Saturday, August 24, 2019

Watcher Ep 15 Part 1

Sebelumnya....


Episode ini diawali dengan cerita masa lalu orang tua Young Koon dan bagaimana ibu Young Koon bisa terbunuh.

Beberapa menit sebelum kejadian,, Jae Myung mengelus pipi Young Koon yang sudah tertidur. Young Koon kemudian terbangun.

Young Koon : Aku ngantuk, jam berapa sekarang.

Jae Myung : Maaf, tidurlah lagi anakku.


Jae Myung beranjak ke pintu. Tepat saat itu, istrinya masuk dan tanya apa yang mau ia lakukan.

Jae Myung : Aku akan menyelesaikannya, jadi jangan khawatir.

"Sikapmu belakangan ini aneh, bicaralah padaku."

"Akan kuurus ini. Keluar dulu dari sini. Kita bicara diluar."

Young Koon melihat orang tuanya bicara, tapi karena mengantuk, ia kembali tidur.


Jae Myung dan istrinya keluar. Jae Myung menyimpan pistolnya di loteng kamar mandi. Sang istri menatapnya cemas dan meminta ia menyerahkan diri. Tapi Jae Myung bilang, mereka harus punya kartu yang bisa melindungi mereka.


Jae Myung lantas menatap istrinya dan minta sang istri mempercayainya.

Jae Myung : Semua ini salahku. Aku harus menyelesaikannya sendiri.

"Aku tahu kau berusaha melakukan hal yang benar, tapi....

"Aku ingin melindungimu dan Young Koon. Percaya padaku."


Jae Myung lantas memakai jaketnya dan minta istrinya tidak menghubungi siapapun.

Jae Myung : Langsung pergi ke ibumu pagi ini. Jangan buka pintu untuk siapapun sampai aku kembali.

Jae Myung kemudian memeluk istrinya. Setelah itu, ia beranjak pergi. Sang istri melihat kepergiannya.


Young Koon keluar dari kamar dan mendengar suara pintu ditutup.

Young Koon : Itu ayah?

Sang ibu mengiyakan.

Young Koon yang masih mengantuk itu, lalu pergi ke kamar mandi sambil mengusap-ngusap matanya.


Tak lama kemudian, seseorang menggedor pintunya.

"Hyun Kyung, ini aku. Buka pintunya."

Dia Hae Ryong! Hyun Kyung ke pintu dan mengintip keluar. Tapi sesuai pesan Jae Myung, ia tidak membuka pintu.


Hyun Kyung lantas menjauhi pintu dan meraih ponselnya. Tapi belum sempat membuat panggilan, Hae Ryong masuk ke rumahnya.

Hae Ryong : Aku pikir kau sudah tidur. Jae Myung Hyung dalam masalah besar.

Hyun Kyung masih kaget Hae Ryong tahu kunci pintunya. Hae Ryong berdalih, tahu kuncinya dari Jae Myung. Hae Ryong kemudian tanya, apa Jae Myung menghubungi Hyun Kyung. Hyun Kyung menggeleng.

Hae Ryong yang tidak percaya Jae Myung tidak ada, memeriksa ke kamar.

Hyun Kyung ke dapur, mengambil pisau.

Hae Ryong : Aku rasa dia mengambil sesuatu milik korban. Aku bisa memperbaikinya sekarang tapi tidak ada waktu lagi. Dia tidak di rumah?

Hyun Kyung menggeleng.

Hae Ryong celingak celinguk ke sekelilingnya.

Hae Ryong : Dia tidak menjawab ponselnya. Bisakah kupinjam ponselmu....

"Keluar dari rumahku sekarang! Jangan sentuh kami!" ucap Hyun Kyung sambil menodongkan pisau ke Hae Ryong.

Tepat saat itu, Young Koon keluar dari kamar mandi dan kaget melihat ibunya mengancam pria asing dengan pisau.

Hae Ryong lantas mendesak Hyun Kyung ke dinding dan berusaha mengambil pisau itu. Tapi saat pisau sudah berhasil ia rebut, ia tidak sengaja menusuk Hyun Kyung.

Young Koon terkejut melihatnya.


Hyun Kyung langsung jatuh. Sambil menekan lukanya, Hyun Kyung minta pada Hae Ryong tidak menyakiti Young Koon.

Young Koon yang ketakutan, langsung masuk ke kamar mandi dan bersembunyi di bathup.

Hyun Kyung tewas. Hae Ryong syok setelah memastikannya.


