Saturday, May 11, 2019

Different Dreams Ep 3-4 Part 3

Sebelumnya...

Lanjut... Semakin seru ni gaes ceritanya.... dan yg sy tunggu2 itu scene nya Lee Yo Won dan Lim Ju Hwan..


Won Bong masuk ke ruang interogasi Young Jin. Ia mengajak Young Jin pergi. Tapi Young Jin menolak. Ia juga menuding Won Bong lah yang menyuruh Esther membunuh Nagumo.

Tapi Won Bong tidak peduli dengan tuduhan Young Jin. Ia berkata, perlu menanyakan sesuatu pada Young Jin dan memaksa Young Jin pergi.

Young Jin pun marah. Ia berteriak, meminta dilepaskan saat Won Bong memegang tangannya.

Lalu, Young Jin menampar Won Bong.


Won Bong kesal. Ia memegang wajah Young Jin dengan kedua tangannya. Namun saat melihat mata Young Jin, ia tertegun dan akhirnya melepaskan Young Jin dan pergi.


Bersamaan dengan itu, Matsuura kembali ke kantor.

Di lobby, ia berpapasan dengan Matsuura. Tapi Matsuura yang tidak curiga, melewatinya begitu saja dan Won Bong mempercepat langkahnya.


Daiki menghampiri Matsuura. Ia menyerahkan surat penyataan Heok, lalu tanya, apa gubernur sudah setuju? Barulah Matsuura sadar dan curiga dengan polisi yang papasan dengannya tadi. Ia pun langsung menuju ke lobby.


Sementara itu, Won Bong buru2 menuju mobilnya.

Di mobil, Nam Ok menanyakan Heok. Dan Won Bong menyuruh Nam Ok pergi.


Matsuura sampai di lobby. Ia memperhatikan dua polisi yang berjaga di pintu depan.


Tak lama kemudian, ia pun bergegas ke ruang interogasi Heok. Tapi sampai disana, ia menemukan Heok sudah tewas gantung diri dengan kain putih bertuliskan nama2 Korps Pahlawan.

Matsuura murka.


Lalu, ia pergi menemui Young Jin.

Matsuura : Ada yang datang kemari, bukan? Katakan padaku!

Young Jin : Kenapa tanya padaku? Kau yang berwenang di sini.

Tak bisa mendapatkan jawaban dari Young Jin, Matsuura pergi dengan wajah kesal.


Hiroshi diberitahu bawahannya, bahwa gerak gerik Biro Kepolisian mencurigakan. Bawahannya juga mengatakan pendapatnya, bahwa yang diincar Biro Kepolisan adalah dirinya bukan Young Jin. Hiroshi pun teringat kata2 Oda, bahwa Biro Kepolisian mengincarnya bukan Young Jin. Bawahan Hiroshi kemudian mengingatkan, posisi Hiroshi akan sulit jika hal tersebut sampai didengar oleh gubernur.

Hiroshi menghela nafas.


Lalu, ia tak sengaja melihat Fukuda. Ya, Fukuda sengaja datang menemuinya. Fukuda memberitahu, bahwa ia baru saja menemui Young Jin.

Fukuda : Dia mengalami kesulitan. Menggunakan bukti yang dia temukan di rumah tersangka, Inspektur Matsuura menahannya. Kami sudah periksa dan tidak ada bukti semacam itu. Itu direkayasa.

Hiroshi : Kenapa kau memberitahuku soal ini?


Matsuura kembali menginterogasi Young Jin. Ia menunjukkan kain putih itu dan mengatakan, bahwa Heok gantung diri dengan kain itu.

Young Jin kaget mendengarnya.

Matsuura : Saat dia mendatangi kami, dia tidak membawa ini. Nama-nama yang tertulis di sini adalah nama penjahat yang disebut Korps Pahlawan. Mereka memburu pengkhianat dan membunuhnya. Seseorang datang kemari. Salah satu dari mereka datang ke sini.

Young Jin masih diam. Namun, dari ekspresi Young Jin, Matsuura tahu kalau dia benar.

Matsuura : Dia mendatangimu. Dia mencoba membawamu? Atau dia mencoba membunuhmu?

Young Jin membalas tatapan Matsuura. Ia menegaskan, bahwa ia tak ada hubungan dengan Korps Pahlawan.


Matsuura marah dan berniat meninju Young Jin tapi dihentikan Daiki.

*Matsuura ini ya, perempuan kok diajak gelud. Pake rok aja mendingan.

Matsuura : Anggota Korps Pahlawan itu mengatakan kau salah satu anggota mereka. Ini akan berakhir jika dia membubuhkan cap jempolnya!

