Sunday, February 24, 2019

Babel Ep 7 Part 1

Sebelumnya...

Sy gk sabar buat komen ep berikutnya gaes... Di ep berikutnya terungkap bukan Soo Ho pembunuh Min Ho. Berarti kemungkinan besar memang Young Eun pelakunya.


Yoo Ra syok mengetahui Jung Won ada hubungan dengan Woo Hyuk.


Ia lalu ingat saat memperkenalkan Jung Won pada Woo Hyuk ketika mereka bertemu di restoran Mi Sun. Saat itu, hubungan Woo Hyuk dan Jung Won memang belum dimulai. Tapi Woo Hyuk pura-pura tidak mengenal Jung Won. Dan Jung Won tidak ingat Woo Hyuk adalah reporter di Harian Myungshin yang membuatnya terlibat dengan Min Ho.


Yoo Ra tidak mengerti kenapa harus Jung Won.


Yoo Ra juga ingat saat ia marah pada Woo Hyuk lantaran Woo Hyuk menginterogasi Jung Won di ruang kejaksaan.


Setelah itu, ia ingat saat mendapati Woo Hyuk ada di ruangan Jung Won. Tapi saat itu, Yoo Ra mengira Woo Hyuk masih mencurigai Jung Won sebagai pembunuh Min Ho.


Terakhir, ia ingat saat mendatangi rumah Woo Hyuk dan melihat sepatu wanita di depan pintu.


Yoo Ra terpukul. Ia tidak menyangka, Jung Won adalah kekasih Woo Hyuk.


-Ep 7, Labirin-


Jae Il dan Mi Sun sedang membeli buah di pinggir jalan. Mi Sun tidak mengerti, selama ini ia fikir seorang jaksa hanya bekerja di belakang meja. Jae Il yakin Woo Hyuk punya alasan.

Mi Sun : Kalian selalu bersama, kau tak tahu? Kau juga reporter.

Jae Il : Apa reporter harus tahu segalanya?

Jae Il lalu melihat Mi Sun memilih-milih buah. Ia pun sebal dan langsung mengeluarkan buah pilihan Mi Sun dari dalam keranjang.

Jae Il : Kita akan membesuk. Jangan beli kesukaanmu, beli yang disukai Hyung. Misalnya yang ini dan ini...

Jae Il mengambil apel dan jeruk.


Keluar dari toko buah, Jae Il dan Mi Sun berdebat. Mi Sun minta penjelasan Jae Il, darimana Jae Il tahu dia suka mangga. Jae Il tidak tahu harus menjawab apa. Mi Sun berkata, Jae Il sudah melanggar privasinya.

Jae Il : Privasi apa? Itu cuma makanan.

Mi Sun : Cepat katakan, kau tahu darimana!

Jae Il : Karena aku reporter.

Jae Il melengos pergi.


Jae Il dan Mi Sun menjenguk Woo Hyuk. Mi Sun terkejut melihat wajah Woo Hyuk yang babak belur. Mi Sun : Siapa yang membuat wajah tampan ini jadi begini?

Woo Hyuk : Maaf membuatmu khawatir.

Mi Sun : Kenapa minta maaf padaku. Dia lah yang paling kaget.

Mi Sun menunjuk Jung Won. Jung Won tersipu malu.

Mi Sun : Tapi keren walau pekerjaannya berbahaya.


Jae Il : Kau tak tahu? Dibandingkan jaksa, tugas reporter lebih berbahaya. Aku tak cerita melawan gangster waktu menyamar untuk mencari berita?

Mi Sun tak percaya.


Jae Il lantas menyuruh Woo Hyuk menceritakan kejadian itu.

Woo Hyuk : Kejadian apa?

Jae Il langsung memelototi Woo Hyuk. Melihat itu, Woo Hyuk pun mengerti dan langsung membenarkan cerita Jae Il.


Jung Won tersenyum geli mendengarnya.

Mi Sun lalu berkata lagi bahwa menjadi jaksa adalah pekerjaan yang sangat ekstrem.

"Melawan orang jahat dan mengikuti cerita adik yang pembohong." ucap Mi Sun sambil memelototi Jae Il.

"Jangan membuat orang sakit bicara terus. Cepat kupas apelnya." suruh Jae Il.


Jae Il terkejut melihat cara Mi Sun mengupas apel. Ia lantas mengambil apel yang dikupas Mi Sun, lalu meletakkannya kembali di atas meja dan mengupas apel yang baru.

Tak lupa, Jae Il juga sedikit membentuk apelnya.

Setelah itu, Jae Il memamerkan bentuk apelnya pada ketiga temannya.


Young Eun makan dengan Nyonya Shin. Entah iba atau bagaimana, Young Eun tiba-tiba meletakkan secuil daging ikan ke mangkuk Nyonya Shin.

Nyonya Shin menatap Young Eun, tapi kemudian ia melanjutkan makannya.

"Tak kelihatan bagus, kan?" ucap Young Eun. Young Eun lantas mengaku mau mengatakan sesuatu.

Nyonya Shin : Aku mendengarkan.

Young Eun : Aku mau bercerai. Tolong disetujui. Tidak perlu terburu-buru. Pertimbangkan dan katakan saat sudah ada jawabannya.

Nyonya Shin : Apa isi USB itu.

Young Eun : Apa?

Nyonya Shin : Beritahu dulu isi USB itu baru kuberikan jawabanku.

Young Eun terdiam, ia takut.

"Lancang sekali padahal kau tak berguna." ucap Nyonya Shin sinis, lalu beranjak dari ruangan makan.


Pengacara Kwon memberitahu Yoo Ra bahwa Pengacara Kim Ha Gyeong akan bergabung dengan mereka.

"Dia baru berhenti dari posisi Wakil Kepala Jaksa 3 di Kantor Kejaksaan Pusat. Kalau sidang, dia bisa diharapkan memberi keuntungan karena jabatan sebelumnya. Selanjutnya,

Pengacara Kang Cheol Gyoo..."

Pengacara Kwon berhenti bicara karena menyadari Yoo Ra tak mendengarkannya.

Pengacara Kwon : Aku masih muda atau tak punya utang?

Yoo Ra : Apa?

Pengacara Kwon : Aku bisa merasakan. Kalau kau tak suka tim bentukanku, katakan saja.

Yoo Ra yang tertekan lantas mengajak Pengacara Kwon minum-minum.


Pengacara Kwon : Jangan gugup, katakan saja. Kau tidak bermaksud mengatakan suka padaku, kan?

Mendengar itu, Yoo Ra langsung memelototi Pengacara Kwon.

Pengacara Kwon : Aku hanya bercanda. Aku sudah punya seseorang yang kusukai.


Yoo Ra pun menjitak kepala Pengacara Kwon.

Pengacara Kwon : Tanganmu kuat sekali. Aku akan menuntutmu karena bersikap tak sopan pada juniormu.

Yoo Ra tertawa mendengarnya.

Pengacara : Kau tertawa. Kelihatan lima tahun lebih muda karena kerutanmu jadi halus.


Pengacara Kwon lantas bertanya, kenapa Yoo Ra bersikap seperti itu. Apa karena pria?

Yoo Ra : Waktu yang tepat untuk bertanya.

Pengacara Kwon : Kau yang mengajariku. Setelah lawan bicara dibuat santai, ajukan pertanyaan yang kuat, jangan memutar-mutar.

Yoo Ra : Pria apa...

Pengacara Kwon : Sejak aku lahir, kupikir ada dua hal yang takkan pernah bisa kulakukan. Menjadi presiden dan minum denganmu di jam makan siang. Di dunia ini, hanya ada beberapa hal yang membuat orang bertindak aneh. Aku tak tahu permasalahannya apa, tapi boleh kuberi saran?

