Friday, October 11, 2019

The Promise Ep 75 Part 1

Sebelumnya....

Gaes, di epi sebelumnya, Se Jin membuang Young Sook... tapi tenang gaes, Young Sook nya selamat kok.... Pokoknya Na Yeon lah yg jadi hero nya Young Sook..... Na Yeon ini udah feeling bakal terjadi sesuatu sama Young Sook selama dia dan Hwi Kyung pergi,, jadi dia minta tolong seseorang untuk menjaga Young Sook....


Hwi Kyung dan Na Yeon langsung berlari pulang setelah mendengar Young Sook hilang.

Hwi Kyung panic, apa yang terjadi pada ibuku!

Kyung Wan pun meminta Hwi Kyung tenang.

Kyung Wan : Maafkan aku, Hwi Kyung-ah. Kau jadi mempersingkat bulan madumu. Kami lengah.

Mendengar Kyung Wan meminta maaf, Yoo Kyung sewot.

Yoo Kyung : Memangnya kita saja menghilangkannya! Bagaimana kita bisa menghentikannya! Dia pergi atas kemauannya sendiri!

Hwi Kyung pun emosi mendengar ucapan Yoo Kyung.

Hwi Kyung : Noona!

Yoo Kyung : Sudah kubilang, ibumu tidak sehat dan perlu perawatan di rumah sakit atau panti jompo!

Hwi Kyung : Bagaimana dia bisa hilang?

Yoo Kyung :  Se Jin dan aku pergi ke kantor dan saat kami kembali, dia sudah tidak ada. Kami pikir dia keluar untuk mencari udara segar. Tapi kami belum mendengar apa pun darinya.


Na Yeon : Apakah kau memanggil polisi?

Mendengar kata 'polisi' Se Jin langsung pucat dan gugup.

Se Jin : Tae Joon melakukannya.

Tae Joon : Aku mengajukan laporan orang hilang, jadi mari kita tunggu saja sekarang.

Se Jin : Ya, paman Jangan terlalu khawatir. Aku yakin kita dapat menemukan nenek.


Saat Se Jin mengatakan itu, Yoo Kyung menatap tajam Se Jin. Sementara Hwi Kyung menatap Se Jin dengan tatapan marah dan berkata, mereka harus menemukan Young Sook.


Na Yeon : Aku akan pergi ke kantor polisi dan memeriksa rekaman pengawas di sekitar rumah. Aku yakin  kita dapat menemukan petunjuk.

Se Jin tambah gugup mendengarnya.


Hwi Kyung dan Na Yeon masuk ke kamar. Na Yeon bisa melihat kemarahan Hwi Kyung.

Na Yeon teringat saat menerima telepon di belakang Hwi Kyung, ketika mereka sedang makan siang di hotel tadi.


Flashback....

Na Yeon : Benarkah? Baiklah Tolong bawa dia ke tempat yang aku katakan.

Flashback end...


Hwi Kyung menggebrak meja. Ia tak mengerti bagaimana bisa ibunya menghilang.

Na Yeon menenangkan Hwi Kyung. Ia bilang, Young Sook sudah ada di tempat yang aman sekarang.

Hwi Kyung : Aku rasa aku tidak bisa memaafkan Se Jin.

Na Yeon : Tolong tenanglah. Akan kubawakan kau teh.


Tapi saat Na Yeon hendak keluar, Hwi Kyung berdiri dan menarik Na Yeon ke pelukannya.

Hwi Kyung : Diam sebentar. Aku tidak bisa mengucapkan terima kasih sekarang. Aku sangat malu bahwa aku tidak bisa memikirkan apa pun untuk dikatakan kepadamu.

Na Yeon hendak membalas pelukan Hwi Kyung tapi ia mengurungkan niatnya.

*Jadi mereka sudah tahu dalangnya Se Jin dan tahu Young Sook dimana.....


Tae Joon menyusul Se Jin ke kamar dan tanya kenapa Se Jin gugup dan pucat.

Se Jin : Menurutmu kenapa? Aku mencemaskan nenek.

Tae Joon : Jangan terlalu dipikirkan. Aku yakin dia tersesat di suatu tempat. Kita punya orang-orang yang bisa mencarinya, jadi tunggu saja.

Se Jin : Tae Joon-ssi, aku minta maaf tapi bisakah kau membawakanku wine? Aku pikir, aku tidak akan bisa tidur sebelum minum wine.

