Saturday, February 2, 2019

Ice Adonis Ep 10 Part 1

Sebelumnya...


Soo Ae sudah terlelap, sementara Yeon Hwa masih terjaga. Ia duduk di mejanya dan sibuk memikirkan masalahnya.

Yeon Hwa : Hari itu, hari pertamaku bekerja di perusahaan. Aku mengirim e-mail pada Charming Cosmetics, bahwa aku menjual dokumen pengembangan produk. Bagaimana orang itu tahu aku memiliki dokumen pengembangan produk yang lengkap? Jam 8.47, aku masih di kantor dan ruanganku, itu berarti ada orang lain di kantor.

Tak lama kemudian, Yeon Hwa tersenyum. Ia merasa sudah menemukan solusi untuk masalahnya.


Besoknya, Yeon Hwa berniat membuktikan dirinya tidak bersalah, tapi sayangnya ID card nya sudah tidak berfungsi.

Staff keamanan berkata, bahwa Yeon Hwa sudah dilarang masuk ke perusahaan.

Sontak Yeon Hwa kaget. Yeon Hwa lalu mengatakan, ia harus masuk agar bisa membuktikan dirinya tidak bersalah. Tapi staff keamanan tidak mau mendengarnya dan menyuruhnya pergi.


Supervisor Go dan rekannya yang satu pun datang. Yeon Hwa meminta Supervisor Go mendengarkannya. Yeon Hwa bilang, ada bukti yang akan menunjukkan dirinya tidak bersalah. Tapi Supervisor Go yang mengira Yeon Hwa benar-benar berniat menjual dokumen mereka, tidak mau mendengar Yeon Hwa dan beranjak pergi.

Rekan Supervisor Go marah pada Yeon Hwa. Ia meminta Yeon Hwa bertanggungjawab karena Supervisor Go kemungkinan besar akan dipecat akibat 'ulah' Yeon Hwa itu.

Yeon Hwa berteriak, kalau ia memiliki bukti dirinya tidak bersalah.


Tepat saat itu, Yoo Ra datang dan mendengar teriakan Yeon Hwa tentang bukti.

Yoo Ra pun bergegas mendekati Yeon Hwa.

Yeon Hwa menjelaskan pada Yoo Ra, kalau ada kesalahpahaman besar yang terjadi di departemennya dan ia memiliki bukti yang menunjukkan bukan dia pelakunya.

Mendengar itu, Yoo Ra pun langsung menawarkan dirinya membantu Yeon Hwa.

Yeon Hwa tersenyum lega dan berterima kasih pada Yoo Ra.


Yoon Hee menemui team leader Charming Cosmetic. Team leader Charming Cosmetic pun mengaku, merasa dipermainkan oleh Yeon Hwa dan marah. Ia berkata, jika hal ini diketahui publik, citra J-Cosmetic akan hancur. Yoon Hee pun minta maaf atas nama Yeon Hwa dan bertanya, apa yang diingnkan Charming Cosmetic.

Charming Cosmetic meminta Yoon Hee menunda peluncuran produk terbaru J.

Yoon Hee jelas menolak. Ia berkata, masalah ini bisa tuntas karena Yeon Hwa hanya meminta uang pada Charming Cosmetics.

Tapi Charming Cosmetic mengaku, masalah ini belum selesai karena perusahaan mereka sama-sama akan meluncurkan produk terbaru di hari yang sama.

Charming Cosmetic lantas mengancam akan membeberkan pada media bahwa Yeon Hwa adalah kekasih Yoon Jae. Ia juga mengatakan, semuanya akan tambah hancur karena kondisi Pimpinan Ha yang tidak bagus.

Mendengar itu, Yoon Hee pun geram.


Yeon Hwa : Malam itu, saat Team Leader Park menerima email dariku, aku sedang menyelesaikan tugas dari Team Leader kami. CCTV yang terpasang di koridor Departemen Pengembangan seharusnya bisa melacak jejak orang itu. Aku harus melihatnya. Tapi karena aku dilarang masuk ke dalam, aku tidak bisa melakukannya.

Sontak lah, Yoo Ra kaget mendengarnya.