Matsuura dan Daiki pun pergi.


Setelah mereka pergi, Young Jin melihat nama2 yang tertulis di kain itu. Saat membaca nama Won Bong, ia teringat pria yang membekapnya di kamar Heok dan mendatanginya di ruang interogasi. Young Jin pun sadar pria itulah Kim Won Bong, pemimpin Korps Pahlawan.


Matuura dan Daiki ke RS Pemerintah Joseon.

Tanpa mereka sadari, seorang pria mengawasi mereka. *Sy pikir Won Bong. Dalam hati sy ngomong, berani bener si Won Bong ini. Eeeh ternyata Fukuda.


Mereka ke kamar mayat dan mencari mayat Heok.

Setelah menemukannya, Matsuura meminta bubuk cap pada Daiki. Daiki tampak keberatan dengan tindakan Matsuura. Tapi tak ada yang bisa ia lakukan selain menuruti perintah Matsuura.

Dan setelah mendapatkan cap jempol Heok, mereka langsung pergi.


Tapi di depan kamar mayat, mereka dipergoki Fukuda.

Fukuda meminta kertas itu. Ia juga menegaskan, sidik jari yang didapatkan Matsuura tidak sah karena diambil dari jari orang yang sudah tidak ada.

Matsuura pun tidak bisa apa2 karena Fukuda datang dengan beberapa polisi militer.


Young Jin akhirnya dilepaskan.

Hiroshi datang menjemputnya.


Mereka lalu bicara di depan rumah.

Young Jin berkata, ia akan pergi dari Gyeongseong demi kebaikan Hiroshi.

Young Jin : Ayah tahu kenapa aku dibawa ke Biro Kepolisian. Aku akan pergi ke Shanghai. Aku akan kuliah di Universitas Fudan yang Ayah sebutkan. Aku akan segera pergi.

Hiroshi pun pergi tanpa berkata apa-apa. Wajahnya terlihat sedih.


Paginya, Won Bong, Nam Ok dan Se Joo memeriksa senjata mereka.

Se Joo : Aku akan menyisir tempat itu untuk memastikan sukses atau tidak.

Won Bong : Jika gagal, kita paling-paling mati.

Nam Ok : Jangan libatkan aku. Aku berencana menjalani hidup yang panjang dan membosankan.

Won Bong : Jika kau mati lebih dahulu, kau akan mati sekali lagi di akhirat.

Nam Ok : Tolong jangan ikuti aku ke akhirat.

Mereka lalu tertawa.


Fukuda kembali menemui Hiroshi. Fukuda berterima kasih atas bantuan Hiroshi untuk membebaskan Young Jin. Hiroshi lalu tanya perasaan Fukuda yang sebenarnya.

Fukuda : Direktur Oda memberitahuku. Biro Kepolisian berusaha melawan polisi militer, dengan memanfaatkan Young Jin.

Hiroshi : Terkadang, musuh dari musuhmu menjadi sekutumu.

Fukuda : Aku ingin tanya sesuatu.


Hyun Ok membuatkan Young Jin makan. Selagi Young Jin makan, Hyun Ok bercerita saat pertama kali ia datang kesini. Hyun Ok mengatakan, saat pertama kali ia datang, Tuan dan Nyonya Hiroshi mengaku mencari asisten rumah tangga yang fasih bicara Korea

Hyun Ok : Ada beberapa anak yatim piatu dari Joseon yang diadopsi keluarga Jepang. Sebagian besar anak-anak itu lupa bahasa ibu mereka. Hal pertama yang aku lakukan saat datang ke rumah ini adalah mengajari Tuan dan Nyonya Hiroshi cara berbicara bahasa Korea. Mereka membesarkanmu seperti itu. Bukannya memaksamu bicara dalam bahasa Jepang, mereka sendiri malah belajar bahasa Korea. Mereka bicara denganmu seperti itu. Tuan memercayaimu lebih dari siapa pun. Dan dia ingin kau bahagia. Kau mengerti bukan?

Young Jin langsung berhenti makan mendengar cerita Hyun Ok. Setelah Hyun Ok selesai cerita, Young Jin tanya, apa Hyun Ok yakin ia bukan Boneka Hina yang dipajang di lemari kaca?

Hyun Ok : Apa maksudmu?

Young Jin : Tidak apa-apa. Aku hanya asal bicara.

Tiba2, terdengar suara seseorang diluar.

"Ada orang di rumah?"


Ternyata Fukuda lah yang datang. Fukuda dan Young Jin bicara di halaman rumah.

