The Promise Ep 26 Part 1

Sebelumnya...


Yoo Kyung melihat suaminya yang sudah tertidur pulas dengan tatapan penuh tanya kenapa suaminya memiliki foto-foto Na Yeon.


Yoo Kyung lantas ke dapur dan memikirkan Na Yeon yang datang ke rumahnya sebagai koki catering. Saat itu, Yoo Kyung terkejut mengetahui nama Na Yeon. Na Yeon berbohong, ia mengatakan Lee Na Yeon nama pasaran.

Yoo Kyung juga ingat saat Na Yeon kecil meminta penjelasannya soal antingnya yang cuma ada satu.

"Seolma, Yoon Ae ttal Na Yeon-i?" Yoo Kyung curiga.


Tak lama kemudian, Se Jin pulang dan masuk ke dapur. Yoo Kyung langsung menyembunyikan foto-foto Na Yeon di belakangnya.

"Eomma, apa yang kau sembunyikan di belakangmu? Sesuatu yang tidak boleh kulihat?"

"Aku tidak menyembunyikan apapun!"

Tak mau Se Jin curiga, Yoo Kyung pun mengalihkan pikiran Se Jin dengan memarahi Se Jin yang pulang di saat hari sudah larut.

Malas berdebat dengan sang ibu, Se Jin memutuskan masuk ke kamarnya.


Sampai di kamar, Se Jin merebahkan diri. Selang beberapa menit, ia duduk dan membuka tasnya dan mengambil 3 buku tabungan Na Yeon.

Ia lalu teringat perdebatannya dengan Tae Joon soal buku tabungan itu.


Flashback.....

Tae Joon terkejut Se Jin menemukan buku tabungan Na Yeon. Se Jin kesal dan memutuskan mengembalikan buku itu pada Na Yeon. Tae Joon tak setuju. Ia berkata, ia lah yang akan mengembalikannya. Tae Joon berusaha mengambil buku tabungan itu dari tangan Se Jin, tapi Se Jin yang tak mau Tae Joon terlibat lagi dengan Na Yeon, berkata dialah yang akan mengurusnya. Tae Joon terpaksa setuju.

Flashback end...


Di apartemennya, Tae Joon minum-minum. Matanya kemudian terarah pada sebuah paper bag yang ada di lantai dekat meja. Tae Joon bangkit dan melihat isi paper bag itu yang ternyata syal Sae Byeol yang tertinggal.

Tae Joon mencium syal Sae Byeol.

*Mungkin kalo Se Jin gk hamil, Tae Joon udah balik kali yaa ke Na Yeon.. Keliatan banget kok si Tae Joon masih cinta sama Na Yeon. Sy gk tau ya kenapa, sebrengsek-brengseknya si Tae Joon ini, sy gk bisa benci sama dia. Bahkan sy ngarep endingnya Na Yeon sama Tae Joon malahan... Na Yeon-Tae Joon dan Do Hee-Hwi Kyung udah cocok padahal, sayang mereka dipisah... Meski yang meranin Na Yeon dan Do Hee itu satu orang tapi tetap aja sy sukanya Na Yeon sama Tae Joon dan Do Hee-Hwi Kyung.


Besoknya saat sarapan, Tuan Jang memberitahu istrinya bahwa ia akan singgah ke rumah Pimpinan Park. Tuan Jang mengajak Yoo Kyung ikut serta, tapi Yoo Kyung menolak dengan alasan tidak ada satu pun yang menyukai kehadirannya di sana. Yoo Kyung lalu menanyakan alasan suaminya mau kesana. Tuan Jang berkata, itu karena Pimpinan Park baru keluar dari rumah sakit serta ada yang mau ia diskusikan.

Se Jin : Aku dengar Paman Hwi Kyung pergi berkencan. Wanita seperti apa yang dikencaninya?

Tuan Jang : Ayah dengar dia reporter.

Se Jin : Majalah mana?

Tuan Jang : Ayah tidak yakin.

Se Jin : Dari semua pekerjaan.... dia akan menjadi bibiku?

Se Jin lantas menanyakan hal itu pada ibunya namun sang ibu diam saja. Se Jin merasa sang ibu marah karena ia pulang terlambat semalam. Yoo Kyung berkata, ia hanya merasa tidak baik. Yoo Kyung lantas beranjak dari ruang makan.

Tuan Jang : Ibumu sedang mengalami menopause, jadi suasana hatinya berubah-ubah.


Tuan Jang mengambil jasnya ke kamar.

"Aku akan rapat sampai jam tujuh, setelah itu kami akan pergi makan malam."

Yoo Kyung ingin membahas masalah foto tapi belum sempat bicara, ponsel Tuan Jang berbunyi.

Usai menerima telepon, Tuan Jang berkata ia lupa ada rapat pagi ini dan harus segera pergi. Ia lantas meminta Yoo Kyung segera bicara, tapi Yoo Kyung menolak dan berkata, mereka akan bicara nanti.


Setelah Tuan Jang pergi, Yoo Kyung menelpon seseorang.

Yoo Kyung : Kau sudah menerima pesanku?

"Aku menerima foto dan nomor telepon atas nama Lee Na Yeon."

"Cari tahu secepatnya, dimana dia tinggal, dengan siapa dan semua catatan hidupnya di panti asuhan."


Mal Sook ke dapur dan terkejut melihat Na Yeon selesai membuat banyak gimbap. Na Yeon berkata, itu untuk teman-teman dan guru Sae Byeol.

Na Yeon lantas menyuruh sang ibu mencoba gimbap nya.

"Omo, ini sangat lezat. Apa yang kau masukkan dalam gimbapnya?"

"Daripada memasukkan lobak kuning, aku memasukkan lobak kecap manis."

