Wednesday, December 25, 2019

Selection : The War Between Women Ep 4 Part 4

Sebelumnya...


Di halaman istana,, Kyung sedang latihan memanah.

Eunuch Hwang yang memegang baki berisi anak panah, terkejut saat Kyung mengatakan, akan ikut berburu bersama Man Chan.

Eunuch Hwang : Jeonha, tetapi anda mengatakan kepada perdana menteri bahwa anda tidak akan bergabung dengannya untuk berburu.

Kyung : Aku bermaksud membohonginya.

Eunuch Hwang bingung, apa?

Kyung : Jika dia pelakunya, dia tidak akan membiarkanku melihat pria bersenjata itu. Tetapi bagaimana jika aku tidak ada di sana? Apa yang akan terjadi? Dia harus menjadi penembak yang hebat jika dia dipilih untuk misi pembunuhan. Dia menempatkan seseorang seperti dia di garis depan untuk perburuan penting seperti ini. Aku harus menyergap mereka.

Kyung kembali melepaskan anak panahnya. Kali ini tepat sasaran.


Di kamarnya,, Kyung sedang bersiap-siap dibantu pelayannya.

Setelah selesai, Kyung mengajak Han Mo pergi tapi Wangdaebi tiba2 datang.

Wangdaebi : Apa yang kau kerjakan sekarang? Aku di sini karena aku terkejut mendengar berita itu. Bagaimana anda bisa berburu ketika seleksi akan dimulai?

Kyung : Ada sesuatu yang benar-benar ingin aku buru hari ini. Aku akan kembali dengan selamat. Jadi tolong biarkan aku pergi.


Tapi sampai disana, rombongan Kyung dicegat oleh pengawal Man Chan.

"Yang Mulia Kim Man Chan akan berburu hari ini. Karena itu, tidak ada yang tidak diizinkan masuk. Silakan pergi."


"Hei! Segera keluar dari jalan. Yang Mulia ada di sini." jawab Han Mo.

Mendengar itu, pengawal kaget dan langsung berlutut.

Para pemburu yg berdiri di belakang juga berlutut.

"Tolong bunuh kami, Yang Mulia." ucap pengawal Man Chan karena sudah tidak sopan pada Kyung.


Kyung lantas melihat para pemburu itu satu per satu dan turun dari kudanya.

Man Chan segera berlari menemui Kyung.

Man Chan : Yang Mulia, apa yang membawamu kemari tiba-tiba?

Kyung : Aku terus memikirkan apa yang kau katakan. Jadi aku tidak bisa menahan diri.

Kyung lalu melihat para pemburu.

Man Chan bertanya, apa Kyung ingin lihat sehebat apa para pemburunya?

Kyung : Dengan senang hati.


Kyung lalu meminta para pemburu tidak gugup hanya karena dia ada disana.

Kyung : Jangan ragu untuk memamerkan keterampilan kalian seperti biasa.

"Ya, Yang Mulia!" jawab para pemburu.

Tanpa Kyung sadari, si pembunuh berada diantara mereka.


Para pemburu mulai memamerkan keterampian mereka menembak.


Tiba lah giliran si pembunuh. Kyung terus menatap si pembunuh dan mulai merasa aneh.

Kyung tak yakin, tapi kemudian dia melihat bekas luka di pelipis si pembunuh.

Kyung : Bekas luka itu....


Kyung ingat pria yg menembaknya, memiliki bekas luka itu.

Kyung : Aku tidak tahu apa itu karena dia mengenakan topeng.  Tapi itu pasti bekas luka itu.


Si pembunuh menatap ke arah Kyung. Tahu Kyung memperhatikannya, ia langsung memalingkan wajahnya.


Man Chan menghampiri Kyung.

Man Chan : Sangat mengesankan.

Kyung : Bagaimana kalau kita mulai berburu?

Man Chan : Baik.


Man Chan lalu memberitahu para pemburu nya kalau mereka akan mulai berburu sekarang dan menyuruh mereka menyebar.


Si pembunuh dan kelompoknya masuk ke hutan. Si pembunuh kemudian menyuruh kelompoknya tidak bersuara. Setelah itu, ia memberi kode agar mereka berpencar.


Setelah teman2nya pergi, si pembunuh malah kabur.

Melihat itu, Kyung bergegas mengejar.

Si pembunuh mendengar suara pacuan kuda.

"Sial!" ucapnya, lalu sembunyi dibalik pohon.


Begitu melihat Kyung,, si pembunuh langsung menembaknya.

Untunglah, Kyung dan Han Mo berhasil menghindar.

Kyung menyuruh Han Mo menangkap si pembunuh.


Man Chan kemudian datang.

Man Chan : Yang Mulia, mereka rupanya menangkap seekor harimau di sisi Tenggara. Mari berbalik dan pergi!


Han Mo mengejar si pembunuh. Namun, Han Mo kalah cepat dari si pembunuh. Han Mo melihat si pembunuh berlari ke arah sungai.

Terpaksa lah Han Mo mengejar si pembunuh tanpa kudanya.


Han Mo lalu melihat si pembunuh masuk hutan.

Tak mau kehilangan mangsanya, Han Mo pun mencari jalan lain.

Sementara si pembunuh bersembunyi dibalik pohon. Merasa dirinya sudah aman dan tidak dikejar-kejar lagi,, si pembunuh pun keluar. Tapi tiba2,

Han Mo menyerangnya dan membuatnya jatuh ke jurang.


Man Chan menunjukkan seekor harimau yg berhasil ditangkap pemburunya ke Kyung.

Man Chan : Lihatlah, Yang Mulia. Kami menangkap raja harimau. Panjangnya setidaknya 2 meter.

Kyung : Anda melakukan pekerjaan dengan baik.

Man Chan : Aku akan mengulitinya dan membawanya ke anda. Ngomong-ngomong, aku belum melihat penjaga keamanan di sekitar anda.


Pengawal Man Chan juga berbisik, bahwa salah satu pemburu mereka hilang.

Man Chan : Betapa bodohnya.

Kyung membuat alasan, kalau mereka terlalu asyik berburu.

Kyung : Aku akan menetapkan regu pencari di belakang. Kau harus tinggal di sini dan mencari keduanya.

Man Chan : Ya yang Mulia.

Man Chan lantas menyuruh anak buahnya bersiap2 untuk kembali.


Hari sudah gelap. Ja Yong memberitahu Jae Hwa ttg Eun Bo yang memasuki putaran pertama seleksi

Jae Hwa : Kau sudah memastikan dia menerima pesanku?

Ja Yong : Dia masih belum bertekad, tapi dia bersedia melakukannya jika itu untuk ayahnya.

Jae Hwa : Bujuk dia.  Kita harus memastikan dia ada di pihak kita sebelum mengirimnya ke raja.


Kyung mondar mandir di halaman istana dgn wajah cemas. Tak lama, Han Mo datang.

Han Mo menceritakan semuanya dan minta maaf.

Kyung : Kau baik-baik saja?

Han Mo : Ya Yang Mulia.

Kyung lega mendengarnya.

Lalu Kyung berkata, apakah si pembunuh tewas?

Han Mo : Tidak, Yang Mulia.

Kyung : Dimana dia?


Han Mo pun membawa Kyung ke tempat dimana ia menyembunyikan si pembunuh. Sudah ada tabib juga disana.

Han Mo : Kami memindahkannya ke sini karena dia kehilangan kesadaran di gunung.

Kyung tanya kondisi pria itu ke tabib.

Tabib : Dia tidak sehat karena dia belum sadar. Kita harus menunggu dan melihat.

Kyung : Kau harus menyelamatkannya. Apa pun yang diperlukan.


Lalu Kyung dan Han Mo beranjak keluar.

Kyung : Seseorang mungkin memperhatikan kita jika kita tinggal di sini terlalu lama. Bersiaplah untuk menyembunyikannya begitu kondisinya membaik.

Han Mo : Ya yang Mulia.

Kyung : Aku tahu itu bukan Kim Man Chan. Penembaknya hilang, tapi dia diam saja.  Pelakunya tidak akan berperilaku seperti itu.

