Monday, August 5, 2019

Watcher Ep 10 Part 1

Sebelumnya...


Young Koon terkejut melihat Chi Gwang datang.

Young Koon : Apa ini ulahmu?

Chi Gwang : Apa maksudmu?

Young Koon yang tadinya kaget mulai memasang wajah marah.

Young Koon : Dari mana kau tahu tempat ini?

Chi Gwang diam saja.


Young Koon kemudian berlari ke apartemen Song Yi yang masih dipasangi garis polisi.

Ia mencabut garis polisi yang dipasang di depan pintu dan masuk ke dalam.

Young Koon lalu melihat foto Song Yi. Di foto itu, Song Yi menggunakan cincin yang sama seperti cincin yang ditemukan Young Koon di saluran air tadi.


Young Koon terkejut dan sontak menatap ke arah pintu.


Sementara Chi Gwang masuk ke kamar mandi dan menatap saluran air tempat Young Koon menemukan cincin itu.


Di kamar mandi tempat Young Koon menemukan cincin Song Yi, Soo Yeon sedang mendampingi tim forensik yang memotret sisa rambut Song Yi di wastafel. Rambut Song Yi yang tersangkut di saluran air bersama cincinnya, kini ada di wastafel.


Ponsel Soo Yeon kemudian berdering. Telepon dari Chi Gwang. Soo Yeon pun langsung keluar dari kamar mandi dan menjawab telepon Chi Gwang.

Soo Yeon : Ya, Timjang-nim, rumahnya bersih. Sudah dibersihkan dengan pemutih dan insektisida. Aku ragu ada bukti tertinggal. Mujur sekali ada rambut di saluran pembuangannya.


Chi Gwang :Baiklah, kabari aku hasilnya nanti. Sampai jumpa.

Lalu Chi Gwang masuk ke ruangannya dan langsung menyuruh Young Koon yang sudah berada disana terlebih dahulu mendekat.

Chi Gwang duduk di meja Soo Yeon dan berkata, sudah mendapat rekaman CCTV Koryo Cleaning saat datang dan pergi dari apartemen Song Yi.

Young Koon menjawab dengan ketus, kalau ia sudah menontonnya beberapa kali.

Chi Gwang : Mungkin saja ada yang luput.

Young Koon pun dengan malas beranjak ke Chi Gwang yang duduk di meja Soo Yeon. Chi Gwang mencolokkan USB ke komputer Soo Yeon.

Young Koon : Tahu kata sandinya?

Chi Gwang : Tanggal lahirnya.


Chi Gwang dan Young Koon sama2 melihat CCTV itu.

Young Koon : Tunggu...

Young Koon menyadari sesuatu.

Young Koon : Saat masuk, mereka tidak membawa kotak itu.

Chi Gwang : Benar juga. Kita seperti penambang. Walau berhati-hati, tetap saja kita akan kotor. Tapi jika tidak ada yang menegur, kita tidak akan sadar. Walau mandi pun, kotorannya tidak bersih sempurna.


Young Koon langsung menatap Chi Gwang : Apa maksudmu?

Chi Gwang : Maksudku jangan curiga berlebihan. Amati semuanya hingga terbukti. Sekali meyakini seseorang sebagai pelaku, kita cenderung lalai.

Young Koon : Kau juga pernah mengalaminya?

Chi Gwang : Young Koon-ah...


Young Koon : Jika memang kau pelakunya, aku akan membunuhmu.

Chi Gwang mengangguk-ngangguk, baiklah.


Young Koon lalu beranjak ke mejanya dan mengambil brosur Koryo Cleaning. Setelah itu, ia memberikannya ke Chi Gwang.

Young Koon : Koryo Cleaning adalah jasa pembersihan khusus di Seyang. Mereka bisa membersihkan rumah ataupun mobil.

Chi Gwang :  Mari kita cek.

Young Koon : Baik.


Chi Gwang dan Young Koon tiba di Koryo Cleaning tapi tidak ada orang disana.

Mereka pun melihat2 setiap ruangan yang ada di Koryo Cleaning dan masuk ke salah satu ruangan tempat hewan dikremasi.

