The Promise Ep 65 Part 2

Sebelumnya...


Geum Bong pergi kencan buta. Ia menemui teman kencannya di kafe.

Begitu sampai, Geum Bong memasang wajah jutek. Pria itu kemudian bertanya, kenapa Geum Bong memasang wajah seperti itu.

Geum Bong : Karena aku punya pacar. Keluargaku benar-benar membencinya. Kami seperti Romeo dan Juliet.

"Jadi sebenarnya kau tidak ingin datang kesini?"

"Aku dipaksa datang."

"Romeo dan Juliet... Tapi kisah cinta yang tragis seperti itu tidak begitu hebat di zaman sekarang ini. Kenapa kita tidak mencoba untuk mengubahnya menjadi komedi?"

"Apa?"

"Aku lapar. Ayo pesan. Karena kau terlambat, aku yang bayar. Inilah kenapa aku mencari uang."


Se Gwang greget karena tak bisa menghubungi Geum Bong..

Se Gwang : Bong-ah, apa kau serius pergi kencan buta?


Se Gwang akhirnya ke rumah Geum Bong tapi ia hanya berdiri di depan rumah saja.

Tak lama, Geum Bong pulang diantar pria itu. Se Gwang langsung sewot dan menarik Geum Bong ke sisinya. Se Gwang pun mengatakan pada pria itu kalau Geum Bong miliknya. Pria itu membalas kata2 Se Gwang dengan santai. Ia bilang, ia tahu karena Geum Bong memberitahunya.

Pria itu kemudian berkata, bahwa ia jatuh cinta pada Geum Bong saat pertama kali melihat Geum Bong.

Se Gwang makin sewot.

Pria itu kemudian pamit dan berkata akan menelpon Geum Bong nanti.


Se Gwang : Bong-ah, mengapa kau membiarkan dia mengantarmu pulang? Apakah kau memberinya nomor teleponmu?

Geum Bong : Aku harus menunjukkan bahwa aku melakukan yang terbaik untuk membuat ibu ku diam. Kenapa kau bertingkah seperti anak kecil?

Gwang, kau tidak percaya padaku?

Se Gwang tambah sewot.


Se Jin menghubungi Tae Joon, mengajak Tae Joon makan malam. Se Jin bilang, akan meminta pembantu memasak makanan kesukaan Tae Joon.

Tapi Tae Joon menolak. Tae Joon bilang ia tidak bisa makan malam di rumah. Se Jin kecewa.


Usai bicara dengan Tae Joon, Se Jin dihubungi orang suruhannya yang ia suruh mengikuti Tae Joon. Orang suruhannya bilang, ia melihat Tae Joon masuk hotel.

Se Jin kaget, apa?

"Akan kukirimkan fotonya padamu."

"Hotel mana!"


Se Jin akhirnya tiba di hotel. Ia melihat foto Tae Joon dan Na Yeon masuk ke kamar hotel.


Se Jin pun marah dan bergegas ke kamar mereka. Ia mau memencet bel tapi ragu. Akhirnya, ia langsung masuk ke dalam dan melihat Tae Joon-Na Yeon main gila di ranjang.

Se Jin langsung menjerit tapi Tae Joon-Na Yeon tidak peduli terus main gila.


Ternyata, itu hanyalah khayalan Se Jin. Se Jin lantas memberanikan dirinya memencet bel. Tak lama pintu terbuka. Pintu dibuka oleh Tae Joon. Tae

Joon kaget melihat Se Jin. Se Jin marah dan menampar Tae Joon. Ia kemudian masuk dan melihat para staf serta Hwi Kyung dan Na Yeon ada di sana juga.


Ya, ternyata Na Yeon dan Tae Joon di hotel untuk rapat.

Para staf juga Hwi Kyung dan Na Yeon kaget melihat Se Jin.

Se Jin yang malu, langsung lari. Tae Joon menyusul Se Jin.


Tae Joon minta penjelasan.

Se Jin : Kalian berdua merencanakan ini, bukan? Kau merencanakan ini dengan Baek Do Hee untuk membuatku gila! Kenapa? Agar kau bisa bersama Baek Do Hee setelah aku gila!

Tae Joon : Sadarlah Jang Se Jin! Kau gila!

Se Jin : Tidak, aku waras! Kau dan Baek Do Hee yang gila! Bukan aku, kalian yang gila!

Se Jin pun pergi.


Se Jin hendak masuk mobilnya tapi Na Yeon tiba2 datang.

Na Yeon : Jang Se Jin-ssi, kau kacau lebih cepat yang dari yang kuharapkan. Seperti ini kah kau mempercayai suamimu?

Se Jin : Apa?

Na Yeon : Rapat kami berantakan karena dirimu. Besok, semua orang akan tahu bahwa kau menderita gangguan delusi karena cemburu.

Se Jin : Kau tidak tahu apa-apa!  Kaulah yang melakukan ini padaku. Aku tidak akan pernah memaafkanmu.

Na Yeon : Betapa lucunya. Memangnya apa yang kulakukan padamu? Menyalahkan siapapun yang ingin kau salahkan. Apakah itu juga merupakan gejala delusi? Menyetir lah dengan hati2.

Na Yeon beranjak pergi tapi dia balik lagi hanya untuk menyarankan Se Jin untuk pergi ke dokter.


Kesal, Se Jin langsung masuk mobilnya dan berniat menabrak Na Yeon.

Na Yeon yang tahu mau ditabrak, langsung berbalik dan menatap tajam Se Jin.

Se Jin menghentikan mobilnya tepat saat mobilnya hampir mengenai Na Yeon.

Tae Joon kemudian datang. Takut Na Yeon terluka, Tae Joon minta Se Jin membuka pintu. Se Jin yang cemburu, akhirnya beranjak pergi.


Tae Joon lantas menatap Na Yeon.


Tae Joon kembali ke rumah. Ia masuk ke kamar dan mendapati Se Jin belum pulang.

Ponselnya kemudian berdering. Telepon dari Se Jin. Ia pun buru2 menjawabnya.

Tae Joon : Se Jin, dimana kau?

"Aku supir pengganti. Wanita itu sangat mabuk, jadi kau harus keluar. Kami diluar sekarang."

Tae Joon terkejut.


Tae Joon keluar dan membawa Se Jin masuk. Kyung Wan dan Yoo Kyung kaget melihat Se Jin.

Yoo Kyung ingin menyusul Se Jin ke atas tapi dihentikan Kyung Wan. Yoo Kyung kesal dan akhirnya pergi ke kamarnya.


Kyung Wan duduk di sofa ruang keluarga dan memikirkan kata2 dewan direksi soal kinerja Se Jin yang buruk.


Tae Joon membaringkan Se Jin di kasur.

Se Jin : Menurutmu aku menyedihkan?

Tae Joon : Jang Se Jin...

Se Jin : Meskipun aku mabuk, aku masih bisa mendengar. Bicaralah.

Tae Joon : Kau yakin kau hamil? Bagaimana seseorang yang hamil dapat minum begitu banyak?

Se Jin pun akhirnya bangun dan mengatakan kalau dia bohong.


Tae Joon memegang tangan Se Jin dan mengajak Se Jin ke psikiater.

Se Jin marah. Tae Joon yang lelah dengan sikap Se Jin, akhirnya keluar.


Se Jin yang takut Tae Joon pergi, mencoba mengejar Tae Joon tapi dia malah jatuh.

Se Jin kemudian menangis.


Tae Joon mendengar tangisan Se Jin, tak lama setelah itu, ia beranjak pergi.


Hwi Kyung duduk di meja bar. Ia mendengar pertengkaran Se Jin dan Tae Joon.


Hwi Kyung lantas ke kamarnya dan mengambil cincin yang dulu ia beli dan akan ia gunakan untuk melamar Do Hee.


Sementara itu, Na Yeon masih di kantor, sedang berbicara dengan orang suruhan Se Jin.

"Sebelum aku mengirim foto ke Ms. Jang Sejin, aku akan selalu mengirimkannya kepada Anda terlebih dahulu, seperti hari ini.  Dan aku akan terus membuntuti Tuan Kang Tae Joon."

"Terima kasih."


Tak lama, Na Yeon dikejutkan dengan kemunculan Hwi Kyung. Hwi Kyung bilang ingin mengatakan sesuatu.

Na Yeon : Haruskah aku gugup sekarang?

Hwi Kyung : Akulah yang gugup, jadi kau bisa santai. Datanglah padaku. Kau harus menjadi milikku.

Na Yeon sontak kaget mendengarnya.


Tepat saat itu, Tae Joon muncul dan kaget melihat keduanya.


Bersambung...

0 Comments:

Post a Comment