Wednesday, February 20, 2019

Ice Adonis Ep 11 Part 2

Sebelumnya...


Di rumah, Nyonya Han menyiapkan makan malam untuk Soo Ae.

Soo Ae bertanya, kenapa mereka tidak ikut bersama ayah dan nenek. Apa hanya anak dan nenek yang boleh pergi?

Soo Ae menarik matanya, memasang wajah lucu.

Soo Ae : Karena hantunya akan keluar?

Nyonya Han : Soo Ae-ya, saat ayahmu meninggal, kau tidak merasa nyaman, kan? Karena itulah aku tidak mengajakmu. Olen mogo.

Soo Ae : Karena ayah, aku dan kakak telah dimarahi oleh paman.

Nyonya Han kaget, apa maksudmu?

Soo Ae : Karena ayah, paman buruk itu membuatku seperti ini. Dia mengambil tanganku dan memelintir tanganku. Dia juga memarahi kakak.

Nyonya Han marah, kenapa kau tidak bilang?

Soo Ae : Kakak melarangku.


Bel tiba-tiba berbunyi. Soo Ae yang tahu itu kakaknya, tidak jadi makan dan langsung membawa kura-kuranya menghampiri kakaknya.

Soo Ae menyuruh kakaknya melihat anak kura-kuranya. Yeon Hwa yang sedang tertekan, tetap tersenyum menanggapi Soo Ae.


Nyonya Han lantas bertanya, Yeon Hwa darimana. Yeon Hwa mengatakan, bahwa ayah pacarnya baru saja meninggal.

"Lalu kenapa kau pulang dan tidak menemaninya?" tanya Nyonya Han.

"Ada sedikit masalah." jawab Yeon Hwa. Yeon Hwa lalu menanyakan Tuan Choi dan Nyonya Jo.

"Pimpinan J-Cosmetic, Pimpinan Ha meninggal dunia. Dia pimpinanmu, tidakkah harusnya kau pergi kesana?"

Yeon Hwa sedikit kaget mendengar kata-kata ibunya. Ia kemudian mau mengakui masalahnya tapi tidak jadi dan memilih masuk ke kamar.


Nyonya Han yang sudah mengetahui masalah putrinya pun menyusul putrinya ke kamar. Ia minta penjelasan Yeon Hwa soal mata-mata perusahaan. Ia yakin, Yeon Hwa tidak akan berbuat seperti itu meski diancam memakai pisau.

Nyonya Han : Siapa yang menjebakmu? Orang-orang percaya padamu?

Yeon Hwa tidak sanggup bicara. Ia memeluk ibunya dan menangis.

Tak berapa lama kemudian, Yeon Hwa mengatakan, karena masalah itu, produk terbaru perusahaannya tidak jadi diproduksi

Yeon Hwa : Adik pacarku adalah atasanku. Dia sangat marah padaku.

Nyonya Han : Kau pasti sedih.


Nyonya Han melepas pelukannya dan menyuruh Yeon Hwa meminta bantuan Tuan Choi. Nyonya Han berkata, itu bukan masalah sepele.

Yeon Hwa : Itulah kenapa, aku akan memakai senjata terakhirku. Jika ketulusanku tidak bisa menggerakkan hati mereka, aku akan meminta bantuan ayah. Syukurnya, ada pengacara yang mau membantu.

Nyonya Han : Sejak kecil, kau selalu mengurus semuanya sendiri. Itu karena orang tuamu tidak mampu. Tapi jangan seperti ini lagi. Ada ayah dan ibu disini. Kau hanya perlu mengatakannya saja. Aku percaya putriku. Putriku tidak mungkin melakukan itu. Jadi tetaplah semangat.


Nyonya Han kembali memeluk Yeon Hwa.


Yoo Ra menemui Pengacara Min yang baru saja datang. Pengacara Min tidak menyangka Pimpinan Ha akan pergi secepat itu.

Yoo Ra lalu menanyakan kasus Yeon Hwa. Ia mengaku disuruh membantu Yeon Hwa oleh Yoon Jae. Pengacara Min berkata, ia belum sempat memeriksa CCTVnya. Mendengar itu, Yoo Ra lega dan menyuruh Pengacara Min melihat CD yang sudah ia edit.


