Sunday, February 24, 2019

Babel Ep 7 Part 2

Sebelumnya...


Nyonya Shin kembali ke rumah. Ternyata Yoo Ra sudah menunggunya sejak tadi.

Yoo Ra kaget saat ibunya mengaku habis menemui Woo Hyuk.

Nyonya Shin : Jangan kaget. Ibu datang untuk pastikan sendiri apa sudah menepati janji.

Yoo Ra : Jadi ibu merasa lebih baik? Ibu tak takut sedikit pun?

Nyonya Shin : Dia cukup sehat untuk menasihati ibu.

Yoo Ra : Eomma...

Nyonya Shin : Sebaiknya kau juga menepati janji. Seperti ibu. Ibu takkan menunggu lama.


Sekarang kita beralih ke sebuah gudang, dimana Jo Seung Hee dikurung di dalam kandang hewan.

Si penjaga kemudian datang tapi hanya untuk memberinya makan.

Jo Seung Hee memohon agar dilepaskan. Ia berjanji tidak akan membuka mulutnya dan akan bersembunyi selamanya.

Si penjaga menyuruh Jo Seung Hee mendekat hanya untuk menakuti Joo Seung Hee.


Kepala Jang sedang melihat daftar panggilan telepon Min Ho pada hari kejadian. Merasa ada yang janggal, Kepala Jang menghubungi Woo Hyuk. Dan betapa kagetnya Kepala Jang mengetahui Woo Hyuk ada di rumah sakit.


Kepala Jang sewot melihat keadaan Woo Hyuk. Ia tak mengira Geosan akan melakukan hal itu terhadap jaksa yang masih menjabat. Kepala Jang lantas berhara Woo Hyuk tidak mendiamkan hal ini.

Woo Hyuk berkata, bahwa ia tak bisa bergerak hanya berdasarkan firasat.

Kepala Jang kesal.

Woo Hyuk lalu menanyakan kondisi Soo Ho. Kepala Jang bilang, kondisi Soo Ho tak memungkinkan untuk memberi kesaksian.


Woo Hyuk kemudian bertanya, apa yang mau diperlihatkan Kepala Jang padanya.

Kepala Jang pun memberikan catatan berisi daftar panggilan Min Ho.

Kepala Jang : Ada yang janggal. Nomor terakhir yang dihubunginya adalah Han Jung Won.

Woo Hyuk yang memang tahu Jung Won ada di Geosan beberapa menit sebelum kematian Min Ho pun membela Jung Won. Ia berkata, wajar saja Min Ho dan Jung Won saling menghubungi karena mereka suami istri.

Kepala Jang : Panggilan terakhir sepuluh menit sebelum perkiraan waktu kematian. Han Jung Won berada dalam radius 100 meter dari Geosan Grup. Han Jung Won bilang pulang sekitar pukul dua. Tapi tak cocok dengan riwayat panggilan.

*Lantas benarkah Jung Won pembunuhnya? Sy tak yakin. Sama hal nya seperti sy tak yakin Soo Ho pembunuh Min Ho. Dan jangan lupakan Ricky, dia punya sesuatu... sesuatu yang dibungkus kain putih, seperti pisau dan masih ada noda darahnya. Jung Won dan Soo Ho sy coret dari daftar tersangka. Berarti si pelaku antara Young Eun dan Ricky... sekarang sy berharap, Young Eun bukan pelakunya. Sy ingin Young Eun dan Soo Ho happy ending di akhir cerita. Begitu pula dengan Jung Won dan Woo Hyuk. Menurut kalian ni gaes, siapa pelakunya?

Kita lanjut gaes....


Jung Won sedang bersih-bersih rumah Woo Hyuk.


Setelah itu, ia berniat mencuci pakaian Woo Hyuk. Tapi terdiam saat melihat percikan darah di salah satu kaos Woo Hyuk.

Jung Won ingat kaos itu adalah kaos yang dipakai Woo Hyuk saat Woo Hyuk terluka.

Ia juga ingat ancaman Nyonya Shin pada Woo Hyuk.


Yoo Ra ada di apartemen Young Eun. Ia sedang menginterogasi Young Eun soal Jung Won  yang Young Eun bilang pulang ke rumah pukul 4 pagi.

Young Eun : Suka atau tidak, kami hidup bersama selama 7 tahun.

Yoo Ra lantas menanyakan soal hubungan Min Ho dan Jung Won yang Young Eun bilang tak akur.

Young Eun : Waeyo? Kau pikir dia membunuh adikmu?

Yoo Ra : Aku butuh banyak informasi untuk kakakku.

Young Eun : Dunia ini sangat kejam. Kau bilang dia keluarga. Menantu di keluarga ini hanya dianggap keluarga saat dibutuhkan.


Yoo Ra : Young Eun-ah.

Young Eun : Kau bilang tak mau berurusan dengan Geosan. Kenapa kini mengambil alih departemen hukum? Karena kakakmu kau bilang? Apa bukan karena darah Geosan yang mengalir dalam dirimu? Aku tak tahu pikiranmu tapi kalau kau ingin tahu, tanyakan pada Jaksa Cha. Semua yang kutahu, sudah kukatakan padanya.

Yoo Ra pun langsung kesal.


Dua polisi tampak sedang berjaga-jaga di lorong.


Yoo Ra sedang menata bunga di kamar Soo Ho. Ia lalu menanyakan pendapat Soo Ho soal bunganya tapi Soo Ho diam saja.