Young Koon : Mereka juga mengurusi manusia dan hewan, ya. Mereka memandikan jasad manusia dan mengkremasi hewan.

Chi Gwang : Krematorium hewan kurang laku di pasaran. Mayoritas orang membuang bangkainya dalam kantong plastik.


Lalu mereka memeriksa tempat lain.

Young Koon : Tidak ada kotak hijau.

Chi Gwang : Benar.

Tak lama, pemilik Koryo Cleaning datang. Chi Gwang pun menunjukkan kartu identitas polisinya.

"Ruang konsultasinya di sebelah sana." jawab si pemilik Koryo Cleaning (selanjutnya kita singkat jadi KC aja ya)


Young Koon menanyakan sesuatu.

Ia mengambil abu dari dalam kantung plastik dan tanya apa itu.

Pemilik KC mengatakan itu abu.

"Hukumnya sudah berubah. Abu boleh didaur ulang. Bisa untuk campuran semen atau beton saat membangun gedung." ucap pemilik KC.

"Ini pasti abu terbaru. Akan kusita." jawab Young Koon.

"Itu bukan suvenir. Ada apa ini?" tanya pemilik KC.

"Apartemen yang kalian bersihkan kemarin dinyatakan sebagai TKP." jawab Chi Gwang, lalu mengajak pemilik KC bicara.


Sekarang, Young Koon sedang menginterogasi pemilik KC sambil menatap brosur KC.

Young Koon : Pemesanannya dilakukan lewat ponsel?

Young Koon melemparkan brosur KC ke depan pemilik KC.

Pemilik KC : Itu hal lazim. Lagi pula, klien akan bunuh diri. Rasanya canggung jika pembayarannya secara tatap muka.

Lalu Young Koon membaca catatannya.

"Penghasilan kalian besar?"

Pemilik KC : Setiap tahunnya, 13.000 warga bunuh diri dan 1.000 warga dibunuh. Tapi itu hanya angin lalu. Tanpa jasa kami, tidak akan ada rumah yang tersedia lagi.

Young Koon : Jadi, kalian tidak tahu ada pembunuhan?

Pemilik KC : TKP pembunuhan atau bunuh diri tidak jauh beda. Aku memang mendengar polisi bilang sedang mencari seseorang. Tapi aku hanya tukang bersih-bersih. Seharusnya kalian yang mencari.

Young Koon : CEO-nya juga bersih-bersih, ya?

Pemilik KC : Kami usaha skala kecil. Berkat akulah mereka bisa mendapat pekerjaan.


Chi Gwang mengawasi jalannya interogasi diluar. Tak lama, Soo Yeon datang memberikan laporan hasil analisis darah Song Yi dan darah di cincin.

Soo Yeon : Hasilnya sama seperti golongan darah Baek Song Yi. Saat kakaknya menghilang, kami mengambil DNA Baek Song Yi. Jadi, mereka akan membandingkannya dengan rambutnya. Tapi prosesnya agak lama.

Chi Gwang : Cincinnya?

Soo Yeon : Merek dan modelnya sama seperti cincinnya. Tapi model itu sangat populer hingga terjual 10.000 buah tahun lalu. Jasa bersih-bersihnya dipesan lewat ponsel sekali pakai yang terdaftar atas nama seorang tunawisma.

Chi Gwang : Kerjamu hebat.

Soo Yeon : Tapi benarkah itu Baek Song Yi? Di mana kira-kira mayatnya disembunyikan?


Young Koon memutar laptopnya, menunjukkan rekaman CCTV saat petugas KC memasuki lift sebelum dan sesudah membersihkan apartemen itu.

Young Koon : Apa ini? Kalian tidak membawa ini saat masuk.

Pemilik KC tersenyum kesal.

Pemilik KC : Itu ada di studio. Lewat memo, aku diminta untuk membakarnya karena itu milik korban.

Young Koon : Di mana kotaknya sekarang?

Pemilik KC : Tentu saja sudah kubakar. Astaga.


Chi Gwang masuk dan langsung bertanya, apa pemilik KC tidak memeriksa isinya.

