Monday, February 4, 2019

Ice Adonis Ep 10 Part 3

Sebelumnya...

Lanjut Seol Yeon Hwa dulu ya gaes, abis ini kita ke Babel episode 3... baru setelahnya sy lanjutkan Unknown Woman...


Di salah satu kamar RS, Nyonya Jang sedang dipijat terapis.

Nyonya Jang : Aku tidak bisa tidur dengan baik. Lingkaran hitamku hampir menggantung di hidungku. Pelan-pelan sedikit, kau membuatku sakit. Jika seperti ini terus, aku bisa mati karena sakit dan bertemu raja neraka.

Tak lama kemudian, sopirnya datang, memberitahu tentang Pimpinan Ha yang memanggil Pengacara Min untuk mengatur surat wasiat.

Nyonya Jang sontak kaget dan bangun dari tidurnya.

Ia lantas menyuruh sopirnya pergi.


Si terapis melanjutkan terapinya, tapi Nyonya Jang menyuruhnya berhenti. Nyonya Jang berkata, ini bukan saatnya untuk dipijat.

Terapis pun beranjak pergi.

Nyonya Jang langsung merasa sakit di badannya hilang.

Ia gugup.


Nyonya Jang lalu menghubungi Kang Wook, memberitahu Kang Wook tentang Pimpinan Ha yang sedang menyiapkan surat wasiat.

Kang Wook : Aku mengerti.


Melihat Kang Wook berbicara di telepon, Supervisor Go penasaran dan bertanya dengan siapa Kang Wook bicara.

Kang Wook mengedipkan sebelah matanya dan berkata, ia bicara dengan orang yang dicintainya.

Supervisor Go kecewa mendengarnya.

Kang Wook lantas pamit.

Jin Sang kesal melihat staff baru datang dan pergi seenaknya.

Kang Wook meletakkan surat resign di meja Yoon Hee.


Yoo Ra menunjukkan rekaman CCTV yang sudah dieditnya. Dalam rekaman itu, hanya Yeon Hwa yang terlihat keluar-masuk ruangan.

Sontak, Yoon Hee tambah salah paham dan semakin kesal pada Yeon Hwa.

Yoon Hee lalu menyuruh Yoo Ra mematikan rekamannya.

Yoo Ra : Haruskah aku memberitahu ini pada Presiden?

Yoon Hee : Aku akan memberitahunya sendiri. Kau, pura-pura lah tidak tahu apa-apa.

Yoo Ra : Eonni, kau pasti sedih. Ditambah lagi, kondisi Pimpinan yang tidak baik.


Kang Wook masuk ke lift. Di lift, Kang Wook kepikiran Yeon Hwa yang meminta Yoon Hee mengecek CCTV.

Kang Wook yang tadinya mau ke lantai satu pun memutuskan pergi ke lantai 5.


Kang Wook melihat rekaman CCTV yang asli. Dalam rekaman itu, terlihat Yoo Ra masuk, lalu keluar dari ruangan Yeon Hwa dan bersembunyi di ruangan lain.

Kang Wook : Aku pikir siapa. Jadi, itu kau, kriminalnya. Ulala, ini benar-benar menyenangkan.

*Lantas apa Kang Wook akan membantu membersihkan nama Yeon Hwa dari tuduhan mata-mata perusahaan? Jangan harap gaes. Karena Yeon Hwa pacarnya Yoon Jae dan Kang Wook masih sakit hati atas tuduhan Yoon Jae pada Nyonya Jang, jadi si Kang Wook ini bakal diem aja untuk ngebales Yoon Jae. Sy spoi dikit yaa... entar Yeon Hwa berhasil mendapatkan rekaman CCTV yang asli dari Supervisor Go. Tapi sayangnya saat ia mau menyerahkan rekaman itu pada Yoon Hee, ia malah dituduh menabrak Yoon Hee dan masuk penjara... Seandainya Kang Wook ngasih tahu Yoon Hee sejak awal pelakunya adalah Yoo Ra, Yoon Hee gak akan ditabrak Yoo Ra dan hidup Yeon Hwa gak bakal hancur... So, Kang Wook juga punya andil dalam menghancurkan hidup Yeon Hwa gaes...


Yoo Ra menghubungi Yoon Jae. Yoon Jae : Kudengar kau berusaha membantu Seol Yeon Hwa, bagaimana hasilnya?

Yoo Ra : Aku berusaha mencari informasi untuk menolong Seol Yeon Hwa, tapi aku tidak berhasil menemukan bukti kalau Seol Yeon Hwa bukan lah mata-mata. Karena e-mail yang dikirimkannya ke Charming Cosmetics, dia tidak diizinkan masuk perusahaan. Dia mengirimkan e-mail akan menjual informasi produk terbaru kita.