Yoon Hee merasa kasihan pada ibu tirinya. Ia yakin, ibu tirinya sangat sedih sekarang. Tak hanya itu, ia juga menyalahkan ibu kandungnya karena sudah meninggalkan mereka.

Yoon Jae heran, kenapa wanita pintar seperti Yoon Hee percaya begitu mudahnya pada Nyonya Jang.

Yoon Hee pun meminta Yoon Jae berhenti membenci ibu tiri mereka.


Pengacara Min datang. Setelah memberikan penghormatannya, ia menyerahkan sebuah amplop pada Yoon Jae.

Setelah Pengacara Min pergi, Yoon Jae dan Yoon Hee sama-sama melihat isi amplop itu. Ada sebuah berkas dan surat di sana.


Nyonya Jang dan Yoon Hee meraung2 di pemakaman Pimpinan Ha.

Yoon Jae yang berdiri di belakang, tampak sedikit lebih tenang meski tangisnya keluar.

Ia teringat isi surat ayahnya tadi.

"Yoon Jae-ya, saat kecil, kau suka bermain sepak bola. Pada saat itu, perusahaan sedang sibuk. Aku memang pebisnis yang sukses tapi aku ayah yang gagal. Jika kau menjadi putraku lagi di kehidupan selanjutnya, aku akan lebih sering bermain sepak bola denganmu. Maaf karena aku menjadi ayah yang tidak bisa kau banggakan. Aku meninggalkan beban untukmu. Tolong jaga perusahaan dan adikmu. Aku percayamu. Hanya kau putraku satu-satunya."


Pemakaman telah usai. Yoon Jae yang lewat di depan kamar Nyonya Jang, tak sengaja melihat Nyonya Jang tengah berdandan. Yoon Jae agak kesal, tapi Nyonya Jang tidak peduli dan beranjak pergi.


Yoon Jae menyusul Nyonya Jang. Ia menyuruh Nyonya Jang pergi, tapi Nyonya Jang menolak. Nyonya Jang menyebut bahwa rumah yang mereka tinggali sekarang juga miliknya.

Nyonya Jang juga membahas soal para pemegang saham yang tidak percaya Yoon Jae bisa memimpin perusahaan.

Yoon Jae berusaha memprovokasi Nyonya Jang tapi tidak berhasil.


Yoon Jae kembali ke kamarnya dengan wajah kesal tapi tak lama ia pergi lagi.


Nyonya Jang mengajak Kang Wook ke showroom. Ia membelikan Kang Wook sebuah mobil.

Kang Wook senang dan mencium Nyonya Jang juga memanggil Nyonya Jang ibu.

Tanpa mereka sadari, seseorang memotret mereka.

Ternyata yang memotret mereka suruhan Yoon Jae. Yoon Jae terus menyuruh orangnya mengawasi mereka.


Di kamarnya, Yeon Hwa dihubungi Pengacara Min. Pengacara Min memberitahu Yeon Hwa, bahwa ia sudah melihat rekaman CD nyadan tidak ada satu pun orang yang masuk ke kantor pengembangan selain Yeon Hwa.

Yeon Hwa kaget. Sembari keluar dari kamar, ia mengatakan pada Pengacara Min bahwa ia yakin ada penyusup.

Tapi Pengacara Min berkata, tidak ada penyusup berdasarkan hasil rekaman CD.

Yeon Hwa sedikit kecewa. Ia kemudian berterima kasih lantaran Pengacara Min sudah mau membantunya.


Yeon Hwa berpikir, tak lama kemudian, ia ingat perkataan Pengacara Min soal CD.

"CD? Jadi dia melihat hasil salinannya, bukan yang asli?" ucap Yeon Hwa.

Yoo Ra yang menguping Yeon Hwa dari kamarnya pun kaget.


Bersambung......

PROLOG :


Yeon Hwa yang sadar apa yang terjadi pun beranjak pergi.

Yoo Ra keluar dari kamar dengan wajah panic.


Yeon Hwa ternyata ke kantor, menemui Supervisor Go. Ia menjelaskan situasinya dan meminta Supervisor Go percaya padanya.

Ia juga berkata, bahwa dirinya tidak bersalah dan meminta bantuan Supervisor Go agar dirinya bisa membuktikan dirinya tidak bersalah.

Supervisor : Aku percaya padamu.


Yeon Hwa tersenyum, terima kasih Supervisor Go.

No comments:

Post a Comment