Pemilik KC : Kau belum pernah melihat mayat korban bunuh diri, ya? Mungkin pengalamanku malah lebih ekstrem. Jika terkena cairan tubuh dari mayat, baunya sulit hilang. Baunya bertahan beberapa hari. Sekotor itulah manusia. Jelas aku harus membakarnya.

Chi Gwang : Seberat apa kotaknya?

Pemilik KC : Sekitar 20-30 kg? Aku kuat mengangkatnya sendiri.


Chi Gwang dan Young Koon saling melirik. Setelah itu, mereka semua keluar dari ruang interogasi.

Chi Gwang : Penyelidikan masih berlanjut. Jangan membocorkan pembicaraan kita.

Pemilik KC : Aku tahu. Tapi aku punya banyak kenalan polisi.

Young Koon : Siapa saja?

Pemilik KC : Tanyakan saja Lee Joong Ho orang seperti apa. Semua polisi akan bilang dia suka menolong.

Young Koon : Begitukah?

Chi Gwang : Omong-omong, memangnya apa isi kotak itu?


Soo Yeon memperhatikan mereka.

Chi Gwang : Menurutmu apa? Potongan tubuh manusia. Kau membantu pelaku menghilangkan bukti.

Young Koon beranjak ke pintu. Chi Gwang menyuruh pemilik KC mengikutinya keluar.


Chi Gwang masuk ke ruangan Jin Woo tanpa mengetuk pintu dan terus duduk di sofa tamu sambil memberitahu kalau Song Yi kemungkinan sudah tewas.

Jin Won : Kemungkinan besar? Dia jelas sudah mati.

Jin Woo lalu menanyakan catatan suap Muil.

Chi Gwang : Akan kukembangkan investigasi, kutemukan dia, dan kutangkap pelaku. Setelah pelaku ditemukan, catatan itu akan menyusul.

Jin Woo membuka kacamatanya dan memberitahu Chi Gwang kalau catatan itu ada pada Tae Joo.

Chi Gwang tanya, kenapa Jin Woo berpikir begitu.


Jin Woo pun beranjak dari kursinya dan menunjukkan rekaman saat Tae Joo dan Jae Sik membawa peti kemas Song Yi.

Jin Woo : Itu peti kemas atas nama Baek Song Yi. Jika tidak ada itu, aku pasti sudah mencurigaimu. Pembunuh selalu kembali ke TKP. Kukira kau pelakunya.

Chi Gwang : Pertama, mari tuntut Han Tae Joo atas pencurian dan interogasi dia.

Jin Woo : Tunggu. Kini dia pasti sedang di penjara. Dia menemui Park Si Young. Biar jaksa yang memeriksanya dahulu.


Ya, Tae Joo memang sedang di penjara, mengunjungi Si Young.

Si Young membaca surat pernyataan yang disodorkan Tae Joo padanya.

Si Young : Jadi, keenam mayat itu tidak berkaitan dengan saksi. Aku hanyalah korban. Semua kesaksianku hasil paksaan dari kejaksaan dan kepolisian. Lalu tindakan ilegal yang kulakukan dengan Muil setelah mundur dari kepolisian dalam sepengetahuan pemilik Muil, Pimpinan Jung Suk Tae. Benarkah ini tidak apa-apa?

Tae Joo : Jika kau cuma pura-pura menangis, tidak akan ada yang peduli. Menangislah yang tulus.


Tiba2, tiga polisi menyeruak masuk. Dua polisi laki2 dan satu polisi wanita. Dua polisi laki2 mengamankan Si Young dan si polisi wanita memeriksa Tae Joo dengan alat khusus. Dua polisi itu juga melakban mulut Si Young dan mengikat kedua tangan Si Young.

Tae Joo melirik Si Young yang menatapnya cemas.

Tae Joo : Jangan cemas. Kenapa cemas jika didampingi pengacara?


Tak lama kemudian, Young Ki masuk dan si polisi wanita langsung pergi.

Sementara dua polisi laki2 masih memegangi Si Young.

Young Ki membaca surat penyataan itu.

Young Ki : Ini idemu?

Tae Joo : Bukan. Itu keterangan dari korban salah tuduh.


Tae Joo pun kembali duduk.

Young Ki : Nanti semuanya akan memusuhimu.