Yeon Hwa lantas meminta bantuan Yoo Ra melihat CCTV itu. Yoo Ra yang tak mau kedoknya terbongkar, bahwa dirinya lah yang mengirimkan email itu pada Team Leader Park, langsung menyanggupi permintaan Yeon Hwa. Ia berjanji, akan langsung mengontak Yeon Hwa begitu dirinya memeriksa CCTV itu.


Yoon Hee terpaksa menandatangani surat persetujuan bahwa J-Cosmetic akan menunda peluncuran produk terbaru mereka. Ia menandatanganinya dengan marah. Team Leader Park pun berjanji pada Yoon Hee, akan menghancurkan semua bukti tentang Yeon Hwa yang berusaha menjual dokumen pengembangan produk J-Cosmetics padanya.


Yeon Hwa yang masih di lobby J, menghubungi Team Leader Park. Ia meminta Team Leader Park memberitahunya jam berapa ia mengirimkan SMS no rekeningnya pada Team Leader Park. Yeon Hwa berkata, ia tidak bisa tahu jamnya lantaran SMS di ponselnya sudah dihapus.

Team Leader Park pun berkata, bahwa masalahnya sudah selesai. Ia dan Yoon Hee sudah membuat kesepakatan, bahwa ia akan menghancurkan semua bukti asalkan J menunda peluncuran produk terbaru. Yeon Hwa kaget mendengarnya.


Yoon Hee datang dan emosi melihat Yeon Hwa. Ia meminta keamanan mengusir Yeon Hwa.

Yeon Hwa pun meminta Yoon Hee mendengarkannya sebentar.

Tepat saat itu, Kang Wook datang dan melihat semuanya. Kang Wook teringat kata-kata ibunya bahwa Yeon Hwa adalah kekasih Yoon Jae.


Yeon Hwa : Masalah seperti ini pernah terjadi saat aku di kelas 5. Ada bukti yang menunjukkan bahwa aku melakukan sesuatu yang tidak pernah kulakukan. Saat itu, aku demam dan seluruh badanku terasa tidak enak. Aku takut kalau guruku akan memukulku. Itulah kenapa aku tidak bisa mengakui kalau itu salahku. Itu karena, sampai sekarang aku masih merasa menyesal. Jika anda tidak mengizinkanku masuk, apakah anda mengizinkan polisi menyelidiki masalah ini?

Yoon Hee : Polisi? Kau tahu apa yang kulakukan untuk mengendalikan masalah ini? Sekarang, kau masih ingin membuat masalah di perusahaan ini?

Yeon Hwa terus berusaha menjelaskan dirinya tidak bersalah, tapi Yoon Hee tidak percaya. Singkat cerita, Yoon Hee meminta Yeon Hwa menjauh dari Yoon Jae dan juga keluarganya.

Yoon Hee : Kau harusnya bersyukur karena aku tidak menjebloskanmu ke dalam penjara.


Yoon Hee beranjak pergi. Yeon Hwa pun langsung menahan Yoon Hee dan meminta Yoon Hee mengecek CCTV untuk menemukan si pelaku.

Tapi Yoon Hee tidak mau mendengar dan beranjak pergi.

Yeon Hwa berusaha mengejar Yoon Hee tapi dihalangi keamanan.

Yeon Hwa lantas melihat Kang Wook. Ia berniat meminta bantuan Kang Wook, tapi Kang Wook malah pergi meninggalkannya.


Yoon Hee masuk ke ruangannya dengan wajah kesal.

Jin Sang pun meminta Yoon Hee memberikan sanksi hukum pada Yeon Hwa.

Yoon Hee pun memberitahu mereka, bahwa peluncuran produk mereka akan dihentikan.

Sontak, Jin Sang dan rekannya yang satu lagi merasa kesal karena mereka sangat menderita demi menciptakan produk itu.

Jin Sang berkata, mereka sudah memilih staf yang salah. Sementara Supervisor Go merasa bersalah.

Yoon Hee meminta tim nya tidak saling menyalahkan.


Di ruangannya, Yoo Ra sibuk memikirkan cara untuk menghapus rekaman CCTV.

Ia lalu mencari nomor seseorang yang ahli melakukan itu di internet.

Setelah menemukannya, ia langsung menghubungi orang itu dan bertanya, apakah rekaman CCTV bisa dihapus dan diedit.

Yoo Ra : Maksudmu kau bisa melakukannya?


Bersambung ke part 2..............

No comments:

Post a Comment