Tae Joon mengerti dan langsung keluar.


Di dapur, Na Yeon sedang meminum obat pencernaannya. Tae Joon kemudian datang dan terkejut bertemu Na Yeon disana.

Tae Joon pun kikuk.

Na Yeon tanya, apa Tae Joon membutuhkan sesuatu? Tae Joon ingin teh?

Tae Joon : Tidak apa-apa. Aku bisa sendiri.

Tae Joon lalu tanya, apa Na Yeon baik-baik saja? Tae Joon bilang, hal buruk terjadi usai pernikahan Na Yeon dan Hwi Kyung.

Na Yeon : Bagaimana aku bisa baik-baik saja? Aku khawatir dan terus berpikiran negatif.

Tae Joon : Selamat malam.


Tae Joon mau pergi tapi Na Yeon memberikan cemilan untuk teman minum wine Tae Joon dan Se Jin.

Tae Joon terdiam.

Na Yeon : Jangan salah paham. Aku bibimu. Dan aku melakukan semua ini sebagai bibimu.


Setelah semuanya tidur, Yoo Kyung berlari ke mobil Se Jin dan memeriksa kotak hitam Se Jin.

Ia pun terkejut mengetahui kecurigaannya benar, kalau Se Jin lah yang membuang Young Sook.


Yoo Kyung lantas mencabut memory card kotak hitam mobil Se Jin. Ia tak ingin putrinya disalahkan.


Na Yeon ada di kamar Young Sook. Ia menatap lirih serta memegang foto ibunya.

Na Yeon : Eomma, kita bertemu lagi, seperti ini.


Lalu Yoo Kyung masuk dan heran melihat Na Yeon di kamar Young Sook. Na Yeon pun berdalih, kalau ia sedag mencari petunjuk yang bisa membuat mereka menemukan Young Sook. Na Yeon lalu bertanya balik, apa Yoo Kyung juga ingin mencari petunjuk.

Yoo Kyung : Kau baru pindah har ini. Melihatmu ada di dalam kamar kosong yang bukan milikmu, membuatku tidak suka.

Yoo Kyung lantas berkata, biar dia saja yang mencari petunjuknya dan meminta Na Yeon keluar.

Na Yeon : Baiklah, Kakak Ipar.

Yoo Kyung terkejut dipanggil begitu.

Na Yeon : Aku akan memanggilmu begitu mulai sekarang. Aku ingin meninggalkan kesan yang baik. Aku akan melakukan yang terbaik.

Na Yeon lalu beranjak keluar.


Young Sook sendiri ada di rumah Do Hee. Ia duduk di meja Do Hee dan tersenyum melihat foto Sae Byeol. *Ah, masalah nih.


Sung Joo masuk, membawakan Young Sook jus. Young Sook yang sudah kembali normal pun tanya, bagaimana bisa ia berada di rumah mereka.

Sung Joo : Kau tidak ingat yang terjadi kemarin?

Young Sook : Tidak. Apa terjadi sesuatu padaku?

Sung Joo : Kenapa tidak tinggal disini dulu untuk sementara waktu? Aku akan mengurusmu.

Young Sook : Kenapa?

Sung Joo : Do Hee ku yang memintaku.

Young Sook : Dia memintanya? Benarkah?

Sung Joo : Ayo keluar. Suamiku sudah menunggu. Sarapan lah bersama kami.

Sung Joo keluar duluan. Setelah Sung Joo pergi, Young Sook pun kembali melihat foto Sae Byeol.


Paginya, Kyung Wan dan Yoo Kyung masuk ke ruang makan dan melihat Na Yeon sibuk menyiapkan sarapan. Yoo Kyung tanya, kenapa Na Yeon repot2 menyiapkan sarapan disaat mereka punya pembantu. Na Yeon tak menjawab dan kembali ke dapur.

Hwi Kyung datang dan tanya apa Kyung Wan belum mendengar kabar ibunya.

Kyung Wan : Kau pasti sangat cemas. Aku mengontak semua orang yang kutahu untuk membantu kita, jadi jangan terlalu cemas.

Hwi Kyung : Terima kasih, Kakak Ipar.

Hwi Kyung lalu mengalihkan pandangannya ke Yoo Kyung.

Hwi Kyung : Aku harus secepatnya menemukan ibuku dan mencari tahu apa yang terjadi.


Na Yeon keluar dari dapur, membawa pinggan dan menanyakan Se Jin dan Tae Joon.

Hwi Kyung : Aku tidak yakin. Aku pikir mereka sudah turun.

Na Yeon : Kalau begitu, aku akan memanggil mereka.


Na Yeon pun bergegas ke atas. Tapi saat mau mengetuk pintu kamar mereka, ia mendengar kata2 Se Jin ke Tae Joon.

Se Jin : Aku akan mendapat inseminasi buatan. Kita bisa melakukannya setelah membuat janji. Ayo kita lakukan yang terbaik.

Tae Joon : Kenapa kau terburu-buru. Jangan buru-buru.

Se Jin, apa?

Tae Joon : Jangan biarkan itu mengganggumu. Aku tidak masalah kalau kita tidak punya anak. Kita bisa hidup bahagia tanpa anak.


Mendengar itu, Se Jin marah.

Se Jin : Kau ingin hidup denganku tanpa anak, lalu menceraikanku?

Tae Joon : Kenapa kau selalu bicara omong kosong? Kau membuatku lelah pagi-pagi. Tolong berhenti.

Se Jin : Berhenti apa? Kau lah yang tidak masuk akal dan selalu bicara omong kosong!

Malas ribut dengan Se Jin, Tae Joon pun pamit.


Namun begitu keluar, ia terkejut melihat Na Yeon sudah berdiri disana.

Tae Joon : Apa hobimu sekarang menguping?

Tae Joon beranjak pergi.


Setelah Tae Joon pergi, Na Yeon masuk ke dalam dan mengajak Se Jin makan, tapi Se Jin malah kesal Na Yeon bicara informal padanya. Na Yeon berkata, ia bicara informal agar Se Jin nyaman.

Na Yeon : Turunlah. Semua menunggumu.

Na Yeon lantas keluar.

Se Jin kesal.

Se Jin : Dia berakting seperti bibiku sekarang?


Se Jin turun ke bawah disaat ayah dan ibunya, serta pamannya dan Na Yeon sudah mulai makan. Kyung Wan menanyakan Tae Joon yang tidak ikut makan bersama mereka.

Se Jin berkata, Tae Joon sudah pergi karena memiliki banyak pekerjaan.

Hwi Kyung lalu minta izin Kyung Wan, tidak ke kantor sampai ibunya ditemukan.

Hwi Kyung : Aku akan bicara dengan Pak Bae agar mengurus urusan yang mendesak.

Kyung Wan : Baiklah. Aku akan mengurus semuanya jadi jangan cemaskan apapun.


Na Yeon menatap Se Jin dan mengatakan, akan ke kantor polisi dan mengecek CCTV di sekitar rumah.

Se Jin yang takut ketahuan menawarkan diri untuk pergi ke kantor polisi menggantikan Na Yeon. Se Jin berdalih, Na Yeon baru saja pindah jadi pasti sibuk mengurus ini itu.


Yoo Kyung mendukung Se Jin.

Kyung Wan lantas menyuruh Se Jin datang ke kantor hari ini atau besok. Ia bilang, ingin bicara beberapa hal dengan Se Jin.

Yoo Kyung langsung tersenyum menatap Kyung Wan. Sedangkan Hwi Kyung menatap tajam Se Jin.


Setelah semuanya pergi, Yoo Kyung masuk ke kamar Se Jin dan mengunci pintunya. Se Jin heran melihat ibunya mengunci pintu kamarnya.

Yoo Kyung : Dimana kau tinggalkan nenekmu?

Se Jin : Kenapa kau tanyakan itu lagi?

Yoo Kyung : Aku harus tahu jadi aku bisa bersiap.

Se Jin : Aku tidak tahu. Aku tidak tahu apapun.

Yoo Kyung pun menunjukkan memory card Se Jin.

Yoo Kyung : Kau meninggalkan bukti seperti ini, jadi bagaimana bisa kau berkata begitu? Ini rekaman di mobilmu. Apa yang terjadi.


Se Jin pun mengaku, bahwa ia takut dengan mulutnya Young Sook.

Yoo Kyung : Apa maksudmu? Jelaskan.

Se Jin : Yoon Ae temanmu, kan?

Yoo Kyung : Kau melakukan ini karena perkataan nenekmu? Kau melakukannya karena kata-katanya yang gila?

Se Jin : Apa ayah dan Yoon Ae punya seorang putri?

Yoo Kyung terkejut dengan pertanyaan Se Jin.


Se Jin : Dia seusia denganku, tapi dia mati muda. Ada satu orang yang kupikirkan.

