Skip to main content

The Promise Ep 30 Part 2

Sebelumnya...


Do Hee mengajak Hwi Kyung makan di restoran iga.

Hwi Kyung : Apa ini rumahmu? Kau memiliki keluarga besar.

Do Hee menjelaskan, bahwa sesuatu tiba2 terjadi.

Hwi Kyung : Kau selalu melakukan apapun yang kau inginkan.

Do Hee : Hya, aku sudah lama merencanakan ini. Aku bahkan mempekerjakan koki khusus, tapi aku... ini sangat tidak adil.

Hwi Kyung : Teruslah membuat alasan. Aku tidak percaya padamu.

Do Hee : Aku lebih baik bekerja keras sebagai reporter. Salah paham membuatku frustasi. Aku bekerja keras membersihkan nama orang2 yang tidak bersalah.

*Do Hee kenapa gk jadi jaksa aja yaa? Kek nya dia lebih cocok jadi jaksa.


Mantan istri Hwi Kyung tiba-tiba datang. Nafsu makannya seketika hilang melihat kebersamaan dengan Hwi Kyung dan Do Hee.

Ia cemburu dan beranjak pergi.

Mantan istri Hwi Kyung berjalan melewati Eun Bong yang juga berada di sana.


Eun Bong melihat ponselnya dan kesal karena tidak ada panggilan atau pesan dari Joong Dae.

Ia kemudian meletakkan ponselnya dan tanpa sengaja memencet nomor Joong Dae.

Joong Dae yang juga menunggu telepon Eun Bong pun tersenyum puas melihat Eun Bong menghubunginya duluan.

Joong Dae menimbang2, harus menjawab telepon Eun Bong atau tidak.

Eun Bong panic menyadari dirinya memencet nomor Joong Dae. Ia pun bergegas mematikannya.


Sementara Joong Dae yang akhirnya memutuskan menjawab telepon Eun Bong pun kesal karena teleponnya tiba-tiba mati.

Joong Dae meletakkan ponselnya di meja. Tapi matanya bolak balik menatap ke layar ponselnya.

Tiba-tiba, listrik di rumahnya padam. Joong Dae pun langsung ketakutan dan mengangkat kakinya ke atas.

*Si Joong Dae ini laki apa bukan sih? Ama kecoa takut? Listrik padam, takut. Gk suka bau2an.


Di ruang makan Se Jin, meja sudah dipenuhi berbagai hidangan. Yoo Kyung sendiri yang membuatnya. *Baru tahu sy Yoo Kyung bisa masak.

Tak lama, Kyung Wan, Se Jin dan Tae Joon datang.

Singkat cerita, mereka mulai makan. Se Jin pun mengucapkan terima kasih sekali lagi pada ibunya.

Sang ibu hanya tersenyum, lalu menyuruh Tae Joon makan dan menyebut Tae Joon sebagai tamu kehormatan mereka.


Usai makan malam, Yoo Kyung membawakan teh untuk mereka. Kyung Wan mengaku, perutnya sudah terlalu kenyang untuk minum teh.

Yoo Kyung : Aku sudah menyiapkan dessert spesial.

Se Jin pun berkata, akan mengambil dessert nya di dapur. Tapi Yoo Kyung bilang, dessert nya bukan lah sesuatu yang bisa dimakan, tapi sesuatu untuk didengar.


Yoo Kyung memulai ceritanya.


Tae Joon awalnya antusias mendengarnya tapi setelah mendengar cerita Yoo Kyung, ia langsung sadar Yoo Kyung tengah menyindirnya.

Yoo Kyung : Ada seekor ikan. Dia pintar dan pekerja keras. Tapi satu-satunya kelemahan yang ia miliki adalah awal yang buruk. Ia lahir di sungai. Tapi untungnya dia pekerja keras. Dia pada akhirnya, berhasil berenang. Disitulah masalah dimulai. Dia mulai berambisi dan ingin berenang ke sungai yang lebih besar.


Se Jin yang sadar kemana arah pembicaraan sang ibu, langsung meminta sang ibu berhenti cerita. Ia mengatakan, cerita sang ibu sangat membosankan.

Yoo Kyung : Dengarkan. Disinilah menariknya.

Yoo Kyung melanjutkan ceritanya. Ia berkata, si ikan yang ambisius itu akhirnya berhasil menggoda ikan emas. Si ikan emas yang sudah jatuh hati, setuju menikahinya. Tapi kemudian, si ikan itu ketahuan sudah memiliki istri dan anak berumur 5 tahun di sungai kecilnya yang ditinggalkannya.


Yoo Kyung lantas mengambil cangkir tehnya. Ia kemudian berdiri dan menyiram Tae Joon.

Se Jin marah, eomma!

Kyung Wan kaget melihat tindakan istrinya.

Yoo Kyung : Kembalilah ke sungai itu, kau sepotong sampah.


Tae Joon berdiri. Ia mengusap wajahnya yang basah dan berterima kasih atas cerita menarik Yoo Kyung. Tae Joon lalu mengatakan akan pergi untuk hari itu saja.

Yoo Kyung tambah marah. Ia berkata, akan menghentikan pernikahan Tae Joon dan Se Jin meski harus mempertaruhkan hidupnya.

Se Jin ingin menjelaskan, tapi Yoo Kyung langsung menyuruhnya diam. Yoo Kyung marah pada Se Jin dan Kyung Wan karena sudah menipunya.

Kyung Wan membela Tae Joon. Ia berkata, tidak memberitahu Yoo Kyung karena ia dan Se Jin membutuhkan Tae Joon.

Yoo Kyung semakin marah.

Ia lalu mengusir Tae Joon.


Tae Joon yang tersinggung, langsung pergi. Se Jin mengejar Tae Joon. Tapi Tae Joon menyuruh Se Jin kembali ke dalam. Tae Joon bilang, orang yang harus Se Jin ajak bicara adalah Yoo Kyung.

Se Jin melarang Tae Joon pergi tapi Tae Joon mau sendiri.


Se Jin kembali ke dalam dan ribut dengan Yoo Kyung.

Se Jin : Kau tidak kasihan padaku dan anakku? Kang Tae Joon adalah ayah anak ini! Bagaimana seorang ibu bisa mengatakan hal itu?

Tapi Yoo Kyung tetap marah dan tidak mau memberi restunya untuk Tae Joon.


Se Jin yang marah, kembali ke kamarnya. Dia menghubungi Na Yeon dan mengajak Na Yeon bertemu tapi Na Yeon bilang ia tidak punya alasan untuk menemui Se Jin. Se Jin tambah marah.

Se Jin : Apa kau melakukan sesuatu yang membuatku marah? Kau takut padaku!

Se Jin kemudian menyalahkan Na Yeon atas masalahnya.

Se Jin mengancam Na Yeon, akan datang ke rumah Na Yeon jika Na Yeon tidak mau bertemu dengannya.


Tae Joon sendiri datang ke restoran bibinya.


Na Yeon dan Se Jin bertemu di sebuah kafe.

"Kau datang?"

"Aku tidak punya alasan untuk tidak datang."

"Si bodoh Tae Joon tidak pernah mengira kau akan melakukan ini. Dia percaya padamu. Inikah cara mu berterima kasih pada kami yang sudah mempercayaimu?

Se Jin kemudian menyiram Na Yeon dengan air minumnya.

Se Jin : Katakan padaku! Cobalah katakan!


Bersambung.........

Si Se Jin ini lucu...

'Kau tidak kasihan pada aku dan anak ini? Bagaimana seorang ibu bisa mengatakan itu?'

Lah, terus apa kabar sama Na Yeon? Elu gk kasihan ama Na Yeon dan Saebyeol?

Lalu apa? Dia nyuruh Na Yeon berterima kasih sama dia dan Tae Joon? Omo... berterimakasih atas dasar apa coba? Biarpun udah berulang2 nontonnya, sy tetap aja greget sama part ini... bangke emang si Se Jin ini...

Comments

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...