Sunday, January 27, 2019

Ice Adonis Ep 9 Part 3

Sebelumnya...


Masih kelanjutan scene nya Yoon Jae gaes... Yoon Jae dengan tegas berkata, tidak akan memaafkan Nyonya Jang jika ayahnya sampai kenapa-napa.

Yoon Jae : Respirator ayah selalu ada di sisi ayah! Ketika aku, Yoon Hee dan Bibi Suwon pergi, respirator ayah secara kebetulan menghilang. Hanya ada kau dan ayah di rumah!

Yoon Hee berusaha menghentikan Yoon Jae yang menyalahkan Nyonya Jang.


Sementara itu, Kang Wook sudah berdiri di depan pintu dan mendengarkan tuduhan Yoon Jae.

Bibi Suwon juga sudah disana dan menunduk mendengarkan tuduhan Yoon Jae.

Nyonya Jang menatap ke pintu. Ia terkejut melihat Kang Wook. Kang Wook menatap Nyonya Jang dengan tatapan marah. Nyonya Jang menggelengkan kepalanya ke Kang Wook, melarang Kang Wook ikut campur.

Yoon Jae masih marah.

"Tidakkah seorang pun tahu respirator sangat penting untuk ayah!"


Yoon Jae juga menyalahkan Nyonya Jang yang mandi dan mendengarkan musik saat ayahnya collaps.

Kang Wook mengepalkan tangannya dan menatap geram Yoon Jae.

Yoon Hee membela Nyonya Jang. Ia tidak percaya tudingan Yoon Jae.

Nyonya Jang pura-pura mau pingsan. Yoon Hee pun langsung memegangi Nyonya Jang.


"Setelah mengurus ayahmu selama 20 tahun lebih, inikah yang kudapatkan? Hidupku sia-sia. Hidupku terbuang percuma." ucap Nyonya Jang kecewa, lalu beranjak pergi.

"Oppa, kenapa kau bicara seperti itu?" bela Yoon Hee.

Yoon Jae menatap tajam kepergian Nyonya Jang.


Kang Wook menghampiri Nyonya Jang. Nyonya Jang bertanya alasan Kang Wook datang. Kang Wook berkata, ia datang untuk memperkenalkan dirinya pada Pimpinan Ha karena takut Pimpinan Ha meninggal sebelum sempat mengenalnya.

Nyonya Jang lantas meminta Kang Wook tidak terpengaruh dengan omongan dan sikap Yoon Jae.

Nyonya Jang : Dia memang seperti itu sejak dulu.

Kang Wook : Dia memang seperti itu? Selama 20 tahun?

Nyonya Jang : Ada waktu yang lebih buruk.

Kang Wook : Kenapa kau tidak mau mendengarku? Dan aku, kenapa aku harus diam saja?

Kang Wook ingin membalas Yoon Jae tapi ditahan Nyonya Jang.


Nyonya Jang memberitahu Kang Wook tentang kondisi Pimpinan Ha yang buruk. Ia juga berkata, hari dimana mereka bisa hidup bersama, hampir tiba.

Nyonya Jang meminta Kang Wook menahan emosi dan bersiap-siap.

Nyonya Jang : Dia akan jatuh ke dalam neraka dengan sendirinya.


Nyonya Jang lantas memeluk Kang Wook dan berkata bahwa dirinya tidak membutuhkan apapun selama Kang Wook ada di sisi nya dan memahami nya.


Sementara itu, Yoon Jae mengaku, ingin marah setiap kali mendengar Yoon Hee memanggil Nyonya Jang ibu.

Yoon Hee pun berusaha menenangkan Yoon Jae.

"Kita lalui ini sama-sama. Banyak hal terjadi dalam hidup kita. Kita hampir mati karena itu tapi kita bisa melaluinya. Setelah orang-orang tahu kondisi ayah, saham kita akan turun. Ditambah dengan insiden itu, aku akan tetap merilis produk baru kita. Jadi tenangkan dirimu."