Yoo Ra : Tidak.

Pengacara Kwon : Ingat dua hal. Jangan lakukan apapun. Untuk mencintai, butuh relaksasi. Meski tak berbuat apapun, selang waktu berlalu, bila ada yang tertinggal, itu yang benar- benar abadi. Yang satunya, lakukan semua keinginan hatimu. Bila marah, marah saja. Bila ingin tahu, tanya saja. Kalau dipendam, hanya kau yang akan menderita.

Yoo Ra : Dari keduanya, sebaiknya kulakukan yang mana?


Jung Won masih mengurus Woo Hyuk. Setelah memastikan Woo Hyuk tidur, Jung Won mengenakan kacamata dan topinya, lalu beranjak pergi.

Bersamaan dengan itu, Yoo Ra tiba di RS dan berjalan menuju lift.

Begitu lift terbuka, Jung Won keluar dari lift dan berpapasan dengan Yoo Ra. Tapi baik Jung Won maupun Yoo Ra tidak menyadari kehadiran satu sama lain.

Yoo Ra masuk ke lift.


Lalu, ia masuk ke kamar Woo Hyuk dan duduk disamping Woo Hyuk.

"Jaksa Cha..." ucap Yoo Ra.

Tapi kemudian ia berhenti bicara. Wajahnya terlihat sedih.

Yoo Ra lalu menatap Woo Hyuk. Ia mencoba menyentuh pipi Woo Hyuk yang terluka, namun tak jadi.

Akhirnya, ia hanya duduk diam menatap Woo Hyuk.


Mi Sun lagi tiduran sambil mencoba masker elektriknya. Tak lama, Jung Won pulang dan bertanya, apa Mi Sun sudah makan.

Mi Sun langsung bangun dan melepas maskernya.

Mi Sun : Bagaimana?

Jung Won : Yeppeo.

Jung Won lalu duduk di depan Mi Sun.

Mi Sun : Woo Hyuk bagaimana?

Jung Won : Pertanyaanmu cepat juga. Dia sudah baik. Sebelum pergi, aku lihat dia sudah tidur.


Mi Sun : Setelah makan malam, aku ketiduran sebentar sebelum kau datang. Tapi mimpiku sangat aneh. Waktu sedang berjalan, aku merasakan hawa dingin di belakangku. Waktu aku menoleh, semangka sebesar rumahku menggelinding ke arahku lalu masuk ke dalam tubuhku. Mimpi apa itu?

Jung Won : Pasti karena kau lelah.

Mi Sun : Apa artinya mimpi memiliki anak?

Mendengar itu, Jung Won langsung gugup.

Mi Sun : Tidak, aku harus beri lotre. Atau mungkin, mimpi memiliki pacar? Maksudku, priaku tingkahnya aneh.

Jung Won : Jae Il kenapa?


Mi Sun : Dia tahu buah yang kusuka walau aku tak pernah memberitahunya. Jadi waktu aku tanya bagaimana dia tahu, wajahnya memerah seperti semangka.

Mi Sun kemudian menyadari sesuatu, semangka?

Jung Won tertawa, kurasa Jae Il menyukaimu.

Mi Sun : Entahlah. Sel cintaku sudah lama kering. Aku tak bisa merasakan.

Jung Won : Jae Il lumayan juga.

Mi Sun : Apanya?

Jung Won : Dia ahli memotong apel.

Mi Sun : Ah, mwoya~

Mi Sun lalu beranjak ke kamarnya.


Sekarang, Yoo Ra tengah menemani ayahnya.

Yoo Ra : Aku harus bagaimana?

Setelah itu, Yoo Ra beranjak pergi dan jari Pimpinan Tae mulai bergerak.


Paginya, Yoo Ra dan Pengacara Kwon membahas kasus Min Ho.

Pengacara Kwon : Pada hari kejadian, Presdir Tae Soo Ho meninggalkan hotel pukul 2 pagi. Tapi perkiraan waktu kematian sesaat sebelum atau sesudah pukul 2 pagi.

Yoo Ra : Berapa batas kesalahan perkiraannya?

Pengacara Kwon : Itu masalahnya. Butuk waktu sekitar 20 menit dari hotel ke gedung Geosan, dalam batas kesalahan. Dengan waktu sebanyak itu, bisa dibilang dia di sana pada waktu kematian. Situasinya cukup untuk membuatnya sebagai tersangka. Kau sudah pastikan jam dia sampai di rumah?

Yoo Ra : Ibuku ditelpon pukul 5 pagi dan Young In bilang kakakku sudah di rumah.

Tak lama kemudian, Yoo Ra ingat saat ia marah karena pernyataan Young In yang bilang Jung Won pulang pukul 4 pagi saat Woo Hyuk menginterogasi mereka.

Yoo Ra lalu menyuruh Pengacara Kwon mencari tahu apa yang dilakukan Jung Won sebelum Min Ho meregang nyawa.

*Yoo Ra cemburu sodara-sodara. Jgn sampe kecemburuannya berujung dengan salah tangkap.


Jung Won kembali membesuk Woo Hyuk. Ia mendapati Woo Hyuk sedang bercukur. Woo Hyuk pun mengaku bersyukur Jung Won datang disaat sekarang. Ia berkata, tidak bisa mengangkat tangannya dan meminta bantuan Jung Won untuk bercukur.

Jung Won pun membantu Woo Hyuk bercukur. Tapi ia sedikit heran karena Woo Hyuk bisa membubuhkan krim padahal tangannya sakit.

Woo Hyuk : Iya, kan? Aneh.

Jung Won tersenyum.


Jung Won kemudian mengaku, sulit sekali melakukannya.

Woo Hyuk : Mau kutunjukkan caranya?

Woo Hyuk usil. Ia memukul pipi Jung Won dengan tangannya yang belepotan krim.

Jung Won protes, tapi Woo Hyuk malah tertawa.

Tak lama kemudian, mereka mendengar suara pintu dibuka dan langkah seseorang.


Woo Hyuk keluar dari kamar mandi dan mendapati Nyonya Shin sudah duduk di samping ranjangnya.

Nyonya Shin lantas melirik Hyeong Cheol. Ia menyuruh Hyeong Cheol keluar.

Nyonya Shin : Kau lebih baik dari yang kuduga.

Woo Hyuk : Bagaimana kau bisa datang kesini?

Nyonya Shin : Mengetahui beragam hal baik ingin tahu atau tidak. Itu naturalku. Kalau kau sadar posisimu dan diam, hal ini tidak akan menimpamu.

Tak butuh waktu lama bagi Woo Hyuk untuk menyadari bahwa Nyonya Shin lah yang menyuruh si penyusup mencuri USB dan memukulinya.


Woo Hyuk tak gentar. Ia dengan sikap tenang mengaku akan mengingat apa yang sudah dilakukan Nyonya Shin.

Nyonya Shin : Aku senang anak muda paham maksudku. Semoga lekas sembuh dan bisa kembali bertugas. Aku sungguh-sungguh.

Woo Hyuk : Tentu, agar aku bisa mengungkap semua detail aktivitas Tae Soo Ho.

Nyonya Shin tertawa. Ia lalu bangkit dan menatap tajam Woo Hyuk.

Nyonya Shin : Jaksa Cha, ingat baik-baik. Sebelum melakukan sesuatu, orang harus sadar posisinya.

Woo Hyuk : Yang dilihatnya lebih penting dari posisi orang tersebut.

Nyonya Shin lalu beranjak pergi, tapi sebelum pergi ia menyuruh Woo Hyuk untuk berhati-hati.


Jung Won yang mendengarnya di kamar mandi terkejut mengetahui dalang dibalik pemukulan Woo Hyuk adalah Nyonya Shin.

Bersambung ke part 2...............

No comments:

Post a Comment