Monday, April 1, 2019

The Promise Ep 33 Part 1

Sebelumnya...


Lanjut lagi.... sy lanjut ini dulu ya gaes sampe episode 45... baru abis itu sy kerjakan Dong Yi....

Nonton drama ini tuh disabar2in... Drama yg tetap bikin sy gondok meski ditonton berulang2... Gk sabar sy pengen cepet2 nyampe ke episode Na Yeon balas dendam....

Di episode kali ini, Na Yeon bener2 ketakutan... Dia takut kehilangan Sae Byeol, sampe minta tolong eonni nya sambil nangis2.... sampe kebawa mimpi...

Se Jin mengantarkan Sae Byeol pada Na Yeon.

Na Yeon : Sae Byeol-ah, dimana nenekmu?

Sae Byeol : Dia bilang dia sibuk dan pergi. Bibi cantik ini membelikanku es krim.

Na Yeon : Sae Byeol-ah, tunggu lah di dalam sebentar. Ibu akan kembali setelah bicara dengan ajumma ini.


Sae Byeol langsung pergi, tapi Se Jin memanggilnya.

Se Jin : Kau mau pergi tanpa mengucapkan salam padaku?

Sae Byeol : Annyeonghi gyeseyo.


Setelah Sae Byeol pergi, Se Jin mengatakan bahwa Sae Byeol sangat menyenangkan.

Na Yeon mengajak Se Jin bicara di tempat lain.


Na Yeon menampar Se Jin. Se Jin pun marah.

"Aku peringatkan! Aku bilang aku tidak akan memaafkanmu jika kau muncul lagi. Kuperingatkan terakhir kali. Tidak akan kumaafkan seperti kali ini." ucap Na Yeon.


Na Yeon lantas pergi. Se Jin pun langsung mengatakan kalau dia akan mengambil Sae Byul. Na Yeon sontak berhenti melangkah dan marah. Se Jin berkata, ayah Sae Byeol masih hidup dan wajar jika Tae Joon mau membesarkan Sae Byeol. Se Jin juga bilang, Na Yeon harus memperhatikan lingkungan tempat Sae Byeol akan tumbuh besar.

Na Yeon  marah. Ia bilang Sae Byeol adalah putrinya. Ia melahirkan Sae Byeol sendirian dan akan membesarkan Sae Byeol sendirian juga.

Na Yeon : Berhenti bicara omong kosong dan enyahlah!

Na Yeon beranjak pergi. Se Jin pun berteriak, menyuruh Na Yeon mempertimbangkan masa depan Sae Byeol.


Na Yeon kembali ke sekolah Sae Byeol. Ia melihat Sae Byeol sedang bermain perosotan

Na Yeon : Nugu mamdaero?

Sae Byeol melihat Na Yeon. Ia tersenyum memanggil ibunya.

Sae Byeol  mendekati ibunya. Na Yeon pun langsung memeluk Sae Byeol.


Di rumahnya, Man Jung bicara dengan Se Jin di telepon.

Man Jung : Bagaiman dengan Sae Byeol?

Ia lantas kaget.

Man Jung : Kenapa kau kembalian Sae Byeol pada Na Yeon? Dia bisa saja hilang akal dan menyerangmu seperti orang gila. Jika kau ingin menanyakan sesuatu, waktuku selalu senggang.


Usai bicara dengan Se Jin, Man Jung pun kembali melihat perhiasan barunya.

"Yang Mal Sook, jika aku berbesanan denganmu, aku mungkin tidak akan bisa merasakan kemewahan ini."


Tae Joon kembali ke apartemennya dan terkejut melihat Na Yeon sudah menunggunya di lobby.

Tae Joon mengajak Na Yeon masuk.

Ia berniat membuatkan Na Yeon teh.

Na Yeon : Anja! Aku kesini bukan untuk minum teh denganmu!

Tae Joon terkejut saat Na Yeon menanyakan maksud Se Jin. Ia pikir Na Yeon yang menemui Se Jin.

Na Yeon : Jawab aku! Apa maksud Se Jin bilang akan mengambil Sae Byeol.

Tae Joon : Seperti katanya, aku akan membesarkannya. Kau harus mulai hidup yang baru.

Na Yeon : Karena itukah kau datang? Karena ingin mengambil Sae Byeol? Itulah alasanmu datang dan bersikap seperti ayahnya?


Tae Joon : Sulit bagi seorang wanita membesarkan seorang anak sendirian. Kau sudah melihat ibuku. Dia membesarkanku sendirian dan mencampakkanku dalam 2 tahun. Bisakah kau menjamin kau tidak akan melakukan itu?

Na Yeon : Ani. Aku membesarkannya sendirian selama 4 tahun!

Tae Joon : Itu beda sekarang! Saat itu kau tahu aku kembali dan memiliki harapan. Tapi tidak lagi sekarang. Aku mencampakkanmu. Biarkan aku membesarkannya. Lakukan apapun yang kau inginkan. Hiduplah untuk dirimu.

Na Yeon : Ani, ada alasan kenapa kau begini. Aku yakin.

Tae Joon : Tidak ada alasan.

Na Yeon : Aku sudah meninggalkanmu. Aku meninggalkanmu seperti keinginanmu! Aku menganggapmu sudah mati! Lalu kenapa kau seperti ini!

Tae Joon : Aku ayahnya! Apa aku butuh alasan untuk peduli pada putriku?

Na Yeon : Peduli? Kau peduli? Mengambil putriku dariku karena kau peduli? Hiduplah seperti 4 tahun yang lalu kau hidup, tanpa Sae Byeol. Jangan berani2 kau memikirkannya. Jangan berani2 mendekatinya!

Na Yeon beranjak pergi. Tae Joon pun bingung harus bagaimana.


Yoo Kyung memberikan Se Jin obat. Se Jin yang baru pulang, meminta ibunya membiarkannya bernapas sejenak. Tapi Yoo Kyung memaksa Se Ji meminum obat itu. Yoo Kyung bilang, mual2 Se Jin akan hilang jika meminum obat itu.

Se Jin meminumnya. Setelah itu, ia berterima kasih pada Yoo Kyung karena sudah membuat semuanya menjadi mudah.

Yoo Kyung : Kau sudah bicara pada Na Yeon.


Se Jin : Aku melakukannya, tapi itu tidak mudah. Dia menamparku saat aku membelikan es krim untuk Sae Byeol.

Mendengar putrinya ditampar, Yoo Kyung tak terima. Tapi Se Ji bilang, ia mengerti perasaan Na Yeon dan memaklumi Na Yeon.

Se Jin lalu bertanya, haruskah mereka merebut Sae Byeol. Se Jin meyakinkan ibunya kalau Na Yeon benar2 sudah melepaskan Tae Joon.

Yoo Kyung : Dia mengatakan itu sekarang tapi siapa tahu dia akan berubah pikiran nanti? Mungkin sulit sekarang tapi di kemudian hari, akan menjadi mudah bagimu setelah kau mengambil Sae Byeol.


Yoo Kyung lalu kembali ke kamarnya.

Yoo Kyung : Lee Yoon Ae, seharusnya sudah berakhir diantara kita. Tapi kenapa kau membawa putrimu masuk? Beraninya dia menampar Se Jin.

Kyung Wan datang dan mendengar kata2 Yoo Kyung soal Se Jin yang ditampar.

Ia pun marah saat Yoo Kyung bilang Na Yeon menampar Se Jin.


Man Jung lagi menikmati makanannya.

Seseorang tiba2 menggedor2 pintunya.

Man Jung pikir itu Se Gwang, tapi saat membuka pintu, ia terlonjak kaget melihat Na Yeon yang menerobos masuk ke dalamnya.

Na Yeon : Apa kau yang membawa Sae Byeol pada Se Jin?

Man Jung : Benar, aku melakukannya! Dia pergi dengan ibu tirinya. Dia harus mengenal ibu tirinya.

Na Yeon sontak marah dan meminta penjelasan Man Jung, kenapa Man Jung melakukan itu.

Na Yeon : Apa kau lupa kau menyuruhku aborsi saat aku mengandung Sae Byeol? Kau tahu dengan baik bagaimana aku memiliki Sae Byeol dan mengurusnya!

Man Jung : Aku tahu, itulah alasannya! Kau sudah cukup menderita dan harus hidup nyaman sekarang. Kau menderita karena Tae Joon, jadi berikan Sae Byeol padanya dan hiduplah dengan nyaman.

Na Yeon tambah marah, eommoni!


Man Jung : Berikan Sae Byeol padanya. Jika dia tetap bersamamu, dia hanya akan berakhir sebagai putri tukang masak.

Na Yeon : Apa Tae Joon menyuruhmu melakukan ini atau Se Jin yang menyuruhmu?

Man Jung pun berkata, jika Sae Byeol bersama Tae Joon, Sae Byeol bisa hidup enak.

Na Yeon : Katakan pada mereka, jika mau mengambil Sae Byeol, mereka harus membunuhku terlebih dulu!