Yoon Jae kaget, mwo? Aku mengerti...

Yoon Jae curiga, Nyonya Jang lah dalang dibalik masalah Yeon Hwa.


Tak lama, Pengacara Min datang. Yoon Jae langsung menanyakan masalah Yeon Hwa. Pengacara Min pun berkata, ia belum sempat melihatnya karena Pimpinan Ha memanggilnya dan menyuruhnya menyiapkan surat wasiat.

Yoon Jae kaget.

Nyonya Jang datang dan pura-pura tidak tahu tujuan Pengacara Min datang. Pengacara Min memberitahu Nyonya Jang tujuan ia datang. Nyonya Jang pura-pura kaget.

Singkat cerita, Pengacara Min masuk ke kamar Pimpinan Ha.

Dan Yoon Jae menuduh Nyonya Jang terlibat kasus Yeon Hwa. Nyonya Jang sontak menyangkal karena memang bukan dia pelakunya, tapi kemudian ia mencibir Yeon Hwa. Ia berkata, siapa pun pelakunya, tetap saja Yeon Hwa yang dituduh sebagai mata-mata dan menyebabkan kondisi Pimpinan Ha memburuk.

Yoon Jae yang kesal, memutuskan pergi.


Ditemani Dokter Sun, Pengacara Min mulai merekam kata-kata Pimpinan Ha.


Yoon Jae meminta suster menyampaikan pada Dokter Sun untuk menjaga ayahnya karena ia harus pergi sebentar.

Setelah itu, Yoon Jae berlari ke mobilnya dan menyuruh supir ke J.


Nyonya Jo keluar dari kamarnya. Tapi ia berhenti sejenak di depan kamar Yeon Hwa dan Soo Ae hanya untuk mencibir Nyonya Han.

Tak lama, supir datang memberitahu kalau mobilnya sudah siap. Nyonya Jo pun meminta diantarkan ke J.

Nyonya Han lagi mengganti sprei kamar Yeon Hwa dan Soo Ae. Tiba-tiba, ia teringat kembali pada Nyonya Jo yang menolaknya sebagai menantu sampai Yoo Ra berubah pikiran dan mau menerimanya sebagai ibu. Nyonya Han pun kembali kesal.


Di ruangannya, Yoo Ra memikirkan darimana Pengacara Min tahu soal CCTV.

Ia lalu penasaran, apakah Pengacara Min sudah melihat rekaman yang asli atau belum.


Tak lama kemudian, Nyonya Jo datang, membuatnya kaget.

Nyonya Jo langsung memberinya segelas air dingin untuk menenangkannya.

Nyonya Jo lantas mengajak Yoo Ra ke RS. Ia mau mentraktir Yoo Ra dan Yoon Jae makan siang. Tapi Yoo Ra mengaku sedang tidak mood.

Yoo Ra berkata, ia kena masalah setiap hari karena Yeon Hwa. Mendengar itu, Nyonya Jo langsung sewot. Dan ia terkejut saat Yoo Ra memberitahunya masalah yang tengah dihadapi Yeon Hwa.


Tim pengembangan produk sedang rapat, membahas produk baru tapi ponsel Supervisor Go tiba-tiba berdering. Telepon dari Yeon Hwa. Supervisor Go yang tak enak pada Yoon Hee pun tidak menjawabnya. Tapi ponsel Supervisor Go terus berbunyi.

Yoon Hee : Angkat lah, itu sangat mengganggu.

Supervisor Go mematikan ponselnya.

Yeon Hwa yang masih di lobby J sontak kaget, padahal ia menelpon mau meminta bantuan soal CCTV.


Tak lama, Yeon Hwa melihat Kang Wook berjalan keluar. Yeon Hwa pun langsung meminta bantuan Kang Wook agar ia bisa masuk ke dalam untuk mengecek CCTV.

Tapi Kang Wook yang masih sakit hati pada Yoon Jae menolak membantu Yeon Hwa.

Yeon Hwa terkejut dengan penolakan Kang Wook.


Ponsel Yeon Hwa berdering. Telepon dari Yoon Jae yang memintanya menunggu, karena ia akan segera datang.


Tuan Choi menelpon Nyonya Han. Ia memberitahu Nyonya Han, dirinya akan pulang terlambat karena mau mampir ke RS dulu menjenguk Pimpinan Ha.