Tae Joo : Aku sudah melihat catatan itu. Namamu juga disinggung. Kukira isinya hanya soal suap-menyuap, ternyata lebih dari itu.


Young Ki menatap kesal Tae Joo, lalu menatap kesal Si Young yang didesak di lantai.


Young Ki lantas duduk di depan Tae Joo.

Kedua polisi itu memberdirikan Si Young.

Tae Joo : Aku tahu kau berniat menggertakku. Kau akan membunuhku atau Park Si Young jika rencanamu terhambat, lalu menutup kasusnya.

Young Ki : Bukankah tujuanmu balas dendam? Itu pupus jika kau mati.

Tae Joo : Dahulu, katamu anjing yang menggonggong tidak menggigit. Ya, aku selalu berterima kasih atas nasihatmu yang bagus.

Young Ki : Kau selalu saja arogan dan tidak tahu diri.


Tae Joo : Berhenti menggonggong. Rencanamu selalu gagal karena kau mengabaikan semuanya saat ada sedikit ancaman untukmu. Tuntutanku mudah. Katakan saja pelakunya.

Young Ki : Kau mau balas dendam terhadapnya?

Tae Joo : Dunia terlihat rumit jika kita menganggapnya rumit. Tapi jika menganggapnya sederhana, dunia juga jadi sangat sederhana.

Young Ki : Sayang sekali, aku tidak tahu pelakunya.

Tae Joo : Maka selidiki. Dan tolong jangan kasar kepadanya. Anggaplah dia melakukannya saat memburu kriminal. Bagaimana jika memasukkannya ke RSJ?

Young Ki yang kesal, beranjak pergi. Begitu Young Ki pergi, dua polisi itu juga ikut pergi.


Tae Joo pun menghampiri Si Young. Dia melepas lakban Si Young.

Tae Joo : Untung pengacaramu hebat, ya? Tidak perlu berterima kasih.

Tae Joo kembali duduk dan memasukkan surat pernyataan itu ke dalam amplop.

Sementara Si Young ternganga melihat Tae Joo.


Sambil beranjak meninggalkan penjara, Young Ki menghubungi Jin Woo dan marah2.

Young Ki :  Kim Jae Myung sudah kubebaskan sesuai saranmu. Tapi apa-apaan ini? Han Tae Joo jelas menyimpannya. Aku ingin bicara dengan atasanmu.

Jin Woo : Biar kutangani.

Jin Woo memutus panggilan Young Ki.


Jin Woo lantas memberitahu Chi Gwang kalau Tae Joo memiliki catatan suap itu.

Jin Woo : Usut diam-diam. Pokoknya temukan catatan itu!

Chi Gwang : Kenapa kau begitu terobsesi dengan catatan itu? Karena ada namamu di situ atau karena kau ingin promosi dengan itu?

Jin Woo : Begini... aku sudah berusaha seumur hidupku. Tapi entah apa anggapan orang lain tentangku.

Chi Gwang : Kau tidak pernah memikirkannya? Semua polisi pun merenungkannya. Apa investigasiku benar? Ataukah aku keliru memenjarakan yang tidak bersalah?

Jin Woo : Saat kita bertemu keluarga korban setelah penjahatnya kabur, atau saat pembunuh bebas karena kurangnya bukti, kita wajar menyalahkan diri, bukan? Itu tidak bisa menjadi dalih. Itu memang tanggung jawab kita.

Jin Woo lalu tanya kenapa Chi Gwang melibatkan diri di kasus Song Yi padahal lagi enak2 liburan.

Jin Woo : Apa namamu juga ada di catatan itu? Kau disebut gila saat membekuk para polisi. Jika ternyata kau juga polisi korup, kesannya lucu.


Chi Gwang menatap nanar Jin Woo.

Chi Gwang : Aku memenjarakan Jae Myung dan dia tewas di depan mataku 15 tahun kemudian. Kim Young Koon kini menjadi bawahanku. Dia akan menjadi polisi yang baik. Kini aku hanya berupaya sebisa mungkin. Pelakunya dan catatan itu harus kutemukan. Akan kutangkap semua nama di catatan itu.


Chi Gwang pamit dan beranjak pergi tapi Jin Woo bicara lagi.

