Saturday, January 5, 2019

Ice Adonis Ep 6 Part 1

Sebelumnya...


Kang Wook berusaha masuk ke J. Tepat saat itu, Yoon Jae datang dan melihat staf nya ribut-ribut dengan Kang Wook. Staf menjelaskan, Kang Wook tidak punya identitas sebagai karyawan J tapi berusaha masuk ke J. Yoon Jae menatap Kang Wook dan ingat Kang Wook adalah pria yang duduk di kursinya di acara makeup show yang digelar J tempo hari.

Kang Wook : Kau sudah ingat aku?

Yoon Jae : Kau tidak bisa masuk jika tidak memiliki kartu identitas, jadi pergilah.

Kang Wook pun terpaksa pergi.


Tapi kemudian, Kang Wook menghubungi Nyonya Jang.

Nyonya Jang marah saat tahu Kang Wook diusir Yoon Jae. Ia lantas meminta 30 detik untuk menyelesaikan masalah itu.


Yeon Hwa menuju ruangannya dengan wajah ceria. Begitu sampai, ia berhenti sejenak dan menatap ke arah pintu dengan bahagia. Yeon Hwa menggenggam kalungnya dan berjanji pada dirinya, akan menunjukkan kompetensinya pada Yoon Jae.


Tak lama kemudian, Yoon Hee datang dan terheran melihat Yeon Hwa hanya berdiri di depan pintu.

Yeon Hwa menyapa Yoon Hee dan menanyakan kabar Yoon Hee.


Yoon Hee pun menyuruh Yeon Hwa masuk.

Di dalam, sudah ada dua staf sudah menunggu. Yoon Hee pun memperkenalkan Yeon Hwa pada mereka. Staf yang cewek bersikap ramah pada Yeon Hwa, tapi yang cowok malah bersikap dingin. Staf cowok kesal karena Yeon Hwa datang terlambat.

Tak lama berselang, datang lagi seorang staf cewek.

Yeon Hwa berkata, akan datang lebih awal mulai besok dan seterusnya untuk membersihkan meja dan menyortir dokumen.


Staff cewek yang pertama bingung karena seharusnya tim mereka kedatangan dua karyawan baru. Ia lantas memeriksa dokumen staf baru dan menunjukkannya pada Yoon Hee.

Kang Wook datang dan memperkenalkan diri sebagai staf yang baru.

Staf cewek yang datang terlambat tadi pun memuji ketampanan Kang Wook, sekaligus mengatakan Kang Wook terlihat sedikit tua untuk menjadi karyawan baru.

Staf cowok marah. Ia berkata, staf baru harusnya tidak banyak bertingkah.

Yoon Hee pun mengucapkan selamat datang pada Kang Wook dan memperkenalkan dirinya sebagai Kepala Tim.

"Jadi kau Ha Yoon Hee? Aku sangat merindukanmu." ucap Kang Wook dalam hati.


Yoon Hee : Seol Yeon Hwa-ssi, apa yang kau katakan saat wawancara terakhir?

Yeon Hwa : Aku bilang, saat produsen mengatakan, mencampurkan bahan kimia ke dalam kosmetik karena tidak punya pilihan lain, itu alasan tercela.

Yoon Hee : Choi Kang Wook-ssi, kau bilang tujuanmu menjadi CEO J, kan?

Sontak, Yeon Hwa langsung tertawa mendengarnya dan staf yang cowok langsung mengatai Kang Wook pria yang penuh ambisi.

Yoon Hee pun meminta keduanya bertanggung jawab atas kata-kata mereka. Ia menugaskan mereka, memikirkan 100 ide kosmetik selama 100 hari ke depan.

Yeon Hwa pun kaget, 100 ide untuk 100 hari?

"Lewati ujian Kepala Tim dan kau akan menjadi pengembang kosmetik." ucap staf cewek yang pertama.

"Ini tugas pertama kalian. Ini adalah bagian dari dokumen rahasia perusahaan tentang produk baru yang sedang dikembangkan perusahaan. Staf baru tidak boleh melihat dokumen yang utuh. Kurasa ini sudah cukup. Tulis laporan kalian dan laporkan padaku."suruh Yoon Hee.