"Tentang insiden itu, apakah kau akan bertanggung jawab jika itu kesalahpahaman? Atau jika itu dilakukan seseorang yang kau panggil ibu, kau bisa bertanggung jawab?"

"Oppa..."

"Yeon Hwa tidak akan pernah melakukan hal seperti itu. Pastikan lagi."

Yoon Hee yang kesal kakaknya terus membela Yeon Hwa pun memilih pergi.


Yoo Ra mulai tegang.


Supir Yoon Jae berlari menuju RS.


Yoo Ra menatap perban yang berlumuran darah Pimpinan Ha dengan tatapan tajam.

"Seol Yeon Hwa, pergi lah yang jauh sebelum situasimu semakin kacau."


Tak lama kemudian, supir Yoon Jae datang. Yoo Ra kaget melihat supir Yoon Jae tapi ia pura-pura tenang. Yoo Ra pun memberitahu supir Yoon Jae kalau semua orang sedang menunggui Pimpinan Ha yang lagi dioperasi.

"Apa itu benar-benar ulahmu? Kau yang merusak mobil Presdir dengan tabung pemadam kebakaran?"


Yoo Ra pun tak punya pilihan lain selain mengaku. Supir Yoon Jae menanyakan alasannya.

"Kau sudah memberitahunya?"

"Aku tercengang jadi aku memutuskan menanyakannya padamu lebih dulu."

"Terima kasih kau tidak melaporkanku padanya. Biar aku yang memberitahunya. Aku bilang aku yang akan mengurusnya. Kau mengerti maksudku, kan?"

Yoo Ra beranjak pergi.

Supir Yoon Jae tidak percaya Yoo Ra bisa bersikap setenang itu setelah merusak mobil Yoon Jae.


Yoon Jae duduk di depan ruang operasi.

Yoon Jae : Yeon Hwa-ya, aku ingin berlari kepadamu sekarang. Tapi aku tidak bisa meninggalkan ayahku. Aku tidak mau membiarkan ayahku mati dua kali karena wanita itu.

Tak lama kemudian, Yoo Ra datang dan mencoba menghibur Yoon Jae.

Yoo Ra : Oppa, kau ingat saat kau memberiku boneka teddy bear saat ibuku meninggal? Aku masih tidur dengan boneka itu sampai sekarang. Boneka itu sudah seperti ibu dan kakak bagiku.


Yoo Ra pun mengingat saat Yoon Jae menghiburnya saat ibunya meninggal.


Yoo Ra : Ketika aku tidak bisa pergi ke universitas dan menangis sepanjang hari di kamarku, kau selalu menyemangatiku. Ketika aku sedang menyembuhkan depresiku karena ayahku, kau memberiku kalung dan gelang kaki dengan inisialku. Kau mengatakan ada alasan kenapa aku terlahir sebagai Choi Yoo Ra. Setiap kali aku terluka, kau selalu ada untukku seperti malaikat pelindung.

Kamera pun menyorot gelang kaki berinisial 'CYR' di kaki Yoo Ra.


Yoo Ra lalu memakaikan earphone ke telinga Yoon Jae.

"Kau ingat lagu ini? Kau mengirimkan lagu ini padaku saat aku tidak bisa menyesuaikan diri di universitas dan kabur keluar negeri. Aku harap lagu ini juga bisa sedikit menyemangatimu." ucap Yoo Ra.


Mereka lalu mendengarkan lagu itu bersama.

Dalam hatinya, Yoo Ra mengaku ingin membuat Yoon Jae tersenyum dan semangat lagi.


Yeon Hwa tiba di kediaman Yoo Ra, tapi ia langsung masuk.

"Eomma, apa yang harus kulakukan sekarang?"


Pimpinan Ha selesai dioperasi. Yoon Jae langsung mendekati sang ayah.

Yoon Jae memegang tangan sang ayah dan menangis.

Kang Wook menatap Pimpinan Ha di belakang.


Yeon Hwa menghapus tangisnya dan memutuskan masuk ke rumah, tapi tepat saat itu Yoo Ra datang.


Mereka sama-sama masuk ke dalam. Tuan Choi mengira mereka pulang bersama.

