Saturday, March 30, 2019

Babel Ep 16 Part 1 (EPISODE TERAKHIR)

Sebelumnya...


Lanjut gaes.... Episode terakhir...

Nyonya Shin marah dewan direksi menolak Soo Ho menjadi pimpinan mereka. Soo Ho pun mengaku bahwa ia yang menyuruh dewan direksi menolaknya. Nyonya Shin kaget.

Flashback....


Ternyata malam itu, saat Soo Ho bilang pada Young Eun ingin jalan-jalan sebentar, Soo Ho pergi ke kedai tempat Geosan sering mengadakan pertemuan dengan dewan direksi. Soo Ho diantarkan Seketaris Kim. Soo Ho berterima kasih pada dewan direksinya karena sudah memenuhi panggilannya meski malam yang telah larut.

Direktur Go : Bukan masalah besar jam berapa sekarang saat anda memanggil kami, Pimpinan. Apa ada yang ingin anda katakan pada kami?

Soo Ho : Sepanjang yang kalian semua tahu, Geosan sudah melalui waktu yang cukup sulit. Karena itulah, kita sangat membutuhkan pimpinan yang bisa bekerja sama dengan kita.

Direktur Go : Tidakkah anda berpikir hal itu akan terjadi besok.

Soo Ho : Aku berpikir.... aku tidak seharusnya menjadi pimpinan.

Sontak para dewan direksi kaget.


Soo Ho lantas melanjutkan kalimatnya, bahwa seorang pemimpin harus bisa memberikan harapan bagi perusahaan dan karyawannya.

"Kalian berpikir aku punya kualifikasi atau kemampuan? Anak mama, pengguna narkoba. Aku tidak layak dan aku orang yang bisa menghancurkan semuanya kapanpun aku mengerjakan sesuatu. Bisakah kalian memiliki impian untuk masa depan saat kalian memilih orang seperti itu sebagai pimpinan?" ucap Soo Ho.

Direktur Park : Apa sekarang anda sedang menguji kami?

Soo Ho : Bahkan meskipun aku terpilih, aku akan mengundurkan diri.

Direktur Go : Sajangnim!

Direktur Park : Lantas anda ingin kami melakukan apa?

Soo Ho berkata, ada orang lain yang lebih layak memimpin Geosan dan ia sudah mentransfer semua sahamnya ke orang itu.

Soo Ho lantas menunjukkan surat pentransferan sahamnya. Soo Ho lantas meminta mereka memilih pimpinan Geosan dengan hati-hati demi masa depan Geosan.

Flashback end...


Nyonya Shin marah.

"Siapa orang itu? Geosan milikmu!"

"Geumanhae!" teriak Soo Ho.

"Apa yang kau lakukan! Aku tanya apa yang sudah kau lakukan!"


Nyonya Shin tambah marah saat Direktur Go mengumumkan bahwa Yoo Ra lah pemilik saham Geosan terbesar sekarang.

Direktur Go lantas menyuruh dewan direksi mengangkat tangan jika setuju dengannya.


Setengah dari dewan direksi pun mengangkat tangan mereka.

Direktur Go lantas menyuruh Yoo Ra masuk dan meminta Yoo Ra menyampaikan sepatah dua patah kata sebelum voting dimulai secara resmi.


Yoo Ra pun masuk bersama Manajer Lee.

Nyonya Shin menatap tajam Yoo Ra.

"Berhenti!" perintah Nyonya Shin.

"Minggir!" jawab Yoo Ra.

"Geosan milik Soo Ho." ucap Nyonya Shin.

"Wae? Kau ingin menempatkannya di kursi pimpinan agar bisa menyetirnya sesuka hatimu seperti boneka?" tanya Yoo Ra.


Yoo Ra lantas melihat ke arah Direktur Go. Direktur Go mengerti dan langsung memanggil dua staff untuk menyeret Nyonya Shin keluar.

Nyonya Shin tambah greget.

"Tae Yoo Ra!"

Yoo Ra tidak peduli dan menatap dingin ibunya.

Nyonya Shin lantas mengancam mereka semua, bahwa mereka tidak akan bisa selamat karena sudah memperlakukannya seperti itu.

Yoo Ra tidak peduli dan menyuruh ibunya pergi.

Nyonya Shin yang sudah tersudut, akhirnya tidak bisa apa-apa lagi selain pergi dengan dikawal dua staff suruhan Yoo Ra dan Soo Ho.


Sementara itu, Woo Hyuk sedang baku hantam dengan si penculik.

Tak lama kemudian, Woo Hyuk berhasil melumpuhkan pria itu.

Setelah membuat pria itu pingsan, Woo Hyuk langsung mengambil ponsel pria itu dan menghubungi Kepala Jang.

Woo Hyuk : Sekarang, nyawa Han Jung Won dalam bahaya. Sepertinya dia dikurung di pabrik tua... jjangkkaman. Jo Seung Hee dikurung mana?

Kepala Jang : Di Yongin, tapi tempat itu tidak ada hubungannya dengan Seketaris Woo.

Woo Hyuk : Ini ulah Shin Hyeon Sook, bajingan itu, yang menculik Jo Seung Hee. Cepatlah pergi ke tempat dimana Jo Seung Hee dikurung. Aku akan segera kesana juga.


Kepala Jang dan Detektif Lee pun bergegas kesana.


Sementara itu, di mobilnya, Nyonya Shin menyuruh supirnya mematikan radio yang sedang menyiarkan berita Yoo Ra.

Nyonya Shin : Kalian semua, aku tidak akan membiarkan kalian.


Woo Hyuk bergegas ke pabrik mencari Jung Won. Tapi sampai disana, ia sudah ditunggu Kyeong Wan.

Setelah beberapa kali terjatuh dipukuli Kyeong Wan, Woo Hyuk pun berhasil membuat Kyeong Wan jatuh pingsan.


Woo Hyuk kemudian mencari Jung Won.

Ia terkejut melihat Jung Won dikurung di dalam kandang.

Woo Hyuk : Jung Won-ssi...

Jung Won melihat Woo Hyuk.

"Woo Hyuk-ssi..."

Tapi kemudian, Jung Won jatuh pingsan.


Woo Hyuk pun langsung berlari menuju Jung Won.

Ia menghancurkan gembok dengan martil besar yang ia lihat sana.


Lalu, ia membuka ikatan tangan Jung Won dan menyambut tubuh Jung Won.

Woo Hyuk : Sadarlah Jung Won-ssi! Jung Won-ssi!


-Epi 16, PENGHAKIMAN-


Dua polisi tampak menjaga sebuah kamar di rumah sakit.


Dokter menjelaskan kondisi Jung Won pada Woo Hyuk. Dokter bilang, Jung Won hipotermia dan syok berat. Woo Hyuk pun meminta dokter melakukan yang terbaik untuk Jung Won. Dokter mengerti dan beranjak pergi.


Woo Hyuk lantas duduk disamping Jung Won. Dipegangnya tangan Jung Won.

Woo Hyuk : Gomawoyo sudah bertahan dengan baik.


Woo Hyuk dan Kepala Jang menuju kamar Kyeong Wan.


Sementara itu, Detektif Lee sedang menginterogasi Kyeong Wan.

"Kau melakukannya, kan? Percobaan pembunuhan terhadap Direktur Shin Hyeon Cheol, meneror Jaksa Cha Woo Hyuk dan membunuh Ricky."

Kyeong Wan tidak menjawab.

Woo Hyuk dan Kepala Jang datang.

Kepala Jang : Dia mengatakan sesuatu?

Detektif Lee : Tidak semuanya. Dia keras kepala.

Woo Hyuk lantas menyuruh mereka keluar karena ia mau bicara dengan Kyeong Wan.

Kepala Jang mengerti dan mengajak Detektif Lee keluar.


Woo Hyuk : Kenapa Jung Won? Apa Shin Hyeon Sook mengatakan padamu, dia ingin melihatku menderita seumur hidupku? Apa alasanmu memilih lokasi itu sebagai tempat penculikan? Kau ingin aku tahu? Wae? Wae?!

Kyeong Wan diam saja.


Sekarang Woo Hyuk di perjalanan bersama Kepala Jang dan Detektif Lee.

Kepala Jang : Kejahatan Shin Hyeon Sook bisa dibuktikan hanya dengan kesaksian orang itu. Ini akan sulit, kan? Meskipun kita bisa menangkap dia tanpa surat perintah, tidakkah kalian berpikir dia akan lolos lagi?

Detektif Lee : Tetap saja kita tidak bisa berbuat apa-apa.

Woo Hyuk : Mungkin ada cara. Kita harus bergegas sebelum dia melakukan hal lain.


Soo Ho dan Yoo Ra menjenguk ayah mereka.

Soo Ho memberitahu sang ayah bahwa Yoo Ra kini menjadi Pimpinan Geosan.

Soo Ho lantas berterima kasih pada Yoo Ra. Ia paham, sulit bagi Yoo Ra untuk mengambil keputusan itu.

Yoo Ra tersenyum, ancaman berhasil.

Flashback...


Soo Ho memberitahu Yoo Ra kalau ia tidak membutuhkan Geosan dan ingin Yoo Ra menjadi pimpinan Geosan.

Yoo Ra tertawa.

"Apa yang membuatmu bicara omong kosong seperti ini? Kudengar kau bahkan membuat ancaman kepada direksi untuk dipromosikan. Apa kau meragukanku? Kau pikir aku mengincar kursi itu? Jangan cemas, itu tidak akan pernah terjadi."

"Bohong kalau kubilang aku menyerah." jawab Soo Ho.

"Kau berharap aku percaya?" tanya Yoo Ra.

"Aku harus menunggu waktu yang tepat." jawab Soo Ho.


"Bahkan jika kau memberitahuku yang sebenarnya, itu tidak ada hubungannya denganku." ucap Yoo Ra.

"Jika itu yang kau rasakan, maka hanya ada satu hal yang tersisa untukku. Akan kuserahkan semua sahamku ke perusahaan. Tidak akan kusisakan satu pun." jawab Soo Ho.

Yoo Ra kaget, apa maksudmu? Ayah menghabiskan hidupnya membangun perusahaan. Dan kau mau memberi mereka begitu saja?

"Biar kutanya satu hal. Kau tidak punya keinginan untuk menjaga apa yang sudah dibangun ayah?"

Flasback end...


Yoo Ra : Menurutmu ayah bahagia dengan keputusan itu?

Soo Ho : Mungkin.


Yoo Ra lantas memegang tangan sang ayah. Sang ayah menarik tangannya dan kembali membuka bukunya. Yoo Ra pun membantu ayahnya membuka buku.


Soo Ho lalu berdiri. Ia mengaku, akan menemui ibu mereka.

"Dia pasti kaget jadi aku akan datang untuk menghiburnya meski itu tidak mudah." ucap Soo Ho.

Yoo Ra lantas bertanya, orang seperti apa kakaknya.

"Aku pikir aku mengenalmu tapi aku tidak yakin sekarang." ucap Yoo Ra.

"Aku ingin hidup egois sekarang. Aku hanya tidak tahu bagaimana memulainya." jawab Soo Ho.

Bersambung ke part 2..............

Jadi pas Yoo Ra ditahan Manajer Lee atas perintah ibunya, saat itu Yoo Ra sudah memiliki semua saham Soo Ho... makanya dia bisa datang ke rapat pemilihan... Dia dibebasin Manajer Lee karena Manajer Lee tahu dia pemilik saham terbesar sekarang....

No comments:

Post a Comment