Monday, May 13, 2019

Unknown Woman Ep 20 Part 2

Sebelumnya...


Do Chi masuk ke Chaplin dengan langkah gontai. Oliver pun cemas melihatnya. Ia fikir, para reporter mengganggu Do Chi soal Grup Wid.

Do Chi diam saja. Ia bertanya-tanya sendiri apa yang terjadi pada Yeo Ri di masa lalu. Apa yang membuat Yeo Ri menangis seperti itu. Do Chi lantas berkata, bahwa hatinya sakit melihat Yeo Ri menangis.


Yeo Ri menghentikan laju mobilnya di depan kediaman Wid.

Yeo Ri : Yoon Seol, jangan lengah.  Bom tewas karena para monster itu. Aku mempertaruhkan nyawa keluar dari penjara untuk membalas dendam. Baik kalian dan aku tidak berhak bahagia sampai kubalaskan dendamku.


Di ruangannya, Moo Yeol melihat dokumen sambil mendengarkan nyanyian Yeo Ri.

Lalu ponselnya berdering. Pesan masuk dari Yeo Ri.

"Bagimu, yang lebih kuinginkan karena tidak bisa melihatmu. Terima kasih."

Moo Yeol tersenyum membacanya.


Beberapa pria datang membawakan bed cover pesenan Ji Won.

Hae Joo turun dari bawah dan tanya, apa itu.

Ji Won : Ibu kira mungkin kau terobsesi dengan Yeo Ri karena tidak bisa tidur nyenyak. Ibu mau mengganti selimutmu dan selimut si Kembar sekalian.


Sekarang, Ji Won sudah selesai mengganti seprai Hae Joo.

Ji Won : Bagaimana menurutmu? Ini nyaman dan lembut. Apakah bisa membantumu tidur?

Hae Joo : Ibu masih tidak memercayaiku? Aku sungguh melihat Yeo Ri dan Moo Yul bersama.

Ji Won : Kau mau pergi ke galeri atau semacamnya? Atau menjadi desainer di perusahaan kita? Tidak. Bagaimana dengan toko kasur? Kau akan mewariskan perusahaan ayahmu juga. Pertimbangkan itu sebagai latihan manajemen. Ibu ingin kau berfokus pada sesuatu. Demi anak-anak juga. Sampai kapan kau membiarkan gadis yang sudah tewas mengendalikanmu?


Ji Won dan Hae Joo mendatangi toko kasur mereka. Manajer toko menghampiri mereka.

"Jika pemilik perusahaan mengelola tokonya, itu pasti akan membantu." ucap si manajer.

Seorang pria terkejut melihat Ji Won. Namun saat mendengar kata 'pemilik perusahaan', senyum liciknya mengembang.

Ji Won kemudian dihubungi Do Young yang memintanya ke kantor.


Ji Won langsung ke ruangan Do Young dan menemukan Pak Kim disana. Pak Kim bilang, Do Young sedang rapat.

Pak Kim lalu mengatakan, bahwa Do Young menyuruhnya mengurangi saham Ji Won dari 20 persen menjadi 5 persen.

Ji Won kaget dan langsung pergi mencari Do Young.


Ji Won bertemu Do Young di depan lift. Ji Won minta penjelasan Do Young soal sahamnya.

Do Young : Itu sebelum situasi Do Chi seperti ini. Apa yang terjadi dengan masalah Do Chi yang kau jamin akan berjalan dengan lancar? Jika seorang pegawai, kau pasti sudah dipecat. Kau seharusnya bersyukur aku masih memberikanmu lima persen.

Do Young lalu menegaskan pada Ji Won, kalau ia ada rapat dan minta Ji Won tidak mengganggunya soal saham.


Ji Won kembali ke ruangan Do Young. Pak Kim memberitahunya, kalau gedung 20 lantai untuk yayasan anak-anak akan berubah dari atas nama Ji Won seorang menjadi atas nama Ji Won dan Hae Joo. Pak Kim mengatakan, itu juga perintah Do Young.

Ji Won kesal.


Ji Won kembali ke rumah.

Ji Won : Kau tidak bisa melakukan ini kepadaku. Aku berperan besar dalam membesarkan perusahaan.


Ji Won kemudian mendapatkan telepon dari seseorang. Terdengar suara seorang pria.

"Lama tidak berbincang, Nyonya Hong Ji Won. Kabarmu baik? Aku tidak tahu kau sudah menjadi istri konglomerat. Ini terlambat, tapi selamat."

"Apa urusanmu? Siapa kau!"

"Aku? Akankah kau tahu jika kubilang aku berjalan di Jembatan Pyeongtaek 13 tahun lalu?"

"Jembatan Pyeongtaek?" tanya Ji Won bingung.


Ji Won kemudian ingat, jembatan itu adalah lokasi kecelakaan ayah Yeo Ri. Sontak, ia langsung mematikan teleponnya dan bertanya2, kenapa ada orang disana.

Ji Won lantas ingat seorang wanita yang tanya, apa dia baik2 saja, saat dia berusaha mengeluarkan ayah Yeo Ri dari dalam mobil.

Ji Won pun meminta wanita itu menghubungi ambulance.

Ji Won curiga, pria itu ada hubungannya dengan wanita itu.


Ji Won lalu menerima pesan dari pria itu yang menyuruhnya datang ke Taman Haneul jika mau tahu ia siapa. Pria itu juga mengirimkan foto Ji Won saat di toko kasur tadi. Pria itu juga mengancam, akan memberitahu dunia perbuatan Ji Won pada hari itu


Ji Won pun bergegas kesana tapi ia tak menemukan siapa pun. Ia memutuskan pergi. Ia berkata, sering menerima ancaman kosong yang mengincar hartanya.

Tapi saat mau pergi, pria itu muncul.

