Skip to main content

The Promise Ep 26 Part 2

Sebelumnya...


Tuan Jang membujuk Pimpinan Park untuk menjual AP Food, tapi Pimpinan Park tetap tidak mau. Tuan Jang tidak menyerah. Ia menunjukkan dokumen laporan penjualan AP Food yang disusun Tae Joon dan meminta Pimpinan Park membacanya.

Pimpinan : Orang ini pasti sangat penting bagimu. Karena anda merasa ini hal serius, aku akan membacanya setiap kata.

Tuan Jang : Terima kasih.

Tuan Jang meminta Pimpinan Park memindahkan Hwi Kyung ke kantor pusat. Tuan Jang berkata, perusahaan akan rugi besar jika tidak memanfaatkan bakat Hwi Kyung.

Pimpinan : Kau benar-benar berpikir begitu?

Tuan Jang : Aku yakin ayah tahu itu lebih baik daripada aku.

Pimpinan : Kalau begitu biarkan dia disana sedikit lebih lama.

Tuan Jang tak bisa apa-apa lagi.


Tuan Jang keluar dan terkejut mendapati Young Sook berdiri di depan pintu. Young Sook mengaku, dirinya sangat gelisah. Tuan Jang memahami perasaan Young Sook. Young

Sook meminta bantuan Tuan Jang soal Hwi Kyung. Tuan Jang mengerti dan mengaku dirinya juga menginginkan hal yang sama seperti Young Sook. Tuan Jang pamit.


Young Sook bergegas masuk ke kamarnya. Pimpinan Park kaget, kau menguping?

"Aku tidak bisa menahan diri karena aku seorang ibu."

"Ini masalah pekerjaan. Kau tidak pernah terlibat dalam kehidupan sekolah Hwi Kyung, jadi kenapa melibatkan diri setelah dia dewasa?"

"Kenapa kau melakukan ini? Dia pergi kencan buta dan pacaran dengan Putri Tuan Baek seperti keinginanmu. Jadi kenapa kau masih membuatnya bekerja di pabrik seperti itu?"

"Suaramu akan serak jika kau berteriak begitu. Kau tidak mau melihatku lagi? Kau mau aku sakit lagi karena tekanan darah tinggiku?"

"Kenapa kau melakukan ini pada Hwi Kyung? Apa alasannya?"

"Terkadang kau sangat keras, terkadang kau bisa menjadi licik tapi kali ini kau benar-benar sangat keras." ucap Pimpinan Park.

"Hwi Kyung adalah anakmu satu-satunya dan dia harus menjalankan perusahaan. Jadi apa? Apa alasannya?"

"Sangat sederhana."

"Apa alasannya?"

"Dia harus bekerja dari bawah agar memiliki pengalaman, jadi dia bisa menggunakan pengalamannya untuk mendaki. Anak-anak kaya generasi kedua dan ketiga yang memulai dari atas, masuk ke semua jenis masalah. Aku juga mulai dari bawah, jika tidak aku tidak akan bisa sampai sejauh ini. Hwi Kyung membutuhkan pengalaman berharga itu. Tanpa itu dia tidak akan bisa berkembang. Dia tidak akan bisa melakukan apapun." jawab Pimpinan Park.


Hwi Kyung masuk ke kamarnya dan dapat telepon dari mantan istrinya yang mengeluh soal reporter yang terus mengikutinya padahal Hwi Kyung sudah berjanji menutupi masalahnya.

Hwi Kyung terkejut, reporter?


Do Hee masuk ke ruangan sebuah klub dan mendapati Hwi Kyung lagi mabuk-mabukan bersama seorang gadis.

Do Hee tersenyum, ia tahu Hwi Kyung sedang bersandiwara.

Do Hee menyuruh wanita itu pergi tapi Hwi Kyung melarang.

"Jika dia pergi, kau mau menuangkan minuman untukku Baek Do Hee-ssi?" tanya Hwi Kyung.

"KAU TIDAK DENGAR!" bentak Do Hee.

Terpaksa lah wanita itu pergi.


Hwi Kyung menyuruh Do Hee duduk dan meminta Do Hee menuangkan minuman untuknya.

"Kau senang dengan gelas itu? Kau harusnya meminumnya langsung dari botol."

Hwi Kyung pura-pura memuji Do Hee melihat Do Hee minum langsung dari botol.

Do Hee menatap tajam Hwi Kyung.

"Kau tahu bagaimana dirimu Park Hwi Gyeong-ssi? Kau pecundang yang terjebak dalam masa lalu, takut pada mantan istrimu dan tidak bisa bergerak sedikit pun. Kenapa kau tidak melepaskan topeng bodohmu? Trik kekanak-kanakan apa yang coba kau mainkan? Kau ingin pura-pura hebat dan menakutkan? Atau mungkin kau ingin membuktikan rumor menjijikkanmu itu benar? Ah, kau sudah berjanji pada mantan istrimu untuk melakukan ini?"

Hwi Kyung mulai terpancing. Ia marah dan melemparkan gelasnya ke dinding, lalu menatap tajam Do Hee.


"Baek Do Hee, siapa kau? Kenapa kau melakukan ini padaku!"

"Aku sudah bilang, aku sangat penasaran padamu."

"Lalu kau membuntuti orang lain karena penasaran padaku? Kupikir kau jurnalis beretika, tapi kau lebih terlihat seperti seorang mata-mata."

"Sudah kubilang, semua yang kulakukan untuk mencari tahu siapa dirimu."

Do Hee berdiri dan menatap Hwi Kyung.

"Jangan pura-pura baik. Jika suka padaku katakan saja." ucap Hwi Kyung.

"Ini dunia yang sibuk jadi jangan buang-buang waktu."


Hwi Kyung yang kesal, mencium paksa Do Hee dan menuding Do Hee menginginkan itu darinya.

Do Hee menampar Hwi Kyung.

"Tidak ada yang bisa menyadarkanmu selain tamparan pada wajahmu. Pura-pura baik? Atau mungkin kau mau membuktikan rumor menjijikkan itu benar?"

Lalu Do Hee kembali duduk. Ia mengatakan Hwi Kyung tidak adil lantaran memanggilnya tapi minum-minum duluan tanpanya.


Hwi Kyung pun ikut duduk.

"Aku seharusnya tahu kau tidak bisa dibodohi."

"Kau merasa sangat malu dan menyesal sekarang? Kalau begitu, buang semua perasaan itu dan tuangkan minum untukku." jawab Do Hee.

Hwi Kyung tersenyum mendengarnya.


Se Gwang menepikan mobilnya di pinggir jalan.

Se Gwang : Ayahku pergi ke Jordan untuk urusan bisnis. Seharusnya aku ikut dengannya tapi memikirkanmu, aku menolaknya karena aku tidak bisa tidak melihatmu untuk waktu seminggu.

"Oppa..." Geum Bong tersenyum. Geum Bong lalu mengatakan, ia menginginkan sesuatu.

"Katakan itu."

"Yang kuinginkan darimu adalah sederhana saja. Aku menginginkan kebahagiaan ini yang memenuhi hatiku sekarang."

Se Gwang menghela napas. Ia pikir apa yang diinginkan Geum Bong. Se Gwang lalu memegang tangan Geum Bong.

Sy skip yaa... untuk pertama kali sy skip pembicaraan mereka.. terjemahannya agak aneh.. jadi untuk dialog terakhir mereka, sy skip aja ya...


Mal Sook masuk ke kamarnya dan langsung istirahat lantaran capek abis memasak untuk pesta pernikahan.

Mal Sook lalu melihat tanggal 23 yang dilingkarinya di kalender. Ia menghela napas.

"Ibumu meninggal di hari ulang tahunmu. Sejak itu, kau tidak pernah makan sup rumput laut di hari ulang tahunmu.

Mal Sook keluar, menemui Na Yeon. Ia mengaku sedih melihat Na Yeon harus memperingati kematian sang ibu di hari ulang tahunnya. Na Yeon pun berusaha menenangkan Mal Sook.


Yoo Kyung syok membaca laporan anak buahnya soal Na Yeon.

Dalam laporan itu tertulis, ibu kandung Na Yeon bernama Yoon Ae dan meninggal dalam kecelakaan tahun 1997. Di laporan itu juga tertulis, Na Yeon diadopsi Yang Mal Sooksaat usianya 12 tahun. Tertulis juga laporan mengenai Sae Byeol yang tidak jelas siapa ayahnya.

Yoo Kyung marah.

"Lee Yoon Ae, Lee Na Yeon, haruskah kau menyiksaku lagi setelah bertahun-tahun! Apa alasannya! Kenapa kau masuk lagi dalam hidupku!"

Tak lama kemudian, Yoo Kyung curiga Tuan Jang sudah tahu Na Yeon putri kandungnya.


Bersambung...........

LINK :
Ep 27 Part 1
Ep 27 Part 2

Yoon Ae dan Na Yeon menyiksanya? Gk kebalik tuh.. bukannya elu yaah yg nyiksa mereka.. elu ngerebut Tuan Jang dari Yoon Ae. Membuat Tuan Jang meninggalkan Yoon Ae

yang tengah hamil Na Yeon saat itu. Membuat Na Yeon kehilangan ibunya di usianya yang masih belia.

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...