Tuesday, December 24, 2019

Selection : The War Between Woman Ep 4 Part 1

Sebelumnya...


Eun Bo : Kau bilang aku mirip dengan mendiang Ratu, kan? Tapi bagaimana caranya aku bisa menjadi Ratu dengan wajah ini?

Ja Yong : Tentu saja itu tidak mudah. Tetap ada konsekuensinya, dengan mempertaruhkan hidupmu. Itu artinya, kau mungkin harus mati untuk itu.

Eun Bo : Aku ingin menghancurkan orang yang sudah melakukan ini pada kakak, ayah dan ibuku. Apakah aku benar-benar dapat melakukannya?

Ja Yong : Bagaimana jika aku mengatakan iya, maukah kau melakukannya?

Eun Bo : Aku akan melakukannya. Aku akan menjadi Ratu.

Ja Yong : Ada seseorang yang perlu kau temui terlebih dahulu.


Ja Yong pun membawa Eun Bo ke temannya.

Ja Yong : Ini Yang Mulia Hong Ki Ho, yang akan meminjamkan nama keluarganya padamu. Dia mengenal ayahmu, saat ayahmu masih hidup.

Eun Bo membungkukkan kepalanya, menunjukkan rasa hormatnya pada Ki Ho.

Ki Ho : Meski usia kami sebaya, aku belajar banyak darinya.

Ki Ho lalu bertanya, apa Eun Bo siap menjadi Ratu?

Eun Bo : Ya.


Ki Ho dan Ja Yong saling bertatapan. Ja Yong lantas mengangguk pada Ki Ho dengan wajah penuh harap.

Ki Ho menatap Eun Bo. Ki Ho bilang, mulai hari ini nama Eun Bo adalah Yeon. Hong Yeon.


Kyung yg sudah tidur, memimpikan Eun Bo. Tapi entah bagaimana bisa terjadi, ia bermimpi Eun Bo ikut pemilihan Ratu sebagai putri Ki Ho.

Dalam mimpinya,, ia menyibak tirai pembatas dan Eun Bo terkejut melihatnya.

Kyung lantas terbangun, Eun Ki!


Mendengar teriakan Kyung, Eunuch Hwang masuk.

Eunuch Hwang : Apakah anda baik-baik saja?

Karena Kyung tidak menjawab dan terlihat syok, Eunuch Hwang berniat memanggil dokter.

Kyung : Aku baik-baik saja. Aku hanya bermimpi, itu saja.

Kyung lalu tanya, hari apa ia harus menemui pemilik Agensi Buyong?

Eunuch Hwang : Besok jam 9 malam.

Kyung mengerti.


Besoknya,, Eun Bo melamun di tepi kolam, memikirkan dirinya yg akan ikut pemilihan Ratu sebentar lagi.

Eun Bo menghela nafas.

Tiba2, terdengar suara teriakan Wal.

Wal : Eun Bo, kau disana? Hya! Eun Bo!

Wal memanggil berkali2 lantaran Eun Bo tidak menjawab.

Eun Bo pun akhirnya sadar dan bergegas mencari darimana suara Wal beralasan.


Tak lama, Eun Bo menyadari asal suara Wal dari luar pagar.

Eun Bo : Hei, kau disana?

Wal pun memanjat tembok pagar dengan susah payah.

Eun Bo : Apa yang sedang kau lakukan?

Wal : Bawa pantatmu ke sini sekarang!

Eun Bo : Kenapa?

Wal : Apa maksudmu kenapa? Ini hari ini dimana kau seharusnya bertemu dengan Raja. Apa kau lupa?

Eun Bo : Ya, aku ingat.

Wal : Oke, keluar dari sana sekarang. Kemarilah dan tangkap aku.


Eun Bo dan Wal sudah tiba di hutan dan terus berjalan menuju rumah cenayang. Sembari menuju rumah cenayang, Wal tanya, apa yg mau Eun Bo lakukan karena Eun Bo tidak bisa meminta kesempatan kedua.

