Monday, November 18, 2019

Graceful Family Ep 6 Part 3

Sebelumnya...


Sesuai rencana Je Kook, Wang Pyo dan Seok Hee mengadakan pertemuan dewan direksi di rumahnya.

Wang Pyo pun menunjukkan catatan medis sindrom auto brewery Seok Hee.

Wang Pyo : Putraku yang brengsek, mencoba menggunakan kondisi Seok Hee ku sebagai alasan untuk mendiskualifikasi dirinya. Sangat memalukan. Aku sangat malu.

Seok Hee : Seperti yang ditunjukkan dalam komentar dokter, selama aku mengontrol dietku, itu tidak akan memengaruhi keseharianku.


Wang Pyo lalu menatap Seok Hee. Seok Hee mengerti dan langsung menyuruh Yoon Do membagikan proposal proyeknya.

Yoon Do pun langsung membagikan proposal Seok Hee.

Seok Hee : Menurutku seperti inilah MC Grup harus melanjutkan ke depannya.


Wang Pyo menatap bangga Seok Hee.

Yoon Do kemudian membagikan dokumen lain.

Yoon Do : Dan dokumen tambahan di belakang adalah sebagai bukti ijazah Nona Seok Hee dari Sekolah Bisnis Stern Universitas New York. Bahkan ada artikel yang diterbitkan hari ini bahwa dia lulus dengan pujian.

Wang Pyo : Baiklah. Sekarang, mari kita bersantai dan menikmati makan malam sambil mendengarkan Seok Hee membagikan ide-idenya. Seok Hee tidak boleh membuat kesalahan lagi.


Wang Pyo lantas menatap piringnya.

Wang Pyo : Jadi menunya adalah daging. Harap maklum.


Di ruangannya, Je Kook merilekskan badannya dengan bersender di kursi dan memejamkan mata.


Makan malam Wang Pyo, Seok Hee dan dewan direksi dimulai.


Je Kook masih memejamkan matanya dan mengingat penjelasan Dokter Hwang soal kondisi Wang Pyo.

Dokter Hwang : Kondisi Pimpinan Senior sangat serius.

Je Kook : Bisakah kau jelaskan lebih spesifik?

Dokter Hwang : Beliau sangat tua dan tulang punggungnya juga sangat lemah. Jika sistem saraf simpatiknya distimulasi, maka hal itu dapat menyebabkan syok.


Salah satu direktur berkata, saus yg menyirami dagingnya sangat lezat.

Seok Hee juga memuji rasanya dan tanya ke pelayan, saus apa itu?

"Ini saus almond mentah." jawab Kepala Pelayan.


Seok Hee lantas menatap kakeknya.

Seok Hee : Kakek, bersantailah dan makan yang banyak.


Kepala Pelayan menuangkan saus ke piring Wang Pyo.

Wang Pyo : Tuang sedikit lagi.

Wang Pyo kembali makan.

Wang Pyo : Enak.


Sementara itu, si Kepala Pelayan diam-diam mengirimkan pesan ke Je Kook.

"Mereka hampir selesai makan."

Setelah membaca pesan dari si Kepala Pelayan, Je Kook langsung menghubungi ponsel Seok Hee.

Ponsel Seok Hee berdering dan dijawab salah satu pelayan. Pelayan itu lantas memberikan ponselnya ke Seok Hee.


Seok Hee : Halo?

Je Kook : Izinkan aku bicara dengan Pimpinan Senior.


Dan setelah bicara dengan Je Kook, jantung Wang Pyo kumat. Sontak yang ada di ruangan itu, terutama Seok Hee panic.


Di ruangannya, Je Kook mengingat perkataan dokter.

Dokter Hwang : Beliau memiliki ginjal yang lemah. Dan baru-baru ini, jantungnya menjadi lemah. Jadi beliau perlu ekstra hati-hati dengan apa yang beliau makan. Makanan yang aman bagi kebanyakan orang, akan menjadi racun bagi Pimpinan Senior. Misalnya, kacang-kacangan dengan sedikit mentega almond bisa membuat jantungnya tegang. Jadi yang terbaik adalah jika beliau menghindarinya. Karena beliau menerima kejutan besar selama rapat pemegang saham ini, jika beliau terkejut sekali lagi, maka beliau mungkin tidak akan selamat.

Je Kook lantas meninggalkan kursinya dan beranjak ke jendela.


Dokter Hwang langsung dipanggil setelah Wang Pyo collaps. Dokter Hwang memeriksa Wang Pyo.

Dokter Hwang : Beliau telah meninggal dunia.

Tangis Bu Jung pecah seketika.


Seok Hee syok.

Yoon Do menatap cemas Seok Hee.


Sekarang, seluruh staf MC berkumpul di ruang baca bersama Cheol Hee dan Young Seo dengan pakaian hitam-hitam.

Young Seo tersenyum.

Cheol Hee ingin pemakaman Wang Pyo dibuat semewah mungkin.

Je Kook : Tidak. Jika tersiar kabar bahwa Pimpinan Senior wafat begitu Anda ditunjuk sebagai CEO, itu dapat menyebabkan masalah. Ditambah lagi, setelah rapat pemegang saham, saham turun 7,8%. Jadi para pemegang saham sedang kesal. Kenapa Anda tidak membuat pemakaman keluarga saja?

Cheol Hee : Itu masuk akal.

Je Kook : Saya akan menyiapkan pemakaman yang tenang.


Je Kook lalu menatap staf nya. Staf nya mengerti.


Yoon Do sadar ada yang tidak beres dengan kematian Wang Pyo.


Pemakaman Wang Pyo digelar secara tertutup.

Satu per satu anggota keluarga mulai memberikan penghormatan terakhir. Tapi tak satu pun dari mereka yg merasa kehilangan, kecuali Seok Hee.


Jenazah Wang Pyo mulai dikremasi, disaksikan seluruh keluarga.

Seok Hee yang berdiri paling depan, terus menangis.


Di ruangannya, Je Kook berdiri, menatap keluar jendela, mengingat masa lalunya dengan Wang Pyo.

Flashback....


Di depan MC, Je Kook menyambut Wang Pyo yang baru saja datang. Wang Pyo yang baru turun dari mobilnya, membagikan kabar gembira pada Je Kook.

Wang Pyo : Direktur Han, kita mengembangkan kapal pertama yang dapat menampung 6.200 kontainer setinggi 20 m di dunia! Mulai sekarang, MC Chosun akan bebas mengarungi seluruh lautan di dunia.

Je Kook : Selamat, Pak!

Wang Pyo : Ini semua berkat dirimu. Kau memenangkan kontrak seratus juta dolar dari Kuwait! Aku mengandalkanmu!

Flashback end...


Je Kook lalu membungkukkan badannya, sebagai tanda hormatnya pada Wang Pyo.


Seok Hee menatap nisan Wang Pyo. Tak terlihat keluarga yang lain. Hanya ada ia dan Yoon Do disana.

Mo Wang Pyo: 3 September 1932 - 9 September 2019"

Seok Hee : Kau tahu? Aku ingin tahu apa yang kakekku dengar dari Direktur Han sebelum kakekku meninggal. Setelah kakekku mendapat telepon dari Direktur Han, beliau syok dan meninggal. Dia menyebabkan syok yang memicu kematiannya. Semua orang yang aku cintai pergi meninggalkanku. Sekarang aku benar-benar sendirian.

Seok Hee benar2 luka.


Iba, Yoon Do pun mencoba memberikan kekuatan pada Seok Hee. Ia memegang bahu Seok Hee, tapi Seok Hee langsung menyingkirkan tangannya dan beranjak pergi.


Tim TOP sudah kembali berkumpul di markas mereka.

Pak Kwon : Pimpinan Senior dimakamkan di situs pemakaman alami.

Je Kook : Kerja bagus, semuanya.

Joo Young : Itu tidak terduga. Aku tidak menyangka Pimpinan Senior akan meninggal seperti ini.

Kyung A : Beliau bekerja keras demi cucunya. Sepertinya kejutan di rapat pemegang saham terlalu besar.

Joo Young : Nona Seok Hee sudah tamat sekarang, kan?

Pak Yoon : Tidak. Nona Seok Hee masih tetap pemegang saham mayoritas.

Je Kook : Jadi, tetaplah waspada. Hingga perusahaan stabil di bawah kepemimpinan Pimpinan Mo, tugas kita belum selesai.


Je Kook lantas memanggil Pengacara Yoon dan Bu Jung ke ruangannya.

Je Kook : Kalian berdua bekerja sangat keras untuk waktu yang lama bagi MC Grup.

Bu Jung kesal, bagaimana kau bisa semaunya mengadakan pemakaman seperti ini?

Je Kook tidak peduli dan memberikan surat perjanjian pada Bu Jung. Sontak Bu Jung kaget membacanya.

Bu Jung : Kau tidak hanya mengusirku tetapi kau juga berencana untuk mengawasiku selamanya?

Je Kook juga memberikan surat yang sama pada Pengacara Yoon.

Je Kook : Kau harus mundur untuk generasi berikutnya.

Pengacara Yoon kaget membaca suratnya.

Pengacara Yoon : Penggelapan? Apa yang kau lakukan? Aku tidak menggunakan uang itu!

Je Kook : Kudengar cuaca di Australia sedang bagus belakangan ini. Kunjungilah putrimu dan beristirahatlah.

Je Kook juga melarang keras mereka menghubungi Seok Hee.

Je Kook : Jika kau melanggar janjimu, aku tidak dapat menjamin keselamatanmu.

Bu Jung dan Pengacara Yoon tak punya pilihan lain selain menandatangani surat itu.


Seok Hee masuk ke paviliun kakeknya. Ia menatap ke sekeliling paviliun. Setelahnya, ia masuk ke kamar sang kakek.


Seok Hee lantas menghubungi Pengacara Yoon dan Bu Jung tapi mereka tidak menjawab.


Seok Hee pun jatuh terduduk. Tangisnya pecah seketika karena ia benar-benar merasa sendirian sekarang.

Bersambung ke part 4...

No comments:

Post a Comment