Young Jin : Aku dengar dari ayahku kau membantuku.

Fukuda : Inspektur Kepala Matsurra pernah beberapa kali diperingatkan sebelumnya karena memalsukan bukti.

Young Jin : Dia tidak akan menyerah begitu saja.

Fukuda : Aku dengar kau akan pergi ke Shanghai.

Young Jin mengiyakan.

Fukuda : Aku akan menunggu. Kembalilah begitu situasi aman.

Sontak Young Jin kaget. Ia langsung berhenti melangkah dan menatap Fukuda.

Fukuda : Aku tahu, kita baru bertemu, aku pasti tampak konyol.

Young Jin tertawa.


Lalu Young Jin minta maaf. Ia mau mengatakan sesuatu tapi tak jadi karena takut Fukuda malu.

Fukuda memasak Young Jin bicara. Ia menghalangi jalan Young Jin.

Fukuda : Katakan dahulu, baru aku minggir.

Young Jin : Jika aku mengatakannya, kau akan lebih malu.

Fukuda : Aku tidak peduli. Aku sudah cukup malu sekarang.

Young Jin : Kau tidak pernah menyatakan perasaan pada wanita, bukan?

Fukuda : Apa kelihatan?

Young Jin : Sangat.


Young Jin kembali tertawa dan berjalan.

Fukuda menyusul Young Jin dan ikut tertawa.


Sementara itu, Won Bong dan Nam Ok memata-matai sebuah rumah.

Nam Ok : Kau ingat anak Komandan kita? Kurasa dia anak keduanya.

Won Bong : Bok Young?

Nam Ok : Benar, Ji Bok Young. Esther guru bahasa Korea anak itu. Dia guru anak kelahiran Manchuria yang tidak bisa bahasa Korea. Apa menurutmu polisi rahasia pemerintah sementara sungguh melakukan itu pada Kim Lip? Mereka membunuh teman kita di tengah jalan.

Won Bong : Tidak perlu membicarakan itu.

Nam Ok : Bluebird sudah mati. Bagaimana kita akan menemukan uang yang hilang?

Won Bong : Dia keluar.


Tak lama, Nagumo keluar dari rumah itu dan masuk ke mobilnya, lalu pergi.

Ternyata itu rumah Nagumo. Begitu Nagumo pergi, Won Bong dan Nam Ok langsung mengikutinya.


Lalu diperlihatkan flashback, saat Won Bong memberi instruksi pada Se Joo dan Nam Ok ketika mereka gudang senjata.

Won Bong : Ada dua rute yang dia lalui dengan mobil dari rumahnya ke markas polisi militer. Blokir jalan utama tepat di depan markas polisi militer. Sisanya serahkan padaku.


Dan sekarang, Se Joo membuat keributan di tengah jalan. Ia ribut dengan seorang pria di jalan.

Pengawal Nagumo pun turun dari mobil dan memeriksa apa yang terjadi.

Lalu mereka kembali ke mobil dan memberitahu Nagumo bahwa ada kecelakaan di depan.


Nagumo pun menyuruh pengawalnya mencari jalan lain.

Mobil yang dikendarai Nagumo, melewati gang tapi jalan mereka lagi2 diblokir. Kali ini oleh mobil Nam Ok.

Nagumo curiga dan langsung menyuruh anak buahnya mengambil jalan lain.


Tapi jalan mereka kembali diblokir. Kali ini ada api yang dinyalakn di dalam tong di depan mereka.

Won Bong melompat ke atap mobil Nagumo dari atas dan langsung menembak ke dalam mobil.

Dua pengawal Nagumo tewas di tempat.


Seorang pengawal lagi turun dari mobil. Ia berusaha menyelamatkan Nagumo tapi ia langsung mendapat tembakan Nam Ok.


Nagumo pun menembak ke atas.

Won Bong langsung turun. Ia memecahkan kaca jendela dan menodong Nagumo dengan senjata.

Won Bong : Mayor Jenderal Nagumo Chuichi.

Nagumo : Apa maumu? Kau mau uang? Aku akan berikan berapa pun.

Won Bong : Simpan saja uang kotormu. Ini hadiah dari korban pembantaian Jeam-ri dan Bluebird.

Won Bong menembaki kedua paha Nagumo.


Setelah itu, ia melemparkan granat ke mobil Nagumo.

Won Bong pun bergegas pergi.

Nagumo ketakutan. Ia merangkak keluar sebelum mobil meledak, tapi terlambat. Mobilnya keburu meledak. Nagumo tewas terbakar.

Bersambung ke part 4....

No comments:

Post a Comment