Eun Bo pun berkata, ia berencana memberitahu Kyung siapa pria bersenjata itu.

Wal kaget, apa?

Eun Bo : Aku ingin melihat bagaimana dia bereaksi. Kau benar. Aku harus mendapatkan bantuan dari Tuhan jika aku tidak memiliki kekuatan.

Wal : Hei, hei. Aku hanya mengatakan apa pun yang aku pikirkan saat itu. Kau seharusnya tidak menganggapnya begitu serius.

Eun Bo : Jika raja bukan pelakunya, dia mungkin bisa membantu kita.

Wal : Tapi bagaimana kalau dia?

Eun Bo : Kita akan menemukan bahwa dialah pelakunya yang sebenarnya.


Sekarang, Eun Bo sudah berada di rumah cenayangnya, menunggu kedatangan Kyung.


Wal menunggu kedatangan Kyung di depan pintu.


Dan begitu melihat Kyung, Wal pun langsung memberitahu Eun Bo.

Setelah memberitahu Eun Bo, ia sembunyi dibalik tirai di belakang Eun Bo.


Eun Bo langsung mengembangkan kipasnya dan menutupi sebagian wajahnya.

Kyung masuk dan langsung tanya hasilnya. Eun Bo memberitahu si penembak adalah seorang pemburu.

Kyung kaget, seorang pemburu? Maksudmu hanya pemburu biasa?

Eun Bo : Iya. Jika begitu, secara teknis dia bekerja untuk keluarga Kim.

Kyung : Kim Man Chan.....

Kyung lalu tanya apa informasi yg dikatakan Eun Bo benar?

Eun Bo : Iya.

Kyung : Bagaimana dengan informasi pribadinya?


Eun Bo :  Aku menyesal memberi tahu anda, tetapi aku tidak bisa mencari tahu lebih jauh. Kau mungkin sudah tahu itu pagar keluarga Kim setinggi yang ada di istana.

Eun Bo lantas tanya apa yang mau Kyung lakukan?

Sontak Kyung kaget dgn pertanyaan Eun Bo.

Eun Bo : Yang aku maksudkan adalah anda dapat memerintahkanku untuk melakukan lebih banyak hal.

Kyung menyebut Eun Bo melewati batas.

Eun Bo minta maaf.


Kyung lalu minta izin menanyakan satu hal pada Eun Bo.

Kyung : Mengapa kau tidak menunjukkan wajahmu?

Eun Bo : Mengapa anda bertanya kepadaku soal itu?

Kyung : Orang mengatakan bahwa pemilik Badan Buyong adalah seorang lelaki.

Eun Bo : Pria atau wanita, tugas informan adalah menjual informasi kepada klien.

Kyung : Dan apakah anda akan bersembunyi sepanjang waktu?

Eun Bo : Aku pikir kau tahu bahwa itu adalah peraturan untuk tidak saling bertanya. Aku tidak tahu apa yang membuat anda penasaran, tetapi satu-satunya hal yang dapat kukatakan adalah bahwa pria bersenjata itu adalah seorang pemburu.


Kyung dan Han Mo langsung pergi.

Eun Bo dan Wal keluar dan melihat mereka pergi.

Han Mo tanya, apa Kyung benar-benar berpikir Man Chan pelakunya?

Kyung tidak menjawab dan memikirkan sesuatu.


Eun Bo dan Wal mulai melangkah pergi.

Eun Bo berkata, langkah selanjutnya adalah mereka harus mengawasi apa yang akan dilakukan Kyung.

Wal kaget, kau gila? Kau menyarankan untuk mematai-matai Raja?

Eun Bo : Tidak, maksudku pemimpin para pemburu. Kau bodoh.

Wal : Pemimpin....

Eun Bo : Aku yakin dia akan melakukan sesuatu. Sepertinya itu bukan tentang pria bersenjata itu, tetapi lebih banyak tentang siapa di belakangnya.


Wal : Kita memiliki masalah yang lebih besar dari ini.

Eun Bo : Apa?

Lalu Eun Bo mendengarkan Wal dgn serius. Tapi saat Wal bilang masalah besar mereka adalah tempat tinggalnya, ia langsung menghela nafas.

Wal sewot mendengar helaan nafas Eun Bo.

Wal : Jadi kau menemukan rumah permanen, ya? Karena kau, aku kehilangan segalanya termasuk uang, rumah, reputasiku sebagai pemilik dari Badan Buyong dan semua pelanggan tetapku Tapi, kau menghela nafas? Menghela nafas, AKU..... Wal greget! Aku telah bermurah hati karena anda telah melalui banyak hal. Tetapi sebagai gantinya, kau...


Malas mendengar ocehan Wal,, Eun Bo mengambil dompetnya dan memberikan Wal satu koin.

Eun Bo : Pergi ke bar atau sesuatu.

Wal langsung berlutut.

Wal : Terima kasih, Nona tapi Bisakah anda memberi saya sedikit lebih ...

Eun Bo : Tidak. Aku merasa tidak enak karena kau berada dalam kekacauan ini karenaku. Jika kau ingin pergi...


Eun Bo melihat ke bawah dan mendapati tangan Wal memegang dompetnya.

Eun Bo : Awasi tanganmu.

Wal : Itu hanya satu sen.

Eun Bo : Lagi pula, apa yang akan kau lakukan sementara aku di tempat pemburu?

Wal : Ada yang harus saya lakukan.


Eun Bo lalu tanya, bagaimana menurut Wal jika ia menjadi Ratu.

Sontak Wal tertawa mendengarnya

Wal : Orang gila apa yang akan membuatmu menjadi Ratu ...

Wal lantas meledek Eun Bo dgn mengatakan bagaimana kalau ia menjadi Raja saja.

Eun Bo kesal.

Wal : Ayo masuk ke dalam. Aku akan memasak ikan untukmu.


Ja Yong kembali menemui si Kepala Cenayang.

Kepala Cenayang : Kau ingin bertemu denganku karena ingin melihat apa aku sudah mengambil keputusan? Tunjukkan dulu kartu yang kau miliki.

Ja Yong : Aku sedang berpikir untuk memasukkan wanita muda ke dalam seleksi. Aku ingin kau merawatnya. Itu akan menguntungkan untukmu juga. Jika kau ingin mempertahankan kepercayaan Ratu Janda, katakan padanya bahwa wanita ini akan menemukan pelakunya dari peristiwa malang itu.

Kepala Cenayang : Aku tidak mengerti bagaimana mungkin seorang wanita muda berguna dalam menemukan pelakunya?


Ja Yong : Asisten dukun yang menghilang dari Organisasi Shamanisme saat ini dibawah asuhanku. Bagaimana jika kukatakan dia saudara kembar mendiang Ratu.

Kepala Cenayang kaget mendengarnya.

Ja Yong : Aku akan menjadikannya pengganti Ratu. Jika kau ingin meraih kepercayaan Ratu Janda, beritahu dia bahwa Ratu masih hidup.


Kyung sedang latihan pedang bersama Han Mo.

Han Mo berhasil menjatuhkan pedang Kyung karena Kyung tidak konsentrasi.


Han Mo menatap cemas Kyung, Yang Mulia....

Kyung : Apakah Kim Man Chan benar-benar mampu melakukan hal seperti itu? Saat aku mendengar pria bersenjata itu adalah seorang pemburu, aku langsung memikirkan sesuatu. Bisakah kau menebak apa itu? Kenapa Kim Man Chan? Apa aku salah paham padanya? Itu yang kupikirkan.


Seorang menteri bersama dua pelayannya berjalan ke arah Kyung. Dua pelayannya tampak membawa kotak kayu besar.

Han Mo melihatnya dan memberitahu Kyung.

Kyung : Apa kau menemukannya?

"Tampaknya, itu bukan senjata yang sama, tetapi mengingat peluru yang ditemukan di tubuhmu, itu sedekat yang didapatnya." jawab si menteri.


Pelayan membuka kotak kayu itu yg isinya senjata.

Kyung : Bagaimana cara kerjanya?

"Dorong bagian yang disebut, "gunlock" dan tembak dengan menarik pelatuknya. Karena anda tidak kidal, langkahkan kaki kiri anda ke depan untuk menyeimbangkan dan kemudian menembak.

Kyung mulai menembak.


Adegan berpindah pada Wangdaebi yang terkejut, seolah2 mendengar suara tembakan. Tapi bukan suara tembakan yg membuatnya terkejut, melainkan cerita Kepala Cenayang ttg Eun Ki yg masih hidup.

Wangdaebi : Benarkah itu fakta?

Kepala Cenayang : Aku yakin.

Wangdaebi : Bagaimana mungkin? Bagaimana caranya?

Kepala Cenayang : Aku mengikuti arahan roh. Tapi Yang Mulia, saya berpikir solusi untuk menemukan pelakunya.


Wangdaebi : Solusi untuk menemukan pelakunya? Beritahu aku sekarang.

Kepala Cenayang : Insiden itu mungkin disebabkan oleh seseorang yang tidak suka dengan seleksi. Tapi... apa yang akan terjadi jika sang ratu hidup kembali dan berdiri di depan mata mereka? Kita bisa memprovokasi pelakunya dan membuat mereka menunjukkan diri.

Wangdaebi : Aku perlu melihatnya sendiri.


Ja Yong pun memberitahu Eun Bo bahwa Wangdaebi ingin bertemu Eun Bo.

Eun Bo kaget, Wangdaebi ingin bertemu?

Ja Yong : Ya, malam ini. Ingat. Kau adalah kakakmu, Eun Ki.


Malamnya, Ja Yong membawa Eun Bo ke pintu belakang istana.

Tak lama, Kepala Cenayang membuka pintu dan menatap Eun Bo.

Kepala Cenayang : Aku tidak berpikir kita akan bertemu lagi seperti ini. Akan lebih baik untuk tidak menonjol. Mari kita ubah dulu.


Eun Bo masuk bersama Kepala Cenayang.

Kyung mencari udara segar di halaman istana bersama Eunuch Hwang dan pengawal setianya, Han Mo dan para pelayannya.

Bersamaan dengan itu, Kepala Cenayang dan Eun Bo lewat.

Kyung melihat Eun Bo! Sontak lah dia kaget melihat wajah Eun Bo. Berpikir itu Eun Ki, Kyung langsung mengejarnya.


Melihat Kyung tiba2 lari, Eunuch Hwang dan Han Mo bingung dan langsung mengejar Kyung.

Kyung mencari2 Eun Bo tapi ia tak bisa menemukan Eun Bo yang dikiranya Eun Ki.

"Itu Ratu, kau tidak lihat?" tanya Kyung ke Eunuch Hwang.

Kyung sangat yakin bahwa wanita yg berjalan di belakang Kepala Cenayang tadi adalah Eun Ki nya.

Han Mo kasihan menatap Kyung.


Eunuch Hwang mengajak Kyung masuk dan berkata akan membawa cenayang yang dilihat Kyung ke kamar Kyung.

Tapi kemudian Kyung sadar kalau dia hanya salah lihat. Kyung berkata, tidak perlu dan mengajak semuanya kembali ke dalam.

Eunuch Hwang tampak menahan tangisnya.


Eun Bo sendiri sudah berada di kediaman Wangdaebi bersama Kepala Cenayang. Mereka lalu tiba di kamar Wangdaebi.

Kepala Cenayang : Yang Mulia, saya membawanya bersamaku.

Wangdaebi : Biarkan dia masuk..


Wangdaebi terkejut melihat melihat Eun Bo yang dipikirnya Eun Ki yg selamat dari peristiwa tragis itu.

Wangdaebi : Dukun memberi tahuku secara singkat tentang rencana tersebut. Aku masih bingung bahkan setelah melihatmu seperti ini. Anda bilang ingin berpartisipasi dalam seleksi?

Eun Bo : Ya.

Wangdaebi : Apa tujuanmu? Kau bisa menjalani kehidupan yang tenang dan normal. Kau pasti memiliki alasan untuk memutuskan untuk berpartisipasi.

Eun Bo : Aku tidak bisa hidup tenang. Jika aku tidak berpartisipasi dalam seleksi...., maaf harus mengatakan ini Yang Mulia, tapi bisakah anda mengembalikan kedudukanku sebagai Ratu?


Eun Bo kini menatap Wangdaebi.

Wangdaebi : Tidak tahukah kau bahwa keluargamu dihancurkan? Hanya ada satu perintah dari Raja. Maaf sudah memberitahumu, tetapi raja tidak bisa mengabaikan itu sebagai hukum.

Eun Bo : Itu sebabnya aku mencoba menemukannya dengan caraku sendiri. Aku ingin menemukan pria itu yang menunjuk pistol ke arahku dan menghancurkan segalanya. Tolong bantu aku, Yang Mulia.

Wangdaebi : Ngomong-ngomong, aku tidak tahu kau berani menatapku secara langsung.

Eun Bo : Kembali dari kematian membuatku tidak takut apapun.


Kyung sedang berendam, memikirkan segalanya.

Tak lama kemudian, Kyung memejamkan matanya dan menenggelamkan dirinya ke air.

Eunuch Hwang panic lantaran Kyung tidak menyahut-nyahut saat ia panggil. Takut Kyung kenapa2, Eunuch Hwang menarik Kyung ke atas.

Kyung menatap geli Eunuch Hwang.

Kyung : Tidak perlu terlihat begitu ketakutan. Aku baik-baik saja.

Kyung memercikkan air di tangannya ke Eunuch Hwang.


Kyung lalu keluar dari air dan Eunuch Hwang langsung membalut tubuhnya dgn handuk.

Kyung : Aku seperti kesurupan dalam waktu singkat. Itu hanya kesalahpahaman bodoh.

Eunuch Hwang : Yang Mulia, sudah waktunya bagi anda untuk membiarkan dia pergi sekarang.

Kyung : Kepala Kasim Hwang, dia terus tinggal di sekitarku. Di dalam mimpiku, di depan mataku, dan dalam ingatanku. Dia terus muncul dan tinggal bersamaku.


Ja Yong menunggu Eun Bo dan Kepala Cenayang dgn cemas. Tak lama, Kepala Cenayang membawa Eun Bo keluar. Eun Bo sudah kembali memakai bajunya yang tadi saat ia pertama kali datang.

Kepala Cenayang : Pulanglah dengan selamat.


Ja Yong dan Eun Bo berjalan pergi.

Eun Bo : Jika aku harus berpura-pura menjadi kakakku, apa itu berarti bahwa pelakunya yang membunuh kakakku ada di istana?

Ja Yong : Aku tidak curiga terhadap Ratu Janda.

Eun Bo : Bagaimana dengan Raja? Aku sudah memikirkannya, tapi kurasa dia tidak membunuhnya. Sepertinya dia sedang mencari pelakunya.

Ja Yong : Tapi dia membunuh ayahmu.

Eun Bo : Apa alasannya?

Ja Yong : Teori Pencerahan. Itu karena buku yang ditulis ayahmu. Ini adalah buku yang berbicara tentang dunia yang dimiliki oleh warga. Raja menganggap itu sebagai pemberontak dan memberinya hukuman mati.


Eun Bo : Apakah itu hanya karena sebuah buku?

Ja Yong : Itulah yang terjadi ketika orang memiliki ide yang berbeda. Raja tidak pernah menyetujui gagasan seperti itu. Dan ayahmu mempertaruhkan nyawanya untuk itu. Banyak orang masih memikirkan idenya. Kau juga akan melakukan banyak hal di masa depan.

Eun Bo : Apa yang harus aku lakukan?

Ja Yong : Kau akan menemukannya akhirnya. Banyak hal akan terjadi ketika seleksi dimulai.

Ja Yong beranjak pergi.


Paginya, para ayah dari keluarga bangsawan, mulai mengirimkan aplikasi pernikahan.

Ada yg menyogok petugas agar putrinya didiskualifikasi, ada juga yg batal menyerahkan aplikasi pernikahan putrinya.


Setelah aplikasi pernikahan terkumpul, para petugas Biro Pernikahan menyeleksi aplikasi-aplikasi itu.

Wangdaebi juga ikut menyeleksi.

"14 dari mereka terpilih sejauh ini. Tujuh dari mereka berasal dari Hanyang, dan tujuh dari mereka dari luar Hanyang."


Wangdaebi lantas membuka aplikasi dari Gubernur Gyeonggi

"Hong Yeon, Ayah : Ki Ho, Gubernur Gyeonggi."

Tahu Hong Yeon itu siapa, Wangdaebi minta petugas memasukkan aplikasinya juga.


Petugas kaget.

"Maksud anda putri Hong Ki Ho, gubernur Gyeonggi?"

Wangdaebi diam saja.


Ja Yong memberitahu Eun Bo bahwa Eun Bo lolos seleksi tahap pertama.

Ja Yong : Ada penginapan yang disebut "Hyugyeongjae" yang disediakan untuk para kandidat oleh keluarga kerajaan. Kau akan pindah ke sana dalam beberapa hari.

Eun Bo : Bagaimana kabar ibuku?

Ja Yong : Aku menempatkannya di tempat yang aman. Jangan khawatir. Masih banyak jalan yang harus ditempuh. Kau sebaiknya mempersiapkan diri.


Pelayan lalu datang membawa dua orang.

Ja Yong memberitahu Eun Bo bahwa dua orang itu adalah guru dan pelayan yang akan membantu Eun Bo dalam pemilihan.

"Nama saya Yeo Wool, Nona." ucap si pelayan.


Maka dimulailah pelajaran kepribadian Eun Bo.

Pertama-tama, Eun Bo mulai cara memberi hormat kepada tetua dgn baik dan benar. Namun saat akan berdiri dia jatuh.


Lalu Eun Bo belajar cara berjalan dgn mangkuk diletakkan di atas kepalanya. Tapi Eun Bo malah berkali2 menjatuhkan mangkuk di kepalanya.

Guru yang mengajari Eun Bo pun stress. Eun Bo nyengir.


Selanjutnya, bagaimana adab makan yang dipelajari Eun Bo. Guru memukulkan tongkatnya ke meja ketika melihat Eun Bo mengambil daging terlalu banyak.


Guru juga menegur Eun Bo yg menyendok nasi kelewat banyak.


Eun Bo kemudian membaca buku kepribadian dan tertidur. Melihat Eun Bo tidur, guru langsung memukul bahu Eun Bo dgn kayu.


Yeo Wool sendiri juga sudah mengantuk.


Hari berikutnya, Eun Bo kembali belajar cara berjalan dgn mangkuk di atas kepala. Kali ini, Eun Bo tidak memecahkan mangkuknya lagi.

Eun Bo senang.


Sementara itu, kaki Young Ji sedang dikompres pelayannya. Young Ji sendiri tengkurap dikasur sambil membaca surat yg mengatakan ia lolos seleksi.

Pelayan mengaku tidak percaya Young Ji berlatih keras sampai kakinya bengkak.