Jin Woo : Bahagia selamanya. Semuanya hidup bahagia setelahnya. Kita sudah terlalu tua untuk memercayai dongeng itu. Pokoknya, coba temukan.

Chi Gwang diam saja sambil menatap kecewa Jin Woo. Kemudian dia pergi tanpa membalas omongan Jin Woo barusan.


Sambil berjalan pergi dari ruangan Jin Woo, Chi Gwang menghubungi Tae Joo. Ia mengajak Tae Joo ketemuan.


Hae Ryong duduk di meja Chi Gwang dan memeriksa laci Chi Gwang tapi lacinya kosong.


Tak lama, Young Koon masuk dan melihat Hae Ryong.

Young Koon : Kenapa menunggu di kantor kosong seperti pencuri?

Hae Ryong tertawa, pencuri? Jaga bicaramu. Dasar. Aku menunggu pemilik kantor ini. Apa biasanya meja Chi Gwang memang kosong? Lacinya kosong.

Young Koon : Dia sedang cuti. Bicaralah mumpung pemiliknya sudah datang.

Hae Ryong : Bagaimana kau tahu Baek Song Yi di sana?

Young Koon : Aku memikirkan kemungkinan tempat jika penyisiran apartemennya tidak membuahkan hasil. Untungnya, ada bukti kedatangan jasa pembersihan ke sana. Koryo Cleaning. Kau tahu, bukan? Direkturnya mengaku kenal banyak polisi.

Hae Ryong : Chi Gwang juga tahu itu. Dia yang pertama mengusut di sana.


Young Koon kaget mendengar Chi Gwang juga tahu pemilik KC.

Hae Ryong : Tentu saja hasilnya nihil. Jangan buang-buang tenaga dalam investigasi yang percuma. Semua orang terseret di kasus ini. Tidak satu pun yang bersih.

Young Koon : Tapi kita tetap harus berusaha jika ingin bersih walau sedikit.

Hae Ryong : Coba saja jika bisa.


Hae Ryong beranjak pergi tapi sebelum pergi, dia memberitahu Young Koon kalau investigasi di apartemen Song Yi akan diakhiri dan menyuruh Young Koon memberitahu Chi Gwang.

Young Koon : Tapi Baek Song Yi belum ditemukan.

Hae Ryong : Tentu saja. Dia mati setelah kabur. Bagaimana menemukannya?

Young Koon : Kau pun tahu, bukan? Walau korup, kau tetap harus melakukan tugasmu.

Hae Ryong : Han Tae Joo mengambil catatan itu. Catatan itu adalah alasan Baek Song Yi dibunuh.

Young Koon : Dari mana kau tahu?

Hae Ryong : Barang-barang Baek Song Yi disimpan di peti kemas. Han Tae Joo mengambil brankas dari sana. Kau tidak dikabari?

Young Koon terdiam. Hae Ryong kemudian beranjak pergi.


Tae Joo balik ke kantornya bersama Jae Sik. Sampai sana, mereka melihat Chi Gwang sudah menunggu.

Tae Joo : Pagi sekali.

Chi Gwang : Catatannya ada padamu?

Tae Joo : Masih saja melewatkan basa-basi.

Chi Gwang : Tidak heran kau dianggap dingin dan egois.

Jae Sik beranjak, membukakan pintu ruangan Tae Joo. Chi Gwang langsung masuk ke ruangan Tae Joo.


Tae Joo menyusul Chi Gwang sambil berbisik ke Jae Sik, minta Jae Sik cepat datang setelah ia panggil.


Chi Gwang memeriksa brankas Song Yi.

Tae Joo masuk dan tanya apa yang Chi Gwang cari. Chi Gwang pun menatap Tae Joo.

Chi Gwang : Sudah kuingatkan kasus ini berbahaya.

Tae Joo : Benar. Bedebah itu harus tahu catatannya kusimpan agar dia mendekatiku, bukan?


Chi Gwang berdiri : Karena itukah kau menginginkan catatan itu?

Tae Joo : Apa lagi? Kenapa lagi aku menginginkannya? Toh semua orang di bidang ini memang korup.

Chi Gwang : Kim Jae Myung dan Baek Song Yi. Kau pun tahu nasib mereka. Nanti nasibmu seperti mereka.


Tae Joo menuju kursinya dan duduk.

Tae Joo : Lalu bagaimana? Harus kuserahkan kepadamu?

Chi Gwang : Ya. Tim Investigasi Korupsi jelas membutuhkannya.

Tae Joo : Selama ini aku penasaran kenapa kau terobsesi akan investigasi internal. Tugas itu tidak disukai, dan tidak dihormati.

Chi Gwang : Walau kujelaskan, kau tidak akan paham.


Tae Joo : 15 tahun lalu, kukira Kim Jae Myung pelakunya. Jadi, aku membujuk Young Koon untuk bersaksi dan menelan kesaksiannya mentah-mentah. Aku memaksa anak yang ketakutan dan butuh perlindungan untuk segera bersaksi. Tindakanku memang salah. Itu sebabnya aku dihukum dan aku berusaha mengubahnya.

Chi Gwang : Tidak, kau ingin balas dendam. Itu lebih salah. Balas dendam tidak akan mengubah masa lalu.

Tae Joo : Itukah alasanmu terobsesi akan polisi korup? Kau ingin menebus dosa masa lalumu dengan tindakanmu saat ini. Bukti penting yang memberatkan Kim Jae Myung ditemukan olehmu, bukan?

Chi Gwang : Ya. Aku juga memalsukan bukti itu.

Sontak Tae Joo kaget mendengarnya.


Diluar, Jae Sik berusaha menguping. Young Koon datang dan langsung menekan leher Jae Sik ke dinding.

Young Koon : Ada siapa di dalam?

Young Koon lantas melepaskan Jae Sik.


Jae Sik membuka pintu dan memberitahukan kedatangan Young Koon. Young Koon masuk dan menatap Chi Gwang, lalu menatap brankas Song Yi.

Young Koon : Itukah brankas Baek Song Yi? Kau juga di sini. Ada urusan apa?

Chi Gwang : Mau menanyakan sesuatu kepada Pengacara Han. Kau?

Young Koon : Ada yang ingin kutanyakan.


Tae Joo : Bukankah urusanmu sudah selesai?

Chi Gwang : Pengacara Han, meski tujuanmu tercapai, tidak akan ada yang berubah.

Tae Joo : Setidaknya nanti aku bisa tidur nyenyak. Aku orang yang sederhana. Itu sudah cukup bagiku.

Chi Gwang beranjak pergi.


Diluar, Chi Gwang minta Jae Sik mencegah Tae Joo terlibat apapun tanpa catatan itu.

Tae Joo : Jika tindakannya keterlaluan, hentikan dia. Hanya kau yang dia miliki.

Jae Sik : Kenapa anda pikir dia tidak punya catatan itu?

Tae Joo : Jika punya, dia akan langsung membocorkan isinya.


Chi Gwang pergi. Jae Sik mengejarnya.

Jae Sik : Anda memercayaiku? Aku mantan lintah darat.

Chi Gwang : Aku percaya. Umumnya, manusia tidak bisa berubah, tapi manusia juga bisa berubah kapan saja.

Jae Sik terdiam.

Chi Gwang tulus, dia larang Tae Joo terlibat karena takut Tae Joo bernasib sama kayak Jae Myung. Apalagi dia juga tahu insiden tragis Tae Joo di masa lalu.

Btw, di epi ini sy rasa plot twist nya mulai terungkap... Di epi ini terungkap kalau Chi Gwang memanipulasi bukti kasus pembunuhan ibunya Young Koon .Jika kalian bertanya-tanya, apakah Chi Gwang pembunuhnya, tentu saja bukan. Dia bukan pembunuhnya tapi alasannya memanipulasi bukti, sy masih belum paham.

Nanti gaes, juga bakal terungkap Chi Gwang memanipulasi bukti kasus Song Yi.. kalau ini sy paham. Ingat kan, saat Chi Gwang bilang mau memberikan Young Koon sesuatu untuk dilakukan?

Akhir episode ini juga akan bikin kalian terkejut.... ttg Soo Yeon dan catatan suap...

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment