Skip to main content

Graceful Family Ep 5 Part 4

Sebelumnya...


NewsPatch melakukan wawancara ekslusif dengann Seok Hee.

Gwang Mi : Halo, ini wawancara eksklusif NewsPatch. Kami mengundang seorang tamu, Mo Seok Hee,  yang baru-baru ini mewarisi semua aset dari Pimpinan Senior MC Grup dan menjadi pemegang saham mayoritas sekaligus calon CEO MC Distribution.

Seok Hee : Halo, aku Mo Seok Hee.


Gwang Mi : Kita siaran langsung melalui internet. Pemirsa kita sangat tertarik. Jumlah penonton meningkatdengan luar biasa.

Seok Hee : Terima kasih untuk semua perhatiannya.

Gwang Mi : Seok Hee, kau tidak aktif di Korea dan orang yang misterius. Kau menjadi wanita terkaya ketiga di Korea begitu kau kembali ke dari Amerika setalah 15 tahun.

Seok Hee : Itu sebabnya aku pikir mungkin ada beberapa kesalahpahaman.

Gwang Mi : Ya, kudengar kau membayar pajak hadiah senilai 800 miliar dolar secara langsung.

Seok Hee : Di mana ada keuntungan, pasti ada pajak. Itu hal yang wajar untuk dilakukan. Pimpinan Senior sebelumnya, Mo Wang Pyo, jujur dan sederhana. Akan kulanjutkan filosofi bisnisnya yang menghormati orang. Aku akan bekerja dengan adil.

"Cut! Baik, itu bagus." teriak Boo Ki yang bertugas merekam Seok Hee.


Gwang Mi : Terima kasih sudah memenuhi janjimu untuk wawancara eksklusif. Aku sangat senang dengan jumlah penontonnya dan reaksi yang kita dapatkan!

Seok Hee : Kau harus berterima kasih pada pangacaraku.


Boo Ki lalu berkata, Seok Hee sangat cantik jika dilihat secara langsung.

Seok Hee tersenyum, lalu mengajak Boo Ki bicara berdua. Boo Ki sontak kaget.


Gwang Mi dan Yoon Do pergi keluar.

Gwang Mi :  Pengacara Heo, terima kasih. Tapi kau sungguh tidak mengenaliku?

Yoon Do : Astaga. Aku sudah bilang, aku tidak tahu.

Gwang Mi : Tidak, tidak. Aku mencium sesuatu. Baunya seperti ingatan yang sangat lama. Kita pasti pernah bertemu sebelumnya.

Takut identitasnya terbongkar,, Yoon Do langsung pergi.

Gwang Mi terus mengoceh sambil memejamkan matanya. Begitu ia membuka mata, ia kaget melihat Yoon Do sudah pergi.


Seok Hee dan Boo Ki bicara empat mata.

Seok Hee : Aku menikmati artikelmu tentang kisah rahasia keluarga MC Grup.

Boo Ki : Bagaimana kau bisa membaca itu? Artikel itu sudah dihapus.

Seok Hee : Aku beruntung. Aku membacanya tepat setelah diunggah.

Boo Ki : Artikel itu menghilang. Aku dipecat karena artikel itu  dan sejak itu bekerja di sini.

Seok Hee : Akulah satu-satunya yang berkomentar.

Boo Ki : Dengan ID pengguna, Titanium Mental?

Seok Hee : Ya. Aku mengikuti semua akun media sosialmu. Oh tidak, kurasa kita akan sering bertemu.

Seok Hee mengajak Boo Ki berjabat tangan.


Sekarang, Seok Hee dan Yoon Do sudah di jalan. Seok Hee sedang membaca artikelnya di internet.

Seok Hee : NewsPatch cepat juga. Ada artikel yang diterbitkan oleh media lain.Mayoritas mereka menguntungkan untukku. Tidak buruk.

Yoon Do : Kau membicarakan apa dengan Pak Kim?

Seok Hee : Tentang artikel yang dihapus... Dia yang menulisnya. Dia orang penting yang akan sering kita temui.


TOP disibukkan dengan artikel wawancara Seok Hee dan NewsPatch.

Kyung A : Belum ada konfirmasi. Reporter Kim? Kau tidak bisa menulis artikel  apa pun yang kau inginkan. Halo! Halo!

Kyung A kesal.

Kyung A : Beraninya mereka menggunakan pers disaat rapat pemegang saham bahkan belum terjadi!


Mereka lalu membaca artikel itu.

"Cinderella telah muncul"
"Cucu tersembunyi dari MC Grup telah datang"
"Pemimpin baru yang cantik dan cerdas"
"Apakah perang saham MC Grup berakhir?"

Joo Young : Artikel dari banyak tempat muncul setelah artikel Newspatch.

Kyung A : Mari kita mulai pembalasan kita.

Je Kook : Tunjukkan padaku analisis soal preferensi pemegang saham kita.


Joo Young : Lebih dari 50% pemegang saham kita konservatif.

Je Kook : Kita harus menulis artikel yang disesuaikan untuk mereka.

Kyung A : Aku akan mengungkapkan berapa banyak yang dia habiskan untuk kelab di New York. Judulnya adalah, "Mo Seok-hee, si Maniak Pesta."

Je Kook : Kita juga memiliki laporan anonim. Dan dia juga menghadiri pertemuan  yang mendukung pernikahan sesama jenis, bukan?

Kyung A : Ya.


Je Kook : Kita akan membuat pemegang saham konservatif tidak dapat mempercayai Seok Hee sebagai CEO, mengerti?Tapi, kita akan menyerangnya dengan artikel itu pada hari rapat umum pemegang saham.

Kyung A dan Joo Young kaget.

Je Kook tersenyum licik dan berkata, ia punya alasan.


Di kamar Seok Hee, Yoon Do sedang mem-print sesuatu.

Seok Hee yang habis mandi, kemudian keluar dan menghampiri Yoon Do.

Seok Hee : Kau siap?

Yoon Do memberikan artikel yang dicetaknya. Seok Hee membacanya.

Seok Hee : Aku, Mo Seok Hee. Sejak kecil, aku belajar di Amerika untuk tumbuh menjadi bakat global. Aku bersikap baik. Aku memiliki perilaku yang baik dan memiliki wawasan global.

Seok Hee lalu menyebut keterampilan menulis Yoon Do sangat buruk.

Seok Hee : Seperti inilah pidato. Kau tidak tahu apa pun. Tidak, ini bukan gayaku.

Yoon Do : Lakukan yang kau inginkan. Lakukanlah dengan gaya Mo Seok Hee.

Seok Hee : Mari menikmati hari ini seolah kita akan mati besok. Karena hidup itu sangat pendek. Bagaimana menurutmu?


Yoon Do : Apa kau sangat ingin mengacaukan semuanya?

Seok Hee : Tidak, aku serius. Lebih baik daripada berpura-pura rendah hati dan keren.

Yoon Do : Aku juga suka Mo Seok Hee yang jujur dan berani.

Seok Hee : Tapi itu bisa menjadi kekurangan di Korea.

Yoon Do : Tidak perlu transparan. Bukankah kau bilang kepala bukan untuk aksesoris.

Seok Hee kemudian membaca tulisan Yoon Do lagi.


Paginya, Seok Hee sarapan bersama keluarganya.

Wan Soo : Kudengar rapat umum pemegang sahamnya digelar hari ini. Selamat ya.

Seok Hee : Apa kau tulus?

Wan Soo : Tentu saja! Apa hanya aku yang menyelamatimu dengan tulus untukmu di sini?


Soo Jin : Kak Wan Soo, sepertinya kau tidak tahu apa-apa.

Wan Soo : Apa maksudmu?

Wan Joon : Tutup mulut bodohmu itu.

Wan Soo : Apa yang dia katakan?

Seo Jin : Kurasa dia mengatakan hal buruk tentangmu.


Seok Hee : Aku penasaran apa bersikap tidak sopan sifat keturunan ibu tiriku.

Wan Soo : Kenapa kalian berbicara Bahasa Spanyol sepagi ini?

Seo Jin : Kak, kurasa itu Bahasa Jerman.

Wan Soo : Apa? Itu Bahasa Jerman? Omong-omong, Seok Hee. Jika kau diangkat sebagai CEO hari ini, tolong investasikan banyak uang ke dalam seni dan budaya. Aku akan mengandalkanmu.

Seo Jin : Kau pasti senang menjadi yang memimpin. Kakek hanya menyukaimu.


Seok Hee meminum jusnya. Pembantu langsung menatap jus yang diminum Seok Hee.

Usai minum jusnya, Seok Hee lalu pamit.


Seok Hee keluar dan melihat razia di dekat rumahnya.


Rapat umum dimulai, tapi Seok Hee belum juga datang.

Cemas, Pengacara Yoon menyuruh Yoon Do menghubungi Seok Hee tapi tidak dijawab.

Tak lama, artikel tentang Seok Hee yang ditangkap atas kasus DUI keluar.

Sontak, para dewan direksi kaget melihatnya dan langsung menentang penunjukan Seok Hee sebagai CEO.


Di ruangannya Je Kook melihat apa yang terjadi di ruang rapat.

Setelah itu, ia melihat apa yang terjadi pada Seok Hee di jalan.


Ya, Seok Hee diberhentikan polisi.

Seok Hee hanya bisa terdiam. Kamera lalu menyorot tangannya yang ia kepalkan, pertanda ia sangat kesal.


Bersambung...

Comments

Post a Comment

Popular posts from this blog

I Have a Lover Ep 50

Sebelumnya.... “Aku rasa aku jatuh cinta lagi padamu.” Ucap Jin Eon begitu Hae Gang menghampirinya. “Aku sudah tahu.” jawab Hae Gang. “Berikan tasmu.” Pinta Jin Eon. “Tidak mau, tas melambangkan harga diri seorang wanita.” Jawab Hae Gang. “Berikan padaku. Tas wanitaku melambangkan harga diriku.” ucap Jin Eon. Hae Gang pun tersenyum, lalu memberikan tas alias keranjangnya yang berisi peralatan mandi pada Jin Eon. Jin Eon kemudian menyuruh Hae Gang menggandeng lengannya. Hae Gang pun menggandeng lengan Jin Eon, dan selanjutnya keduanya beranjak pergi menuju sauna dengan senyum terkembang. “Kau akan memakai itu?” tanya Hae Gang saat melihat Jin Eon sedang memilih2 baju sauna. “Aku pernah memakainya dulu.” Jawab Jin Eon. “Tak bisa kubayangkan…” dan Hae Gang pun tersenyum geli, “… tapi entah bagaimana tampaknya akan lucu.” “Awas ya kalau kau jatuh cinta padaku.” Ucap Jin Eon.   Ajumma penjaga sauna kemudian memberitahu bahwa Jin Eon...

I Have a Lover Ep 29 Part 2

Sebelumnya... Seok sedang galau di kamar yang dulu ditempati Hae Gang. Tak lama kemudian, sang ayah datang. Seok mengaku bahwa mungkin dia harus keluar dari rumah untuk sementara waktu karena ia tidak bisa mengendalikan dirinya. “Berusaha melupakan dengan putus asa akan membuatmu bertambah putus asa. Tidak bisakah putus asamu berkurang sedikit?” tanya sang ayah. “Aku punya penyesalan. Aku menyesal dan itu membuatku gila. Aku seharusnya menikahinya saat kau menyuruhku tahun lalu. Maka dengan begitu, dia akan berada di sampingku selamanya. Setidaknya, aku bisa mengatakan padanya untuk tinggal, untuk memohon padanya untuk tinggal. Aku rasa aku tidak bisa melepaskannya. Aku rasa tidak bisa membiarkan itu terjadi. Aku rasa aku tidak akan pernah bisa melepaskannya.” Jawab Seok. “Hanya kau menahan seseorang, hanya karena kau menyukainya, itu hanya akan membuat tanganmu sakit.   Tanpa bisa merasakan kehangatan, kau akan berteriak kesakitan. Itu sebabnya cinta bertepuk sebelah ...

I Have a Lover Ep 17 Part 2

Sebelumnya <<< Hae Gang di rumah sakit, menunggui Moon Tae Joon yang sedang di operasi. Wajahnya tampak cemas. Tak lama kemudian, Jin Eon datang. Dua staf keamanan Jin Eon yang sudah duluan tiba di sana, langsung menemui Jin Eon begitu Jin Eon datang. "Bagaimana dengan Moon Tae Joon?" tanya Jin Eon. "Dia sedang di operasi." jawab salah satu staf keamanan Jin Eon. "Lalu Do Hae... ah, maksudku Nona Dokgo Yong Gi?" tanya Jin Eon. "Dia menunggu di depan ruang operasi." jawab staf keamanan itu lagi. "Kau sudah mendapatkan nomor platnya?" tanya Jin Eon. "Sudah." Staf keamanan Jin Eon pun memberikan nomor plat kendaraan yang menabrak Tae Joon pada Jin Eon. Jin Eon menatap nomor plat itu dengan wajah cemas. Ia lalu menyusul Hae Gang ke ruang operasi. Keluarga Moon Tae Joon menyalahkan Hae Gang atas kecelakaan yang menimpa Tae Joon. Kakak Tae Joon berkata, jika saja Tae Joon mendengarkannya untuk m...