Pelayan kemudian tanya kenapa Young Ji terus melihat surat itu?

Pelayan : Orang mungkin berpikir itu surat cinta. Aku pikir itu hanya surat yang memberitahu anda untuk datang ke istana untuk seleksi.

Young Ji : Itu sama dengan surat cinta bagiku. Apakah kau tahu sudah berapa lama sejak aku melihatnya? Dikatakan aku hanya perlu menunggu lima hari lagi.

Pelayan : Anda masih harus menjadi Ratu. Jika anda gagal seperti yang anda lakukan terakhir kali...

Pelayan berhenti bicara karena Young Ji menatapnya galak.

Young Ji : Terakhir kali aku terlalu bodoh. Tapi kali ini, ayah berjanji padaku bahwa aku akan menjadi Ratu. Aku mengandalkan dia dan tidak ada orang lain mulai sekarang. Jika dia menyuruhku mati, aku bahkan akan pura-pura mati.


Man Chan keluar dari kediamannya bersama Hong Sik dan Song Yi.

Diluar, para menteri menyambut Man Chan dan membawakan Man Chan berbagai hadiah.

Man Chan : Bagaimana kalian bisa mengunjungiku tanpa malu-malu?

"Banyak orang bisa melihatmu." jawab salah satu menteri.

Man Chan lalu pergi.

Song Yi : Semoga perjalananmu aman, Paman.


Setelah Man Chan pergi, seorang wanita mendekati Song Yi.

"Nona, saya membawa kain yang anda minta sebelumnya. Aigoo, rasanya sangat meriah di rumah ini. Sudah jelas siapa yang akan menjadi Ratu dalam seleksi ini. Itu sebabnya mereka sudah membuat keributan seperti itu." ucap wanita itu.


Wal ada di teras rumah Jae Hwa.

Wal : Aigoo, dia seharusnya seorang pangeran, tapi yang dia lakukan hanyalah tidur siang.

Tak lama, Jae Hwa keluar sambil menguap dan heran melihat Wal.


Wal : Anda pasti sangat lapar setelah tidur siang yang panjang. Haruskah aku membawakanmu makan siang sekarang, tuan?

Jae Hwa : Tapi kenapa... mengapa kau di sini?

Wal : Kenapa kau begitu terkejut? Kau mengatakan padaku untuk mengunjungimu kapan saja. Haruskah saya membantai ayam?


Jae Hwa pun makan dengan lahap masakan Wal.

Wal meletakkan potongan daging ayam ke sendok Jae Hwa.

Wal : Maaf, apa kau mengatakan kau ingin aku pergi? Aku tidak tahu kau begitu kikir.

Jae Hwa : Kau bilang akan membawa nonamu terakhir kali. Tapi mengapa kau terus tinggal di rumahku?


Wal : Baik... aku.... sejujurnya... punya alasan dan kau tidak akan dapat mendengarnya tanpa menangis.

Wal memasang muka memelas. Tapi Jae Hwa tidak tertipu.

Jae Hwa : Mari kita dengarkan dan lihat apakah aku menangis. Aku mungkin tidak terlihat seperti itu, tetapi aku dulu seorang pedagang.

Wal : Maaf? Pedagang tidak pernah bekerja tanpa dibayar. Tapi kau tinggal di sebuah rumah sebesar ikan paus. Apakah kau mengatakan kepadaku untuk memberimu uang?

Jae Hwa : Aku menyuruhmu pergi begitu saja.


Wal : Nah, bagaimana dengan wanita bukannya uang?

Sontak, Jae Hwa yang lagi makan tersedak mendengarnya.


Wal : Aku tahu kau memiliki seorang wanita dalam pikiranmu. Bisakah kau mengizinkanku membantumu soal itu?

Mendengar itu, Jae Hwa mulai tertarik.

Bersambung ke part 2....

No comments:

Post a Comment