Man Jung pun akhirnya memberitahu Na Yeon, kalau Se Jin dan Tae Joon tidak akan bisa menikah jika mereka tidak mengambil Sae Byeol.


Man Jung : Se Jin eomma bilang, mereka tidak bisa menikah jika Sae Byeol tidak diambil darimu. Dia bilang, tidak akan tahu kapan kau akan muncul dan mengganggu Tae Joon lagi.

Na Yeon kaget mendengarnya.


Na Yeon pulang dengan wajah lesu. Mal Sook langsung menghampiri Na Yeon dan bertanya, kenapa Na Yeon pulang telat. Na Yeon beralasan, itu karena pekerjaannya. Na Yeon lalu menanyakan Sae Byeol. Mal Sook pun bilang, habis makan malam, Sae Byeol langsung tidur. Mal Sook lantas mau menyiapkan makan malam untuk Na Yeon tapi Na Yeon menolak dan langsung masuk ke kamarnya.

Melihat Na Yeon seperti itu, Mal Sook langsung cemas. Ia yakin terjadi sesuatu.


Na Yeon menatap Sae Byeol yang sudah terlelap.

Na Yeon berkata, tidak akan membiarkan siapa pun mengambil Sae Byeol darinya.

Na Yeon : Langkahi dulu mayatku. Tidak akan pernah.


Do Hee lagi main kartu bersama Young Sook dan Hwi Kyung. Young Sook pun sebal karena Do Hee terus saja menang.

Hwi Kyung pun curiga kalau Do Hee curang. Do Hee mengatakan kalau dia ahlinya bermain kartu.

Mereka lalu berdebat, membuat Young Sook tertawa.


Pimpinan Park yang mendengar itu dari kamarnya, langsung menghubungi Dong Jin. Ia menyuruh Dong Jin mampir ke rumah dengan alasan ingin minum teh dengan Dong Jin.

Usai bicara dengan Pimpinan Park, Dong Jin langsung ke mejanya. Ia membuka lacinya dan mengambil sebuah buku.


Ia membuka buku itu dan membaca tulisan disana.

"Meski sebentar, jernihkan pikiranmu dan isi hatimu. Kuharap buku ini bisa membantu."


Dong Jin lantas membalik halaman selanjutnya dan melihat foto Young Sook yang mengenakan seragam sekolah yang ia sembunyikan disana.

Ya, buku itu dari Young Sook dan Dong Jin masih mencintai Young Sook.


Do Hee menunggu Hwi Kyung di kamar Hwi Kyung.

Sembari menunggu Hwi Kyung, ia membuka laci Hwi Kyung dan menemukan jam Na Yeon disana. Ia kesal Hwi Kyung menyimpan jam wanita.

Tak lama, Hwi Kyung datang membawa dua cangkir teh dan terkejut melihat Do Hee memegang jam Na Yeon. Ia pun langsung mengambil jam itu dan meminta Do Hee tidak lagi menyentuh barang2nya jika tidak mau di banned dari kamarnya.

Do Hee : Apakah peringatan kedua aku akan dibanned dari rumahmu?

Hwi Kyung : Kau pikir aku bercanda.

Do Hee : Itu salah paham. Aku membuka lacimu karena penasaran dengan apa yang kau sukai dan menemukan jam itu. Punya siapa itu?

Hwi Kyung tidak menjawab dan menyuruh Do Hee minum teh.


Do Hee pun mengambil jam itu lagi.

Do Hee : Ini jam untuk cinta pertamamu?

Hwi Kyung pun kembali mengambil jamnya.

"Tidak ada komentar." jawabnya.


Do Hee pun berusaha merebut jam itu lagi. Hwi Kyung tidak mau memberikannya. Do Hee berusaha mengambilnya. Hwi Kyung menjauhkannya dari tangan Do Hee.

Hingga akhirnya mereka jatuh dan berakhir di sofa dengan Do Hee berada di atas tubuh Hwi Kyung.

Hwi Kyung sontak gugup tapi Do Hee malah memperhatikan Hwi Kyung lekat2.

Do Hee : Jadi seperti inilah penampilanmu. Mata, hidung, bibir.

Hwi Kyung, apa?


Do Hee kemudian tertawa dan beranjak dari tubuh Hwi Kyung.

Do Hee : Haruskah kita mulai sesuatu diantara kita?

Hwi Kyung tertegun mendengarnya.

Do Hee lalu berniat merebahkan kepalanya di bahu Hwi Kyung. Tapi Hwi Kyung malah berdehem membuat Do Hee tak jadi melakukannya.

Bersambung ke part 2...........

No comments:

Post a Comment