat itu, Hae Joo menegur sang ibu. Barulah Ji Won melirik ke arah Ma Ya.

Moo Yeol : Ma Ya sering membicarakanmu.

Moo Yeol lantas menyuruh Ma Ya menunjukkan gambarnya.

Dengan penuh semangat, Ma Ya membuka tasnya, hendak mengeluarkan gambarnya tapi Ji Won tidak mau melihatnya dengan alasan terlalu banyak orang di sana.

Moo Yeol lalu berkata, tidak akan ikut mereka pulang lantaran dirinya mau ke perusahaan dulu, menyapa Do Young.

Ji Won mengerti dan langsung mengajak Ga Ya pergi.


Ma Ya kecewa dan merasa neneknya hanya menyayangi Ga Ya. Hae Joo pun berusaha memberi pengertian. Hae Joo berkata, itu lantaran Ga Ya lebih tua dari Ma

Ya dan Ga Ya sedang sakit. Hae Joo pun meminta pengertian Ma Ya.


Dalam perjalanan pulang, Ma Ya dan Ga Ya tertidur. Ji Won tak berhenti menatap Ga Ya. Hanya Ga Ya.

Hae Joo tampak sedikit kesal lantaran sang ayah terlalu memforsir tenaga Moo Yeol di kantor. Ia juga kecewa karena Moo Yeol selalu dan selalu menomor satukan pekerjaan.

Ji Won : Ayahmu lebih buruk dari Moo Yeol saat berada di usia Moo Yeol.

Hae Joo : Itu karena ayah tidak mencintai....

Hae Joo pun menghentikan ucapannya dan mengganti topik pembicaraan. Ia bertanya ke Ji Won, apa rencana Do Young terhadap Moo Yeol.

Ji Won : Ayahmu pasti akan melakukannya. Dia tahu Moo Yeol bekerja keras di China.

Hae Joo : Moo Yeol memiliki harapan juga. Dia mendapatkan kontrak dengan pabrik di China dan membuka 50 toko dalam 3 tahun. Itu luar biasa.


Ji Won : Putriku sudah dewasa. Dia sangat mengerti betapa kerasnya suaminya bekerja. Tapi ngomong-ngomong kenapa kau tidak memberikan adik pada si kembar? Moo Yeol tidak menjadikan pekerjaan sebagai alasan menghindarimu, kan?

Hae Joo pun membela Moo Yeol. Ia berkata, Moo Yeol memperlakukannya dengan baik dan Moo Yeol tidak pernah berselingkuh. Hae Joo bilang, tidak akan pernah memaafkan Moo Yeol kalau sampai Moo Yeol memiliki wanita lain.


Moo Yeol menemui Do Young. Do Young menyambut Moo Yeol dengan hangat. Moo Yeol pun menunjukkan kontrak yang berhasil di dapatkannya dengan pabrik di China. Do Young pun memuji kerja keras Moo Yeol dan menyuruh Moo Yeol mengambil cuti beberapa hari, sebelum kembali bekerja dengan posisi yang baru.

Sontak, Moo Yeol terkejut Do Young menaikkan jabatannya. Ia merendah, namun selang beberapa menit, ia berjanji akan bekerja keras dan tidak akan membuat Do Young kecewa.


Para staff terkejut membaca surat pengumuman promosi Moo Yeol. Tak lama kemudian, Moo Yeol datang dan mereka langsung bubar.

Moo Yeol penasaran, ia membaca pengumumannya dan terkejut mendapati dirinya hanya diangkat menjadi Direktur Manajemen Strategi, padahal dia sudah berekspetasi lebih.


Tak lama kemudian, Do Young datang bersama tangan kanannya.

Do Young : Kau kecewa? Sepertinya kau punya bayangan lebih.

Moo Yeol : Tentu saja tidak. Aku percaya ada maksud lain di balik semua ini. Aku akan bekerja keras agar tidak mengecewakan anda.

Do Young kemudian masuk lift.


Begitu Do Young pergi, wajah Moo Yeol pun langsung berubah kesal.

Moo Yeol masuk ke toilet dan menggeram disana.


- Di lift-

Do Young : Dia sangat ambisius. Aku harus menjaga tali pengekangnya agar dia tidak menggigitku.

Do Young lalu menanyakan kontrak Do Chi dengan mereka.

Do Chi yang sedang tidur, memimpikan Yeo Ri. Sontak, Do Chi kaget dan langsung terbangun.

Bersamaan dengan itu, temannya datang. Temannya memeluknya dan memberikan ucapan selamat karena Do Chi terpilih sebagai model Wid Group.

"Meski terlambat, kuucapkan terima kasih." ucap temannya.

Do Chi lalu bercerita kalau ia takut melihat Yeo Ri di dalam mimpi.


Sekarang, Do Chi dan temannya sedang dalam perjalanan. Do Chi memakai kacamata hitam dan melihat wajahnya di cermin.

Do Chi : Jang Goo-ya, tidakkah aku terlihat keren dengan ini?

Jang Goo : Kau sangat narsis, Hyung.

Do Chi pun kesal dan meminta Jang Goo memanggilnya 'Pak' lantaran merasa dirinya sudah menyelamatkan Jang Goo dengan mendapatkan kontrak Wid.

Jang Goo meminta Do Chi agar tidak membuat masalah lagi. Ia bilang, mereka akan habis jika kontrak dengan Wid dibatalkan.

Jang Goo : Apakah pacarmu akan datang nanti malam ke perayaan ulang tahunmu?

Do Chi : Dia tidak kembali dari syutingnya di Italia.


Ponsel Do Chi berdering, telepon dari Do Young yang mengajaknya makan bersama lantaran besok hari ulang tahun Do Chi.

Sontak, Do Chi senang diajak kakaknya makan bersama.


Tiba-tiba, Jang Goo mengerem mendadak dan tidak sengaja menabrak mobil merah yang berhenti di depan mereka.

Akibat Jang Goo yang mengerem mendadak itu, hidung Do Chi terluka lantaran terbentur dashboard mobil.

Do Chi kesal. Jang Goo membela diri dengan mengatakan, mobil merah di depan mereka lah yang salah karena berhenti tiba-tiba.


Seorang wanita bersepatu merah, berjas dan berkacamata hitam turun dari mobil merah dan berjalan ke arah mobil Do Chi.

Melihat itu, Do Chi pun langsung menggunakan kacamatanya lagi.

Wanita itu mengetuk pintu.

"Kau baik-baik saja?"

Do Chi mengiyakan tanpa menatap wanita itu sedikit pun.

Wanita itu meminta maaf dan memberikan kartu namanya, lalu beranjak pergi.


Jang Goo : Hyung, kau benar tidak apa-apa?

Do Chi diam saja dan membaca kartu nama wanita itu. Dia Yoon Seol, seorang pengacara alias Yeo Ri.


Do Chi : Menurutmu dia mengenaliku? Dia tidak akan mengatakan pada orang lain kalau dia melihatku dengan hidung berdarah ini, kan?

Jang Goo : Seolma....


Do Chi mendengus kesal.

Ia lalu bercermin dan menatap hidungnya yang berdarah.

Do Chi : Bagaimana bisa aku terlihat keren dengan hidung berdarah ini? Kau itu seorang bintang.

Do Chi kemudian tersenyum.


Yeo Ri masuk ke mobilnya dan mengarahkan spionnya ke Do Chi.

Ia tersenyum menyeringai melihat Do Chi.

Bersambung ke part 2...

No comments:

Post a Comment