Yoo Ra lantas mendekati Soo Ho. Ia tahu Soo Ho bisa bicara. Ia juga berkata, yakin Soo Ho tak membunuh Min Ho.

Soo Ho langsung menoleh ke adiknya dengan tatapan penuh luka. Yoo Ra pun meminta Soo Ho bicara. Ia berkata, Soo Ho bisa katakan apapun padanya dan jika itu merugikan Soo Ho, ia akan menghapusnya dari ingatan Soo Ho.

Soo Ho memejamkan matanya. Yoo Ra pun tak bisa memaksa Soo Ho.


Yoo Ra lalu beranjak pergi sambil menghela nafas berkali2.


Soo Ho kejang-kejang.


Ia ingat saat melihat ibunya menyiksa Min Ho.


Lalu ia ingat saat ditampar sang ibu sebelum acara makan malam keluarga.


Kemudian ia mengingat saat ayahnya mencekokinya dengan sepotong daging.


Ia juga ingat saat dirinya bersembunyi  setelah Min Ho terbunuh.


Setelah itu, ia ingat ketika Min Ho yang berlumur darah berusaha mencekiknya di dalam bathup.


Jung Won ke rumah sakit. Di lobby, ia bertemu Yoo Ra.

Yoo Ra pura-pura ramah. Ia pura-pura bertanya, tujuan Jung Won ke RS.

Jung Won mengaku, ingin menjenguk kenalannya.

Yoo Ra : Kebetulan sekali temanku juga dirawat. Jaksa Cha Woo Hyuk. Kau kau kenal, kan? Kalian teman seperti apa?

Jung Won : Cuma... cuma kenalanku.

Yoo Ra : Kau masih saja baik. Membesuk orang yang cuma kenalan saja.

Jung Won ingin pergi tapi ditahan Yoo Ra. Yoo Ra minta Jung Won tak memperlakukannya seperti orang asing. Yoo Ra lalu mengajak Jung Won bicara di kamar Woo Hyuk. Jung Won menolak, tapi Yoo Ra memaksa. Jung Won pun tak bisa menolak lagi.


Soo Ho masih kejang-kejang. Tim dokter pun berlarian menuju kamar Soo Ho.


Woo Hyuk tengah bersiap pulang. Tak lama kemudian, ia dikejutkan dengan Jung Won yang datang bersama Yoo Ra.

Yoo Ra : Tampaknya kau tak senang melihatku.

Woo Hyuk menyuruh Yoo Ra duduk.


Yoo Ra : Uri Ulke, kami bertemu di depan. Kebetulan temannya juga dirawat disini.

Woo Hyuk dan Jung Won pun langsung bersikap seperti orang asing.

Yoo Ra : Seharusnya menelponku. Tak ada yang lebih sedih dari sakit seorang diri.

Yoo Ra kemudian menanyakan isi surat wasiat ayahnya pada Woo Hyuk. Woo Hyuk bertanya, Yoo Ra ingin tahu bagian yang mana.

Yoo Ra melirik Jung Won. Kecemburuan membuatnya tidak jadi membahas soal surat wasiat ayahnya. Ia beralasan, surat wasiatnya sudah hilang jadi percuma mengetahui isinya.

Jung Won yang merasa tak nyaman, berniat pergi tapi Yoo Ra menahannya.


Sambil menatap kesal Jung Won, Yoo Ra menanyakan jam berapa Jung Won pulang di hari kematian Min Ho. Jung Won menegaskan kalau ia pulang jam 2 pagi.

Yoo Ra : Kau berada dimana setelah meninggalkan rumah sakit dan sebelum pulang?

Yoo Ra menanyakan itu sambil menatap Woo Hyuk yang mulai tegang.

Jung Won mengatakan, bahwa ia merasa pengap jadi pergi mencari udara segar.

Yoo Ra : Dengan siapa?

Jung Won : Sendiri.

Yoo Ra tersenyum sinis, tentu saja seorang diri.

Jung Won : Eonni, apa maksudmu?

Yoo Ra : Kenapa sensitif sekali seolah kau menyembunyikan sesuatu.


Ponsel Yoo Ra tiba-tiba berdering. Yoo Ra menghela nafas kesal dan menjawab telepon dari pamannya. Ia terkejut, dan kemudian pergi.


Setelah Yoo Ra pergi, Woo Hyuk mendekati Jung Won.

Woo Hyuk : Kau baik-baik saja?

Jung Won memberikan pakaian Woo Hyuk yang ia bawa. Setelah itu ia pamit. Tapi Woo Hyuk memanggilnya.

Woo Hyuk mengaku, bahwa ia bisa menunggu lama sampai Jung Won bicara padanya.

Woo Hyuk : Meski tak kau katakan, aku tak peduli tapi orang lain tak seperti aku. Aku akan melindungimu. Ceritakan kejadian hari itu.

Tapi Jung Won tetap bungkam.

Jung Won : Kau hanya akan menghindar?

Tangis Jung Won pecah.

"Mianhaeyo." ucap Jung Won.

"Aku tak butuh permintaan maafmu? Kenapa kau menyimpan semuanya? Kau tidak mempercayaiku? Apa artinya diriku bagimu?" tanya Woo Hyuk.


Jung Won melangkah pergi.

Bersambung ke part 3............

No comments:

Post a Comment