"Luar biasa, bagaimana bisa kau terpikir memakai lobak kecap manis? Kau bisa kaya jika menjual ini."

"Kedengarannya seperti membual. Aku bisa memasak berkat ibu."

"Haruskah akhir pekan ini kita semua pergi piknik?"

"Ide yang bagus. Kita bisa membawa nasi gulung dan ayam panggang. Kedengarannya menyenangkan."

"Baik, ayo kita lakukan. Gimbap mu enak."

Ini scene terngakak... tp endingnya gk suka sih... tp kek nya di Korea udah biasa ya...


Geum Bong masuk ke kamar sang ibu diam-diam hanya untuk mengambil tas barunya namun sayangnya, saat ia sudah keluar dari kamar ibunya dan hendak kembali ke kamar, ia dipergoki sang ibu.

Mal Sook merebut tas itu dan mengingatkan Geum Bong bahwa tas itu sudah ia beli seharga 30 ribu dollar. Sontak, Geum Bong langsung membalikkan 30 ribu dollar sang ibu dan merebut tasnya kembali. Mal Sook tak mau kalah. Ia berusaha merebut tas itu lagi. Mereka saling tarik menarik tas dan berakhir dengan jatuhnya Mal Sook ke lantai.

"Mian, aku akan membelikan tas yang lebih bagus. Aku janji!" ucap Geum Bong, lalu buru-buru pergi.

"Lee Geum Bong! Berhenti! Aigoo.." repet Mal Sook.


Sae Byeol sedang bermain dengan teman-temannya di halaman sekolah. Se Jin datang dan terus memperhatikan Sae Byeol.

Tak lama, Na Yeon datang. Ia kesal melihat Se Jin menemui putrinya lagi. Se Jin berkata, ia datang untuk Na Yeon.


Mereka bicara di kafe. Se Jin mengembalikan buku rekening Na Yeon.

Se Jin : Kudengar kau menyimpan gaji Tae Joon selama dia di Amerika.

Na Yeon : Berarti kau tahu dengan baik itu milik Tae Joon. Aku mengembalikannya ke pemiliknya yang sah, jadi tidak ada alasan bagiku untuk menerimanya kembali.

Se Jin : Kenapa kau tidak membukanya? Aku menambahkan uangnya dengan semua uang yang kumiliki. Buka lah restoran yang layak dengan itu. Kau pintar memasak.

Na Yeon : Orang kaya harus hidup dengan nyaman. Mereka pikir uang bisa mengurus semuanya.

Se Jin : Kau harus memilikinya karena kau ibu tunggal. Mari kita akhiri disini.

Na Yeon : Kau benar. Aku harus menerima uang ini agar kau, ayahmu dan Tae Joon merasa lebih baik. Baiklah, itu sebabnya aku tidak akan menerima yang ini. Aku tidak mau. Kalian semua tidak boleh merasa nyaman, kalian harus gelisah dan merasa bersalah sepanjang hidup kalian. Jika aku bisa menambahkan, rasa takut mengetahui kebahagiaanmu bisa berakhir kapan saja, itu akan menjadi bonus untukku.


Na Yeon berdiri. Hendak pergi.

Se Jin : Bisakah aku mempercayaimu!

Na Yeon : Haruskah kubuktikan?

Se Jin : Terima uang itu, jika tidak, aku tidak bisa mempercayaimu.

Na Yeon mengalah dan memutuskan menerima uang itu. Ia membuka lembaran demi lembaran buku tabungan itu dan setelah itu, ia merobeknya.


Se Jin marah. Na Yeon berkata, ia merobek buku tabungan yang sudah menjadi miliknya.

Se Jin lantas mengancam akan mengambil Sae Byeol.

Na Yeon marah. Dengan wajah dingin, ia bilang akan melakukan sesuatu yang buruk jika Se Jin berani mendekati Sae Byeol.


Man Jung pulang dan menghitung semua uangnya. Ia juga mencium aroma uangnya.

Di depan pintu rumahnya, Se Gwang berdiri dengan tatapan lirih.


Man Jung ternyata mendapatkan uang itu dari rentenir. Ia memberikan kartu nama Tae Joon pada rentenir dan si rentenir langsung memberinya uang tanpa bertanya setelah melihat kartu nama Tae Joon.


Diluar, Se Gwang menatap jemuran Man Jung dengan tatapan kesal.

Se Gwang : Kau tetap hidup seperti ini ketika anakmu akan menikahi gadis kaya. Kau membuang anakmu, jadi bukankah seharusnya kau hidup enak bersama orang kaya?


Tak lama, Man Jung keluar untuk mengangkat jemurannya. Se Gwang pun bergegas sembunyi.

Man Jung mengangkat jemurannya sambil bernyanyi. Usai mengangkat jemuran, ia kentut dan menggoyang-goyangkan pantatnya.

Se Gwang yang sembunyi di belakang Man Jung langsung kebauan. Man Jung bergegas masuk ke rumahnya. Se Gwang tidak percaya memiliki ibu seperti itu.


Joong Dae memasukkan kartu memori kameranya ke dalam laptop. Eun Bong bertanya, apa Joong Dae sungguh-sungguh melihat pria itu.

"Itulah yang kukatakan! Aku bahkan mengambil fotonya sebagai bukti. Dia masuk ke motel dengan seorang wanita bermake up tebal."


Tapi ternyata wanita yang ada di foto itu adalah ibu Joong Dae sendiri.

Eun Bong langsung tahu itu ibu Joong Dae hanya dengan sekali melihatnya. Joong Dae tidak percaya dan melihatnya sekali lagi. Begitu sadar itu ibunya sendiri, ia langsung diam.

Bersambung ke part 2............

0 Comments:

Post a Comment