Tuesday, June 18, 2019

Different Dreams Ep 25-26 Part 3

Sebelumnya...

Sebelum mulai gaes,, liat yg manis2 dulu...
Inget ya gaes, jgn dishiperin, Mbak Yo Won bini org.. 
Astaga, kenapa mereka bisa manis banget. Tahan diri, tahan diri buat gk nge-ship mereka...


Jung Im langsung hotel.

Karena Jung Im sudah datang, Nam Ok menyuruh Majar pulang. Tapi Majar menolak. Nam Ok mendengus kesal.

Jung Im : Jangan bermain-main. Petugas kepolisian membuntuti Murai. Mereka ada di hotel dan kelab.


Nam Ok : Wae?

Jung Im : Mereka berlomba menangkap pemimpin kita.

Nam Ok : Dia sangat populer.


Murai duduk di kelab Hotel Gyeongseong.

Tak jauh dari Murai, Matsuura dan Daiki mengawasinya. Daiki tanya, apa Matsuura yakin Murai menginap di hotel itu. Daiki berusaha melihat Murai lebih jelas tapi Matsuura langsung menegurnya.

Matsuura : Jangan lihat.

Daiki : Jika dia punya informasinya, apa yang dia tunggu?

Matsuura : Dia mungkin memasang perangkap dan menunggu Kim Won Bong.

Daiki : Bagaimana jika Korps Pahlawan membunuhnya? Kita tidak akan rugi.

Matsuura : Jika ada yang datang membunuhnya, dia anggota Korps. Kita hanya perlu menunggu dan menangkapnya.

Murai kemudian beranjak pergi dan berjalan melewati Matsuura.

Matsuura langsung menyuruh Daiki mengikuti Murai. Daiki mengerti dan bergegas pergi.


Matsuura lalu beranjak pergi. Di lobbi, dia bertemu Fukuda yang baru datang. Matsuura melapor, bahwa Murai baru saja masuk ke kamar dan tidak bertemu atau dihubungi siapa pun.


Fukuda ke meja resepsionis dan menunjukkan kartu bahwa ia seorang jaksa dan bertanya pada resepsionis.

Fukuda : Apa panggilan telepon langsung tersambung ke kamar?

"Tidak. Resepsionis menerima telepon dan menghubungkannya secara internal."

"Apa kamar di sebelah Jenderal Murai kosong?"

"Tunggu sebentar." Resepsionis mengecek. Tak lama kemudian, ia mengatakan bahwa kamar itu terisi.

Telepon di meja resepsionis berbunyi. Resepsionis langsung menyambungkan telepon dari kelab Gyeongseong ke kamar 701 yang tak lain adalah kamar Murai.

Fukuda : Apa itu telepon untuk Jenderal Murai?

Resepsionis mengiyakan.

Fukuda : Bisakah kami mendengarkannya?

"Tidak. Meski Anda jaksa penuntut, itu tidak mungkin."


Telepon dari kelab Gyeongseong tersambung ke Murai. Murai menegaskan, bahwa Nyonya Yoo tidak boleh membuka barang yang ia titipkan.

Nyonya Yoo : Tenang, tapi Anda harus bayar biaya penyimpanan yang mahal.

Murai : Tentu saja. Aku akan menelepon kembali besok.

Nyonya Yoo menutup teleponnya.


Nam Ok kaget mendengar percakapan mereka.

Nam Ok pun memberitahu Jung Im dan Majar Nyonya Yoo yang menyimpan barangnya.


Dan mereka pun bergegas membereskan peralatan sadap mereka dan bergegas pergi tapi pas sampai di depan pintu, seseorang yang mengaku dari Kepolisian Jongno mengetuk pintu kamar mereka. Nam Ok pun menyuruh Majar dan Jung Im sembunyi.


Diluar, Daiki minta penghuni kamar di sebelah kamar Murai, mengosongkan kamar.

Daiki : Jika kau tidak keberatan, bisakah kita bertukar kamar?

Pintu terbuka. Daiki bersama seorang pria (mungkin resepsionis, karena Daiki kn hanya bertiga dengan Matsuura dan Fukuda) masuk. Tapi tiba2, Nam Ok menyerang Daiki. Daiki pingsan. Pria yang bersama Daiki diam saja melihat Daiki diserang (resepsionis lah ini, kalo polisi kok diem aja rekannya diserang). Nam Ok juga membuat pria itu pingsan. Setelah mereka pingsan, Nam Ok menyuruh Jung Im dan Majar keluar. Setelah Jung Im dan Majar keluar, Nam Ok menutup pintu dan mereka langsung pergi.


Young Jin pulang ke rumah. Hye Ok yang sudah menunggunya sejak tadi di halaman, langsung menghampirinya.

Young Jin yang lesu, langsung tersenyum pada Hye Ok.

Hye Ok mau mengatakan sesuatu tapi tak jadi dan mengajak Young Jin masuk.


Matsuura menjewer Daiki di kamar yang tadinya dipakai Nam Ok, Jung Im dan Majar. Daiki sontak mengerang. Matsuura tambah sewot.

Matsuura: Beraninya kau mengerang! Kau menyebut dirimu polisi?  Kenapa kau dipukuli setiap kali datang ke hotel?

Fukuda : Apa kau melihat wajahnya?

Daiki : Itu.. Dia meninjuku begitu membuka pintu. Aku tidak sempat melihatnya.

Matsuura : Staf hotel bilang dia meninjumu saat kau bilang kau detektif.

Daiki : Benar. Sepertinya aku mengalami gegar otak.

*Ngakak liat Daiki dijewer plus diomelin gitu, cem anak lagi kena omel bapaknya.

Matsuura yakin, itu Korps Pahlawan. Fukuda berkata, lebih dari itu. Fukuda lalu bertanya2, apa yang mereka lakukan di kamar itu.


Paginya, Hye Ok disidang Hiroshi di depan Maru! Hye Ok terkejut saat Hiroshi menunjukkan sisa bendera Korea yang tidak habis terbakar.

Hiroshi tanya, apa Hye Ok menemukan itu di kamar Young Jin.

Hye Ok terdiam sejenak.


Young Jin kemudian lewat dan melihat ayahnya menginterogasi Hye Ok.

Hye Ok melindungi Young Jin. Ia mengaku, bendera itu miliknya.


Hiroshi lalu menunjukkan kertas memonya. Hiroshi bilang, ia temukan itu di mejanya di RS.

Hye Ok membacanya dan mengakui itu tulisannya.

Sontak, Young Jin terkejut.

Hiroshi melihat Young Jin.


Hiroshi kemudian berdiri dan membentak Hye Ok.


Hye Ok dibawa pergi polisi militer. Young Jin menghalangi mereka dan meyakinkan ayahnya kalau itu salah paham.

"Young Jin-ah." ucap Hye Ok sembari menatap Young Jin.

Young Jin terdiam. Hye Ok dibawa pergi. Young Jin masih berusaha menghalangi. Tapi Maru menarik Young Jin dan bergegas pergi.


Hiroshi lalu memberitahu Young Jin bahwa Murai memberitahunya, ada mata2 di dekatnya.

Hiroshi : Orang itu mata-mata Kim Goo.

Young Jin : Menyimpan satu Taegeukgi tidak menjadikanmu pengkhianat.

Hiroshi : Dia menggeledah mejaku. Dia tahu tentang rute arak-arakan Kaisar dan jadwalnya. Yang penting ini terjadi di rumahku sendiri. Jika rumor tentang ini menyebar, kita berdua akan terancam. Siapa pun yang membocorkan informasi akan ditemukan dan dibunuh.

Hiroshi pun beranjak pergi.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment