Friday, February 22, 2019

The Promise Ep 30 Part 2

Sebelumnya...


Do Hee mengajak Hwi Kyung makan di restoran iga.

Hwi Kyung : Apa ini rumahmu? Kau memiliki keluarga besar.

Do Hee menjelaskan, bahwa sesuatu tiba2 terjadi.

Hwi Kyung : Kau selalu melakukan apapun yang kau inginkan.

Do Hee : Hya, aku sudah lama merencanakan ini. Aku bahkan mempekerjakan koki khusus, tapi aku... ini sangat tidak adil.

Hwi Kyung : Teruslah membuat alasan. Aku tidak percaya padamu.

Do Hee : Aku lebih baik bekerja keras sebagai reporter. Salah paham membuatku frustasi. Aku bekerja keras membersihkan nama orang2 yang tidak bersalah.

*Do Hee kenapa gk jadi jaksa aja yaa? Kek nya dia lebih cocok jadi jaksa.


Mantan istri Hwi Kyung tiba-tiba datang. Nafsu makannya seketika hilang melihat kebersamaan dengan Hwi Kyung dan Do Hee.

Ia cemburu dan beranjak pergi.

Mantan istri Hwi Kyung berjalan melewati Eun Bong yang juga berada di sana.


Eun Bong melihat ponselnya dan kesal karena tidak ada panggilan atau pesan dari Joong Dae.

Ia kemudian meletakkan ponselnya dan tanpa sengaja memencet nomor Joong Dae.

Joong Dae yang juga menunggu telepon Eun Bong pun tersenyum puas melihat Eun Bong menghubunginya duluan.

Joong Dae menimbang2, harus menjawab telepon Eun Bong atau tidak.

Eun Bong panic menyadari dirinya memencet nomor Joong Dae. Ia pun bergegas mematikannya.


Sementara Joong Dae yang akhirnya memutuskan menjawab telepon Eun Bong pun kesal karena teleponnya tiba-tiba mati.

Joong Dae meletakkan ponselnya di meja. Tapi matanya bolak balik menatap ke layar ponselnya.

Tiba-tiba, listrik di rumahnya padam. Joong Dae pun langsung ketakutan dan mengangkat kakinya ke atas.

*Si Joong Dae ini laki apa bukan sih? Ama kecoa takut? Listrik padam, takut. Gk suka bau2an.


Di ruang makan Se Jin, meja sudah dipenuhi berbagai hidangan. Yoo Kyung sendiri yang membuatnya. *Baru tahu sy Yoo Kyung bisa masak.

Tak lama, Kyung Wan, Se Jin dan Tae Joon datang.

Singkat cerita, mereka mulai makan. Se Jin pun mengucapkan terima kasih sekali lagi pada ibunya.

Sang ibu hanya tersenyum, lalu menyuruh Tae Joon makan dan menyebut Tae Joon sebagai tamu kehormatan mereka.


Usai makan malam, Yoo Kyung membawakan teh untuk mereka. Kyung Wan mengaku, perutnya sudah terlalu kenyang untuk minum teh.

Yoo Kyung : Aku sudah menyiapkan dessert spesial.

Se Jin pun berkata, akan mengambil dessert nya di dapur. Tapi Yoo Kyung bilang, dessert nya bukan lah sesuatu yang bisa dimakan, tapi sesuatu untuk didengar.


Yoo Kyung memulai ceritanya.


Tae Joon awalnya antusias mendengarnya tapi setelah mendengar cerita Yoo Kyung, ia langsung sadar Yoo Kyung tengah menyindirnya.

Yoo Kyung : Ada seekor ikan. Dia pintar dan pekerja keras. Tapi satu-satunya kelemahan yang ia miliki adalah awal yang buruk. Ia lahir di sungai. Tapi untungnya dia pekerja keras. Dia pada akhirnya, berhasil berenang. Disitulah masalah dimulai. Dia mulai berambisi dan ingin berenang ke sungai yang lebih besar.