Tak lama, setelah Nyonya Han selesai bicara dengan Tuan Choi, Nyonya Jo pulang dan langsung memberitahu Nyonya Han apa yang terjadi pada Yeon Hwa.

Nyonya Jo : Aku tidak tahu kau ternyata membesarkan seorang anak menjadi seekor harimau.

Sontak, Nyonya Han kaget mendengar Yeon Hwa dituduh sebagai mata-mata perusahaan dan menyebabkan perusahaan rugi besar.


Nyonya Jang menunggu Pengacara Min diluar. Tak lama Pengacara Min datang dan mengaku sudah membuat dua rekaman pernyataan Pimpinan Ha soal surat wasiat. Pengacara Min lantas menyerahkan rekaman yang satu pada Nyonya Jang.


Setelah Pengacara Min pergi, Nyonya Jang langsung ke kamar Pimpinan Ha.

Dokter Sun berkata, harusnya dia tidak setuju saat dulu Pimpinan Ha meminta keluar dari RS.

Nyonya Jang : Dia akan menjadi lebih baik karena ada aku dan dokter yang mengurusnya.

Nyonya Jang berakting lagi. Ia mengaku tidak bisa hidup tanpa Pimpinan Ha.


Dokter Sun lantas pamit dan meminta Nyonya Jang menghubunginya jika Pimpinan Ha batuk-batuk lagi.

Pimpinan Ha terbangun dan meminta Nyonya Jang menyerahkan perusahaan pada Yoon Jae. Pimpinan Ha yakin Yoon Jae mampu mengurus perusahaan.

Pimpinan Ha kemudian bertanya, apakah Nyonya Jang akan tetap menjadi ibu Yoon Hee setelah dia tidak ada.

"Memangnya Su Won Ga ibunya? Aku ibunya, jadi jangan cemas."


Pimpinan Ha batuk darah lagi. Nyonya Jang merasa jijik membersihkan darah di mulut Pimpinan Ha.


Yoon Jae tiba di kantor dan langsung menemui Yeon Hwa yang menunggunya di lobby. Yoon Jae meminta Yeon Hwa menceritakan masalahnya dari awal.


Pimpinan Ha meminta Nyonya Jang mengurus anak-anaknya setelah ia pergi.

"Aku tahu, kau tidak perlu cemas. Dunia tidak akan berhenti berputar meski kau tidak ada."

"Aku membesarkan mereka sendiri. Ibu mereka pergi karena aku. Karena aku memilihmu." ucap Pimpinan Ha dengan napas memburu.

"Biarkan aku memberitahumu cerita menarik. Istrimu, selain mengenalmu dan anak-anakmu, adalah seekor domba yang tidak pernah mati. Kenapa dia tiba-tiba menghilang? Ditambah lagi, ini dengan pria. Tentu saja aku tahu alasannya. Kau ingin hidup denganku, kan? Jadi aku hanya berusaha menolongmu." jawab Nyonya Jang.

Sontak, Pimpinan Ha kaget.


Sementara itu, Tuan Choi sudah tiba di RS.


Pimpinan Ha mengangkat tangannya, berusaha mencekik Nyonya Jang tapi Nyonya Jang menangkap tangannya.

"Kenapa? Kau menyesal sudah mengatur surat wasiatmu?"

"Itu karena kau..."

"Bukan karena aku tapi karenamu yang sudah memilihku."

Batuk Pimpinan Ha semakin parah.


Bersambung............

PROLOG :


Nyonya Jang pura-pura histeris dan meratapi kondisi Pimpinan Ha begitu Tuan Choi datang. Tuan Choi pun bergegas memanggil dokter.


Di kantor, Yeon Hwa menceritakan detail masalahnya pada Yoon Jae.

Yoon Hee tiba-tiba datang. Emosinya langsung keluar melihat Yeon Hwa bicara pada kakaknya.

Yoon Jae meyakinkan Yoon Hee, bahwa ia mengenal Yeon Hwa dan Yeon Hwa bukan tipe wanita seperti itu.

Yoon Hee pun berkata, Yoon Jae tidak mengenal Yeon Hwa sepenuhnya dan mengaku sudah melihat rekaman CCTV nya.

Sontak, Yeon Hwa kaget.

Yoon Jae mengajak Yoon Hee dan Yeon Hwa melihat CCTV itu sekali lagi. Ia ingin membuktikannya sendiri bahwa Yeon Hwa tidak bersalah.

Tapi tepat saat itu, ia mendapatkan kabar tentang kondisi ayahnya.


Sontak, ia, Yoon Hee dan Yeon Hwa kaget.

No comments:

Post a Comment