Setelah Hyun Kyung tewas, Hae Ryong pun ke kamar mandi dan melihat Young Koon dibalik tirai bathup.

Hae Ryong : Lupakan kalau kau melihatku jika tidak mau bernasib sama seperti ibumu.

Hae Ryong kemudian beranjak keluar.


Saat mau pergi dari rumah Jae Myung, telepon rumah berbunyi.

Hae Ryong melepas jaketnya dan mengangkat gagang telepon dengan jaketnya sebagai alas agar sidik jarinya tidak tinggal.

Telepon dari Chi Gwang. Chi Gwang menelpon Jae Myung dari telepon umum di seberang rumah Jae Myung.

Chi Gwang : Aku tahu kau disana. Aku percaya padamu, lalu orang lain terluka. Aku pastikan kau akan membayar dosamu.

Hae Ryong menutup teleponnya dan beranjak pergi.


Setelah mendengar Hae Ryong benar-benar pergi, barulah Young Koon keluar dari kamar mandi.

Young Koon yang saat itu masih kecil, hanya bisa menangis sambil teriak membangunkan ibunya.

Darah sang ibu mengalir ke kakinya.


Tiba2, Young Koon mendengar suara pintu yang dibuka lagi. Takut, Young Koon kembali ke kamar mandi. Chi Gwang masuk sambil memegang pistolnya.


Young Koon menatap marah Hae Ryong.

Young Koon : Sekarang semuanya jelas. Aku ingat semuanya.

Hae Ryong nampak tegang. Dia terus memegang putrinya.

Young Koon lalu menatap Yoon Ji. Setelah itu, ia kembali menatap tajam Hae Ryong dan beranjak keluar.


Young Koon menunggu Hae Ryong diluar. Tak lama, istri Young Koon datang membawakannya camilan buah.

Hae Ryong menidurkan putrinya. Setelah putrinya tidur, ia pun beranjak keluar.


Hae Ryong menghampiri Young Koon. Istrinya keluar, membawakan minuman.

"Sudah berapa lama kerja dengannya?"

"Kami tidak berada di departemen yang sama." jawab Young Koon.

Hae Ryong mengajak Young Koon bicara diluar tapi Young Koon bilang ia suka disana.

Hae Ryong yang semakin tegang lantas menyuruh istrinya membeli beberapa bir.


Setelah istri Hae Ryong pergi, Young Koon meminta Hae Ryong menyerahkan diri. Hae Ryong beranjak ke kamar putrinya dan memastikan putrinya sudah benar-benar tidur.

Setelah itu, ia kembali menghampiri Young Koon. Hae Ryong kemudian duduk.

Young Koon : Bukankah kau ingin menjadi ayah yang baik bagi putrimu?

Hae Ryong : Kau tidak merekamku?

Kesal, Young Koon mengeluarkan ponselnya dan meletakkannya di meja.

Young Koon : Aku berpikir untuk menyeretmu ke suatu tempat dan membuatmu mengaku. Tapi pengakuan yang dipaksa tidak bisa digunakan. Jadi aku berpikir, lebih baik membunuhmu saja dan datang kesini. Tapi kemudian, aku melihat Yoon Ji. 'Kau teman ayahku, kan?' Dia menyapaku. Aku tidak mau dia bernasib sama denganku.

Hae Ryong terdiam dan menatap Young Koon.


Young Koon : Aku bertemu putri sulungmu siang ini. Ji Won. Dia tidak mau diingat sebagai gadis yang penuh luka dari masa lalunya jadi dia menjalani hidupnya sepenuhnya. Jadi kenapa kau begini.

"Ji Gil Soo. Dia pantas mati. Orang-orang yang membiarkan penjahat itu bebas setelah menjalani hukuman hanya satu tahun, adalah penjahat. Jari putriku putus. Apa kau bisa menahan diri?" jawab Hae Ryong penuh kemarahan.

"Lalu bagaimana ibuku?

Hae Ryong terdiam dan menundukkan kepalanya.


Tae Joo menemui Si Young. Si Young mengaku, ia tadinya bertanya-tanya siapa yang mengunjunginya selarut itu.

Tae Joo : Apa yang kau dan Young Koon bicarakan?

Si Young : Kami membahas kriminal yang Hae Ryong dan aku tangkap. Orang yang ditemukan di Sungil Eco Park ...

Tae Joo : Ji Gil Soo.

Si Young : Dia bertanya padaku, apa aku mematahkan jarinya saat menangkapnya. Aku bilang iya.

Tae Joo menghela napas dan bergegas pergi.


Si Young : Karena itu kau datang jauh-jauh kesini menemuiku? Apa yang mau dia lakukan dengan kasus itu?

Tae Joo : Alasan kenapa seseorang menjadi Kura-Kura karena Ji Gil Soo.

Si Young kaget. Tae Joo pun bergegas pergi.


Tae Joo menuruni tangga sambil menghubungi Chi Gwang.

Chi Gwang sendiri di rumah Young Koon.

Tae Joo : Kau benar.

Chi Gwang : Sudah kuduga. Young Koon tidak di rumah. Hae Ryong juga tidak menjawab ponselnya. Mereka pasti bersama.

Tae Joo cemas, ia takut Young Koon dalam masalah.


Chi Gwang kemudian memutus panggilannya dan menemukan notifikasi pemberitahuan kedatangan surat dari Jae Myung.

Chi Gwang mengambilnya dan bergegas pergi.


Hae Ryong mengaku, bukan keputusan mudah baginya tidak membunuh Young Koon saat itu karena Young Koon sudah melihat wajahnya.

"Sangat menarik."

"Setiap kali aku melihatmu, aku takut. Aku bertanya-tanya, apa kau megenaliku? Apa kau melakukan itu karena aku? Tapi aku tidak pernah menyentuhmu."

Young Koon berkata, Hae Ryong harusnya membunuhnya saja malam itu. Menurutnya, itu akan lebih baik.

"Aku menembak Kim Kang Wook! Untuk menyelamatkanmu.  Tetapi tetap saja, aku tidak bisa membunuhmu. Ibumu...."

Hae Ryong ingin menangis.

Hae Ryong : Itu salahku. setelah kejadian itu, aku dihantui rasa bersalah.

Young Koon : Kim Kang Wook, Park Chan Hee, Jang Hae Ryong. Bukankah kalian semua anggota Pasukan Kejahatan Khusus?

Hae Ryong : Kau membahas Kura-Kura? Mereka ada dimana-mana, tidak hanya di Seyang. Seandainya aku tahu mereka adalah Kura-Kura, menurutmu aku akan membuat mereka tetap dekat denganku?


Young Koon berdiri.

"Kita bisa bicara lebih banyak di ruang interogasi."

Hae Ryong berdiri.

"Kim Young Koon! Aku tidak bisa membiarkan putriku hidup sebagai putri pembunuh. Kau harus paham perasaanku."

"Lalu bagaimana denganku? Kau menghancurkan keluargaku namun kau masih mengoceh tentang keluargamu? Menurutmu bagaimana perasaanku?"

"Aku hanya alat! Aku sangat marah putriku dilukai, jadi aku bersedia melakukan apa saja yang mereka suruh! Jang Society, kau mau menangkap mereka?  Aku akan membantumu. Aku telah membantumu sampai sekarang. Aku akan memberimu kompensasi. Kita tangkap mereka bersama. Young Koon-ah..."


Hae Ryong memohon. Ia memegang tangan Young Koon.

Hae Ryong : Tolong beri aku... tidak. Beri satu kesempatan bagi keluargaku.

Young Koon : Serahkan dirimu.

Hae Ryong : Aku tidak bisa melakukannya.


Young Koon marah. Tepat disaat dia sudah tidak bisa menahan diri, istri Hae Ryong datang.

Young Koon lantas memegang kedua bahu Hae Ryong.

Young Koon : Kau membuat keputusan yang bijaksana. Sekarang, aku akan berhenti mengkhawatirkan anak-anakmu dan membunuhmu atau menempatkanmu di balik jeruji besi.


Young Koon kemudian minta maaf pada istri Hae Ryong karena sudah membuat kekacauan.

Sebelum pergi, Young Koon menanyakan sumber kemanusiaan.

Hae Ryong : Mereka tidak manusiawi. Aku ingin tahu  mengapa mereka berpikir mereka berbeda dari binatang.

Young Koon : Tanyakan pada dirimu sendiri jika kau benar-benar manusia.

Setelah Young Koon pergi, Hae Ryong ditatap istrinya cemas. Hae Ryong pun berkata kalau dia baik-baik saja dan beranjak ke kamarnya.


Di kantor, Soo Yeon yang berhasil melacak keberadaan mobil Young Koon, lekas menghubungi Chi Gwang. Soo Yeon bilang, mobil Young Koon ada di rumah Hae Ryong.

Bersambung ke part 2...

No comments:

Post a Comment