Se Jin yang sadar kemana arah pembicaraan sang ibu, langsung meminta sang ibu berhenti cerita. Ia mengatakan, cerita sang ibu sangat membosankan.

Yoo Kyung : Dengarkan. Disinilah menariknya.

Yoo Kyung melanjutkan ceritanya. Ia berkata, si ikan yang ambisius itu akhirnya berhasil menggoda ikan emas. Si ikan emas yang sudah jatuh hati, setuju menikahinya. Tapi kemudian, si ikan itu ketahuan sudah memiliki istri dan anak berumur 5 tahun di sungai kecilnya yang ditinggalkannya.


Yoo Kyung lantas mengambil cangkir tehnya. Ia kemudian berdiri dan menyiram Tae Joon.

Se Jin marah, eomma!

Kyung Wan kaget melihat tindakan istrinya.

Yoo Kyung : Kembalilah ke sungai itu, kau sepotong sampah.


Tae Joon berdiri. Ia mengusap wajahnya yang basah dan berterima kasih atas cerita menarik Yoo Kyung. Tae Joon lalu mengatakan akan pergi untuk hari itu saja.

Yoo Kyung tambah marah. Ia berkata, akan menghentikan pernikahan Tae Joon dan Se Jin meski harus mempertaruhkan hidupnya.

Se Jin ingin menjelaskan, tapi Yoo Kyung langsung menyuruhnya diam. Yoo Kyung marah pada Se Jin dan Kyung Wan karena sudah menipunya.

Kyung Wan membela Tae Joon. Ia berkata, tidak memberitahu Yoo Kyung karena ia dan Se Jin membutuhkan Tae Joon.

Yoo Kyung semakin marah.

Ia lalu mengusir Tae Joon.


Tae Joon yang tersinggung, langsung pergi. Se Jin mengejar Tae Joon. Tapi Tae Joon menyuruh Se Jin kembali ke dalam. Tae Joon bilang, orang yang harus Se Jin ajak bicara adalah Yoo Kyung.

Se Jin melarang Tae Joon pergi tapi Tae Joon mau sendiri.


Se Jin kembali ke dalam dan ribut dengan Yoo Kyung.

Se Jin : Kau tidak kasihan padaku dan anakku? Kang Tae Joon adalah ayah anak ini! Bagaimana seorang ibu bisa mengatakan hal itu?

Tapi Yoo Kyung tetap marah dan tidak mau memberi restunya untuk Tae Joon.


Se Jin yang marah, kembali ke kamarnya. Dia menghubungi Na Yeon dan mengajak Na Yeon bertemu tapi Na Yeon bilang ia tidak punya alasan untuk menemui Se Jin. Se Jin tambah marah.

Se Jin : Apa kau melakukan sesuatu yang membuatku marah? Kau takut padaku!

Se Jin kemudian menyalahkan Na Yeon atas masalahnya.

Se Jin mengancam Na Yeon, akan datang ke rumah Na Yeon jika Na Yeon tidak mau bertemu dengannya.


Tae Joon sendiri datang ke restoran bibinya.


Na Yeon dan Se Jin bertemu di sebuah kafe.

"Kau datang?"

"Aku tidak punya alasan untuk tidak datang."

"Si bodoh Tae Joon tidak pernah mengira kau akan melakukan ini. Dia percaya padamu. Inikah cara mu berterima kasih pada kami yang sudah mempercayaimu?

Se Jin kemudian menyiram Na Yeon dengan air minumnya.

Se Jin : Katakan padaku! Cobalah katakan!


Bersambung.........

Si Se Jin ini lucu...

'Kau tidak kasihan pada aku dan anak ini? Bagaimana seorang ibu bisa mengatakan itu?'

Lah, terus apa kabar sama Na Yeon? Elu gk kasihan ama Na Yeon dan Saebyeol?

Lalu apa? Dia nyuruh Na Yeon berterima kasih sama dia dan Tae Joon? Omo... berterimakasih atas dasar apa coba? Biarpun udah berulang2 nontonnya, sy tetap aja greget sama part ini... bangke emang si Se Jin ini...

No comments:

Post a Comment