Saturday, May 11, 2019

Different Dreams Ep 3-4 Part 2

Sebelumnya...

Lanjut gaes.....


Won Bong dan Nam Ok ada di depan kepolisian Jongno. Nam Ok mengeluar granat dari tasnya. Won Bong menyuruh Nam Ok melakukan perintahnya, jika ia tidak keluar dalam satu jam.

Nam Ok tanya, apa Won Bong mau menemui dokter itu. Won Bong bilang, dokter itu mungkin punya petunjuk tentang Tae Joon.

Nam Ok tak yakin Young Jin bisa dipercaya karena Young Jin putri angkat Hiroshi.

Won Bong : Dia punya sesuatu.


Fukuda menyudahi introgasinya. Lalu ia berkata, foto Young Jin bersama Esther dan Tae Joon tidak cukup kuat dijadikan bukti kalau Young Jin tidak bersalah. Fukuda antas mengatakan, akan mencari bukti lain.

Young Jin : Jaksa Fukuda, bagaimana menurutmu? Apa menurutmu aku sudah tahu sebelumnya dan bergabung dalam kegiatan kriminal?

Fukuda : Instingku mengatakan tidak. Kau tidak punya motif. Dan ini rahasia. Aku punya kekuatan khusus ini. Aku bisa langsung tahu apa matamu mengatakan yang sebenarnya atau berbohong.

Young Jin tersenyum mendengarnya.

Fukuda kemudian pamit. Ia tersenyum dan pergi meninggalkan Young Jin.


Won Bong keluar dari ruang ganti. Ia menyamar sebagai polisi.

Won Bong terus berjalan dan masuk ke ruang interogasi. Sampai disana, ia berpapasan dengan salah satu anggota kepolisian.


Won Bong kemudian masuk ke ruang interogasi tempat Heok berada.

Heok terkejut melihat Won Bong.

Heok : Seseorang bisa masuk kapan pun.

Won Bong : Aku siap untuk itu.

Won Bong lalu tanya alasan Heok mengkhianati mereka.

Heok dengan mata berkilat2, tanya, apa mereka punya negara sendiri?

Heok : Aku menderita kelaparan dan penganiayaan karena Joseon. Apa yang Joseon lakukan untukku? Joseon memanggil militer Jepang untuk membunuh rakyatnya. Pejabat tinggi hidup enak, memanfaatkan situasi ini. Aku bahkan tidak bisa menyebutnya negara asalku.

Won Bong : Kita bekerja bersama untuk memperbaikinya.

Heok : Tidak. Tidak akan ada perubahan. Keluarga kerajaan sudah tiada, tapi tidak ada yang berubah. Orang kaya mewariskan harta mereka, tapi orang miskin hanya mewariskan kemiskinan.

Won Bong : Heok-ah.

Heok : Aku tidak menginginkannya lagi. Selama sisa hidupku, aku ingin makan makanan hangat, tidur di tempat hangat, dan pakai baju hangat, meski hanya sebentar. Aku akan hidup seperti itu sampai mati. Jika kau keberatan, tembak aku sekarang juga.


Won Bong terdiam. Tak lama tangisnya keluar.

Lalu, Won Bong melemparkan kain putih itu ke atas meja.

Won Bong : Saat kau tidur, aku pergi ke rumah sakit. Aku tidak bisa menggunakannya saat itu. Tapi kini, membunuhmu dengan tanganku sendiri tidak layak. Itu menyedihkan.


Won Bong kemudian berdiri.

Won Bong : Kami tidak mau ada pembangkang dalam Korps Pahlawan. Berhenti membahayakan rekan-rekanmu.

Won Bong beranjak pergi.


Setelah kepergian Won Bong, Heok menangis menatap namanya dan nama rekan2nya yang mereka tulis di kain itu.


Won Bong ke ruang interogasi Young Jin. Young Jin ingat, Won Bong pria yang waktu itu membekapnya dan ingin membunuh Heok.

Won Bong mengajak Young Jin pergi.


Young Jin berdiri dan menatap Won Bong dengan angkuh.

Bersambung ke part 3..........

No comments:

Post a Comment