Yoo Kyung : Omong kosong!

Se Jin : Kau tahu apa yang kubicarakan, jadi kurasa itu benar. Lee Na Yeon. Apa Lee Na Yeon putri ayah!

Yoo Kyung : Bukan. Berhentilah berhalusinasi.

Se Jin : Kuharap aku salah tapi wajahmu mengatakan iya.

Yoo Kyung : Dimana nenekmu? Dimana kau membuangnya?

Se Jin : Aku membuangnya! Aku ingin membantumu dan melindungi diriku, jadi aku meninggalkannya di suatu tempat.

Yoo Kyung : Dimana?


Setelah mengetahui dimana Se Jin meninggalkan Young Sook, Yoo Kyung bergegas mencari Young Sook tapi lantaran tak berhasil menemukan Young Sook, ia minta bantuan orang suruhannya.


Sementara itu, Hwi Kyung dan Na Yeon ke rumah Do Hee.

Hwi Kyung lega ibunya baik2 saja.

Young Sook tanya, darimana mereka tahu ia disana.

Young Sook : Kau mengenal Dong Jin dan Sung Joo?

Hwi Kyung pun memberitahu ibunya kalau itu rumahh Do Hee.

Young Sook : Oh, benar. Aku tidur di kamar Do Hee semalam.

Young Sook lantas berterima kasih pada Na Yeon, juga minta maaf karena membuat Na Yeon tidur di tempat lain.

Na Yeon tanya, apa Young Sook suka kamarnya.

Young Sook : Tentu saja. Aku tidur seperti bayi. Kamarmu sangat nyaman.

Na Yeon : Ikutlah denganku. Akan kutunjukkan beberapa hal agar kau terbiasa.

Young Sook : Seperti Dong Jin Oppa dan Sung Joo, kau sangat baik Do Hee-ya.

Na Yeon : Menantu. Aku menantumu.

Young Sook : Benar, kau menantuku.

Na Yeon lalu membawa Young Sook ke kamar Do Hee.


Hwi Kyung menghela nafas. Melihat itu, Sung Joo menjelaskan, kalau kesehatan Young Sook semakin memburuk karena syok setelah apa yang terjadi kemarin.

Lalu Dong Jin datang dan mengajak Hwi Kyung bicara.


Dong Jin mengajak Hwi Kyung bicara di ruangannya.

Dong Jin meminta Hwi Kyung membiarkan Young Sook tinggal bersamanya dulu untuk sementara.

Dong Jin : Itu yang diinginkan ibumu.

Hwi Kyung yang takut merepotkan, memutuskan membawa ibunya pulang.

Sung Joo masuk dan meminta Hwi Kyung mendengarkan Dong Jin. Sung Joo juga bilang, jika demensia Young Sook kambuh, ia bisa memanggil dokter Young Sook.


Sung Joo : Juga, jangan biarkan keluargamu tahu dia disini.

Dong Jin sedikit terkejut dengan ketulusan istrinya.


Di kamarnya, Na Yeon menanyakan rahasia yang diceritakan Young Sook ke Yoon Ae, di hari kematian Yoon Ae.

Young Sook yang takut dibuang lagi, enggan mengatakannya. Tapi Na Yeon berjanji akan melindungi Young Sook.

Young Sook : Wanita itu memisahkan ayah dan anak.


Na Yeon kaget mendengarnya tapi saat ingin mendengar jawaban Young Sook lebih lanjut, Hwi Kyung masuk.

"Sekarang kau sudah menjadi sahabat terbaiknya dan meninggalkanku?" tanya Hwi Kyung ke ibunya.

Mendengar itu, Na Yeon tersenyum dan bergegas meninggalkan mereka.


Hwi Kyung : Ibu, kau tidak apa-apa disini sendiri?

Young Sook : Aku suka disini. Hwi Kyung-ah, mau hadiah?

Hwi Kyung : Apa?


Young Sook pun mengeluarkan foto Sae Byeol di sakunya dan memberikannya ke Hwi Kyung.

Sontak Hwi Kyung kaget melihatnya.

Hwi Kyung : Dimana kau mendapatkan ini?

Young Sook : Di lacinya Do Hee. Bukankah Do Hee manis sekali saat kecil? Aku menyimpannya untuk diberikan padamu.

Hwi Kyung terdiam dan mulai curiga lagi kalau Do Hee yang sekarang adalah Na Yeon.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment