Thursday, May 9, 2019

Different Dreams Ep 1-2 Part 2

Sebelumnya...


Nam Ok menghampiri Won Bong yang berdiri di jembatan. Won Bong berkata, mereka harus menemukan mata2 yang dikirim oleh Pemerintahan Sementara Korea.

"Bluebird?" tanya Nam Ok.

"Heok tahu sesuatu yang tidak kita ketahui. Dia memiliki informasi tentang mata-mata itu dan itulah yang akan dia tukarkan." jawab Won Bong.

"Kenapa tidak hubungi Pemerintahan Sementara Korea saja? Bicarakan dengan Kim Goo." saran Nam Ok.

"Bagaimana kalau kau yang melakukannya, Tuan Tinja?" tanya Won Bong.

Nam Ok langsung diam.

"Kantor Gubernur Joseon dan Pemerintahan Sementara Korea mungkin memiliki permainan akhir yang berbeda, tapi keduanya mengejar uang yang hilang itu." ucap Won Bong.


"Selalu saja tentang uang. Aku muak dan lelah." kesal Nam Ok.

"Bluebird-lah yang terdekat dengan uang itu. Kita akan menginterogasi atau membujuknya. Bagaimanapun juga, kita harus menemukan Bluebird terlebih dahulu." jawab Won Bong.


Young Jin dan Esther berdiri di balkon ruangan Young Jin. Young Jin : Aku juga sibuk, tapi kau tidak menghubungiku sama sekali. Kau di sini untuk selamanya? Kau sibuk di sini, tapi usahamu tidak ada yang terlihat. Ini bukan tempat kerja yang ideal.

Esther hanya tersenyum.

Esther : Young Jin-ah, kau pernah dengar apa pun tentang Tae Joon?

Young Jin : Tidak ada yang mendengar kabarnya selama 10 tahun. Kenapa kau tiba-tiba menanyakannya?

Esther : Tidak apa. Kembali di Gyeongseong membawa kembali beberapa kenangan.


Matsuura menemui Kenta (Ahn Shin Woo) di Kantor Gubernur Joseon.

Kenta : Kudengar seseorang ditembak.

Matsuura : Dia anggota Korps Pahlawan yang akan memberiku informasi.

Kenta : Kondisinya saat ini?

Matsuura : Dia ditangani dokter yang andal dan mungkin akan hidup.

Kenta : Sejauh apa yang diberitahukannya?

Matsuura : Mata-mata Kim Goo ada di Gyeongseong dan dia merencanakan pembunuhan besar.


Kenta lantas meminta Matsuura mendengarkannya. Kenta :  Sebuah insiden di Gyeongseong akan memberi amunisi pada polisi militer. Mereka akan menginginkan yuridiksi lagi.

Matsuura : Aku akan membangunkannya dan meminta informasi sisanya. Mohon otorisasi tindakan darurat.

Kenta : Lanjutkan.


Beralih ke klub Gyeongseong dimana Miki (Nam Gyu Ri) dan ketiga temannya yang duduk di lantai atas sedang memperhatikan seorang pria muda yang duduk dibawah dengan teman2nya.

"Pria yang sedang dituangkan minuman itu. Dia Jaksa Fukuda yang baru diangkat.  Ini negara asal ayahnya dan dia salah satu politisi paling kuat di Joseon." ucap teman Miki.

"Dia sudah menikah?" tanya teman Miki yang lain.

"Tentu saja belum." jawab teman Miki yang tadi. Lalu ia menyindir reaksi Miki yang biasa saja pada Fukuda (Lim Ju Hwan).


"Dia bukan tipeku." jawab Miki.

"Kalau begitu, boleh aku bergerak sekarang?" tanya teman Miki itu.

"Silakan saja, lakukan semaumu." jawab Miki.


Miki lantas kembali meneguk wine nya.

Setelah itu, ia menatap Fukuda dengan senyum menggoda.


Young Jin pulang ke rumah dan langsung disambut oleh Kim Hyun Ok (Lee Young Sook).

Young Jin melihat ke arah meja dan sadar, orang rumahnya belum makan malam.

Hyun Ok : Karena menunggumu.

Young Jin : Seharusnya makan saja tanpa menungguku.

Hyun Ok : Inginnya, tapi... dia sudah menunggumu. Gantilah pakaianmu.


Young Jin masuk ke sebuah kamar. Di sana, seorang pria duduk sembari menunggunya. Pria itu adalah Hiroshi (Lee Hae Young). Dia Wakil Direktu RSU Pemerintah sekaligus Jenderal Markas Besar Polisi Militer.


Young Jin masuk dan menutup pintu. Ia melewati sebuah lemari yang memajang sebuah boneka kaca.

Langkah Young Jin berhenti di lemari itu. Ia membuka lemari dan melihat boneka itu.


Lalu flashback.... Ketika Young Jin kecil mengeluarkan boneka itu dari dalam lemari. Hiroshi yang melihat itu tanya, kenapa Young Jin mengambil boneka itu? Apa Young Jin mau memainkannya?

Hiroshi : Boneka Jepang Hina tidak boleh keluar dari kotak kacanya. Bagi boneka itu, dunia luar terlalu kotor dan berbahaya.

Flashback end...


Young Jin pun kembali menutup lemari.

Hiroshi menegur Young Jin dengan lembut.

Young Jin terkejut, tapi kemudian ia tersenyum menatap Hiroshi.


Hiroshi, Hyun Ok dan Young Jin makan malam bersama. Young Jin cerita, ada dokter bedah baru di rumah sakit yaitu Esther.

Hyun Ok tanya, apa Esther yang sama yang mereka kenal?

Young Jin mengiyakan.

Hiroshi : Bukannya dia bilang akan bekerja di Rumah Sakit Umum Pemerintah setelah menyelesaikan studinya?

Hyun Ok : Dia pasti menyukai tempat Young Jin bekerja.

Young Jin : Boleh aku mengundangnya ke sini?

Hiroshi terdiam.

Hyun Ok : Tidak apa-apa, bukan?

Hiroshi tersenyum, urusan keluarga di tanganmu.

Young Jin senang mendengarnya.


Esther masuk ke ruangan arsip rekam medis dan mengambil arsip tentang pria bernama Nagumo Chuichi.

"Nagumo Chuichi"


Di sebuah kedai, Won Bong menemui pria gendut yang memberinya informasi soal Heok.

"Satu di dada, satu di perut. Kurasa dia nyaris tidak selamat. Dia di Klinik Jahye. Mau aku yang menanganinya?" tanya pria itu.

"Tidak, harus aku." jawab Won Bong.

"Kau kadang terlalu terburu-buru." ucap pria itu.

"Itu tindakan khas kita. Kita bertindak begitu mengambil keputusan." jawab Won Bong.

"Ini satu pertempuran panjang. Ini lebih seperti maraton." ucap pria itu.

Won Bong tak peduli dan beranjak pergi.

"Hya!  Jaga dirimu." teriak pria itu.


Di rumah sakit, Young Jin memberitahu Esther bahwa ada pertanyaan Esther yang terus ia pikirkan. Esther tanya, tentang apa. Young Jin berkata, tentang Tae Joon. Young Jin merasa, Esther tahu alasan Tae Joon menghilang setelah percobaan pembunuhan terhadap gubernur. Young Jin juga mengatakan soal rumor yang menyebut Tae Joon masih aktif menjadi aktivis. Young Jin mengaku tidak peduli bagaimana ingatan Esther tentang Tae Joon tapi dia tidak mau terlibat dalam urusan Tae Joon.

Esther : Kita bertiga dulunya cukup dekat, bukan? Jika salah satu dari kita mati, akankah yang lain mendengar berita itu?

Young Jin tanya, maksud Esther.

Esther tersenyum. Bukan apa-apa.


Percakapan mereka terhenti lantaran seorang perawat datang dan memanggil Young Jin dengan panic.


Matsuura meminta para dokter membangunkan Heok. Seung Jin tak punya pilihan lain, selain menuruti perintah Matsuura. Tapi Young Jin datang dan langsung menyemprotnya tepat saat dia akan menyuntikkan epinefri pada Heok.

Matsuura berkata, jika dokter tidak bisa, ia yang akan melakukannya.

Young Jin marah. Ia menegaskan, bahwa dirinya adalah dokter Heok dan Matsuura tidak bisa menyentuh pasiennya tanpa izin darinya.

Matsuura : Pasal 1 Undang-Undang Pemeliharaan Ketertiban Umum. Anggota sebuah organisasi yang bertindak secara radikal dan mendistorsi bangsa ini dapat diinterogasi dan ditahan tanpa diproses.

Young Jin : Memaksa dia bangun mungkin membuatnya syok. Tidak masalah kalau dia sekarat? Kupikir dia penting bagimu.

Matsuura : Dia bisa mati selama sudah mengatakan apa yang perlu kudengar.

Young Jin : Kalau begitu, kau yang bertanggung jawab.


Maka Young Jin mulai menyuntikkan cairan epinefrin ke pasien. Setelah beberapa saat, tubuh pasien mulai bergetar dan tak lama kemudian, matanya terbuka.

Young Jin kaget melihatnya.


Bersambung ke part 3...

No comments:

Post a Comment