Han Mo : Bagaimana jika....

Kyung : Mari kita awasi dia untuk saat ini.


Iring-iringan tandu yg membawa calo Ratu terlihat di jalanan.

Di dalam tandu, Eun Bo gelisah karena akan bertemu Kyung sebentar lagi.


Sementara Young Ji tersenyum. Ia yakin sekali ia lah yg akan terpilih menjadi pendamping Kyung.


Sementara Song Yi menunjukkan muka angkuhnya.


Para gadis lantas tiba di istana.

Seorang dayang bergegas membawa mereka masuk.

Kyung dan Eunuch Hwang yg kebetulan lewat melihat mereka.

Kyung : Cari tahu apakah ada putri Hong Ki Ho, gubernur Gyeonggi di antara para kandidat.

Eunuch Hwang : Ya yang Mulia.


Para gadis dikumpulkan di satu ruangan. Salah satu kandidat memuji sutra yg dikenakan Song Yi. Song Yi tersenyum senang.

Young Ji mulai cemas.


Nyonya Jung masuk.

Nyonya Jung : Kalian akan segera hadir di Joongyidang. Tolong siapkan dirimu.

Young Ji tanya, apakah Kyung akan ikut menyeleksi. Ia pun lega saat Nyonya Jung bilang Kyung tidak ikut.

Young Ji lalu menatap Eun Bo dan mulai takut.


Wangdaebi dan Daebi sedang menuju Joongyidang.

Daebi : Aku pikir Yang Mulia akan berada di sini saat ini juga, Ibu. Pilihan terakhir adalah pengecualian. Aku mendengar kita memiliki wanita muda dari seluruh negeri saat ini.

Wangdaebi diam saja.


Seleksi dimulai. Wangdaebi menatap para gadis yg duduk dibalik tirai. Sepertinya ia mencari sosok Eun Bo.

Nyonya Jung : Kami akan memulai presentasi.


Nyonya Jung memanggil Young Ji.

Young Ji pun maju dan menunjukkan sikap hormatnya pada para tetua. Kali ini, ia melakukannya dgn benar.

Wangdaebi melihat bunga2 di rok Young Ji.

Wangdaebi : Alih-alih membuang rok yang sobek, kau membuatnya istimewa dan cantik.

Young Ji senang mendengarnya.


Eun Bo tersenyum mendengarnya.


Sementara Song Yi nampak kesal Young Ji dipuji Wangdaebi.


Kyung menunggu di perpustakaan. Tak lama, Eunuch Hwang masuk dan berkata, putri Gubernur Gyeonggi memang ada diantara para kandidat.

Mendengar itu, Kyung langsung beranjak pergi menuju tempat seleksi.


"Jusang Jeonha tiba!"

Young Ji langsung kaget.


Wangdaebi : Apa yang terjadi tiba-tiba?

Kyung : Itu bukan masalah besar. Aku hanya berpartisipasi dalam pemilihan untuk pasanganku. Silahkan lanjutkan dan jangan merasa terganggu.


Nyonya Jung melirik Wangdaebi. Wangdaebi mengangguk.

Seleksi dilanjutkan.

Nyonya Jung : Ini adalah putri Kim Hyung Chan, cendekiawan kepala.


Song Yi maju.

Daebi sedikit tersenyum saat giliran Song Yi memberi hormat.


Nyonya Jung : Ini adalah putri Hong Ki Ho, gubernur Gyeonggi.

Eun Bo maju dan memberi hormat.

Kyung memperhatikan Eun Bo yang memberikan hormat dibalik tirai.


Tiba2 aja, Kyung yg merasa tertarik dengan putri Ki Ho itu, langsung berdiri dan beranjak menuju tirai.

Kyung menyibak tirai.

Bersamaan dengan itu, Eun Bo selesai memberi hormat dan hendak kembali ke tempatnya tadi berdiri.

Tapi Kyung malah memegang tangannya. Eun Bo terkejut dan berbalik menatap Kyung.

Kyung kaget melihat sosok Eun Bo di depannya.


Bersambung.....

No comments:

Post a Comment