"Senang berjumpa denganmu, Hong Ji Won Samonim. Kau langsung mengenaliku. Aku pun langsung mengenalimu dahulu. Kita  tinggal bersama di Panti Asuhan Cinta. Bersama Son Joo Ho. Joo Ho tewas 13 tahun lalu. Dia bersamamu malam itu. Nyonya Hong Ji Won dari Grup Wid berada di lokasi kecelakaan tempat seseorang tewas."


Ji Won kembali ke rumah dan mengingat ancaman pria itu.

"Itu mungkin kebetulan. Tapi jika orang yang tewas pada kecelakaan tersebut besar bersama di panti asuhan yang sama, bukankah tampak ada yang tidak beres? Jika aku memberikan informasi sedikit demi sedikit, media akan memberitakannya ke mana-mana."

"Jangan bertele-tele. Katakan apa maumu."

"Apa yang mungkin diinginkan oleh orang hina sepertiku? Hanya satu. Satu itu banyak. Lalu kau akan bebas, Ji Won."

Flashback end...

Ji Won tidak mau memberi pria itu uang. Ia bertanya2, bagaimana caranya membungkam pria itu. Lalu Ji Won teringat Seol.


Yeo Ri senang Ji Won menghubunginya. Ia yakin, Ji Won sedang dalam kesulitan sekarang.


Yeo Ri lalu menghela nafas dan menerima telepon Ji Won.

"Ada yang bisa kubantu?" tanya Yeo Ri.

"Aku mau memintamu mengurus sesuatu dengan diam-diam. Aku mau bertemu sekarang. Aku akan mendatangimu." jawab Ji Won.

"Maaf, tapi aku di luar kota untuk menemui klien. Aku tidak bisa menemuimu sekarang. Jika mendesak, sampaikan saja di telepon."

"Kau bisa merahasiakan semua perkataanku, bukan? Ini rahasia yang tidak boleh terbeberkan."

"Kau mempekerjakanku sebagai pengacaramu? Berdasarkan hak klien dan pengacara, pengacara tidak boleh membeberkan apa pun yang dibagikan kliennya. Jangan khawatir."

"Aku diancam seseorang yang mengetahui masa laluku. Ikuti dia untukku. Bungkam dia untuk memastikan dia tidak menunjukkan wajahnya lagi."

"Bisakah kau mengirimkanku informasinya melalui kurir? Manajer kantorku akan menerimanya."


Tak lama kemudian, kurir datang membawakan dokumen kiriman Ji Won.

Yeo Ri senang, selamat Hong Ji Won. Kau menggali kuburanmu sendiri.

Yeo Ri membukanya dan membaca dokumen tentang pria yang mengancam Ji Won itu. Pria itu bernama Cho Pal Bong dan tumbuh di Panti Asuhan Cinta.

Yeo Ri kaget, ayah tumbuh di sana. Bagaimana pria ini mengancamnya?


Tuan Yoon tiba2 datang. Tuan Yoon berkata, ia habis mengantarkan pesanan di dekat kantor Yeo Ri, jadi ia memutuskan mampir melihat Yeo Ri sebelum balik ke restoran.

Tuan Yoon lalu melihat dokumen di tangan Yeo Ri. Ia tanya, apa itu.

Yeo Ri : Ji Won meneleponku. Dia diperas, jadi, dia memintaku untuk membungkam orang itu. Tapi pria ini tumbuh di panti asuhan yang sama dengan mendiang ayahku.

Tuan Yoon : Apa? Biar ayah lihat.

Tuan Yoon membaca dokumen pria itu.

Tuan Yoon : Tunggu. Ini terdengar familier. Cho Pal Bong. Benar. Dia penipu yang ayah tangkap saat menjadi polisi.


Pal Bong sedang menunggu Ji Won. Tapi dia malah ditangkap Tuan Yoon dan Yeo Ri.


Do Young sedang membaca resume Yeo Ri saat Moo Yeol datang membawakan laporan peluncuran produk baru.

Do Young lantas meminta Moo Yeol melihat resume 3 finalis itu. Ia minta pendapat Moo Yeol. Do Young berkata, ia suka pelamar terakhir.

Moo Yeol kaget membaca resume Yeo Ri.


Ji Won cemas karena Yeo Ri belum memberinya kabar.


Dan Pal Bong sedang disidang oleh Yeo Ri dan Tuan Yoon.

Yeo Ri : Katakan sekali lagi. Siapa yang berada di lokasi kecelakaan?

Pal Bong : Itu...

Tuan Yoon menggebrak meja dan meminta Pal Bong bergegas mengatakannya.

Pal Bong : Hong Ji Won Samonim. Aku berada di rumah bersama istriku dan kami menyaksikan kecelakaannya. Itu di dekat Panti Asuhan Cinta. Istriku yang melaporkan kecelakaannya. Aku membacanya di koran keesokan harinya bahwa orang yang meninggal adalah teman dari panti asuhan. Namanya Son Joo Ho. Dia anak baik. Dia dan Ji Won seperti saudara...

Yeo Ri : Kau yakin? Bisa bersumpah atas hidupmu  bahwa Hong Ji Won ada di sana pada hari itu?

Pal Bong : Tentu. Ji Won amat cantik sejak masih kecil, jadi, dia amat populer. Dia pintar dan ambisius, jadi, dia bahkan tidak melihat kami.


Yeo Ri syok. Saking syoknya, ia langsung berlari keluar.

Di depan kafe, ia menangis. Ia ingat hari itu saat mencari ayahnya ke rumah Ji Won. Tapi Ji Won bilang tidak bertemu ayahnya hari itu.


Yeo Ri marah.

"Hong Ji Won, apa yang kau lakukan pada ayahku!" teriaknya.

Bersambung......

No comments:

Post a Comment