Yoo Ra mengikuti Yoon Jae, masuk ke ruangan Yoon Jae. Yoon Jae menanyakan schedule nya. Yoo Ra mengatakan, Yoon Jae ada meeting dengan Pabrik Tianhang jam 3 sore nanti dan jam 6 ada pertemuan dengan para pengusaha muda di Sogong Dong.

Yoon Jae : Arraseo.

Yoo Ra mengajak Yoon Jae makan siang. Tapi Yoon Jae menolak dengan alasan ada janji. Yoo Ra berkata, ia seketaris Yoon Jae jadi ia tahu Yoon Jae tidak punya janji makan siang dengan siapa pun hari itu.

Yoon Jae pun menjawab, itu janji personalnya. Yoo Ra yang tahu maksud Yoon Jae langsung kecewa.


Tak lama kemudian, pria yang mengurus kasus penyerangan mobil Yoon Jae pun datang membawakan pesanan sushi Yoon Jae.

Pria itu juga menyinggung tentang penyerangan mobil Yoon Jae. Yoo Ra langsung berubah tegang.


Yeon Hwa sedang berkutat dengan tugas-tugasnya sambil menikmati makan siangnya. Tak lama kemudian, Yoon Jae menghubunginya. Yeon Hwa mengaku sangat sibuk di hari pertamanya sampai-sampai ke kamar mandi saja tidak bisa. Yoon Jae pun meminta waktu Yeon Hwa 5 menit.


Yoon Hee dan tim nya tiba di restoran mewah. Kang Wook lah yang mengajak mereka kesana. Kang Wook bertanya pada Yoon Hee, bisakah ia mengganti 100 ide dengan 100 makan siang.

Sontak, Yoon Hee marah dan langsung pergi meninggalkan mereka. Ketiga staf mengejar Yoon Hee.

Kang Wook kecewa, ia berkata hanya ingin mengajak Yoon Hee makan saja.


Di rumah, Nyonya Jang yang sedang mengurus Tuan Ha, dihubungi seseorang. Tapi Nyonya Jang tidak mau menjawabnya. Nyonya Jang beralasan, tidak mau diganggu saat ia sedang bersama Tuan Ha. Nyonya Jang kemudian me-reject panggilannya.


Kang Wook kecewa panggilannya di-reject. Tak lama, pelayan datang dan Kang Wook pun mengaku benci makan sendiri.


Yeon Hwa menemui Yoon Jae di kantin. Yeon Hwa takut orang kantor melihat mereka. Yoon Jae pun berkata, ia hanya ingin makan siang bersama Yeon Hwa, di hari pertama Yeon Hwa bekerja. Tapi Yeon Hwa tetap takut dilihat orang kantor.

Yoon Jae menenangkan Yeon Hwa. Ia bilang, tidak akan ada yang melihat mereka karena itu adalah tempat khusus untuknya, jadi tidak akan ada karyawan yang datang kesana.

Yoon Jae lalu menarik Yeon Hwa untuk duduk dan menyuapi Yeon Hwa.


Dari kejauhan, Yoo Ra melihat mereka dengan tatapan cemburu.

Saat melihat kalung Yeon Hwa, Yoo Ra teringat saat melihat Yoon Jae memberikan kalung itu pada Yeon Hwa dan melamar Yeon Hwa malam itu.


Kesal, Yoo Ra pun beranjak pergi.

"Seol Yeon Hwa, aku membencimu. Benci! Aku bisa melakukannya. Aku bisa lebih baik. Tapi kenapa malah Seol Yeon Hwa? Kenapa bukan aku?"

Yoo Ra lalu mendatangi mereka. Sontak, mereka terkejut.


Nyonya Han menemui Tuan Choi di kantor. Ia mengatakan, akan pergi menemui Yoo Ra dan hanya mampir sebentar.

Tuan Choi : Yoo Ra?

Nyonya Han : Aku berpikir mengajaknya minum dan membicarakan hal-hal yang tidak bisa dibicarakan di rumah. Aku merenung, memikirkan apa yang harus kukatakan dan bagaimana mengatakannya. Aku takut mengatakan sesuatu yang akhirnya bisa melukai Yoo Ra. Kau tahu aku tidak pintar berkata-kata.

Tuan Choi : Bagaimana bisa kau gugup di depan anakmu?

Nyonya Han : Seperti yang ibumu katakan, tidak mudah membuat Yoo Ra menerima Yeon Hwa. Itulah kenapa aku merasa buruk dan bersyukur disaat bersamaan. Tapi apakah benar-benar tidak masalah jika Yeon Hwa pindah?

Tuan Choi : Sebagai ayahnya, aku tidak tahu apa yang ada di dalam pikirannya. Tapi karena kau akan pergi menemuinya, aku lega. Pergilah dan bicaralah baik-baik dengannya.

Nyonya Han : Kau bekerja dan menulis buku juga di waktu bersamaan. Kau pasti sibuk. Aku sudah menyita waktumu jadi aku akan pergi sekarang.


Sekarang, Nyonya Han sudah berada di lobby J. Ia menghubungi Yoo Ra dan memberitahu Yoo Ra bahwa ia ada di lobby dan mengajak Yoo Ra bertemu.

Yoo Ra mengerti dan mengaku akan segera turun.

Bersamaan dengan itu, Yeon Hwa yang tengah membawa dua kardus besar melintas. Ia terkejut melihat sang ibu.

"Eomma, kenapa kau kesini? Dimana Soo Ae? Kabar ayah dan nenek bagaimana?"

"Jangan sakiti punggungmu, itu pasti bear."

"Kotak ini memang besar tapi tidak berat."

"Ini hari pertama putriku bekerja dan ibu tidak membelikanmu satu set pakaian baru. Bagaimana pekerjaanmu? Apa melelahkan?"

"Tidak lelah. Semua baik-baik saja. Eomma, saat aku gajian, aku akan membelikanmu hadiah dan datang berkunjung. Aku akan membelikanmu lingerie merah. Kau harus memakainya."


Yoo Ra datang dan melihat mereka dari kejauhan.

Yoo Ra : Ini neraka. Tempat ini akan menjadi neraka. Bagiku, tempat ini adalah tempat dimana aku bisa bernapas. Ini surgaku.Sejak kau datang, tempat ini berubah menjadi neraka. Karena kau, aku hidup seperti di neraka, Seol Yeon Hwa. Karena kau. Semua karena kau." batinnya.


Yeon Hwa lalu bertanya, alasan ibunya datang ke kantor. Nyonya Han pun berkata, ia datang untuk Yoo Ra.

Yeon Hwa agak kecewa mendengarnya. Kemudian, ia berkata pada ibunya, kalau ia harus segera pergi.

Yeon Hwa pun pergi. Nyonya Han tampak sedih melihat Yeon Hwa.


Tak lama setelah Yeon Hwa pergi, Yoo Ra datang. Mereka pun pergi ke kafe dekat kantor.

Yoo Ra menjelaskan maksudnya, kalau mereka bisa hidup bersama dengan Yeon Hwa. Nyonya Han senang mendengarnya. Tapi kemudian, ia menanyakan alasan Yoo Ra tiba-tiba berubah pikiran. Yoo Ra berkata, Yeon Hwa bisa dianggap keluarga jika tinggal bersama mereka dan ia melakukannya agar Nyonya Han merasa nyaman. Terakhir, Yoo Ra mengatakan, Yeon Hwa bisa pindah kapan pun.


Di kantor, staf yang cowok menatap jamnya dengan kesal.

Staf cewek memanggilnya.

"Hwang Jin Sang, katakan padanya, saatnya untuk menyerah."


Ponsel Yoon Hee berdering. Telepon dari ayahnya. Kang Wook sontak menatap ke arah Yoon Hee saat tahu itu telepon dari Tuan Ha.

Ketiga staf beranjak pergi saat Yoon Hee lagi bicara dengan Tuan Ha.


Yoon Hee berkata, akan segera membawa pacarnya ke rumah.

Tuan Ha batuk parah. Pembantu pun bergegas membawakan obatnya.

Tuan Ha meminta Yoon Hee segera mengenalkan pria itu padanya.

Usai bicara dengan ayahnya, Yoon Hee langsung pergi.


Ia pergi menemui Tae Il di bar.

Yoon Hee : Kapan kau akan berhenti melakukan ini? Jika kau terus begini, hubungan kita....

Tae Il meminta waktu sampai ia menemukan seseorang yang bisa menggantikanya menjalakan barnya.

Yoon Hee lalu memberitahu Tae Il bahwa ayahnya ingin bertemu. Ia juga meminta Tae Il bekerja di kantornya.

Bersambung ke part 2............

No comments:

Post a Comment