Yoo Ra memberitahu neneknya tentang kondisi Pimpinan Ha.

Sontak, Tuan Choi kaget dan penasaran kenapa kondisi Pimpinan Ha tiba-tiba memburuk.

Yeon Hwa langsung menatap Yoo Ra. Ia takut Yoo Ra bicara macam-macam.

Tuan Choi merasa, harus menjenguk Pimpinan Ha. Ia juga marah karena Yoo Ra tidak memberitahunya lebih awal. Yoo Ra pun berkata, ia langsung ke RS segera setelah mendengar kabar tentang Pimpinan Ha.

"Tapi kenapa kondisinya tiba-tiba memburuk? Apa dia mendengar sesuatu?" tanya Tuan Choi.

Yoo Ra pun langsung menatap ke arah Yeon Hwa.


Yeon Hwa pergi menemui ibunya. Ia mendapati sang ibu tengah berbaring di kasur.

Sang ibu berkata, dirinya hanya lelah dan menyuruh Yeon Hwa istirahat.

Yeon Hwa yang tadinya mau curhat pun memutuskan tidak jadi curhat.


Keluar dari kamar sang ibu, Yeon Hwa pun mendengar cercaan Nyonya Jo terhadap ibunya karena sang ibu terus mengurung diri di kamar. Tuan Choi pun penasaran dan bertanya apa yang terjadi antara Nyonya Jo dan Nyonya Han. Nyonya Jo diam saja.


Yeon Hwa berbaring disamping Soo Ae yang sudah terlelap.

Yeon Hwa : Soo Ae-ya, hari ini, kakak dan ibu melalui hal yang sulit. Apa kau mimpi indah?

Tak lama kemudian, Soo Ae mengigau.

Soo Ae : Es krim stroberi sangat enak.


Tuan Choi masuk ke kamar dan mendapati Nyonya Han sudah bangun. Nyonya Han menyuruh Tuan Choi duduk.

Nyonya Han : Aku sudah memikirkannya, memikirkannya dan memikirkannya lagi. Siapa aku di rumah ini? Pembantu yang tidak digaji? Kau menikahiku agar kau bisa memiliki seorang pembantu?

Tuan Choi : Kyung Sook-ah, kenapa kau bicara seperti itu?

Nyonya Han : Kau tahu kan aku pergi menjemput ibumu setelah makan siang? Ibumu bilang pada temannya, kalau aku keponakan jauhnya. Dia bilang, aku bukan menantunya karena pernikahan kita tidak terdaftar. Jadi apa aku pembantu disini?

Tuan Choi : Kau pasti kecewa.

Nyonya Han : Apa yang harus kulakukan?

Tuan Choi : Aku akan mengurus masalah ini.


Tuan Choi langsung menemui ibunya. Sang ibu sudah bisa menebak apa yang mau dibicarakan putranya. Tuan Choi pun meminta ibunya menerima Nyonya Han sebagai menantu.

Tapi Nyonya Jo tidak mau. Ia bahkan mencemooh latar belakang Nyonya Han.

Tuan Choi dengan tegas berkata, bahwa Nyonya Han adalah wanita pertama dan terakhir baginya. Ia juga berkata, akan mendaftarkan pernikahannya besok.

Nyonya Jo sontak kaget dan melarang. Ia berjanji akan menerima Nyonya Han setelah Yoo Ra benar-benar menerima Nyonya Han sebagai ibu.


Yoo Ra lewat di depan kamar mandi dan mendengar tangisan Yeon Hwa.

Bersambung...........

PROLOG :


Yeon Hwa menangis di kamar mandi.

Setelah itu, Yeon Hwa mencoba memikirkan masalahnya di kamar. Ia penasara, bagaimana pihak Charming Cosmetics bisa tahu ia punya dokumen itu.

Ia lantas curiga pada Supervisor Go.


Yeon Hwa : Tidak mungkin. Jam segitu, aku ada di kantor. Lalu seseorang masuk ke ruanganku?

Tak lama kemudian, ia pun menemukan solusi untuk masalahnya.

No comments:

Post a Comment